NovelToon NovelToon
Di Jodohkan Dengan Dokter Spesialis Dingin

Di Jodohkan Dengan Dokter Spesialis Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Perjodohan
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

-
Aini Zahra Wijaya, seorang dokter muda yang baru lulus, memulai masa koasnya di rumah sakit megah milik keluarga besar Wigunadi. Berharap fokus mengabdi, takdir justru mempertemukannya dengan Dr. Ivandra Arya Wigunadi—spesialis bedah saraf yang jenius, dikenal paling dingin, dan tak tersentuh.
-
Meski Ainu berusaha keras menghindari pria kejam itu, sebuah rahasia keluarga dan ikatan takdir memaksa mereka bersatu dalam ikatan pernikahan. Di balik dinding rumah sakit yang dingin, hubungan penuh ketegangan, batasan, dan emosi yang terpendam pun dimulai.
_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22

***

Pendar lampu tidur berona keemasan memantul lembut di dinding kamar utama yang berinterior kayu hangat. Di luar, angin malam Zermatt berembus tenang, berbanding terbalik dengan badai emosi dan gelora panas yang mendadak membakar atmosfer di dalam ruangan.

Aini berdiri membeku di tepi ranjang king size. Jemari lentiknya gemetaran saat secara tidak sengaja selendang dan jilbab yang mengenakan kepalanya terlepas. Rambut hitam pekatnya yang panjang terurai indah melintasi bahunya hingga ke pinggang, memancarkan aroma harum melati alami yang seketika memenuhi ruang udara di antara mereka.

Tepat di hadapannya, Ivandra berdiri dengan napas yang memburu kencang. Efek ramuan herbal kental racikan sang nonya Rosalia yang diminumnya sejam lalu kini telah menguasai aliran darahnya secara mutlak. Suhu tubuh pria tegap itu meningkat drastis, membakar akal sehat dan pertahanan dirinya. Pandangan mata elangnya yang biasa dingin kini redup, pekat oleh gairah panas yang tak lagi sanggup ia bendung.

Saat iris mata Ivandra menangkap paras Aini yang polos tanpa balutan hijab—memamerkan leher jenjang mulus, bahu indah, dan terpaan rambut hitam yang mengalir bagaikan sutra—pria itu terpaku seketika.

"K-Kamu... begitu indah..." bisik Ivandra parau, nada suaranya berat dan dalam di luar kesadarannya.

Aini melangkah mundur ketakutan, dadanya berdebar kencang. "Mas Ivan... Tolong, sadar... Ingat kontrak kita! Mas janji tidak akan ada tindakan seperti ini—"

"Persetan dengan kontrak itu!" potong Ivandra dengan erangan rendah dari balik tenggorokannya.

Tanpa memberi ruang untuk membantah, lengan kekar Ivandra bergerak kilat, menyambar pinggang Aini dan menarik tubuh ramping itu rapat ke dalam dekapannya.

"Mas Ivan! Lepas! Aakh!" jerit Aini tertahan, kedua tangannya mendorong dada bidang suaminya dengan sisa tenaganya.

Namun, kekuatan fisik Ivandra yang dipengaruhi ramuan herbal itu terlalu tangguh untuk dilawan. Ivandra menundukkan kepalanya, menyambar bibir Aini dalam tautan ciuman yang amat dalam, panas, dan menuntut. Aini yang terkejut dan syok secara emosional mencoba memalingkan wajah, namun cengkeraman halus namun mengunci di tengkuknya membuat wanita itu tak berdaya.

Sentuhan demi sentuhan panas Ivandra merayap menguraikan busana di tubuh Aini, meruntuhkan seluruh jarak di antara mereka hingga tak bersisa sehelai benang pun di atas peraduan.

Ivandra menatap lekuk indah di hadapannya dengan rasa takjub murni yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Jemari tegapnya merayap halus dari puncak kepala Aini, mengusap helai rambut hitamnya, turun menyusuri leher, dada, hingga jari-jari kakinya. Bibirnya menghujani kulit mulus Aini dengan kecupan-kecupan panas bertubi-tubi.

"Mas... Mas Ivan... Jangan..." rintih Aini terengah-engah, mata bahagianya merebakkan air mata kebingungan dan ketakutan yang menjalar hebat.

"Aini... Maafkan aku... Tapi kamu... kamu canduku malam ini..." erang Ivandra parau di leher Aini.

Aini yang tak lagi memiliki kekuatan fisik untuk menolak akhirnya menyerah pasrah di bawah dominasi mutlak suaminya. Ivandra membimbing kedua kaki mulus istrinya, menopang pinggul Aini seraya menyatukan dirinya secara telak untuk pertama kalinya sebagai suami istri yang sah.

"AAAKHH! MAS IVAN!" jerit Aini melengking halus, rintihan rasa perih dan panas yang luar biasa tajam seketika merobek kesadarannya saat penyatuan itu terjadi secara utuh.

Jemari lentik Aini meremas erat sarung bantal di samping kepalanya hingga kain sutra itu berkerut kaku. Punggungnya melengkung halus menahan gelombang kejutan emosional dan rasa sakit murni dari kesuciannya yang terenggut.

