NovelToon NovelToon
Yun Ma Yang Menolak Takdir Novel

Yun Ma Yang Menolak Takdir Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Bepergian untuk menjadi kaya / Mengubah Takdir
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: inda

Yun Ma, seorang gadis modern yang sedang menikmati cuti dari pekerjaannya yang melelahkan, tak pernah menyangka kematiannya di dasar sebuah sumur tua justru membawanya ke dunia lain. Saat membuka mata, ia terbangun sebagai Yun Mailan, putri sah Menteri Pendidikan Kekaisaran tokoh utama wanita dalam sebuah novel tragis yang pernah ia baca dan benci.

Dalam cerita asli, Yun Mailan dibenci ayahnya, dimanfaatkan kakaknya, dikhianati tunangannya, difitnah tanpa pembelaan, lalu mati sendirian dalam kehinaan. Mengetahui seluruh alur nasib tersebut, Yun Ma menolak menerima takdir.

Pada malam kebangkitannya, ia melarikan diri dari kediaman keluarga Yun dan membakar masa lalu yang penuh kepalsuan. Bersama pelayan setia bernama Ayin, Yun Mailan memulai hidup baru dari nol.

Berbekal pengetahuan masa depan, tekad kuat untuk bertahan hidup, dan sebuah liontin peninggalan ibunya yang menyimpan kekuatan tersembunyi, Yun Mailan bersumpah untuk bangkit. Suatu hari, ia akan kembali bukan sebagai korban

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Pagi di Kota Qinghe terasa berbeda bagi Yun Ma.

Udara segar menusuk paru-parunya, sinar matahari jatuh lembut ke lantai kayu penginapan, dan untuk pertama kalinya sejak terbangun di dunia ini, ia merasa… benar-benar hidup.

Bukan sebagai Yun Mailan yang diinjak.

Bukan sebagai tokoh tragis dalam novel murahan.

Melainkan sebagai dirinya sendiri.

Yun Ma.

Ia berdiri di ambang jendela, menatap keramaian pasar yang mulai menggeliat. Pedagang membuka lapak, suara tawar-menawar terdengar riuh, dan aroma makanan hangat menyebar di udara.

Namun di balik semua itu dadanya kembali terasa hangat, bukan panas membakar seperti semalam, melainkan denyut halus, teratur, seolah sesuatu sedang… memanggilnya.

Yun Ma menurunkan pandangan ke liontin giok di lehernya. “…Ruang dimensi,” gumamnya pelan.

Ucapan sang ibu semalam terngiang jelas di kepalanya, penjaga ruang akan muncul saat ia mau dan menerima mu.“Masalahnya… kapan?” desahnya.

Ayin masuk membawa semangkuk bubur hangat. “Nona, makan dulu. Tubuh Anda masih lemah.”

Yun Ma tersenyum kecil. “Terima kasih, Ayin.”

Ia duduk, menyuap perlahan. Rasanya sederhana, tapi entah kenapa jauh lebih nikmat dari hidangan mewah di kediaman Menteri Yun. Karena ini dimakan dengan kebebasan namun baru beberapa suapan sesuatu terdengar.

DUM.

Dadanya bergetar liontin itu bersinar samar.

“Nona?” Ayin terkejut. “Kenapa?”

Yun Ma mengangkat tangan. “Ayin… apa kamu merasakan sesuatu?”

Ayin menggeleng. “Tidak, nona.”

“Begitu ya…” Yun Ma berdiri. “Kalau aku pingsan atau tiba-tiba menghilang, jangan panik.”

“…EH?”

“Santai. Aku bukan mati.” ujar Yun Ma

Belum sempat Ayin bertanya lagi sebuah cahaya kebiruan menyelimuti tubuh Yun Ma. Membuat pandangan Ayin mengabur, dan dalam sekejap Yun Ma sudah menghilang dari sana.

-----

Yun Ma membuka mata.

