*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4. Nana Marriage Life
Happy Reading
Nana duduk din kursi di sebelah Sagara di di dalam mobil lelaki yang sudah sebulan ini tidak dapat kabar dari nya , tapi kali ini keadaan sepertinya sedang tak berpihak pada nana. Niat awal ingin menghindar malah berakhir berdua begini.
"bagaimana pekerjaan kamu ?' tanya sagara seperti biasa bersuara lembut yang membuat nana yang dulunya ogah ogahan jadi candu dengan suara lelaki ini yang tidak pernah meninggi sejak 10 tahun lalu.
"ya seperti biasa" jawab Nana singkat .
"seperti biasa bagaimana , bukannya kamu sudah sebulan ini tidak membalas kabar dari ku " jawab sagara yang kali ini membuat Nana melihat ke arah lelaki yang ada di sampingnya ini.
"aku gak membalas kabar kamu juga karena ada alasannya ,a ku bosan hanya bertukar pesan kamu tahu. 9 tahun kamu pikir aku gak cape apa tiap hari ngetik pesan di ponsel" kata nana yang setelahnya meluruskan lagi duduknya melihat ke arah depan.
"aku saja 9 tahun tidak lelah"Kata sagara meladeni apa yang Kekasihnya ini katakan.
"ya itu kamu bukan aku" kata nana pada sagara .
"gak mungkin kamu gak ada kabar sebulan dengan alasan lelah mengetik pesan , ada apa memang ???" tanya sagara yang ingin nana jujur.
"gak ada apa apa ko" jawab nana lagi yang tidak ingin jujur dengan semua yang terjadi padanya .
"kamu lelah di tanya bagaimana arah hubungan ini atau mungkin lelah kemana mana sendiri karena teman teman kamu punya gandengan kamu enggak begitu" kata sagara yang seperti bisa menebak perempuan labil ini.
"kalau sudah tahu begitu untuk apa di tanya " kata nana bicara pelan yang hanya dapat di dengar oleh dirinya sendiri.
"bagaimana??? Aku tidak mendengar" kata sagara yang membuat nana menoleh dan menaikkan sudut atas bibirnya menatap sagara kesal.
"bukan apa apa " kata Nana memalingkan kepalanya melihat ke luar kaca mobil di sampingnya .
Sagara yang sudah biasa melihat kekasihnya ini merajuk seperti ini mengulas senyum kecil di bibirnya dan setelah itu sebelah tangannya mengulur mengusap kepala dan rambut panjang nana yang sangat dia larang memotongnya pendek.
"apaan sih. Gak usah pegang pegang " kata nana menangkis tangan sagara dari atas kepalanya .
"Ayo besok bertemu dengan orang tua kamu , kamu ambil libur bukan" kata sagara yang membuat nana makin tidak semangat lagi ketika harus bertemu orang tuanya .
"gak usah lah. Aku lagi malas pulang soalnya " kata nana yang tidak ingin pulang karena malas menghadapi singa betina yang ada di mereka itu.
"besok aku jemput di apartemen kamu " kata sagara final yang artinya tidak bisa di bantah lagi.
"aku gak mau , kalau kamu mau kesana sendiri saja " kata nana tetap ngotot.
"ingin makan apa?' tanya sagara yang membuat nana mengepalkan kedua tangannya namun hal itu membuat sagara tertawa kecil.
"kamu tidak pernah menang jika adu otot dengan ku sayang jadi bersikap manis lah" kata sagara yang membuat nana memukul bahu lelaku itu kesal dengan kepalan tangannya.
"aw,,, sakit sayang " kata sagara mengusap bahunya yang di pukul Nana.
"lebay"
"hahaha" tawa sagara pecah juga ketika sekian lama tidak sudah tidak melihat reaksi julid Nana ketika tengah marah dan kesal.
Mobil yang sagara bawa berhenti di salah satu warung makan tendaan yang sudah pasti sejak pacaran dulu sagara tahu tempat seperti ini yang nana gemari untuk di datangi saat diri perempuan itu tengah galau.
"sejauh ini menyetir hanya untuk makan di tempat seperti ini , di jalan dekat rumah kakek pun banyak" kata Nana yang tetap melepas sabuk pengamannya dan setelah itu keluar dari dalam mobil di ikuti sagara.
Orangnya memang mengomel ketika di bawa ke sini tapi pesanannya masih seperti 10 tahun lalu banyak dan seperti orang kalap. Tapi sayangnya tubuh itu besarnya hanya begitu begitu saja bahkan yang Sagara perhatikan kekasihnya lebih kurus dari sebulan lalu sebelum mereka putus kontak.
"kapan ingin kembali lagi ke luar negri , bukannya kamu gak bisa meninggalkan pekerjaa kamu di sana terlalu lalu " sindir Nana yang selalu di berikan alasan tidak bisa meninggalkan pekerjaan jika dia minta sagara menjenguknya di sini .
"aku juga baru saja sampai di sini, tidak mungkin langsung ingin kembali kan. Bukannya kamu yang selalu ingin aku pulang menjenguk kamu di sini "kata Sagara yang membuat Nana mendengus pelan.
"itu dulu sekarang sudah tidak lagi , lagi pula aku ingin mengakhiri semua ini" kata nana yang selalu bicara sembarangan dan tidak tepat waktunya .
"maksud kamu bagaimana??" tanya sagara ingin kejelasan dari apa yang Nana katakan padanya barusan.
"Apa tidak kita akhiri saja semuanya. 10 tahun bukan waktu yang sebentar dan umur kita juga sudah tidak muda lagi untuk main main dalam hubungannya jika tidak tahu hubungan kita ingin di bawa kemana lebih baik kita akhiri saja " kata nana yang ingin mengeluarkan semua isi hatinya di depan orangnya langsung.
"kenapa tiba tiba??" tanya sagara yang terdengar dan terlihat tenang, tidak seperti Nana yang menggebu gebu.
"ini gak tiba tiba mas , ini sudah aku pikirkan sebulan ini dan waktu itu cukup untuk aku berpikir tentang semua ini" kata Nana yang sejujurnya masih bimbang juga namun lagi lagi ego mengalahkan semuanya .
"sekarang aku tanya 10 tahun dan 1 bulan mana lebih lama???" tanya sagara yang membuat nana bingung dengan pertayaan Sagara.
"ya jelas lama 10 tahun lah untuk apa di tanya lagi" jutek nana.
"sebulan kalau menurut ku tidak cukup untuk memutuskan hubungan yang sudah sangat lama" kata sagara yang artinya lelaki ini menolak untuk mengakhiri hubungan mereka.
"bukannya di awal aku pindah keluar negri aku sudah bilang kalau hubungan kita ini pasti asal kamu sabar saja" kata sagara yang mengingatkan hal itu lagi bahkan Nana di awal sudah sangat Sagara yakin kan dan dia mau menunggu Sagara .
"jangan terlalu termakan omongan orang lain tentang hubungan kita yang jelas tahu hubungan kita ya kita sendiri" kata sagara yang setelahnya makanan mereka datang yang tandanya pembicaraan itu berakhir.
Masih sama seperti 10 tahun lalu dan setelah sekian tahun tidak bertemu sagara masih lelaki yang memisahkan tulang ikan dan ayam untuk Nana mengurus makan nana dan juga tidak membiarkan nana melayani dirinya sendiri karena sagara sesigap itu dalam mengurus nana.
dan hal ini yang membuat nana yakin untuk bertahan. Pacaran dua tahun bersama sebelum sagara pindah ke luar negri dan setelah itu nana layaknya manusia pada umumnya mengurus semuanya sendiri tanpa Sagara yang selalu jadi orang pertama yang membantunya .
"Bu dokter"
***********