NovelToon NovelToon
Cerai Dengan Istri Move On Pada Anak Tiri

Cerai Dengan Istri Move On Pada Anak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wuna.Chanz

Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?

Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.

Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.

Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!

[Karya Official Wulan.Chanz]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Perselingkuhan

Lalu Renzo mengambil ponsel Nias dan mengangkat telpon dari nomor itu, Renzo mendengar suara seorang pria yang tidak Renzo kenal.

"Sayang? lagi apa? kamu bilang kita berdua mau pacaran di kafe, cuman berduaan aja, jadi gak sayang? aku udah kangen nih, mau cium kamu", Tanya Pria dari telpon, Renzo mengerutkan kening nya sesuai yang mendidih naik, yaitu amarah, lalu saat mau menjawab *aku suami Nias* Renzo terhentikan karena pintu kamar mandi terbuka tiba-tiba dengan keras.

BRAKKK!!!

Renzo menoleh ke pintu kamar mandi, menunjukkan Nias yang agak panik karena baru teringat pada ponsel nya itu, mata Nias melebar saat melihat Renzo memegang ponsel nya yang menunjukkan layar menelpon, Renzo dan Nias saling bertukar pandangan dengan saling diam, Renzo diam karena menunggu reaksi nya Nias, tetapi Nias diam karena bingung harus melakukan apa, tungg-menunggu itu membuat suasana sunyi.

"SAYANG?! HALO SAYANG?! KOK ADA SUARA KERAS SIH?! KAMU TERJATUH?!", Tanya Pria itu memecahkan suasana tegang di antara Renzo dan Nias, itu membuat Nias langsung berlari panik ke arah Renzo melomoat kecil untuk merampas ponsel nya yang berada di tangan Renzo, tapi Renzo segera mengangkat ponsel itu ke atas jauh dari jangkauan nya Nias, Renzo menekan tombol matikan telpon membuat Nias terdiam terkejut saat melihat Renzo melakukan itu, jelas Renzo sengeja melakukan nya karena Renzo sudah sangat kesal dan muak pada Nias karena Nias terus dekat dengan pria lain.

* Kenapa sih Nias akrab sama cowok lain? gak bisa gitu sehari aja gak deket sama pria lain? tch... atau aku kurang tampan? kurang kaya? kurang berotot? *

Debat Renzo dalam hati, Renzo menatap tajam ke Nias, melihat Nias masih diam dengan wajah kesal nya itu.

"Siapa pria itu?!", Tanya Renzo dengan keras, Nias terdiam takut mendengar suara bentakan nya Renzo, tapi Nias mulai melompat-lompat lagi untuk meraih ponsel nya yang masih di genggaman Renzo, Nias menghela nafas, lalu akhirnya menyerah dan kembali berdiri dengan menyilangkan kedua tangan nya di depan dada dengan diam sejenak untuk memikirkan jawaban.

"I-Itu... e-eh itu... itu Arka!", Jawab Nias dengan ragu, Renzo mengerutkan kening nya saat melihat Nias menjawab dengan terbata-bata dan ragu seperti itu, Renzo langsung tau kalau Nias berbohong.

"Bukan, itu bukan Arka, kamu bohong ke aku", Jawab Renzo dengan dingin dan tajam, Nias menghela nafas muak mendengar jawaban Renzo yang membuat nya kesal.

"Iih! itu Arka! kamu aja yang gak tau!", Jawab Nias dengan marah, Nias memutar mata dengan judes nya, Renzo yang melihat itu semakin mengerutkan kening nya karena melihat tingkah laku Nias yang kurang ajar ke suami nya sendiri dan membangkang.

"Nias, dengar, aku ini suami mu, aku berhak tau siapa yang memanggil mu sayang itu, aku udah muak sama semua yang kamu lakukan pada pria lain, kamu itu udah punya suami, aku suami mu, jadi kamu tidak boleh akrab pada pria lain", Jawab Renzo dengan nada yang marah tetapi lembut, tidak mau buang-buang tenaga untuk memarahi orang yang keras kepala seperti Nias, dan benar saja Nias memalingkan wajah nya dengan tidak patuh.

