NovelToon NovelToon
Ceraikan Aku, Mas!

Ceraikan Aku, Mas!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cerai / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Penyesalan Suami / Chicklit / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: lafratabassum

setelah tiga tahun menjalani rumah tangga bersama dengan Amran, Zahira tetap tidak bisa membuat lelaki itu mencintainya. Amran selalu memperlakukan Zahira dengan sangat kejam. Seakan Zahira adalah barang yang tidak berguna.
sebaik apapun hal yang sudah Zahira lakukan, selalu saja tidak bernilai dan kurang di mata Amran.

" aku ingin bercerai!" ucap Zahira dengan lugas. meskipun tanganya mengepal kuat, namun semua itu adalah refleksi dirinya agar kuat dan tidak goyah dengan rayuan Amran.

" memangnya kau bisa apa setelah bercerai dariku?" Amran selalu bisa menghina Zahira dan melukai harga diri wanita itu.

Amran membuang wanita itu dan Zahira bertekad untuk tidak memberikan kesempatan bagi Amran. Lelaki yang tidak bisa lepas dari hutang budinya pada wanita lain, tidak akan Zahira pikirkan lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lafratabassum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4

Kini Amran dan Zahira terlibat pertikaian ranjang, Amran sudah kembali berada di atas tubuh Zahira.

Amran merasa harga dirinya sedikit di lukai dengan permintaan cerai Zahira. Dia lalu membuka laci nakas dan mengambil sebuah bungkusan kecil.

Mengetahui hal itu, manik Zahira melebar. Dia lupa jika Amran masih menyimpan benda itu.

Drrt drrtt

Suara ponsel Amran ikut memeriahkan situasi di kamar itu.

Namun Amran tidak menggubris, lelaki itu lebih tertarik pada bahu dan dada mulus milik Zahira yang tersingkap karena ulahnya.

Sayangnya, ponselnya tidak kunjung berhenti dan terus mengeluarkan suara.

Karena merasa kesal, Amran dengan kasar mengambilnya.

Mamanya menelpon, dan mau tidak mau dia akhirnya menerima panggilan dengan tubuhnya masih berada di atas tubuh Zahira yang terlihat sangat kasihan.

Setelah mengangkatnya, ternyata dari sebrang ayahnya yang berbicara. Mengatakan jika ibunya sakit dan meminta bertemu dengan Zahira.

Dengan tidak rela, Amran menyanggupi dan akan membawa Zahira ke sana.

Bersamaan dengan itu Zahira memanfaatkan kesempatan untuk melepaskan diri dan pergi menuju kamar mandi.

Amran mendengus karena rencananya gagal.

Setelah beberapa saat Amran masih berfikir jika istrinya sedang mengujinya dengan semua permintaanya, jadi tidak terlalu serius menanggapi permintaan cerai itu.

Berfikir amarah istrinya akan surut besok. Malam ini semuanya tampak seperti biasa.

Namun begitu terbangun, Amran sudah tidak menemukan Zahira di sebelahnya. Istrinya pasti sedang mempersiapkan sarapan, seperti biasa. Dengan santai Amran menyelesaikan urusan paginya.

Saat memasuki Walk in Closet Amran menyadari jika barang-barang Zahira berkurang. Khususnya pada gaun yang biasa di pakai istrinya.

Merasa ada yang tidak beres, Amran berjalan turun ke dapur. Disana tak terlihat ada Zahira.

“ dimana Zahira?”

Seorang pelayan langsung menoleh dan menjawab dengan nada biasa. “ nyonya pagi-pagi sudah pergi sambil membawa koper, tuan. Bahkan tidak meminta supir untuk mengantar”

Barulah Amran mengerti, jika Zahira serius dengan ucapannya.

istri nya terlah pergi dari kediaman.

Lelaki itu harus mengajak istrinya berbicara serius setelah ini.

Sebelum ke rumah sakit, Zahira mampir ke rumah keluarga Malik terlebih dahulu. Menaruh koper dan segala barang yang dia bawa pagi ini dari Villa Amran.

“ kakak.. “ panggil Arfan saat menyambut kedatangan Zahira.

Rani sedang mengupas buah langsung menoleh.

“ bagaimana keadaanmu?” Zahira mendekati ranjang sambil mengelus tangan Arfan.

“ lebih baik”

 Zahira dan Arfan lalu terlibat perbincangan ringan sebelum suara pintu terbuka membuat semua seisi kamar menoleh.

Dokter datang dan melakukan pengecekan rutin. Setelah itu Zahira dan dokter tersebut keluar. Mereka berhenti di tengah Lorong tak jauh dari kamar inap Arfan.

“ kenapa kondisinya bisa drop lagi, apa penyakit nya semakin parah dok ?” Zahira memulai perbicangan.

Dokter Reno menatap Zahira dengan tatapan simpati. Sebenarnya mereka adalah teman masa kecil. Bahkan Zahira memanggilnya kakak sebelum dia menikah dengan Amran.

