NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peran pendukung

"Yuhhhh..." Kekang kuda di tarik agar kereta bisa di hentikan. "Selir Yu, seseorang menghadang di jalan."

Wanita di dalam kereta menyibak sedikit kain penutup pintu kereta. Dia melihat gadis muda dengan gaun penuh darah. Ludah pahit di telan di tenggorokannya. Dalam hatinya dia berkata, 'Di cerita asli tidak ada adegan seperti ini. Apa yang sebenarnya terjadi?'

Selir Yu tidak melangkah turun ataupun melangkah keluar dari kereta. Setelah mengatur napasnya. Dan berusaha membuat ekspresi sebagai wanita angkuh. Dia berkata, "Minggir, jangan pernah menghalangi jalanku jika kau tidak ingin kehilangan kedua kakimu." Tatapannya dingin.

Gadis muda itu tidak menunjukkan perubahan ekspresi. "Kau masih sama dinginnya seperti dulu, kakak perempuan pertama."

Mendengar itu kening halus itu sedikit mengerut. "Guyi, benturan tadi membuat aku melupakan segalanya." Selir Yu berbisik pelan kepada pelayannya.

Pelayan Guyi menatap terkejut. "Apa kepala anda terbuat dari tepung. Kenapa mudah sekali kehilangan ingatan?"

Alis Selir Yu terangkat.

Pelayan Guyi segara memikirkan kata yang tepat untuk membenarkan ucapan yang terlanjur keluar dari mulutnya. "Maksud saya. Dia adik kedua anda Yu Jian."

"Apa kita pernah berselisih sebelumnya? Kenapa dia terlihat sangat memusuhiku," ujar Selir Yu.

"Sepertinya otak anda benar-benar kehilangan memorinya." Menatap dengan tatapan masih tidak percaya. "Anda dengan Nona kedua tidak pernah ada kata akur. Sekalipun kalian kakak beradik sekandung," jelas Pelayan Guyi.

"Tidak masalah lanjutkan. Aku ingin lebih mengenal sifat asliku," ujar Selir Yu.

"Seluruh kasih sayang Tuan dan Nyonya di limpahkan kepada anda. Dan untuk Nona kedua selalu merasa tersisihkan. Sehingga kebencian menumpuk di hatinya." Pelayan Guyi melanjutkan.

"Kalau begitu tidak ada lagi yang perlu di bicarakan," ujar Selir Yu. Dia berniat menarik kembali tubuhnya masuk kedalam.

"Setidaknya izinkan aku naik untuk malam ini saja," kata Nona kedua Yu Jian. Wanita di dalam kereta masih tidak memiliki niat untuk membawanya. "Yu Qianlu."

Dengan tatapan dingin Selir Yu melihat kearah adik keduanya. Yang masih menghadang di depan keretanya. Dan dari kejauhan dia melihat dua pria sedang memantau di antara celah dua toko. "Setelah ini jangan harap bisa memanfaatkanku lagi." Kain yang ia sibak di jatuhkan.

Mendengar persetujuan dari kakak perempuannya. Nona kedua Yu Jian menghela napas lega. Sejak tadi napasnya seperti tersumbat di tenggorokannya. Di balik tatapan tenangnya ada ketakutan yang ia simpan dalam.

Pelayan Guyi turun menyiapkan pijakan. Agar Nona kedua Yu Jian bisa naik keatas kereta. "Nona kedua, silakan."

Nona kedua Yu Jian melangkah pelan karena rasa sakit yang ia rasakan di kaki kanannya. Darah di tangan kirinya juga terus mengalir sejak tadi. Tangan kanan yang ia gunakan menutup luka telah basah dengan darah segar. Setelah masuk kedalam kereta, dia berkata lirih. "Besok aku akan meminta pelayanku membersihkan keretamu. Aku tahu kau tidak suka dengan bau darah dan debu."

Dari nada bicaranya saja sudah terdapat keseganan yang mendalam. Tidak seperti kakak beradik pada umumnya. "Tidak perlu." Selir Yu menyandarkan tubuhnya. Dia berusaha untuk tetap santai. Namun wanita di sampingnya membuat dirinya menjadi tidak tenang. "Sudahlah." Dia tegak kembali.

Krekkkk...

Gaun yang ia kenakan di sobek.

Nona kedua Yu Jian terkejut melihat tingkah kakak pertamanya. "Apa yang kau lakukan?"

"Diam. Jangan bergerak. Semua ini membuatku gila," ujar Selir Yu kesal karena harus memerankan wanita angkuh. Dia menarik tangan kiri adik keduanya. Mencoba menghentikan darah yang terus mengalir. Setelah sobekan kain ia gunakan untuk membalut sementara luka di tangan kiri adik keduanya. Selir Yu juga menarik paksa kaki gadis muda itu.

Hal itu membuat Nona kedua semakin canggung. Karena tindakan kakak pertamanya seperti seseorang yang sangat berbeda. "Hentikan, aku akan mengobatinya sendiri." Nona kedua Yu Jian menahan tangan kakak perempuannya. Di saat tangan itu akan menyibak gaun bagian bawahnya. "Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri."

Selir Yu menatap pasti kedua mata adiknya. Tanpa mengatakan apapun lagi. Dia langsung menepis tangan yang menahan tangannya. Gaun bagian bawah ia sibak. Memperlihatkan pergelangan kaki yang sudah lebam.

Dengan hati-hati Selir Yu mengangkat kaki kanan adiknya berada di pangkuannya. "Guyi, apa kau masih membawa salep untuk memijat luka terkilir?"

