NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia / Tamat
Popularitas:573.8k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta yang Berbalas

Celine tertegun, sinar matanya kembali menyala.

“Ethan… sungguh?”

Ethan mengangguk. Detik itu juga Celine langsung melompat ke pelukannya.

“Aku juga mencintaimu, Ethan.” suaranya pecah, hangat dan tulus. Air mata bahagianya mengalir membasahi bahu pria itu.

Tangan Ethan naik perlahan ke punggungnya, menenangkan wanita itu sekaligus perasaannya sendiri.

Wajah Celine mundur sedikit, menatapnya penuh harapan. “Kalau begitu kita akan menikah, kan?”

Ethan mengangguk lagi. Sisa keraguan di hati Celine hancur seketika. Senyumnya mekar, perasaannya kembali merekah. “Ini hari paling bahagia dalam hidupku, Ethan.”

Sudut bibir Ethan terangkat tipis melihat kebahagiaan itu. Ada sesuatu yang hangat menyelip dalam batinnya.

Celine mengulurkan kelingkingnya sama seperti waktu mereka masih kecil. “Berjanjilah padaku, Ethan. Jangan pernah meninggalkan aku.”

Ethan menghela napas. “Jangan kekanakan, Celine.”

Celine tidak menyerah, bibirnya mengerucut manja. Ia mengambil tangan Ethan, mengaitkan kelingking mereka dengan paksa.

“Kumohon berjanjilah.”

Mata penuh permohonan itu menaklukkan Ethan.

“…Aku berjanji.”

Celine mencium pipinya dengan spontan, hangat dan penuh cinta. “Aku selalu menyukaimu, Ethan. Selalu dan selamanya.”

Ia menggenggam tangan pria itu, menariknya keluar kamar dengan langkah cepat. “Ayo kita beritahu semua orang. Aku tidak sabar melihat reaksi mereka.”

Celine berlari kecil menuruni koridor, senyumnya seperti cahaya yang menembus seluruh sudut rumah itu. Ethan mengikuti langkahnya dalam diam, dadanya terasa gundah oleh sesuatu yang tidak ia pahami. Janji yang baru saja ia ucapkan terasa seperti belenggu dingin yang perlahan melilit pergelangannya.

Langkah mereka bergema di lantai marmer tangga mansion Montgomery. Celine muncul lebih dulu, menggenggam tangan Ethan dengan erat, jemarinya saling bertaut seperti enggan melepaskan takdir yang baru ia amankan. Rona bahagia memenuhi wajahnya. Kesedihan tentang perceraian orangtuanya seolah dilenyapkan oleh satu kalimat dari pria di sampingnya. Mata bulat itu kembali berkilau, seperti lampu kristal yang tertimpa cahaya mentari.

Napasnya terengah saat ia berhenti di hadapan semua orang. Bahunya naik-turun, namun senyumnya memancar cerah, yakin, dan tanpa keraguan.

“Kami akan menikah,” katanya. Suara itu bergetar kecil, bukan karena gugup melainkan kebahagiaan yang terlalu besar.

Hening jatuh seperti tirai tebal. Tatapan semua orang otomatis beralih pada Ethan. Baru beberapa menit lalu Ethan menolak gagasan itu. Lalu sekarang?

Sean melepas kacamatanya perlahan, menaruhnya di atas meja kayu mahoni yang mengilap.

“Kau yakin dengan keputusanmu, Ethan?” kalimat itu bukan pertanyaan, tapi kecurigaan dari seorang pria yang sudah melewati hampir setengah abad hidupnya melewati pahit manisnya asmara.

Ariana mencubit paha Sean tanpa mengalihkan senyum dari wajahnya, isyarat kecil yang berarti: Diam sebelum kau merusak semuanya.

Sean meringis kecil, tapi tubuhnya bahkan tak bergerak untuk sekadar melawan cubitan cinta dari belahan jiwanya itu.

Ariana tersenyum lembut pada putra sulungnya. “Mama senang, kau mempertimbangkan semuanya dengan baik.”

Ethan melangkah ke depan, berdiri tepat di hadapan Golda. Sorot matanya dingin namun suaranya merendah.

“Om, izinkan saya menikahi Celine.”

