NovelToon NovelToon
DIA DARI MASA LALUKU

DIA DARI MASA LALUKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Selingkuh / Obsesi
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: yavarnie

Sana hanya ingin menjadi istri yang baik bagi suaminya sekaligus ibu yang baik baik anak tirinya.

Namun, ia tidak pernah menyangka bahwa pernikahan itu akan mempertemukannya kembali dengan seseorang dari masa lalunya.

Seseorang yang ternyata belum benar-benar melupakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yavarnie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semuanya baik-baik saja?

...•••...

PLAK!!!

“Mama!”

Suara tamparan yang menggelegar membuat Jay sontak menoleh. Ia yang sedang menuruni tangga segera mempercepat langkahnya begitu melihat siapa yang berdiri di hadapan perempuannya.

“Apaan sih, Ma?”

Jay bergegas menghampiri perempuan yang dicintainya. Tanpa pikir panjang, ia merangkul pundak Sana dan menariknya ke belakang tubuhnya, melindunginya dari ibunya sendiri.

“Dasar wanita sialan!” teriak ibunya hendak menjambak rambut Sana. Namun, Jay segera menahan dan menjauhkannya dari perempuan itu. Ia berdiri di antara mereka, menjadikan tubuhnya sebagai tameng.

“Udah Ma! Udah!”

Wajah ibunya memerah. Napasnya memburu, sementara tatapannya terus tertuju pada Sana, seolah keberadaan perempuan itu saja sudah cukup untuk menyulut amarahnya.

“Kamu ngebelain wanita sialan—”

“Namanya Sana!” potong Jay cepat. Napasnya tak kalah memburu. “Dan dia bukan wanita sialan! Maksud Mama apa sih bikin keributan di rumah orang?”

“Rumah orang kamu bilang?!”

Suara ibunya menggelegar, membuat suasana seketika semakin tegang. “Aku ini ibu kamu Jay! Orang yang ngelahirin kamu!”

Jay tak menjawab, kembali menuntut perempuan itu pergi, tapi sebelum sempat melangkah jauh, rambut perempuan itu dijambak oleh ibunya dari belakang hingga tubuh perempuan itu terjengkang.

“Kamu mau ngerusak keluarga ini, hah? Nikahin ayah dari laki-laki yang kamu deketin?!”

“Ma, udah!”

Ibunya akhirnya melepaskan jambakan itu. Ia menatap Sana yang terduduk diam di lantai dengan pandangan menghina, seolah perempuan itu bahkan tak pantas diberi kesempatan untuk membela diri.

“Orang kayak kamu itu nggak pantes buat bahagia—”

“Ma!” potong Jay, kali ini dengan suara lebih keras.

“Sudah seharusnya kamu mati!”

Jay menatap ibunya tak percaya. Namun sebelum ia sempat mengatakan apa-apa, ibunya sudah berbalik menghadapnya.

“Ikut Mama,” katanya sambil meraih pergelangan tangan Jay.

“Nggak pantas kamu tinggal serumah sama dia! Papa mu itu gila! Sinting!”

Jay segera menghentakkan tangannya, melepaskan diri dari cengkeraman ibunya. “Nggak! Aku nggak mau ikut Mama! Aku udah gede!”

“Ini semua demi kebaikan kamu!”

“Kebaikan apa?”

“Gimana perasaan kamu? Ngeliat perempuan yang kamu cintai nikah sama Papa kamu sendiri? Apa kamu baik-baik aja?” tanya ibunya, kali ini dengan suara yang lebih melembut.

Jay terdiam.

Untuk beberapa saat, ia hanya menatap ibunya seolah tak tahu harus menjawab apa.

Apa dirinya baik-baik saja?

Selama ini, tak banyak orang yang menanyakan hal itu kepadanya. Sian mungkin tahu betapa berantakannya perasaannya, tetapi bahkan ayahnya, yang selama ini dekat dengannya, tak pernah benar-benar menanyakan bagaimana keadaannya setelah semua yang terjadi. Apalagi Sana, perempuan yang dicintainya, bahkan tak menanyakan perasaannya.

Jay menunduk sejenak, mengembuskan napas pelan sebelum kembali mengangkat wajahnya.

Ia tak menjawab. Hanya meraih pergelangan tangan Sana, lalu berkata lirih, “Ayo, Kak.”

Jay menuntun perempuan itu menaiki tangga, meninggalkan ibunya yang masih berdiri di tempatnya.

“Maaf,” ujar Jay begitu mereka tiba di kamarnya.

Keduanya kini duduk berdampingan di sisi ranjang dengan tubuh Jay sedikit condong ke arah perempuan itu.

Tangannya terangkat, menyentuh pipi Sana yang kini tampak memerah di kulitnya yang putih.

“Kenapa cuma diem aja sih?” omel Jay pelan sembari menangkup pipi perempuan itu agar menghadap ke arahnya.

Entah sejak kapan, Jay mulai merasa ada sesuatu yang berbeda dari perempuan di hadapannya. Tatapan itu masih milik Sana, wajah itu pun masih wajah yang sama, tetapi entah mengapa, ia merasa seperti sedang berhadapan dengan seseorang yang baru dikenalnya.

Bukan hanya tatapannya. Cara Sana berbicara, bersikap, bahkan bagaimana ia membawa dirinya terasa berbeda dari sosok yang selama ini Jay kenal, jauh sebelum kepergian perempuan itu. Semuanya masih Sana, tetapi sekaligus terasa begitu asing baginya.

Seolah-olah perempuan yang dulu dikenalnya telah pergi, lalu kembali dengan tubuh yang sama, tetapi membawa sesuatu yang tak lagi bisa Jay kenali.

“Sekarang ini lo kenapa sih, Kak?” tanya Jay lagi. “Kenapa cuma diam? Biasanya juga gak selemah gini.”

...[...]...

#•• masa lalu

••• masa sekarang

1
tak tahu
jadi laki emang harus gentle
tak tahu
baju hitam gak buat cuma berduka aja kali🙄
Yavarnie: nahh bener tuh
total 1 replies
tak tahu
keren2 kak
Yavarnie: makasih banyakkk
total 1 replies
Yavarnie
INI ADA YANG BACA NGGAK SIH?
SAY HI, DONGGG
Yavarnie: huhu thank you udah bacaa
total 2 replies
senjani jingga
semangat thor!, kalau berkenan mampir juga ya di novel baruku😁
senjani jingga: terimakasihhh❤️❤️
total 2 replies
Yavarnie
aneh, ya, datang ke gereja bukannya ibadah, malah buat nemuin seseorang wkwk
tak tahu: si jay emang aneh2 ja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!