Di paksa menikah dengan pilihan ayah nya membuat Vivian kabur dari rumah untuk menemui sang kekasih tetapi bukan tempat perlindungan yang di dapatkan Vivian dia justru melihat pengkhianat sang kekasih dan adik tirinya.
Vivian pergi meninggalkan apartemen Dika sang kekasih tapi karena berlari terlalu cepat Vivian menabrak mobil seseorang dan dia meminta pertolongan agar bisa membawa nya pergi.
Siapa yang sudah menyelamatkan Vivian?
Lalu bagaimana dengan nasib Vivian selanjutnya yuk baca cerita nya di novel terbaru ku Nikah Dadakan hanya di Nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan
"Bodoh!" ucap pak Rudi kesal
"Kenapa sampai lolos Oliv,kamu benar-benar tidak bisa di andalkan"
"Kenapa ayah malah menyalahkan ku! Kalau aku tau dia kabur dari rumah pasti sudah aku tangkap,bu....aku benar-benar tidak tau kalau Vivian kabur dari pernikahan nya besok" rengek Olivia pada Erika
"Sudah-sudah ayah mu sedang kesal saja, nanti kita cari cara agar bisa menemukan nya" ujar Erika
"Nanti aku temui pak Sobirin yah,aku akan minta waktu untuk membawa Vivian kembali"lanjut Erika
"Terserah kamu saja kepala ayah pusing,kalian tidak ada yang bisa di andalkan"sahut pak Rudi lalu segera meninggalkan anak dan istri nya ini.
"Kau hubungi Dika tanya kan pada nya di mana keberadaan Vivian,siapa tau dia pergi ketempat Dika"ucap Erika
"Ma-na mungkin Dika tau bu, mereka sudah lama putus"
"Putus! Bukan nya Vivian sangat mencintai Dika sampai-sampai menentang ayah nya demi lelaki brengsek itu"
"Dika tak mencintai Vivian bu dan Dika bukan lelaki brengsek dia baik"jawab Olivia membuat Erika curiga.
"Kenapa kamu membela nya? Bukan nya kamu juga tidak suka Vivian pacaran dengan Dika"
"Ya aku tidak suka karena Vivian selalu saja menang dari ku bu,aku benci dia,aku benci Vivian"
"Erika!" panggil pak Rudi membuat Erika segera pergi meninggalkan Olivia.
*****
"Untuk sementara waktu kamu tinggal di sini dulu, nanti akan aku pikirkan kelanjutan nya,ini kamar mu kamu bebas melakukan apa saja di sini, sekarang istirahat saja terlebih dahulu nanti aku minta Alan untuk membawa kan pakaian ganti untuk mu"ucap Bagas lalu segera pergi.
"Terimakasih" ujar Vivian menundukkan kepalanya lalu segera masuk kedalam kamar yang sudah di sediakan Bagas.
Vivian masuk kedalam kamar sembari melihat kiri kanan.
"Kamar nya luas, apartemen nya juga besar pasti dia orang kaya"gumam Vivian
"Enak ya jadi orang kaya bisa berbuat seenaknya tanpa memikirkan apapun" lanjut nya sambil membaringkan tubuh nya di ranjang empuk.
Vivian memejamkan mata nya sejenak melepaskan lelah yang mendera tubuh nya.
Ting tong bunyi bel membuat Vivian terjaga.
Ting tong....
"Sebentar" sahut Vivian sambil berjalan menuju pintu lalu segera membuka nya.
"Selamat malam Vivian tercinta"sapa Dika dengan senyum licik nya.
"Di-ka" Vivian segera menutup pintu tapi Dika langsung menahan nya.
"Kenapa buru-buru di tutup sayang,ini aku kekasihmu"ujar Dika sambil berusaha mendorong pintu nya.
"Pergi kamu" teriak Vivian
Vivian mencoba mendorong sekuat tenaga tapi bagaimana pun juga tenaga nya tak sebanding dengan Dika hingga Vivian memundurkan langkahnya dan pintu terbuka sempurna.
"Apa kamu tidak merindukan ku?" tanya Dika memajukan langkah nya setelah menutup pintu.
"Pergi atau aku teriak" ancam Vivian membuat Dika terkekeh kecil.
"Teriak saja sayang tak akan ada yang mendengar kan mu"
"Tolong" pekik Vivian sambil melemparkan benda apa saja yang di lihat nya kearah Dika.
"Cukup sudah bermain-main nya sayang ayo ikut aku pulang"
"Aku tidak ingin ikut dengan mu,kita sudah putus Dika jangan mendekat"
Tubuh Vivian tersudut di tembok membuat nya tak bisa bergerak lagi.
"Kita tidak akan putus sebelum aku menikmati tubuh indah mu"ujar Dika segera mengunci tubuh Vivian dan mencengkram pipi nya kuat hingga Vivian kesakitan.
"Le-pas" pinta Vivian
"Jangan harap kamu bisa lari dari ku Vivian,bukan nya kita sudah berjanji akan menikah jadi biarkan aku menikmati tubuh indah mu ini" ucap Dika yang terus memaksa untuk mencium wajah Vivian.
"Tolong lepaskan aku" isak Vivian
"Jangan........lepas kan aku" teriak Vivian
"Hey......bangun...." ujar Bagas mencoba membangunkan Vivian yang sedang bermimpi buruk.
"Lepas.......!" pekik Vivian lalu membuka mata nya dengan nafas memburu.
"Kamu mimpi buruk?" tanya Bagas dan diangguki Vivian yang reflek memeluk tubuh Bagas ketakutan.
"Dia sangat ketakutan,apa yang terjadi pada nya" batin Bagas
Bagas mengusap rambut Vivian lembut memberikan ketenangan pada perempuan ini.
"Tenang, tidak akan ada yang berani menyakiti mu lagi" ucap Bagas.
kacau...saling tuduh...
padahal biang keroknya dari Karina
lagian yang menafkahi tugas bapak elo,bukan abg lo😆😆😆
Ngadi Ngadi nih Leo
biar semua orang juga tau klo sekarang kamu sudah punya istri,Vivian istrimu
yang di perebutkan malah sudah jadi suami orang ,suami Vivian
udah jelas itu mantan istri dan Bagas udah dekat ma cewe lain,masa masih make Anita .blom lagi ntar Sarah bakalan marah karena kamu depak ,siap2 kmu bakalan dibelit ular mu sendiri
orang jahat akan selalu mendapatkan balasan nya