NovelToon NovelToon
Bayang Dendam Dalam Cinta

Bayang Dendam Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Noona.sv95

Maya, gadis manis yang harus mengganti identitas dan namanya setelah kecelakaan besar nyaris merenggut nyawanya.

Ia bangkit dari kematian setelah diselamatkan oleh seorang dokter yang mengangkatnya sebagai anak. Ia bersumpah untuk membalaskan dendamnya. Ia bersumpah membalaskan dendam atas kematian ayah dan juga adiknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona.sv95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keterangan yang ambigu

Maya masih menunggu jawaban dari orang-orang yang sudah membawa adiknya pulang.

"Itu... Emmmm."

"itu apa, Pak? Apa yang terjadi pada adik saya? Apa ada yang terjadi, sebelum dia kalian bawa pulang?"

seorang pria yang sedikit lebih tua dari yang lainnya, mulai mendekat dan menjelaskan apa yang terjadi.

"Kami tidak tahu apa yang terjadi pada adikmu, tapi kami hanya mendapati dia tergeletak di dekat tong sampah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Entah apa yang terjadi padanya. Melihat kondisinya yang seperti itu, kami langsung bawa pulang."

Maya terdiam. Ia tidak bisa menginterogasi warga yang sudah menolongnya, sebab itu rasanya sangat tidak sopan. Terlebih, mereka sudah menolong Vello.

"Baiklah pak, terima kasih atas bantuan kalian. Kami sekeluarga memang tengah menunggu dia pulang, tapi malah kembali dalam keadaan seperti ini," sahut Maya akhirnya.

"Sama-sama nona. Kalau begitu kami permisi, dan semoga adik anda lekas membaik."

Maya mengangguk, lalu berjalan keluar kamar menuju pintu rumah, mengantarkan orang-orang yang sudah menolong adiknya.

Ketika tiba di ambang pintu, salah satu dari mereka berbalik dan bicara dengan anda serius pada Maya.

"Nona, kalau melihat kondisi adik anda yang kami temukan di tempat yang tidak pantas, sepertinya sudah terjadi sesuatu padanya. Sebaiknya anda periksakan dia, atau segera lapor polisi."

Jantung Maya berdegup tidak karuan dengan segenap pemikiran yang mulai tidak terkendali. Ada kecemasan yang begitu besar saat mendengar saran dari pria yang menjadi penolong adiknya pagi itu.

"Baik, pak. Terima kasih atas sarannya. Saya akan memeriksakan Vello nanti, dan kalau perlu, saya akan melaporkannya pada polisi."

"Itu lebih baik, nona. Kalau begitu, saya permisi dulu."

Setelah berpamitan, warga segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Fernand dan membiarkan Maya beserta adiknya sendirian.

-

Maya kembali masuk kedalam kamarnya, dan melihat kondisi adik kesayangannya itu.

"Segera periksakan adik anda ke dokter, atau kalau perlu lapor polisi. Agar semuanya bisa jelas."

kalimat terakhir dari warga tadi membuat mata seketika semakin gelisah. Terlebih, Vello tampak kelelahan dan banyak jejak air mata di pipinya.

"Apa yang terjadi padamu, Vel. Kenapa kau pulang dalam keadaan seperti ini," lirih Maya, mencoba bertanya dan mencoba menebak apa yang terjadi.

Hingga akhirnya, andangan Maya terarah pada paha Vello. Dia bisa melihat luka memar biru kehitaman disana, gegas Maya menyingkap dress yang digunakan Vello.

Maya membekap mulutnya sendiri, saat melihat memar biru kehitaman tersebut mulai dari dekat lutut hingga ke pangkal paha bagaian dalam.

"Astaga... Jangan-jangan..."

Maya menggantung kalimatnya, saat kemungkinan buruk terbesit dikepalanya. Ya, meski tanpa bertanya, Maya sudah bisa tahu apa yang terjadi pada adiknya. Apalagi, di bagian pangkal paha Vello terdapat bekas darah yang mengering.

Mata Maya mulai memanas melihat keadaan Vello, yang hilang sejak siang dan kembali dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

"Maaf Vel, kakak harus lakuin ini biar kakak yakin kalau kakak salah lihat," bisik Maya, mencoba meyakinkan diri kalau itu hanya asumsinya saja.

Kemudian Maya membuka paksa pakaian Vello dengan cara mengguntingnya, untuk melihat kondisi tubuh bagian atasnya.

"Astagaa!" hati Maya terasa di remas kuat dan hancur berkeping, saat melihat seluruh tubuh adiknya di penuhi luka memar bercampur kissmark.

Bahkan di bagian perut Vello masih terdapat sisa-sisa lendir menjijikan, yang sebagian sudah mengering dan sebagiannya lagi masih sedikit lengket seperti belum lama di buang disana.

"Biadab! Iblis mana yang tega berbuat seperti ini padamu Vello?" gumam Maya dengan wajah yang benar-benar di penuhi kemarahan.

Air matanya meleleh begitu saja, dia tidak menyangka adiknya akan mengalami kejadian nahas seperti ini.

"Apa yang terjadi dan siapa yang melakukan, Vello. Kenapa kau harus mengalami semua ini," isak Maya, membayangkan seberapa ketakutannya Vello ketika mendapatkan semua luka di tubuhnya.

"Ibu... Maafkan aku," lirih Maya, menatap nanar wajah Vello yang baru ia sadari memiliki memar meski tidak begitu jelas.

"Kenapa kau seperti ini, Vello," lagi, Naya terisak dan bertanya pada sesuatu yang sama sekali tidak ada jawabannya.

1
falea sezi
males harusnya jujur km biar di bantuin bales dendam oon novel pret
falea sezi
max di bunuh berarti
falea sezi
penulis pro penjahat kayaknya
falea sezi
penulis nya bego
Noona_SV: contohin jd penulis pintar dong kak. biar aku bisa belajar
total 1 replies
falea sezi
semoga bisa di penjara
falea sezi
bejat gtt mreka
FELNI JULIANI
sangat bagus
FELNI JULIANI
lanjut kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!