Sunyi, tidak ada suara, tidak ada angin, ia berdiri di atas tanah hitam mengilap yang memantulkan bayangannya sendiri. Langit di atasnya bukan biru, bukan gelap melainkan hamparan kosong berwarna abu-abu keperakan, berkilau seperti kabut cahaya.

“…Oke,” gumamnya. “Ini jelas bukan Qinghe.” ujar Yun Ma lalu Ia melangkah pelan.

Setiap langkah menghasilkan gema lembut, seolah ruang ini luas tanpa batas.

“Tuan muda pewaris.” Suara itu datang dari segala arah dan Yun Ma berhenti disana

Tidak panik, tidak berteriak dan Ia hanya mendesah panjang.“Kalau kamu penjaga ruang, tolong jangan muncul tiba-tiba. Jantungku sudah kerja keras sejak jatuh ke sumur.”

Cahaya di depannya berputar dan perlahan, sosok tinggi muncul dari kabut cahaya itu. Ia mengenakan jubah hitam berlapis perak, rambut panjang putih keperakan terurai, wajahnya tampan namun dingin, sepasang mata abu-abu tajam menatap langsung ke jiwanya.

Bukan manusia tapi juga bukan siluman.

“…Oke,” gumam Yun Ma lagi. “Setidaknya tidak bertanduk.”

Sosok itu mengangkat alis tipis.“Aku adalah Shen Yu,” ucapnya datar. “Penjaga Ruang Pengikat Jiwa.”

Yun Ma menyilangkan tangan. “Aku Yun Ma. Mantan manusia normal. Sekarang… entahlah, seperti nya aku sudah tidak normal.”

Tatapan Shen Yu menyelidik, menusuk, seolah menelanjangi setiap lapisan pikirannya. “Engkau bukan Yun Mailan.”

“Benar,” jawab Yun Ma tanpa ragu. “Tapi tubuh ini miliknya. Dan darahnya mengalir di tubuhku.”

Shen Yu terdiam sejenak lalu tersenyum samar.“Kejujuran. Jarang.” dan Ia melambaikan tangan lalu sebuah cahaya berhamburan, membentuk simbol-simbol kuno di udara.

“Ruang ini hanya bisa dibuka oleh darah keturunan sejati. Namun jiwamu… berbeda.” ujar Shen Yu

Yun Ma menegakkan punggung. “Kalau itu masalah, aku bisa pergi.”

“Tidak.” seru Shen Yu cepat

Satu kata itu tegas.“Justru karena berbeda,” lanjut Shen Yu, “ruang ini memilihmu.”

Yun Ma berkedip. “…Hah?”

“Yun Mailan lama lemah. Rapuh. Hancur oleh emosi dan cinta buta. Ia tidak akan bertahan.”

Nada Shen Yu dingin, tanpa empati. “Tapi kau—” Ia menatap Yun Ma dalam-dalam. “Kau punya amarah yang terkendali. Logika. Dan tekad untuk bertahan.”

Yun Ma tersenyum miring. “Aku hidup di dunia yang lebih kejam dari novel ini.”

Shen Yu mengangguk pelan. “Maka aku menerima mu sebagai pewaris.”

Udara bergetar, tanah di bawah kaki Yun Ma bersinar, membentuk lingkaran formasi.

“Sebagai pewaris,” ucap Shen Yu, “kau akan mendapatkan akses ke Ruang Pengikat Jiwa. Di sini, waktu berjalan berbeda.”

Yun Ma langsung siaga. “Berbeda seberapa?”

“Satu hari di luar,” jawab Shen Yu, “setara dengan sepuluh hari di sini.”

Mata Yun Ma berbinar.“…Cheat yang layak.”

Shen Yu meliriknya dingin. “Namun setiap kekuatan ada harga.”

“Aku tahu,” jawab Yun Ma tanpa ragu. “Aku sudah bayar mahal hanya untuk hidup.”

