NovelToon NovelToon
Mengejar Mauren

Mengejar Mauren

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Gangster / Teen School/College / Persahabatan / Romansa / Kegiatan Olahraga Serba Bisa
Popularitas:821
Nilai: 5
Nama Author: jeffc

Novel ini berkisah tentang kehidupan SMA yang sarat dengan cinta- cintaan, persahabatan, persaingan antar geng di sekolah, dll. dengan latar belakang olah raga bela diri seperti karate, tinju, kick boxing, muathai dsb

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jeffc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rommy Dipermalukan

Rommy Dipermalukan

Jam 5.00 pagi alarm di HP berbunyi, Rommy bangun dengan males-malesan, dia menggeliat sebentar lalu gosok gigi dan cuci muka. Seragamnya dilipat rapi dan dimasukkin tas, kemudian dia hanya berpakaian olahraga dan bawa sarapan yang sudah disiapkan mamanya dengan kotak makanan.

“Kok belum pakai seragam, Rom?” tanya Mama Rommy.

“Enggak, Ma. Rommy mau lari ke sekolah sekarang,” jawab Rommy. “O, ya, Ma. Nanti Rommy sarapan aja di sekolah, sehabis mandi di sana.”

Mama dan Papa Rommy cuma bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Rommy.

“Rommy berangkat ya, Ma, Pa,” kata Rommy pamitan terus lari berangkat sekolah.

Rommy lalu lari dan sesekali ambil foto selfie saat lari buat di-upload ke Facebook nanti.

Sampai sekolah jam baru menunjukkan 6.15. Pak Bandrio, penjaga sekolah, kaget Rommy datang sepagi itu dan tidak mengenakan seragam.

“Kok sepagi ini sudah sampai sekolah, Rom?” tanya Pak Bandrio bengong. “Mana nggak pakai seragam lagi?”

“Mulai sekarang saya mau hidup sehat, Pak, lari dari rumah ke sekolah. Mandi di sekolah nanti,” jawab Rommy.

“Wah, bagus tuh, Rom. Dulu waktu SMP kalau berangkat sekolah saya jalan kaki 5 km dari rumah ke sekolah,” kata Pak Bandrio nggak mau kalah.

“Mantap, Pak. Omong-omong saya izin mau mandi dulu ya, Pak, sambil siap-siap pakai seragam,” kata Rommy.

“Silakan, Rom,” jawab Pak Bandrio sambil tersenyum ramah.

Rommy lalu mandi di shower sekolah, sisiran dan berseragam rapi setelahnya. Jam sudah menunjukkan pukul 6.30, sebentar lagi jam masuk kelas. “Harus buru-buru makan nih,” kata Rommy dalam hati.

Sambil makan di taman dekat kelasnya, Rommy meng-update statusnya di Facebook: “Mens sana in corpore sano – dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”.

Kemudian Rommy meng-upload beberapa foto saat dia berlari dan memasuki gerbang sekolah pakai pakaian olahraga dan foto selfie setelah dia mandi dan berseragam rapi, tak lupa komentar “Berangkat ke sekolah pagi Ini.”

Dia melihat-lihat Facebook-nya dan dia rasa sudah cukup macho dan sporty.

Tiba-tiba, dia melihat ada yang add friend ke dia, dia lihat namanya “Mauren Korompis”. Buru-buru dia accept permintaan pertemanan itu dan langsung dia berdiri dan berteriak “Yes” sambil meninju ke udara.

Pak Bandrio yang sedang menyapu dekat kelas Rommy sampai terlonjak karena kaget dengar teriakan Rommy.

“Apaan sih kamu, Rom? Teriak-teriak yes-yes, bikin kaget aja,” kata Pak Bandrio.

“Maaf, Pak, maaf, saking senangnya barusan,” kata Rommy sambil tertawa sendiri.

Akhirnya, satu per satu murid mulai berdatangan, dan Mauren muncul. Rommy pura-pura cuek, padahal matanya melirik ke Mauren.

“Eh, Rom, gua lihat di Facebook lu, lu lari ke sekolah?” tanya Stefan.

“Iya, Stef. Coach Barda, coach tinju gua, nasehatin sering-sering lari,” jawab Rommy. Padahal dia bohong. Lari ke sekolah cuma akal-akalannya dia saja supaya kelihatan gagah dan sporty di mata Mauren.

“O… gimana badan lu, masih pegal-pegal?” tanya Stefan lebih lanjut.

“Masih ada sih, tapi nggak gua rasain, gua paksain aja buat olahraga,” Rommy membual.

Mauren yang duduknya nggak jauh dari Rommy hanya tersenyum sendiri.

“Sebuah bongkahan es terapung di dalam sebuah gelas yang berisi air penuh hingga ke bibir gelas. Jika es tersebut mencair seluruhnya, apakah air di dalam gelas akan tumpah? Jelaskan secara singkat alasannya berdasarkan Hukum Archimedes!”

Segera anak-anak menulis jawabannya di kertas kosong dan dikumpulkan ke Pak Gunadi.

Setelah semua mengumpulkan jawaban kuis, Pak Gunadi menyuruh beberapa anak maju ke depan kelas untuk ditanyai. Giliran pertama Mauren dan Erick, si juara kelas dan anggota geng The Executioners, seteru geng Kelelawar Hitam.

Pak Gunadi memberikan pertanyaan sederhana kepada mereka, “Mauren, Erick, tolong jawab soal ini. Bayangkan kalian sedang berdiri di dalam bus yang sedang melaju kencang, tiba-tiba sopirnya mengerem mendadak. Tubuh kalian akan terdorong ke arah mana, dan jelaskan kenapa itu bisa terjadi?”