Golda membuka mulut, tetapi suaranya tak keluar. Ada terlalu banyak hal yang menyesaki dadanya. Rasa khawatir, kehilangan, juga ketakutan akan masa depan putrinya.

“Papa… please.” Celine memandangnya penuh permohonan. “Aku akan baik-baik saja selama ada Ethan.”

Golda menatap wajah anak satu-satunya itu, putri yang telah ia besarkan dengan cinta, disiplin, dan rasa bangga. Ia tahu cintanya pada Ethan bukan cinta yang dangkal; perasaan itu telah hadir sejak kecil, bahkan sebelum ia mengerti apa itu cinta. Jika ia menolak, maka ia akan menghancurkan hati Celine untuk kedua kalinya hari ini.

Meski ragu, Golda mengangguk perlahan. “Baiklah.”

Celine langsung memeluknya erat, “Aku menyayangimu, Papa. Jangan khawatir, Ethan akan menjagaku di sini.”

Golda mengelus punggungnya, genggamannya gemetar. Pria paruh baya itu mengecup puncak kepala putrinya. Sebentar lagi ia akan menyerahkan satu dunianya yang tersisa pada pria lain.

Ariana menghampiri dan memeluk Celine dengan kelembutan yang hanya dimiliki seorang ibu yang penuh kasih. “Selamat, Sayang,” katanya, mengecup kening Celine dengan hangat. “Akhirnya kau akan benar-benar menjadi anak Mama.”

Celine menutup mata, menikmati pelukan hangat itu. Diam-diam, ia selalu bersyukur hadir di tengah-tengah Montgomery yang hangat dan penuh kasih sayang. Sangat jauh dari sifat aristokrat dingin yang diberitakan media di luar sana.

Golda juga merengkuh Ethan dalam sebuah pelukan, dan menepuk punggungnya kuat.

“Jangan mengecewakan putriku,” bisiknya tepat di telinga Ethan, suaranya rendah dan penuh ancaman yang terselubung rapi. Tidak ada orang lain yang sempat menangkap ancaman itu selain dirinya.

“Aku merestui kalian bukan karena keyakinanku, melainkan karena keyakinan Celine yang terlalu besar padamu. Aku bukan ayah yang baik, tapi aku tidak akan ragu menghancurkan siapa pun yang menyakitinya bahkan jika aku harus mempertaruhkan nyawaku. Aku tidak takut meski nama Montgomery melekat di belakang namamu.” Suaranya tidak meninggi, tapi untuk sesaat mampu membekukan darah yang mengalir di tubuh Ethan. Tubuhnya menegang, hanya beberapa detik sebelum kontrol dirinya kembali.

Ethan mengangguk kuat. “Aku tidak akan menyakitinya, Om.”

Suara berat Sean memecah ruangan.

“Jerry,” panggilnya.

Pria bertubuh tegap dari sudut ruangan segera maju dan memberi hormat. “Saya, Tuan.”

“Siapkan pesta pernikahan Montgomery secepat mungkin.” perintah Sean dingin.

Jerry tak langsung menjawab. Pengumuman seperti ini biasanya disampaikan berbulan-bulan sebelum persiapan.

“Siapa yang akan menikah, Tuan?” tanyanya refleks, lupa siapa yang ia hadapi.

Sean menoleh perlahan, tatapannya tajam seperti bayangan gelap yang menutupi seluruh ruangan.

“Apa aku mengizinkanmu bertanya?”

Nafas Jerry tercekat. Ia buru-buru menunduk dalam-dalam, hampir membungkuk hingga punggungnya membentuk sudut sembilan puluh derajat.

“Maaf, Tuan.”

Aura Sean masih sama seperti ketika ia memimpin dunia bawah… dingin, berbahaya, dan tidak memberikan ruang untuk kesalahan. Meski ia telah pensiun dari kegelapan itu, energi yang memancar darinya masih cukup untuk membungkam siapapun di ruangan besar itu.

“Pergilah!”

“Baik, Tuan.”