"Bagus jika begitu duduk.” pinta Shen Yu

Yun Ma pun menurutinya dan duduk bersila di tengah lingkaran, sedangkan Shen Yu berdiri di belakangnya, satu tangan terangkat.

“Kekuatan Darah Pengikat Jiwa bukan tenaga kasar,” ucapnya. “Ia mengikat jiwa, pikiran, dan emosi.” jelas Shen Yu

“Singkatnya?” tanya Yun Ma.

“Jika kau tidak stabil, kau akan hancur dari dalam.” ujar Shen Yu

“…Oke, itu ancaman yang jelas.” hawab Yun Ma dengan mantap

Shen Yu menekan bahu Yun Ma. “Tenangkan pikiranmu.”

Yun Ma menghela napas pelan lalu ia membayangkan satu hal yaitu tentang kematian Yun Mailan di novel, kesendirian, hujan dan tidak ada yang menangisi.

Dada Yun Ma terasa sesak namun ia tidak tenggelam, ia justru menahan dan mengikat emosi itu dengan mengubahnya menjadi tekad.

“Aku hidup,” gumam Yun Ma. “Aku tidak akan mati sia-sia.” darahnya bergetar dan cahaya lembut menyelimuti tubuhnya.

Shen Yu menyipitkan mata.“…Menarik.” Energi mengalir mengikuti alur yang tertata, tidak liar, tidak meledak namun padat.

“Kau belajar cepat.” ujar Shen Yu

Yun Ma membuka mata. “Aku tidak punya waktu untuk lambat.”

Shen Yu tersenyum tipis.“Baik. Maka latihanmu dimulai.”

"Aku siap" jawab Yun Ma mantap penuh keyakinan.

---

Ketika Yun Ma membuka mata kembali ia sudah berada di kamar penginapan sedangkan Ayin sedang duduk di lantai, wajah panik.

“Nona! Anda tiba-tiba menghilang lalu muncul lagi!” seru Ayin

Yun Ma melirik ke jendela dan matahari baru naik sedikit. “…Berapa lama aku menghilang?”

Ayin menghitung. “Sekitar… satu tarikan napas?”

Yun Ma tersenyum karena di dalam ruang, ia telah berlatih tiga hari.

“Ayin,” katanya ringan. “Mulai sekarang, kita akan buka kedai.”

Ayin terkejut. “Kedai?”

“Ya,” jawab Yun Ma sambil berdiri. “Kedai kecil. Obat, ramuan, apa pun yang bisa jadi uang dan informasi.”

Tatapan Ayin berubah kagum. “Nona… Anda berubah.”

Yun Ma tersenyum tipis. “Belum. Ini baru permulaan.”

Di kejauhan di ibu kota seseorang akan segera menyadari bahwa kematian Yun Mailan… hanyalah ilusi dan badai itu baru saja belajar bernapas.

Bersambung

1
Shai'er
💪💪💪💪💪💪💪
Shai'er
👍👍👍👍👍
Shai'er
🙄🙄🙄🙄🙄
Shai'er
💪💪💪💪💪
Cindy
lanjut kak
Shai'er
👍👍👍👍👍👍
Shai'er
😱😱😱😱
Shai'er
💪💪💪💪💪
Shai'er
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Shai'er
🤧🤧🤧🤧🤧
sahabat pena
bener ternyata mantan ya? mantan yg menyesal dan mengejar masa depan
sahabat pena
siapa itu? apa mantan tunangan nya ya
Naviah
lanjut thor
Shai'er
puyeng 😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫
Shai'er
lha...... kenapa baru sekarang lu ngomong tentang keadilan 😏😏😏
Shai'er
hayoo loh😏😏😏
Shai'er
Ayin💪💪💪
Cindy
lanjut kak
Naviah
ini perang narasi kah 🤔 dan siapa itu Dewan bayangan
Naviah
semangat Ayin bertahan lah🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!