Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.
Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?
Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepupu Vito
"Iya kamu benar, nanti Mama akan minta uang bulanan setiap bulannya ke Perlita."
Sedangkan Vito hanya diam menyimak obrolan istri dan mertuanya. Untuk sementara Vito dan Ariana memang akan tinggal di rumah orang tua Ariana. Karena uangnya belum cukup untuk membeli rumah. Di tambah lagi kemarin uang itu di pinjam oleh Ariana untuk membeli perhiasan. Sementara di rumah orang tua Vito sudah banyak orang yang tinggal di sana. Ariana juga tidak begitu menyukai rumah yang begitu ramai dengan anggota keluarga. Apalagi harus satu atap dengan mertua dan para iparnya. Ariana tidak bisa membayangkan hal tersebut. Pasti setiap hari rumah mertuanya akan ramai dan berisik sekali. Apalagi ada banyak keponakan Vito di sana. Ariana memang tidak begitu menyukai anak kecil. Baginya anak kecil itu sangat merepotkan, berisik, dan jorok. Entah bagaimana Ariana akan mengurus dan merawat anaknya nanti. Bahkan dia udah pusing duluan memikirkan anaknya nanti. Andai boleh memilih, dia tidak akan mau memiliki anak. Sekarang dia terpaksa menjaga anak yang ada di dalam kandungannya, karena anak itu yang menyatukannya dengan Vito. Kalau dia tidak hamil mungkin Vito sudah menikah dengan Perlita.
Sedangkan di tempat lain, Perlita melajukan motornya menuju rumah yang dirinya beli dengan jerih payahnya selama ini dari berjualan pakaian. Awalnya Perlita melarang Vito membeli rumah, karena dia sudah memiliki rumah, tapi sayangnya pria itu tidak setuju dengan alasan ingin membeli rumah yang lebih besar dari rumahnya.
Rencananya setelah acara pernikahan selesai, mereka akan tinggal untuk sementara waktu di rumah yang di beli oleh Perlita. Dan jika Vito sudah membeli rumah yang dia inginkan, baru mereka akan pindah ke rumah itu. Tapi semua itu hanya tinggal rencana saja, karena Vito malah menikah dengan Ariana.
Mungkin Tuhan lebih sayang kepada Perlita dengan memperlihatkan pengkhianatan Vito sebelum mereka sah menjadi pasangan suami istri. Perlita membuka pintu rumahnya dan membawa kopernya masuk ke dalam rumah dua lantai tersebut.
"Aku harus kuat dan tetap semangat. Aku akan membuat mereka menyesal telah melakukan hal ini kepadaku. Aku harus lebih sukses lagi." Gumam Perlita memasuki kamarnya dan menata barang-barangnya ke dalam lemari.
Barang-barang Perlita sudah sebagian besar berada di rumah ini. Barang yang dirinya bawa tadi hanyalah beberapa pakaian saja.
"Lelahnya!"
Perlita merebahkan badannya di atas ranjangnya. Dia memandangi langit-langit kamarnya dan mengingat kenangan indah bersama Vito saat mereka berpacaran.
Selama ini Perlita selalu mendampingi Vito mencapai cita-citanya untuk menjadi dokter. Perlita bahkan sering membantu Vito mengerjakan tugas kuliahnya. Bahkan di saat Vito membutuhkan uang, dia juga sering membantunya. Perlita adalah perempuan yang sangat cerdas, waktu duduk di bangku SMA dia berencana ingin kuliah di fakultas kedokteran, tapi saat Perlita duduk di bangku SMA kelas tiga, bisnis fashion Perlita meroket sehingga membuat Perlita sibuk dengan bisnisnya dan lebih memilih kuliah di jurusan Manajemen Bisnis. Perlita lebih memilih kuliah secara online dengan tujuan agar bisa sambil mengurus usahanya.
Pakaian yang Perlita jual sebenarnya adalah hasil ranjangannya sendiri. Tapi Vito dan keluarganya tidak pernah tahu akan hal ini. Mereka mengira kalau pakaian yang di jual Perlita di ambil dari distributor. Makanya mereka sering meremehkan usaha Perlita, bahkan Vito tidak pernah mau mendukung usaha Perlita.
Bisnis fashion Perlita sudah banyak mengubah hidupnya. Perlita bisa memiliki rumah dua lantai yang sekarang akan menjadi tempat tinggalnya yang berlokasi di pusat kota. Perlita juga memiliki satu unit mobil dan beberapa usaha kos-kosan dan kontrakan.