Jerry melangkah terburu-buru. Dua kata ‘secepat mungkin’ bertengger di pundaknya lebih berat daripada membobol gudang senjata illegal musuh. Nona Muda Serena? Mustahil untuk menikah secepat ini. Satu-satunya yang masuk akal adalah tuannya sendiri, Ethan Solomon, pewaris sah darah Montgomery. Dan jangan lupakan satu hal, tuannya adalah cucu kesayangan Florence Montgomery. Bagian paling sulit dari tugas ini adalah, mewujudkan selera wanita tua itu.

Florence memperhatikan semuanya dari kursi kesayangannya. Matanya tajam, memindai setiap detail dengan ketelitian seorang ratu tua yang sudah mengerti benar nilai manusia.

Ia menghela napas pelan. Ya, Celine memang pantas. Latar belakangnya bersih, pendidikannya sempurna, reputasinya tak bercela. Bibit bebet bobot-nya nyaris tak bisa diganggu gugat. Bila ada wanita yang pantas berdiri di sisi pewaris Montgomery, itu adalah wanita seperti Celine.

Pandangannya berhenti pada Ethan, cucu kesayangannya. Wajah itu terlalu datar, terlalu tenang. Terlalu sunyi untuk seorang pria yang baru saja menerima wanita yang begitu mencintainya. Insting seorang nenek yang sudah melewati banyak peperangan batin berkata sesuatu. Ada sesuatu yang tidak selaras di balik sikap Ethan. Dan firasat Florence hampir tidak pernah salah.

1
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼☕
pipi gemoy
welcome baby girl 🌹
Ivy
ngk ada bonchap y thor 😄
Ivy
happy ending celine ethan ❤️❤️❤️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kayaknya mulai paham, si ethan manfaatin cantika kayaknya buat tujuan tertentu tp tetep aja ya ngeselin sampe bikin isteri nya gondok 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kapook 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya semua isteri sah ga suka sama perempuan gatel yg naksir suami nya lah, itu normal mbak 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah ini beda nya lu sm celine, celine emang dasar nya cinta sedangkan lu ngeliat ethan sebagai jalan pintas naikin derajat 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kan si tolol wkwk
Zafir Nadin
hmm apa kabar rega dan alyaa ya atau mungkin jodoh zelina turunan dari anak rega atau dari anak si max??
Semangat selalu kak otor
Zafir Nadin
hufftt finally ethan celine hidup bahagia,semoga tahun ini banyak berkah di hidup aku dan di beri kelancaran rezeki dan di bukakan pintu hati untuk selalu ingat akan perinta allah swt doakan aku ya temen² biar bisa hidup lebih baik kedepannya dan untuk kalian semua semoga sehat selalu dan mudah rezeki aamiin
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"wanita yg mengisi pikiran nya sejak tadi" preet kalo emang dia kepikiran sm celine kenapa milih nolongin perempuan lain, si tolol 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
eh kocak, masalahnya bukan celine punya kaki atau enggak tp masalah ente itu suami nya kenapa milh nolongin perempuan lain di hari pernikahan kalian, hr pertama aja begini, dah lah bye kalo jd celine pergi aja cari pangetan dubai 👋🏻
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gini ya,pura2 baik sm ngasih paham itu beda mbak cantik, itu nama nya memberi batasan.. sebenernya kamu baik tp aku tim celine slnya dia bukan perempuan yg cuma ngincer harta nya ethan, ga ada jejak buruk selingkuh dll juga 😉
Harry 2610
Di tunggu kak 🤗🥰
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo jd celine mending batalin aja nikahan drpd makan hati, belum nikah aja dia too much baiknya ke perempuan lain 🙏🤣 salah satu kelemahan buat aku sbg perempuan adalah ga bisa di nomor duain sm pasangan jd kalo cowoknya model nya ethan gini mending skip aja gasuah nyeyenye, kayak cowok dia doang 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"jika kau membutuhkan sesuatu, datanglah padaku" admin toko palugada kah 😏 walopun tokoh ga nyata, gasuka banget cowok modelan begini, ngapain lu baik banget sm perempuan lain, bikin orang salah sangka, dikira lu naksir dia, kalo emang naksir gapapa ternyata dia ada calon isteri kan kampring 🙏😤
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sarkas nya celine halus banget wkwk
olyv
happy ending selmat bapak dan ibu negara 😁❤
Nesya
yeeayy happy ending welcom baby zalina, selamat menjadi orang tua celine ethan 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!