"Iya-iya, maaf aku salah", Jawab Nias dengan tidak benar-benar menyesal, Renzo menghela nafas lagi, tidak puas dengan jawaban Nias yang tidak peduli itu.

"Aku sita ponsel kamu, terus kamu gak bakal keluar rumah malam ini sebagai hukuman nya, paham?", Jawab Renzo dengan tegas, Nias terkejut, menatap kembali ke Renzo dengan tatapan dan ekspresi tidak terima.

"Gak mau! itu gak adil!", Jawab Nias dengan membentak, Renzo berjalan untuk mengambil tas brand mahal itu sebelum berjalan keluar kamar dan tidak menjawab perkataan Nias yang membangkang.

"Renzo! aku minta maaf!", Ujar Nias dengan terpaksa menyesal, Renzo menutup pintu kamar dengan keras setelah Renzo keluar dari kamar.

BRAKKK!!!

Nias menggeram kesal lalu pergi ke kamar mandi dengan ngambek untuk melanjutkan mandi nya, Renzo berjalan ke kamar Zelia, melihat Zelia sudah memakai baju handuk dan sedang duduk di atas ranjang menunggu sembari melamun, lalu Renzo berjalan menghampiri Zelia.

"Baby, maaf tunggu lama ya? tadi Daddy... abis mengobrol sebentar sama Mommy mu", Ucap Renzo dengan lebih lembut, Zelia tersadar dari lamunan nya, lalu menoleh ke arah Renzo, tersenyum lembut.

"Iya Daddy, gak papa kok", Jawab Zelia dengan penuh pengertian, Renzo tersenyum lega karena Zelia tidak keberatan dengan pertengkaran itu, lalu Renzo menyerahkan tas brand mahal itu ke Zelia.

"Coba dulu pakai ya Baby?", Tanya Renzo dengan tidak sabar untuk melihat Zelia memakai pakaian itu, Zelia mengangguk lalu mengambil nya dan pergi ke ruang ganti baju, sembari menunggu, Renzo duduk di tepi ranjang, lalu membuka ponsel nya sendiri, tiba-tiba layar nya menunjukkan telpon dari Jhonson, Renzo berdehem sebelum mengangkat telpon nya.

"Halo Ayah?", Tanya Renzo dengan agak gugup.

"Ayah sama Bunda udah sampai di mansion kamu, ini lagi memarkirkan mobil dulu", Jawab Jhonson dengan lebih tenang.

"O-Oh iya Ayah, aku tunggu Zelia selesai ganti baju dulu", Jawab Renzo dengan tegang, Jhonson mematikan telpon nya, Renzo mendengar suara pintu ganti baju yang terbuka, lalu segera menoleh ke arah sumber suara, mata nya melebar saat melihat tubuh ramping Zelia dan ternyata Zelia sangat cocok memakai gaun mewah itu, gaun merah dengan rok pendek dan bagian tangan nya panjang.

"E-Ehm.. D-Daddy? cocok gak?", Tanya Zelia dengan malu-malu dan merona, Renzo tersenyum mengangguk-anggukkan kepala nya, memberikan tanda setuju dengan ibu jari nya yang di acungkan, Renzo segera bangkit lalu berjalan cepat ke cermin panjang untuk melihat penampilan seluruh tubuh, Renzo mengarahkan cermin panjang itu ke arah Zelia, menunjukkan penampilan Zelia yang memang memukau, membuat Zelia juga terkejut dengan penampilan nya sendiri, Renzo segera menghampiri Zelia lalu meraih pergelangan tangan nya dengan tegas.

"Ayo Baby, Ayah ku udah menunggu di ruang tamu", Ucap Renzo dengan terburu-buru, Zelia mengangguk lalu mengikuti Renzo yang menuntun nya ke lantai satu mansion, Jhonson dan istri nya yang bernama Vione sudah di ruang tamu, dan mereka berdua menatap ke atas, melihat Zelia dengan tatapan menilai terutama dari tatapan Jhonson, sedangkan Vione hanya tersenyum lembut ke Zelia, tetapi Zelia tetap agak gugup karena takut melakukan kesalahan yang membuat Renzo malu atau pun marah, Jhonson akhirnya tersenyum lembut melunakkan ekspresi tajam nya, Renzo agak tenang dengan Jhonson yang tidak terlalu serius, saat sudah turun ke lantai satu, Zelia membungkukkan tubuh nya sedikit untuk menghormati Ayah dan Bunda nya Renzo.

"Halo Kakek, halo Nenek, aku Zelia, anak tiri nya Tuan Renzo", Vione tersenyum senang lalu menghampiri Zelia dan memeluk nya dengan penuh kasih sayang walau lembut dan penuh perasaan Zelia tetap terkejut dan agak merona karena tidak mengharap mendapatkan pelukan seperti ini.

"Iya sayang, kami tau, akhirnya aku jadi nenek, walau kamu anak tiri nya Renzo, tapi gak masalah, panggil kami Ayah Bunda aja sayang", Ucap Vione dengan lemah lembut, Zelia merona mendengar ucapan nya, dan tersenyum, Renzo tersenyum lega dengan Vione yang tetap menyayangi Zelia walau Zelia adalah anak tiri nya, Zelia akhirnya membalas pelukan nya Vione setelah agak tenang dari terkejut nya, Jhonson menatap ke Renzo.

"Latih dia untuk menjadi penerus mu", Ucap Jhonson dengan tegas, Renzo menatap ke Jhonson, mengangguk tegas.

"Jangan khawatir, Ayah, aku pasti bakal latih Zelia jadi penerus ku, aku tau apa yang harus aku lakukan, terima kasih Ayah", Ucap Renzo dengan penuh keyakinan, Jhonson tersenyum bangga, lalu Jhonson melihat ke sekitar mereka, baru sadar bahwa Nias tidak ada di sini, Vione melepaskan pelukan nya lalu merangkul bahu Zelia dengan lembut, Zelia terpaksa berdiri tegap dengan tegang, Renzo menyeringai geli melihat Zelia yang tegang seperti itu.

"Nak, mana Nias?", Tanya Jhonson, Vione menoleh ke Jhonson, terkekeh kecil.

"Bunda, baru aja aku mau tanya kemana Nias", Ucap Vione dengan geli, Jhonson menoleh ke Vione, tersenyum penuh cinta, karena mereka berdua ternyata menyadari hal yang sama, Renzo menghela nafas.

"Ayah... bunda... sebenarnya Nias itu akrab sama pria lain, Nias sudah banyak punya cowok yang panggil Nias sayang jadi sekarang aku hukum dia aku sita ponsel nya sama aku kurung dia di kamar cuman sementara waktu aja", Ujar Renzo dengan agak murung, Jhonson mengerutkan kening nya, jelas tidak menyangka Nias akan melakukan hal seperti itu pada putra kebanggaan nya ini.

"Kenapa dia kayak gitu sih? itu nama nya selingkuh, nak, dia selingkuh dari kamu", Jawab Vione dengan geram, Renzo memalingkan wajah nya dengan kesal, tidak mau menerima kenyataan kalau diri nya di selingkuhi oleh Nias, tidak heran Renzo tidak mau menerima kenyataan itu, karena Renzo ini CEO yang berwibawa dan itu Renzo anggap penghinaan.

"Nak, udah berapa lama dia selingkuh dari kamu?", Tanya Jhonson membuat Renzo menoleh pada nya, Renzo berpikir sejenak sebelum menjawab.

"Arhh.. sudah sekitar dari satu tahun lalu, waktu dia tidak hamil-hamil dari aku", Jawab Renzo dengan tidak yakin, Jhonson menggeram tidak menyangka akan selama itu.

"Udah, cerai aja sama dia, dia udah gak setia sama kamu", Jawab Jhonson dengan tegas dan tidak bisa terbantahkan, Renzo terkejut dengan perintah nya Jhonson, Renzo mau menolak tapi tidak bisa membantah Ayah nya, Renzo tetap berpikir sejenak untuk memutuskan, di balik itu, Pia dan Alen diam-diam mendengarkan dari tangga menuju lantai dua.

"Tuh kan bener, kita bener kalau kita bilang Nyonya Nias selingkuh", Bisik Pia, Alen mengangguk-anggukkan kepala nya dengan wajah cemberut kesal.

"Iya, Tuan Renzo sih terlalu berpikir secara positif", Jawab Alen dengan geram.

...-Bersambung-...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!