Orang tuanya sama sekali tidak mengetahui semua itu, mereka tidak tahu kalau bisnis Perlita sudah sebesar dan sesukses ini. Mereka hanya tahu kalau Perlita berjualan pakaian saja. Perlita memang terlihat hanya memiliki toko pakaian kecil saja. Semua itu sengaja dilakukan Perlita supaya bisnisnya tidak direbut oleh kakaknya. Ariana akan selalu iri kalau Perlita bisa lebih sukses dari dirinya. Mereka hanya tahu kalau Perlita memiliki rumah pribadi sedangkan yang lain mereka sama sekali tidak mengetahuinya. Kemarin Perlita terpaksa memberitahu Vito mengenai rumah yang dia beli, dia terpaksa memberi tahu rumah itu lantaran bingung mau tinggal dimana setelah menikah.
"Aduh mana lapar lagi, jam berapa sih ini?" Ucap Perlita yang baru saja bangun. Tadi tanpa sadar dia tertidur di ranjangnya.
"Ternyata udah jam dua belas, pantesan aja aku laper. Pagi tadi nggak dapat sarapan lagi. Hmmm, makan di luar aja deh kalau begitu."
Perlita beranjak dari ranjangnya lalu bersiap untuk pergi makan siang di luar.
Perlita lebih memilih mengendarai mobilnya siang itu. Apalagi cuaca yang panas saat ini. Perlita membelokan mobilnya ke sebuah restoran. Dia turun dari mobilnya, karena keadaan restoran yang sangat ramai membuat Perlita menjadi pusat perhatian pengunjung lainnya, terutama para kaum laki-laki. Siang itu Perlita memakai outfit simple tapi tetap saja dapat memancarkan kecantikannya apalagi di tunjang dengan body yang bagus.
Perlita memilih duduk di meja yang berada di pojok ruangan, karena hanya meja itu yang masih kosong saat ini. Dia membuka buku menu dan memesan menu makanan yang disediakan restoran tersebut.
"Hai, kamu Perlita bukan?" tanya seorang laki-laki yang datang menghampiri meja Perlita.
"Oh, dokter Nathanael ?"
"Ternyata masih ingat dengan saya. Apa saya boleh gabung di sini?"
"Silahkan, dok!"
"Panggil Nathan aja."
"Hmmm, sepertinya kurang sopan kalau panggil nama aja. Soalnya umur saya lebih muda dari dokter."
"Hmmm, panggil kakak juga boleh kok."
"Kalau begitu aku panggil kakak aja deh."
"Sendirian aja Perl?" tanya Nathan sembari menatap Perlita.
"Iya kak."
"Kok pengantin baru sendirian aja sih? Baru juga kemarin menikah kan? Maaf ya Perl, saya dan keluarga nggak bisa hadir di pernikahan kamu dan Vito. Soalnya kami sekeluarga baru saja pulang dari Paris tadi pagi."
"Ya tidak apa-apa kok kak, lagian saya memang tidak jadi menikah," balas Perlita yang langsung berubah jadi sedih karena mengingat kejadian kemarin.
"Ha? Maksudnya tidak jadi bagaimana? Kalian menunda acara pernikahannya? Tapi saya lihat di grup keluarga ada banyak ucapan happy wedding untuk Vito dan kamu loh."
Nathanael adalah sepupu Vito, kedua Ibu mereka adalah adik kakak sehingga Nathan bisa kenal dan juga ikut diundang di pernikahan Vito dan Perlita.
"Bukan untuk saya itu kak, tapi untuk kak Vito dan kakak perempuan saya."
"Maksudnya bagaimana? Kok saya jadi bingung yah?" tanya Nathan dengan dahi berkerut dan mata menyipit.
"Hufftt, sebenarnya saya malas membahas hal ini. Tapi nggak apa-apa lah dari pada kak Nathan bingung sendiri. Jadi aku tidak jadi menikah dengan kak Vito karena di hari pernikahan aku kemarin itu, Ariana yang merupakan kakak kandung aku ketahuan hamil dengan kak Vito. Sehingga keluarga memutuskan untuk mengganti mempelai perempuannya dengan kakak aku kak. Kalau seperti itu aku tidak bisa apa-apa kan? Ya udah aku mengalah dan sekarang mereka udah resmi jadi suami istri. Mungkin kami memang tidak berjodoh," terang Perlita menjelaskan.
Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejekinya selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊
Yuk mampir juga di karya author yg lain, kalian tinggal klik profil author nanti akan muncul karya author yg lain. Terima kasih🙏

Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu