Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.
Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.
Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Proses Pengobatan Dimulai
Yi Min dan Li Quong akhirnya tiba di ruangan yang telah disiapkan untuk proses pengobatan Huo Jian dan adiknya.
Ruangan itu cukup luas dan bersih. Di salah satu sisinya terdapat kaca transparan berukuran besar yang memungkinkan orang-orang di luar melihat dengan jelas seluruh proses pengobatan di dalam ruangan. Kaca tersebut juga membuat para tamu undangan dapat menyaksikan metode pengobatan Yi Min tanpa mengganggu konsentrasinya.
Di luar ruangan, beberapa tetua Sekte Dua Pedang Petir telah menempati tempat yang disediakan. Sejumlah tamu undangan yang terpilih juga hadir untuk menyaksikan proses tersebut.
Suasana di sana terasa sangat tegang. Tidak terdengar bisikan atau percakapan kecil di antara para tamu. Mereka semua duduk dengan sikap serius, sesekali mengalihkan pandangan ke arah ruangan tempat pengobatan akan berlangsung.
Namun, bukan semata-mata karena mereka penasaran dengan kemampuan Tabib Yi Min suasana menjadi begitu sunyi. Penyebab utamanya adalah Boqin Changing yang juga duduk di antara mereka.
Pemuda itu tampak santai, seolah-olah kedatangannya ke tempat tersebut hanya untuk menghabiskan waktu. Sesekali, ia berbincang dengan gurunya, Wang Tian, yang duduk tidak jauh darinya. Ia juga berbicara dengan Patriark Wang Zhou mengenai beberapa hal yang tidak berkaitan dengan pengobatan.
Di sisi lain, Tetua Qiu Ling dan Tetua Han Bikwang turut hadir. Keduanya datang untuk memberikan dukungan kepada Yi Min. Mereka juga tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran terhadap metode pengobatan yang akan digunakan untuk memperbaiki dantian dengan tingkat kerusakan mencapai sembilan puluh hingga sembilan puluh lima persen.
Bagi para pendekar, kerusakan dantian separah itu hampir sama dengan kehilangan masa depan. Bahkan, semua tabib terkenal mungkin tidak berani menjanjikan pemulihan. Namun, Boqin Changing telah memberikan kepercayaan kepada Yi Min. Karena itulah, mereka ingin melihat sendiri bagaimana pengobatan tersebut akan dilakukan.
Tidak lama kemudian, Huo Jian memasuki ruangan. Remaja itu terlihat sedikit gugup. Meskipun telah mempersiapkan diri sejak kemarin, mengetahui bahwa dantiannya akan segera ditangani tetap membuat jantungnya berdebar lebih cepat. Ia melirik ke arah kaca transparan dan melihat banyak orang telah menunggu di luar.
Huo Jian menarik napas panjang, berusaha menenangkan pikirannya. Setelah itu, ia berjalan menuju tempat yang telah disiapkan dan duduk bersila di atas sebuah alas tebal.
Hari ini, dantiannya akan menjadi yang pertama diperbaiki. Pengobatan adiknya akan dilakukan setelahnya.
Selain itu, hanya proses pengobatan Huo Jian yang akan diperlihatkan kepada para tamu undangan. Jika metode Yi Min terbukti berhasil, mereka dapat menyampaikan apa yang telah disaksikan kepada berbagai kekuatan di dunia persilatan.
Li Quong segera menghampiri Huo Jian sambil membawa sebuah botol kecil berisi ramuan.
"Tuan Muda Huo, silakan minum ramuan ini terlebih dahulu."
Huo Jian menerima botol tersebut.
"Ramuan apa ini?"
"Ramuan penenang yang telah disiapkan Nenek. Setelah meminumnya, kau akan kehilangan kesadaran selama proses pengobatan berlangsung. Dengan begitu, kau tidak perlu merasakan sakit yang mungkin timbul ketika dantianmu diperbaiki."
Huo Jian mengangguk. Ia tidak lagi mengajukan pertanyaan dan segera meminum seluruh ramuan di dalam botol. Beberapa saat kemudian, kelopak matanya mulai terasa berat. Kesadarannya perlahan menghilang hingga tubuhnya terkulai ke depan.
Li Quong segera menopang tubuhnya agar tidak terjatuh. Setelah memastikan Huo Jian benar-benar kehilangan kesadaran, ia membantunya kembali duduk dalam posisi bersila.
