NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Srak srak srak.

Suara gesekan kuas tinta di atas perkamen kasar mendominasi keheningan di aula utama istana.

Yang Zhen menggoreskan garis-garis rumit tanpa ragu sedikit pun seolah cetak biru itu sudah tercetak di dalam otaknya.

Pemuda itu menghentikan gerakannya dan meletakkan kuas itu ke dalam mangkuk air.

Tuk.

"Selesai," ucap Yang Zhen dengan senyum kepuasan yang sangat lebar.

"Ini adalah karya seni pembunuhan paling efisien yang pernah kurancang."

Su Lin mencondongkan tubuhnya ke depan untuk melihat hasil gambaran suaminya tersebut.

Namun, gadis berambut biru itu hanya melihat tumpukan garis melingkar dan simbol-simbol aneh yang sama sekali tidak menyerupai formasi elemen alam.

"Ini terlihat seperti benang kusut peninggalan anak kecil yang sedang belajar menggambar, Yang Zhen," komentar Su Lin dengan sangat jujur.

"Di mana letak titik jangkar elemen es atau pun elemen apinya?"

Yang Zhen tertawa pelan mendengar kritik dari pasangannya tersebut.

Hahaha.

"Formasi ini tidak membutuhkan elemen alam murahan untuk bekerja, Istriku," jawab Yang Zhen menyilangkan tangannya di dada.

"Pelayan Ye, kemarilah dan gunakan mata tuamu untuk menilai mahakarya ini."

Golem baja yang berdiri di sudut ruangan itu segera melangkah mendekati meja pualam.

Kriet kriet.

Sendi-sendi logamnya berderit halus saat ia menundukkan kepalanya untuk memindai perkamen tersebut.

Cahaya biru dari celah mata golem itu berkedip-kedip cepat seiring dengan otaknya yang memproses gambar rumit di hadapannya.

Tiba-tiba, tubuh logam Leluhur Ye mundur selangkah dengan gerakan patah-patah yang menunjukkan keterkejutan luar biasa.

"I-ini tidak masuk akal!" seru Leluhur Ye dengan suara logamnya yang bergetar hebat.

"Rancangan sirkuit ini benar-benar melanggar semua hukum keseimbangan spiritual warisan leluhur!"

Mulan yang baru saja kembali dari membuang mayat bersama Wang Hao ikut penasaran dan mendekat ke meja.

"Apa yang membuatnya begitu aneh, Kakek Kaleng?" tanya Mulan menatap golem baja itu.

Leluhur Ye menunjuk perkamen itu dengan jari logamnya yang gemetar.

"Ini adalah desain formasi pedang raksasa, tapi tidak ada satu pun jalur pasokan energi untuk menggerakkan pedang-pedang itu!" jelas Leluhur Ye dengan nada frustrasi.

Sisa jiwa kuno itu menatap Yang Zhen seolah sedang menatap orang gila.

"Tuan Yang Zhen, formasi pedang membutuhkan energi spiritual yang masif untuk membuat senjata-senjata itu melayang dan menyerang musuh."

Leluhur Ye menggelengkan kepala logamnya dengan keras.

"Jika kau memotong jalur energinya, pedang-pedang itu hanya akan jatuh tergeletak di tanah seperti besi rongsokan."

Yang Zhen mendengus pelan dan mengambil cangkir tehnya kembali.

"Pemikiranmu terlalu kaku dan dibatasi oleh zaman purba, Pelayan Ye," kritik Yang Zhen menyesap tehnya dengan santai.

Slurp.

Pemuda itu meletakkan cangkirnya dan menunjuk ke bagian tengah cetak biru tersebut.

"Ini adalah Formasi Gravitasi Sepuluh Ribu Pedang," perkenal Yang Zhen dengan mata menyala-nyala.

"Aku tidak membuang energi formasi untuk menggerakkan pedang-pedang itu."

"Aku menggunakan energi formasinya untuk memanipulasi arah gaya tarik bumi di dalam kubah pelataran depan."

Mulan memiringkan kepalanya, mencoba mencerna konsep yang terlalu maju untuk usianya tersebut.

"Memanipulasi gaya tarik bumi? Maksud Guru, gravitasi di dalam formasi itu akan diubah sesuka hati?" tanya gadis tomboi itu.

Yang Zhen menganggukkan kepalanya dengan bangga.

"Tepat sekali, Nona Mulan," puji Yang Zhen memutar jarinya di udara untuk memberikan ilustrasi.

"Ketika formasi aktif, gravitasi di udara akan menarik benda-benda tajam ke atas, sementara gravitasi di lantai akan menariknya ke bawah."

"Sepuluh ribu pedang logam akan jatuh ke atas dan ke bawah secara terus-menerus dengan kecepatan suara tanpa perlu digerakkan oleh tenaga spiritual."

Su Lin membelalakkan matanya saat menyadari konsep mematikan dari rancangan tersebut.

"Kau menciptakan sebuah mesin penggiling daging berukuran raksasa," gumam Su Lin dengan nada takjub.

"Bukan sekadar mesin penggiling biasa, Istriku," sahut Yang Zhen tersenyum iblis.

"Siapa pun yang terjebak di dalamnya akan merasakan tubuhnya ditarik ke segala arah, membuat organ dalam mereka hancur sebelum pedang-pedang itu mencabik kulit mereka."

Leluhur Ye terdiam membeku menyerupai patung logam sejati.

Konsep ini sepenuhnya meruntuhkan seluruh dasar ilmu formasi kuno yang ia pelajari selama ratusan tahun.

"Tidak ada petarung Tahap Langit yang bisa selamat dari pusaran gravitasi dan hujan pedang tanpa akhir ini," ucap Leluhur Ye dengan suara pelan.