"Selir Yu, saya membawanya." Pelayan Guyi mengambil salep yang selalu ia bawa. Karena pekerjaan yang harus siap dalam dua puluh empat jam. Dia selalu membawa obat salep untuk memijat kedua kakinya. "Selir Yu." Memberikan salep itu kepada wanita yang ada di dalam kereta.

Selir Yu menerimanya. "Tahan." Dia mengoleskan secukupnya salep pada pinggiran bekas memar. Memijatnya lembut tanpa tekanan yang berarti.

Tapi tetap Nona kedua Yu Jian merasakan sakit yang teramat kuat.

"Selir Yu, kita sudah sampai di kediaman Yu." Pelayan Guyi menghentikan kereta tepat di depan kediaman Yu.

Selir Yu menurunkan kaki adiknya yang ada di pangkuannya. "Kau bisa pergi sekarang."

Pandangan mata Yu Jian telah berubah sepenuhnya. Sedikit ada kehangatan yang terpancar namun masih tidak berani ia tunjukkan. Gadis muda itu turun dari kereta di bantu Pelayan Guyi.

Nona kedua Yu Jian tetap diam di depan pintu masuk utama kediaman Yu. Menunggu hingga kereta yang di naiki kakak pertamanya menghilang dari pandangannya. "Wajah seperti apa lagi yang berusaha ia tunjukkan kepadaku. Tidak ada orang lain yang bisa melihat kebaikannya. Lalu untuk apa dia melakukan semua itu?"

Sedangkan di dalam kereta yang melaju. Selir Yu masih memikirkan setiap kejadian yang tidak pernah ia lihat di cerita aslinya. "Sekalipun Selir Yu hanyalah tokoh pendukung. Namun dia yang telah mendorong dua tokoh utama bertemu. Menyebabkan Selir Jing dan selingkuhannya di asingkan dari istana." Ia sandarkan tubuhnya dan menyilangkan kedua tangannya. "Setiap tokoh dalam cerita memiliki peran pendukungnya sendiri. Untuk mendorong jalannya alur yang telah di tulis penulis. Jika demikian, kematian Selir Yu dalam cerita. Mungkin saja ada hubungannya dengan pertemuannya dengan adik keduanya, Yu Jian."

Kilatan mata terlihat. "Meksi tidak di tuliskan ataupun di berikan kejelasan tentang kejadian malam ini. Mungkin saja tindakan dari Selir Yu yang asli menyebabkan tragedi mengerikan untuk adik keduanya. Sehingga Selir Yu terbunuh karena sikap dan tindakannya sendiri. Jika seperti ini, semua menjadi jelas."

Botol salep masih dalam genggaman wanita itu. "Dan tindakan yang aku lakukan malam ini kepada Nona kedua Yu Jian. Mungkin saja bisa membuat titik balik untuk perubahan. Aaaa..." Merenggangkan tubuhnya. "Berada di kereta ternyata sangat melelahkan. Guyi, kapan kita akan sampai di istana. Kenapa lama sekali!"

"Selir Yu, kita hanya bisa melewati jalan memutar agar tidak terlihat prajurit penjaga kota." Suara Pelayan Guyi terdengar dengan getaran. Jalan yang tidak merata membuat kereta yang mereka naiki terus bergoyang tanpa henti.

"Sangat menyebalkan." Selir Yu hanya bisa menggerutu sepanjang perjalanan.

1
Ai
crazy up donk thor😄
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
tahan tahan diri mu selir Yu
Susilawati
selir Yu kenapa pingsan nya sebentar aja, seharusnya di lama2in sampai besok paginya baru sadar
Susilawati
seharusnya kaisar dan selir Yu bersatu utk menggulingkan ibu Suri agung
Susilawati
jgn lemah Yu Jian, keadilan harus di tegak kan
Susilawati
mantap selir Yu, kamu harus berani melawan ketidakadilan walaupun itu ayahmu sendiri
Susilawati
ckckck ternyata ayahnya selir Yu selain gila jabatan juga gila uang
Susilawati
yahhh kenapa gosip nya harus di hentikan padahal lagi seru2 nya
Ai
up nya yang banyak kak author, semangatttt💪
Susilawati
pantas saja selir Yu yg asli sangat kejam, krn dia terus di tekan oleh ayahnya.
mungkin sebenarnya selir Yu ingin melindungi adiknya makanya dia melarang ayahnya mengirim adiknya ke istana krn selir Yu tahu bagaimana sulit dan bahaya nya tinggal di istana
Susilawati
pantas saja kaisar masih membiarkan selir Yu hidup, rupanya ada yg dia ingin kan.
Susilawati
kebencian yg akan berubah menjadi kecintaan yg mendalam
Susilawati
jahat bangt sih kalo benar selir Zhang membunuh pelayan nya sendiri hanya utk memfitnah selir Yu.
Susilawati
tidak apa2 Zhen Nuo, ini hanya dunia novel, itu yg harus kamu ingat
Susilawati
dasar gila si selir Yu 😄😄😄
Susilawati
Untung aja Zhen Nuo atau selir Yu ingat adegan selanjutnya dan langsung berbalik ke kamar nya kaisar, tapi kok bisa pembunuh masuk ke kediaman kaisar, pasti ada pengkhianat nih dlm istana
Susilawati
hahaha saking takut nya si selir Yu, sampai sembunyi dikolong ranjang, ngejar katak lah sampai mau lompat ke danau segala,
Susilawati
bagus selir Yu, bikin kaisar penasaran dgn perubahan sikap mu biar dia yg ngejar2 kamu
Susilawati
apa sejahat itu selir Yu, hingga adik nya sendiri pun terlihat takut kepada nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!