Selanjutnya, Li Quong membuka kotak peralatan medis yang dibawanya. Di dalamnya tersusun rapi puluhan jarum perak dengan ukuran berbeda.
Ia mengambil jarum pertama, kemudian menancapkannya pada titik tertentu di tubuh Huo Jian. Gerakannya terlihat tenang dan terukur. Setiap jarum ditempatkan dengan ketelitian tinggi, seolah-olah ia telah melakukan prosedur tersebut berkali-kali.
Satu demi satu jarum perak menembus kulit Huo Jian. Dalam waktu singkat, bagian belakang kepala hingga punggung remaja itu telah dipenuhi jarum perak yang tertancap pada titik-titik tertentu.
Meskipun jumlahnya cukup banyak, tidak ada satu pun jarum yang ditancapkan secara sembarangan. Li Quong mengetahui dengan tepat letak setiap titik yang harus ditangani.
Para tamu undangan yang menyaksikan dari balik kaca mulai memperhatikan gerakannya dengan saksama. Beberapa di antara mereka merupakan tabib senior yang telah berkecimpung dalam dunia pengobatan selama puluhan tahun. Namun, mereka belum bisa memahami tujuan dari seluruh jarum yang ditancapkan Li Quong.
Setelah menyelesaikan tahap tersebut, Li Quong mengangkat kedua tangannya.
Wusss!
Api berwarna biru tiba-tiba muncul dari telapak tangannya. Api itu tidak terlalu besar, tetapi nyalanya tampak berbeda dari api biasa. Cahaya birunya memancarkan sensasi panas yang aneh, seolah-olah mengandung kekuatan yang tidak berasal dari api biasa.
Li Quong menggerakkan tangannya perlahan, mendekatkan api tersebut ke beberapa jarum perak yang tertancap di tubuh Huo Jian.
Pemandangan itu langsung membuat mata para tamu undangan terbelalak.
"Apa itu?"
"Api berwarna biru?"
"Sejak kapan seorang tabib bisa mengendalikan api seperti itu?"
Bisikan yang sejak tadi tidak terdengar akhirnya pecah di antara mereka.
Bahkan beberapa tabib senior tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka. Mereka telah melihat berbagai metode pengobatan selama bertahun-tahun, tetapi api biru yang digunakan Li Quong benar-benar asing bagi mereka.
Sebagian mulai menduga bahwa api tersebut merupakan teknik khusus yang diwariskan oleh Yi Min kepada cucunya.
Namun, mereka belum sempat membahasnya lebih jauh ketika Yi Min melangkah mendekati Huo Jian.
Wanita itu memandang Li Quong sejenak. Setelah memastikan seluruh persiapan telah selesai, ia berkata dengan tenang.
"Mari kita mulai pengobatannya."
Li Quong segera mengangguk.
"Baik, Nenek!"
Yi Min mengangkat tangan kanannya.
Wusss!
Api biru yang serupa muncul dari telapak tangannya. Berbeda dengan api milik Li Quong, nyala api yang dikeluarkan Yi Min terus membesar seiring dengan meningkatnya aliran qi dari tubuhnya.
Cahaya biru memenuhi ruangan. Beberapa saat kemudian, api tersebut mulai berubah bentuk. Nyala yang semula berkobar tidak beraturan perlahan menyatu, membentuk siluet seekor burung phoenix dengan sayap terbentang lebar.
Burung phoenix biru itu tampak hidup. Tubuhnya terbentuk dari kobaran api, sementara kedua sayapnya bergerak perlahan di udara. Pada saat yang sama, aura kuat mulai memancar dari tubuh Yi Min. Itu adalah aura seorang pendekar bumi!
Para tamu undangan yang melihatnya dari balik kaca kembali terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa Yi Min ternyata memiliki teknik pengendalian api yang begitu mengagumkan.
Yi Min menggerakkan tangannya. Siluet burung phoenix biru itu segera terbang mengelilingi tubuh Huo Jian, meninggalkan jejak cahaya yang berkilauan di udara.
Wanita itu kemudian mengucapkan sebuah nama teknik dengan suara lantang.
"Teknik Phoenix Biru Ketiga: Regenerasi Dantian!"
Begitu suaranya terdengar, burung phoenix biru yang sebelumnya berputar-putar langsung melesat ke arah Huo Jian.
Dalam sekejap, siluet itu menembus tubuh remaja tersebut dan menghilang ke dalam perutnya, tepat di tempat dantian berada. Cahaya biru lalu berpendar di sekitar tubuh Huo Jian.