Mauren menjawab, “Ke depan, Pak, tapi saya tidak tahu alasannya.”

“Erick?”

Erick menjawab dengan cerdas dan pede, “Terdorong ke depan, Pak. Itu karena Hukum Inersia atau Kelembaman. Tubuh kita cenderung mempertahankan keadaan geraknya. Karena bus berhenti mendadak, tubuh kita tetap ingin bergerak maju dengan kecepatan awal.”

“Seratus untuk Erick! Mauren dan Erick silakan duduk di tempat,” ujar Pak Gunadi.

Sekarang giliran Rommy dan Mayang maju ke depan kelas.

Pertanyaan Pak Gunadi: “Jika Mayang memakai sepatu high heels (hak tinggi) dan Rommy memakai sepatu kets biasa berjalan di atas tanah yang becek, siapa yang kakinya akan lebih dalam amblas ke dalam tanah? Dan jelaskan kenapa?”

“Mayang, Pak, tapi saya tidak tahu alasannya,” jawab Rommy.

“Saya juga menjawab Mayang, Pak. Tapi tidak tahu penjelasannya,” jawab Mayang.

“Erick bisa bantu menjawab?” tanya Pak Gunadi kepada Erick.

“Mayang, Pak. Karena tekanan berbanding terbalik dengan luas permukaan. Meskipun berat badan Mayang mungkin lebih ringan dari saya, tapi karena luas tumit sepatu high heels itu sangat kecil, tekanannya jadi sangat besar. Itulah kenapa tanahnya lebih mudah amblas.”

Pak Gunadi tersenyum puas lalu mengacungkan jempol ke arah Erick, kemudian semua murid bertepuk tangan kagum atas jawaban cerdas Erick, termasuk Mauren.

Tapi tidak dengan Rommy, yang nampak cemburu Erick tampak begitu cerdas dan kelihatan Mauren mengagumi Erick, dan dia tampak bodoh di hadapan seterunya, teman-teman sekelas, dan tentu saja di hadapan Mauren!

Lalu Rommy dan Mayang duduk ke tempat duduknya masing-masing, dan Pak Gunadi melanjutkan dengan pelajaran hari itu.

Jam berikut adalah pelajaran Bahasa Inggris bersama Pak Teguh. Pak Teguh membagi kelas dalam beberapa kelompok, satu kelompok beranggota 3 orang. Rommy satu kelompok dengan Mauren dan Erick.

“Erick lagi, Erick lagi!” maki Rommy dalam hati. Saat giliran mereka menampilkan role play di depan kelas, Rommy sudah menampilkan muka tidak senang.

“Hello, Mauren. Let’s go for a date tonight,” kata Erick dengan tersenyum ramah kepada Mauren.

“Sure, why not?” jawab Mauren sambil tersenyum ramah juga kepada Erick.

“Please don’t go, Mauren. It’s going to rain,” kata Rommy.

“But wait, Mauren. Who is this man? Your grandfather?” kata Erick sambil memasang raut muka pura-pura tidak senang.

Seketika telinga Rommy panas, mukanya merah dan dadanya berdebar keras dan tangan mengepal hendak memukul Erick di depan kelas.

Namun dia sadar cara itu akan semakin meruntuhkan dirinya dan Kelelawar Hitam, maka dia berusaha sekeras mungkin menahan emosinya untuk tidak melakukan itu.

Pak Teguh yang membaca situasi itu buru-buru menyuruh mereka kembali ke tempat duduk.

“Good performance by Mauren, Erick, and Rommy,” kata Pak Teguh. “Please sit down.”

Di grup WhatsApp sekolah, video adegan itu dikirim oleh Anto, teman sekelas Rommy yang juga anggota geng Executioners. Tanpa komentar apa-apa, tapi sudah sangat membuat panas Rommy dan semua anggota geng Kelelawar Hitam. Ketuanya sudah dipermalukan habis-habisan.

“Kita harus bertindak, Rom. Kita nggak bisa diperlakukan begini terus,” kata Sonny kepada Rommy saat istirahat di kantin.

“Jangan bertindak gegabah, Son. Saatnya kita membuktikan bahwa Kelelawar Hitam adalah kelompok elegan, bukan kelompok preman,” ujar Rommy.

“Tapi, tindakan mereka sudah keterlaluan, Rom,” desak Sonny.

“Aku akan memikirkan cara supaya kita bisa mengerjai balik The Executioners dengan elegan tanpa bak bik buk,” ujar Rommy.

Di kelas XI B tampak Axel tersenyum puas melihat video di grup WhatsApp. Axel adalah ketua geng The Executioners, seteru geng Kelelawar Hitam dalam segala hal.

Lalu Axel mengirimkan pesan WhatsApp kepada Erick:

“Good job, Rick!”

Sepulang sekolah, Rommy melihat Mauren dijemput oleh cowok yang keren dengan kacamata hitam Ray-Ban dan mengendarai Honda Brio warna hitam. Usianya sudah lebih dewasa tampaknya.

Rommy hanya bisa menelan ludah ketika melihat Mauren masuk ke dalam mobil dengan tersenyum gembira.

Cowoknya Mauren?

1
bartolomeus marsudiharjo
Gue banget
bartolomeus marsudiharjo
Seru banget. Menjanjikan.
jc: terimakasih
total 1 replies
Noname
Karya Ai ?
jc: bukan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!