Sekarang hubungan mereka semakin berjarak, Reno merasa sedikit kehilangan.

“ Tumor Hati nya masih di sulit untuk di kendalikan kemungkinan beberapa sel masih berkembang, kami juga masih berusaha mencarikan pendonor yang  cocok. Selama Arfan terus mendapatkan perawatan maka kemungkinan sembuhnya akan terus meningkat”

Zahira menarik nafas panjang, dia harus menyediakan biaya yang cukup untuk jangka waktu yang panjang.

“ aku memiliki rekomendasi dokter yang bagus di luar negeri, jika kau mau aku bisa membantumu menghub..”

“ Zahira.. “ sebuah panggilan membuat pembicaraan itu terhenti.

Sejenak membuat Zahira tidak percaya jika Amran bisa dengan mudah menemuinya.

Tak ingin menimbulkan kecurigaan, Zahira menunjukkan rasa senangnya melihat Amran di depan Dokter Reno.

“ perkenalkan dia Reno, dokter yang menangani Arfan”

Amran dan Reno saling berjabat tangan dengan erat. Keduanya seakan memiliki dendam satu sama lain.

Sebagai lelaki tentu saja Amran bisa menilai, pandangan macam apa yang Reno tunjukkan saat berbincang dengan istrinya.

“ Reno”

“ Amran, suami Zahira” ada sedikit penekanan saat Amran memperkenalkan diri.

Setelah meminta pamit, Zahira dan Amran berjalan menuju ke kamar Arfan.

Tidak sulit bagi Amran untuk mengetahui keberadaan istrinya. Wanita itu tidak akan jauh-jauh dari keluarganya.

Dan pemikirannya ternyata terbukti. Untung saja dia datang tepat waktu, sehingga istrinya tidak berlama-lama berbincang dengan Reno.

Sebagai lelaki, dia tidak suka kepemilikannya di ganggu orang lain. Meski tidak mencintai Zahira, dia juga tidak mau ada orang lain yang memilikinya.

Ini soal harga diri lelaki.

 “ selamat pagi semua” Dengan sopan Amran menyapa saat masuk kamar inap.

Amran memang sangat berbeda saat menemui keluarga Zahira. Dia begitu ramah dan sopan santun.

 “ nak Amran, mari silahkan masuk”

Rani menyambut dengan riang kedatangan menantunya. Begitupula dengan Arfan, dia hanya tau jika kakaknya begitu mencintai suaminya sehingga tak ada yang aneh dengan kedatangan Amran saat ini.

“ bagaimana keadaanmu?, maaf baru bisa kemari, “

Zahira tidak menolak saat Amran berjalan sambil merangkul pinggangnya mesra. Wanita itu tidak mau Arfan mengetahui keadaan rumah tangganya.

Amran memang hebat memanfaatnya situasi. Di depan Arfan, Zahira tetap menunjukkan rasa sayangnya kepada Amran.

“ sudah lebih baik, aku juga sangat tau jika kakak pasti sibuk” balas Arfan ramah.

Semuanya terlihat sebagaimana biasanya, tak ada kejanggalan sedikitpun. Bahkan Rani sempat berfikir jika Zahira mengurungkan niatnya untuk meminta cerai pada Amran.

Setelah beberapa saat, sudah saatnya Amran undur diri.

Dengan suara lembut penuh perhatian, Amran menatap wajah istri sambil berkata “ baiklah, mari sayang kita pamit. Mama sudah menunggu”

Zahira menatap Amran dengan tatapan kesal. Dengan begini dia tidak bisa berkutik, mau tidak mau Zahira akan pergi Bersama dengan suaminya.

Saat masuk ke mobil, Zahira hanya diam. Amran juga tidak memulai pembicaraan.

Lelaki itu tidak berbohong jika saat ini mama nya memang sedang menunggu kedatangan Zahira di kediaman utama Renaldi.

Amran melajukan mobil dengan sedikit pelan. Karena dia ingin berbicara dengan Zahira terlebih dahulu. Dengan penuh pengertian Amran memulai  “ aku sudah menyuruh Erisa untuk mengalihkan persetujuan bank menjadi atas nama mu. Jadi kau bisa mengambil uang kapanpun kau mau..”

Tidak ada jawaban, Amran menoleh ke tempat istrinya. Zahira terlihat tenang dengan pandangan mengarah ke jendela mobil.

“ tidak perlu..” jawaban halus Zahira.

Amran mengerti, itu artinya Zahira tetap pada pendiriannya untuk meminta cerai.

Jika saja sejak awal Amran mau sedikit melembut seperti ini, mungkin Zahira tidak perlu bersusah hati. Sayangnya sejak awal pertengkaran mereka, Amran sama sekali tidak menyinggung tentang Amel.

