Bu Rena adalah guru kelompok bermain (KB) Mentari, sosoknya yang ceria dan supel menjadikannya disukai banyak anak dan teman sejawatnya,
Berkisah tentang segala aktivitas kegiatan mengajarnya, kisah percintaannya, kegiatan dengan masyarakat sekitar dan kesabaran dia dalam menangani banyak anak yang berbeda karakter.
Hingga berakhir dengan kehilangan suami tercintanya yang menjadikan dia kuat harus dalam memulai hari barunya.
Akankah dia bertahan dengan keadaan yang ada? Menikmati kesendirian dan segala kesibukannya? Atau membuka lembaran baru dengan menerima seseorang yang mampu dijadikan sebagai Ayah pengganti untuk anak semata wayangnya Khayrullah Hizam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Widiawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karena Darsino
Rena mencoba menggendong tanki yang kira-kira tinggal separo itu. Mencoba mengangkatnya untuk di gendong di punggungnya. Dan sayang, tangki merosot ke bawah, hampir saja menjatuhkan kakinya.
Ketika tiba-tiba pak RT sudah berada di sebelahnya, membantu memegang tangki dan meletakannya ke tanah.
Masih selamat akunya
"Lah pripun bu? Darsino pundi? pyambekan?" ( Lah gimana bu? Darsino mana? sendirian?).
"Darsino saweg mundut tangki malih pak, tirose men cepet mengkin sekalian mados tiang" (Darsino sedang ambil tangki lagi biar cepat selesai, sekalian mencari orang lagi) Rena menjelaskan sambil meletakan slang tangki.
"Pancen Darsino, kaya kie malah ngulur wektu bukane gawe cepet, yawis lah ayuh tinggal mawon bu, sekedap malih pak lurah bade rawuh bade maringi pengumuman kagem kito." ( ini malah jadi mengulur waktu, ya sudah kita tinggal saja, sebentar lagi pak lurah datang, akan memberikan pengumuman untuk kita.
Akhirnya Rena dan pak RT kembali melakukan kegiatan penyemprotan ke rumah-rumah warga. Dan berakhir di warung kopi milik pak Tarkim, yang ternyata di sana sudah ada pak Sagi, Kaswo dan Darsino tentunya.
Pak RT menyuruh mereka untuk istirahat, dan menikmati teh atau kopi sesuai dengan selera masing-masing, tak ketinggalan pula sepiring pisang goreng hangat untuk teman ngopi, yang sudah disediakan oleh istri pak Tarkim.
"Darsino koe kang ndi bae janen? enggane masa bu Rena di tinggal dewekan karo tangki-tangkine" (Darsino kamu dari mana saja sebenarnya? masa bu Rena di tinggal sendiri bersama tangki-tangkinya) Pak RT menegur Darsino yang sedang asyik menikmati segelas kopi hitam.
"Miki pas arep mundut tangki, nyong ana tamu pak. Putrane pak manten teka prentah ngesuk kon nyemprot sawaeh pak manten. Nyong be pangling ujarkune sapa. Biasane kan pak manten dewek sing ngeneh prentah nyong. Kie putrane. Ya dadi ngobrol mandan sue, Jebule pak manten lagi meng Jogja ngrewangi ngurusi pindahan anake sing nomer 2, eh malah dikarantina sisan ora olih bali ngeneh. " (Tadi pas mau ambil tangki, saya ada tamu pak. Putrane pak mantan (lurah). Saya juga pangling di kira siapa. Biasanya pak mantan sendiri yang menyuruh saya, ini anak lelakinya. Ya jadi mengobrol lumayan lama. Ternyata pak manten sedang di Jogja bantu mengurusi pindahan anak nomer 2, eh malah dikarantina di sana tidak boleh pulang ke sini). Darsino menjelaskan panjang lebar.
"Hemm, masalah kodean ya banter banget sampean ya Dar, ra kemutan liyane pokoke" (Heem, masalah kerjaan ya cepat sekali kamu ya Dar, tidak ingat yang lainnya pokoknya) Pak Sagi mengomentari Darsino.
Dan hanya di balas tawa renyah dari Darsino.
Sementara Rena yang sedang menuang air putih untuk diminumnya tidak begitu menyimak pembicaraan mereka yang sedang asyik membahas pak mantan.
Pembicaraan masih berlanjut, kali ini pak RT menanyakan kepada Rena tentang keikutsertaan Rena di dadam Tim Penggerak PKK desa atau yang sering di singkat TP PKK desa.
"Kalau saya di tempatkan pokja 2 pak, kalo pokja 2 itu ya rancangan kerjanya seputar tentang pendidikan, koperasi, pemberdayaan masyarakat, pengadaan pelatihan-pelatihan atau semacamnya." Rena menjawab pertanyaan pak RT tentang keaktifannya di TP PKK desa.
"Nah niku cocok dengan profesi panjenengan bu Rena, Terus terang sebenarnya saya juga inginnya di adakan taman pendidikan quran (TPQ) agar waktu anak tidak dihabiskan untuk bermain. Mungkin panjenengan ada waktu untuk mengajar TPQ kalau sore hari bu Rena? " Pak RT kembali merancang kegiatan.
"Wah, saya belum fasih sekali tentang islam pak, paling hanya baca alquran saja, doa sehari-hari dan suratan pendek. Untuk yang lain-lainnya seperti terjemahan dari Arab ke indonesia atau hadist yang susah-susah saya tidak bisa" Rena menjawab disertai dengan tertawa pelannya. Mungkin malu atau tidak enak atau entahlah. Hanya Rena yang tahu.
Hingga tak berselang lama, saat mereka sedang asyik berbincang, terdengar suara motor mendekat dan berhenti tepat di warung pak Tarkim. Dan tiba-tiba suara yang selama ini hampir dia lupakan terdengar lagi di telinganya.
"Ngapunten Pak Darsino, niki obat semprote kagem ngenjang, kesupen wau mboten dibekto" ( Maaf pak Darsino, ini obat untuk menyemprot buat besok, lupa tadi tidak dibawa).
Darsino berdiri, mendatangi lelaki yang mulai mendekati mereka. Mata mereka saling mengunci. Hingga hanya ada senyap menghampiri. Sepertinya waktu mendadak terhenti, dunia tak berputar lagi, sebelum akhirnya deheman keras memutuskan tatapan yang sejak tadi saling terpatri.
Sunyi....
***********
seharusnya cerita2 gini nih yg banyak peminatnya bukan hanya tentang CEO aja
aku suka menceritakan kehidupan dan kesederhanaan hidup ,natural ceritanya
makasih y thor
sehat selalu
semangat dan semoga selalu sukses
😍😘🤗
ehhh,,,atau jangan2 emang kisah nyata yaaa
jempol banyak2 dech pokoknya
pinginnya ada bonchap 😁😁😁😁😁😁
terima kasih thor....sukses selalu...
kapan malam pertamanya udah hamil aja😅😅😅nunggin part MP nyaa,,malah udah end,,makasiih tor