"Kau benar-benar seorang iblis yang lahir di tubuh manusia, Tuan."

Wang Hao yang sedari tadi hanya mendengarkan akhirnya menggaruk kepalanya yang botak.

"Konsepnya sangat keren, Bos. Tapi dari mana kita akan mendapatkan sepuluh ribu pedang dalam waktu satu malam?" tanya Wang Hao menyuarakan hal praktis.

Yang Zhen menatap pemuda botak itu dengan pandangan meremehkan.

"Kita tidak butuh pedang bagus, Hao. Kita hanya butuh sepuluh ribu potongan besi tua, pisau dapur, atau rongsokan logam yang diasah tajam," jawab Yang Zhen.

"Selama benda itu terbuat dari logam dan memiliki ujung yang tajam, pusaran gravitasi akan menjadikannya senjata mematikan."

Namun, Leluhur Ye langsung mengangkat tangannya untuk memberikan peringatan yang krusial.

"Tapi Tuan, mengubah titik berat bumi dalam radius seluas pelataran istana ini membutuhkan sumber tenaga penggerak yang tidak masuk akal," sela sang golem.

Leluhur Ye menunjuk bagian bawah sirkuit di cetak biru tersebut.

"Kita membutuhkan setidaknya lima ratus ribu batu spiritual tingkat tinggi dan puluhan ton baja hitam untuk membuat inti formasi ini stabil menahan beban gravitasi."

Angka lima ratus ribu batu spiritual itu langsung membuat aula utama kembali hening.

Bahkan kekayaan satu sekte besar pun akan terkuras habis jika harus menyediakan batu spiritual sebanyak itu dalam satu malam.

"Lima ratus ribu batu spiritual?!" pekik Wang Hao hampir tersedak ludahnya sendiri.

"Bos, meskipun kita baru saja merampok seluruh kota tetangga, mencairkan aset mereka menjadi batu spiritual sebanyak itu sangat mustahil dilakukan malam ini."

Mulan menganggukkan kepalanya setuju dengan kekhawatiran rekannya.

"Uang kita mayoritas berupa surat tanah, tambang, dan koin emas. Batu spiritual tingkat tinggi sangat langka di pasaran," tambah Mulan.

Yang Zhen sama sekali tidak terlihat panik mendengar rincian biaya tersebut.

Pemuda itu justru tertawa pelan dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran singgasana pualam.

Hahaha.

"Kalian berpikir seperti pedagang eceran yang kebingungan mencari barang dagangan," ejek Yang Zhen menggelengkan kepalanya.

"Jika barangnya tidak ada di pasaran, kita panggil produsen aslinya untuk menyerahkannya langsung ke tangan kita."

Su Lin menyipitkan matanya dan tersenyum sinis menyadari rencana licik pasangannya.

"Kau berniat memeras langsung dari gudang penyimpanan pribadi para bangsawan itu?" tebak Su Lin.

"Aku lebih suka menyebutnya sebagai penggalangan dana darurat untuk perlindungan wilayah," koreksi Yang Zhen dengan nada santai.

Pemuda itu menoleh ke arah Mulan yang sedang berdiri di dekat meja.

"Nona Mulan, panggil Ketua Gu Yan sekarang juga," perintah Yang Zhen dengan otoritas mutlak.

"Katakan padanya untuk mengirimkan burung merpati darah ke seluruh kediaman penguasa kota tetangga yang telah menandatangani kontrak perbudakan kita."

Mulan segera menundukkan kepalanya dengan sigap.

"Apa pesan yang harus kami sampaikan kepada mereka, Guru?" tanya Mulan bersiap pergi.

Yang Zhen menatap lurus ke arah pintu utama istana dengan mata hitamnya yang memancarkan aura keserakahan absolut.

"Beri tahu mereka, besok pagi kiamat dari ibu kota akan tiba," titah Yang Zhen dengan suara bergema.

"Jika mereka ingin istana ini menjadi tameng yang melindungi nyawa dan kota mereka, mereka harus menyetorkan seluruh cadangan batu spiritual mereka malam ini juga."

"Siapa yang terlambat menyetor, akan kuserahkan hidup-hidup kepada Tetua Sekte Pedang Langit sebagai permintaan maaf."

Wang Hao bersiul pelan mendengar taktik pemerasan yang sangat brutal tersebut.

Fiuuuh.

"Kau benar-benar memeras mereka hingga ke sumsum tulang yang paling dalam, Bos," puji Wang Hao dengan wajah berbinar kagum.

Leluhur Ye yang berada di dalam tubuh golem hanya bisa menghela napas panjang melalui resonansi udara.

Ia mulai menyadari bahwa mengabdi kepada pemuda ini berarti ia harus siap melihat segala bentuk kelicikan moral yang belum pernah ada di zamannya.

"Saya akan mulai menggali pelataran depan sekarang juga, Tuan," pamit Leluhur Ye membungkuk kaku.

"Rancangan ini harus ditanam ke dalam tanah sebelum tengah malam."

Yang Zhen melambaikan tangannya mengusir golem itu untuk mulai bekerja keras.

"Pergilah, Pelayan Ye. Buktikan padaku bahwa tubuh baja abadi itu berguna untuk kerja fisik," ucap Yang Zhen.

Malam itu, di bawah bayang-bayang invasi besar dari Sekte Pedang Langit, istana Kota Awan Merah justru sibuk mempersiapkan ladang pembantaian yang paling efisien.

Cetak biru Formasi Gravitasi Sepuluh Ribu Pedang telah selesai digambar, dan kini giliran para bangsawan bawahan yang harus menangis menyerahkan seluruh harta simpanan mereka demi sebuah perlindungan palsu.

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!