Itu artinya Amran tidak merasa jika pertengkaran mereka ada sangkut pautnya dengan wanita itu. Dan itu membuat Zahira yakin, jika negosiasi mereka berhasil maka Zahira tetap akan menjalani rumah tangga dengan bayang-bayang kehadiran Amel.

Saat tiba di lampu merah, Amran kembali mengamati istrinya. Dan matanya menangkap jika ada hal yang berbeda.

Dengan nada ketus, Amran bertanya “ kemana cincin pernikahanmu?!”

1
Widji Nurhandayani
bagus bhsx GK bertele2. tp endingnya krg gacor
Mamah Dini11
udh tamat bkn, masa ah, Thor udahan ?
Mamah Dini11
ya ya ya itu lbh baik amran, daripda di tahan gk di ungkap, dan sikapmu harus lbh baik mulai sekarang karna Zahira sudah bersamamu lagi jga sikapmu jgn terlalu mengekang Zahira,
Mamah Dini11
sesulit itu penyakit orang kaya, jgn terlalu di persulit Thor di permudah itu lbh baik
Mamah Dini11
semangat amran kmu pasti cepet pulih sehat seperti semula, kmu gk pantas jdi lemah tuan amran, kmu pasti bisa melewati semuanya dgn baik,
Mamah Dini11
terlalu banyak teka tekinya, rahasia 2 terus terlalu banyak ke janggalan tpi gk ketemu jln keluarnya.
Mamah Dini11
amran beneran sakit , tpii sakit apa kalau amran sakit terus Ethan gimana, bisa jadi Zahira membawa Ethan sebab amran gk bisa apa2
Mamah Dini11
bikin amran sakit agak parah Thor, biar tertunda perceraian nya di dulu, gk tau walaupun amran udh bikin Zahira menderita tpiiiii rasa gk rela mereka pisah, apa aku egois Thor maaf tpi beneran itu kurang setuju .
Mamah Dini11
kenapa sih gk pd terus terang malah pd sembunyi2, jadikan Zahira curiga buruk sm amran, semoga bisa teratasi semua dn baik 2 saja, dn untuk kelanjutan cerai Zahira, kayakny kalau amran nya misal ada kecelakaan agak patal mungkin bisa tertunda atau Zahira menggunakan niatnya cuman itu solusinya, maaf Thor bkn mendahului he he balik lgi ke author, semangaaaaaaatttt 💪💪💪
Mamah Dini11
Ethan yg sakit amran yg di periksa jauh lgi ke LN , penyakit apa Thor, jadi penasaran ihh
Mamah Dini11
kalau orang berduit penyakitnya juga sesulit itu, semoga aja Ethan bisa tertolong dn sembuh total
Mamah Dini11
rumit juga permasalahan mereka
Mamah Dini11
ya jgn samakan sm anranlah ini kan anaknya, punya penyakit apa sih amran samoai segitu pd hawatir percepat doong Thor, kalau bisa Ethan jgn sampai jauh sm amran , biar dia bisa menebus semua ke salahannya , sm istrinya.
Elen Gunarti
terlalu berbelit-belit kurang satset thor
MiMi Chan
good story
Mamah Dini11
sudah kacau hidupmu amran, kalau memang kmu itu seorang yg berkuasa atau gk bisa di kalahkan tunjukan semua itu amran, Zahira udh mati rasa buat kmu, bertobatlah amran dn benahi prilaku burukmu, semoga bisa amran, dan untuk Zahira semoga kmu baik2 saja Zahira tenanglah kmu perempuan yg kuat
Mamah Dini11
Zahira ke ponselmu kan ada yg ngirim poto amran sm amel coba kirimkan ke ponsel suamimu, gimana reaksinya, dn pasti si amran merasa bersalah lgi, bkn nya di biarkan begitu saja kmu mh, biar si amran gk bisa berkutik kalau ada bukit dn pasti cari tau siapa orang yg telah ikut campur dgn dirinya, ayo Zahira
Mamah Dini11
apa sih istimewa nya si amel sampai sebegitu cepatnya si amran bertolak ke LN, si amel gk mau di lepas, istrinya sendiri terus di pertahankan, agak rumit Thor ini mh, kasih penjelasan Thor biar ku mengerti agak pusing ni.. permasalahan si amran.
Mamah Dini11
dua pilihan yg sulit untuk zahira sekarang, jadi versi atau bertahan lgi demi anak, amran tolonglah jgn terus2an merendahkan istrimu hargai pengorbanan nya kmu juga punya seorang ibu yg harus dijaga hatinya sn Zahira juga ingin seperti itu, jgn terus keras kepala, mikir amran mikir.
Mamah Dini11
kenapa Thor slalu amran yg menang, emang sih si amran itu banyak uang, tpi boleh doong sekali2 ke menangan berpihak pd Zahira, jgn slalu uang yang berkuasa , disini pemeran ke dua seperti Zahira slalu terpojok dgn ke tdk berdayaan nya , kalau bisa jgn gitu Thor seimbang lbh bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!