Sepanjang perjalanan Alton tak henti mengingat wajah cantik serta senyum manis Selena. Memang Selena bukan type gadis yang Alton inginkan. Tetapi saat mengasuh Austin, mendadak perasaan nya menjadi lain.
Aku memang membutuhkan pengganti Alice, tapi baru tiga bulan kepergian nya. Aku tidak mungkin juga memilih nya sebagai pengganti Alice. Itu sangat tidak adil untuk Selena. Menatap wajah kecil Austin dan memikirkan hal ini sepanjang perjalanan pulang. Hai Alton, kamu jangan gila! Dia adik ipar nya, jangan karena dia mirip dengan Alice lalu kamu egois ingin memiliki nya juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemeja tipis
Esok pagi di kantor Mulia Perkasa, Alton bersama Austin melangkah masuk ke dalam ruang CEO dan di ikuti Tom dari belakang. Meletakkan tas keperluan Austin di dalam kamar lalu membawa Austin kembali keluar. Seperti biasa memeriksa setumpuk berkas yang tak pernah selesai. Setiap kali Alton menyelesaikan beberapa map, akan datang lagi map lain di meja kerja nya setiap pagi.
"Tom, bantu aku mengerjakan nya." titah Alton
"Periksa yang ini." menyodorkan beberapa map dan Tom menerima nya.
Duduk di kursi sofa dan mulai memeriksa isi map satu per satu. Lama berkutat dengan berkas di hadapan nya terdengar seseorang membuka pintu kantor nya. Ya, siapa lagi jika bukan Selena.
Wajah nya berseri bahagia menatap Alton yang juga memberikan senyum bahagia nya, "Pagi." ucap Selena
"Pagi, Nona." jawab Tom
"Pagi, aunty." jawab Alton menirukan suara bayi.
'Ah, bucin my CEO.' batin Tom
Alton lalu bangkit berdiri dan memberikan kursi nya untuk Selena.
"Berikan pada ku." pinta Selena lembut
Alton memberikan Austin di pangkuan Selena, "Masih ada yang tidak kamu mengerti?"
"Sudah mengerti semua nya, jika tidak ada yang aku mengerti aku akan bertanya pada mu." jawab Selena
'Ah, sudah aku kamu. Bagus lah, sudah nggak tegang seperti kemarin.' batin Tom
Alton berdiri di samping Selena, sedikit membungkuk kan tubuh nya dan berpura-pura membimbing Selena padahal dia sedang tidak mengalami kesulitan. Dengan sengaja Alton melingkarkan lengan kiri nya ke pinggang Selena dan mengusap nya lembut.
Jantung di dalam dada Selena ber desir, sentuhan Alton lagi-lagi membuat nya ingin menjatuhkan diri nya ke dalam pelukan Alton di tambah aroma parfum nya. 'Oh, hentikan kak. Aku akan selalu menginginkan lebih jika kamu terus menggoda ku.'
Kemeja tipis yang Selena gunakan seakan tak mampu menghalangi sentuhan Alton yang seakan ingin menembus hingga ke kulit ari nya. "Hentikan." bisik Selena
Alton terkekeh dan lalu menarik tubuh nya di posisi berdiri.
"Tuan, saya rasa di laporan ini ada yang janggal." ucap Tom
Alton dengan cepat menghampiri Alton lalu duduk di samping nya dan mulai memeriksa berkas yang baru saja di periksa Tom. "Hem."
"Periksa semua nya, dan kumpulkan bukti lain. Aku akan mengusut tuntas jika terjadi kecurangan." jawab Alton
Alton kemudian menyandarkan punggung nya di sandaran kursi sofa, menatap Selena yang sedang bercanda dengan Austin. 'Ah, macam obat nyamuk aku d sini.' batin Tom
'Kacang-kacang.' imbuh Tom
Selena yang merasa Alton terus menatap nya lalu membalas tatapan nya. Alton menatap nya penuh kehangatan dan kemesraan. Menggigit bibir bawah Selena, membuat Alton semakin ingin menerkam nya.
"Saya akan menyelidiki nya di lapangan, Tuan." ucap Tom tiba-tiba
Tom sangat tahu apa yang di inginkan Alton saat ini, dengan bahasa lain Tom berpura-pura mengatakan hal itu agar dapat meninggalkan ruang CEO dan memberi waktu pada Tuan nya.
"Hem." jawab Alton
Tom lalu bangkit berdiri dengan membawa tiga map laporan penjualan di tangan nya, melangkah keluar ruang CEO.
"Ah, segar nya udara."
"Nafas ku sesak di dalam, menahan tawa." gumam Tom
Austin mendadak merengek, dengan cepat Alton bangkit dari duduk nya dan memberikan susu pada Selena. Kemudian Selena bangkit berdiri dan menggendong Alton seraya memberikan nya susu. Mengayunkan pelan hingga membuat nya terlelap.
"Aku tidur kan dia dulu." ucap Selena seraya melangkah masuk ke dalam kamar.
Alton kembali duduk di kursi nya. Menatap laptop nya konsentrasi nya mendadak buyar, Selena yang masih di dalam kamar seakan mengundang hasrat nya untuk masuk ke dalam kamar.
Melangkah mendekat ke pintu kantor nya dan membuat pintu terkunci dari dalam meskipun orang mencoba membuka kode nya dari luar pintu tidak akan terbuka. Lalu menekan sakelar lampu yang menempel di tembok samping pintu dan membuat redup lampu ruangan.
'Aku akan memanjakan mu hari ini.' batin Alton dengan menyimpan kedua tangan nya di dalam saku melangkah perlahan masuk ke dalam kamar. Menatap Selena yang sedang terbaring di samping Austin yang sudah terlelap dengan menggenggam botol susu di tangan kecil nya.
"Aku lelah, ingin istirahat." ucap Alton pelan.
"Oh, baiklah." jawab Selena
Selena lalu bangkit dari terbaring nya dan membuat tubuh nya dalam posisi duduk sekarang. Merapikan kemeja serta mengikat kembali rambut panjang nya.
untuk selena istri murahan
cerita novelis menunjukkan karakter novelisnya
suami atau lelaki egois memuja pelakor dan melaknat pebinor
istri atau wanita egois memuja pebinor dan melaknat pelakor
alton lebih baik cari istri lain ndak usah cari istri yang kalau ada masalah dengan suami pergi dan tinggal berduaan dengan lelaki lain
Semakin menarik 🤗🤗🤗