"NGHHH... AHHH... AINI!" erang Ivandra keras dan parau, memejamkan matanya rapat-rapat sewaktu kerapatan hangat yang begitu nikmat dan menjepit sempurna menyelimuti puncaknya. "Nikmat sekali... hnggh... Kamu begitu sempit dan hangat, Aini..."

Awalnya, penyatuan itu dipenuhi rasa takut dan syok bagi Aini. Namun, tempo gerakan Ivandra yang perlahan namun dalam mulai menggeser rasa perih menjadi sensasi aneh yang membakar seluruh saraf kewanitaannya.

Ivandra mulai mengayunkan pinggulnya dari posisi terlentang. Gerakannya memamerkan stamina luar biasa yang tak terkontrol, menghantam tepat di titik-titik paling peka di dalam rahim Aini.

"Nghhh... Ahhh... Mas Ivan... S-Sakit... tapi... ahh!" rintih Aini pasrah, kedua matanya terpejam rapat, tak sanggup membendung gejolak asing yang mendadak merayapi seluruh tubuhnya.

"Mhh... Hnggh! Aini... Istriku... Nikmat luar biasa... hnggh!" desah Ivandra dengan nada bariton yang kian berat dan cepat. Peluh dingin membasahi bahu berototnya, namun dorongan dari dalam dirinya tak membiarkannya berhenti.

Puas dengan posisi terlentang, Ivandra yang dikuasai hasrat liar tanpa sadar membimbing tubuh Aini untuk berganti posisi miring. Dari arah belakang, lengan kekarnya melingkari dada Aini, menyatukan dirinya kembali secara dalam dan menghantam lebih telak.

"AANNGHH... MAS IVAN!" jerit Aini merintih nikmat sekaligus terkejut atas dorongan tajam yang meresap ke dalam dirinya. "Pelan-pelan... Hnggh... A-Aku tidak kuat..."

"Hnggh... Mhh... Tahan, Sayang... Kamu milikku sepenuhnya malam ini... NGHHH!" erang Ivandra dari balik leher Aini, mendaratkan kecupan-kecupan basah di bahu halus istrinya.

Tak berhenti di sana, Ivandra membalikkan posisi Aini menjadi menungging, memegang pinggul ramping istrinya dengan kedua tangan tegapnya, lalu menghantam masuk kembali secara intens dan tak terhentikan.

"AAKH! MAS... AHHH!" jerit Aini tertahan, jemarinya mencengkeram sprei ranjang kencang-kencang sewaktu sensasi kenikmatan tiada tara bercampur rasa lelah fisik menghantam jiwanya.

Ivandra mengerang nikmat menggelegar rendah, menikmati setiap kerapatan dan kehangatan murni dari Aini yang tanpa ia sadari telah menjelma menjadi candu baru di dalam hidupnya.

Akhirnya, Ivandra mengembalikan posisi Aini terlentang lebih lama di atas ranjang. Dengan pergerakan akhir yang makin memabukkan dan tanpa kompromi, tempo dorongannya memuncak hingga akhirnya pelepasan nikmat yang dahsyat meledak bersamaan di dalam dada mereka.

"NGHHH... AAKHH!" erang Ivandra melengking parau di puncak pelepasan, menyemburkan seluruh benih kehangatan terbaiknya jauh ke dalam rahim Aini.

"Ahh... Mas Ivan..." cicit Aini lemas tak berdaya, terkulai pasrah di bawah dada bidang suaminya dengan napas yang memburu terengah kencang.

Ivandra merosot lemas di samping Aini, menyandarkan kepalanya di dada istrinya seraya tertidur lelap akibat kelelahan fisik dan pengaruh obat yang perlahan surut.

Di atas sprei putih yang berantakan, terpampang nyata beberapa tetes noda darah merah segar milik Aini. Pemandangan itu, sebelum Ivandra benar-benar kehilangan kesadarannya menuju tidur nyenyak, memberikan rasa kemenangan mutlak di dalam dada sang pria—bahwa wanita berhijab nan anggun ini kini telah menjadi miliknya secara lahir dan batin selamanya.

Aini berbaring kaku di bawah selimut tebal, menatap langit-langit kamar dengan derai air mata keharuan dan kelelahan fisik yang amat sangat. Malam pertama yang tak pernah ia duga ini telah meruntuhkan dinding kontrak di antara mereka, menyisakan sebuah takdir baru yang siap mengubah seluruh lembaran hidup mereka ke depan.

(BERSAMBUNG)

1
Anonim
CRAZY UP THOR
Anonim
crazy up thor
Anonim
up thor
Shuttttttttttt
pls crazy up thooor
Anonim
crazy up
Anonim
crazy up thor
Ai Nurlaela Jm
karyamu kereen Thor
Anonim
crazy up thor
Anonim
crazy up
Putry Chan
dokter pria itu serem deh bikin merinding jangan sampai ketemu lagi
mampir ya ke novel ku
Putry Chan
Aini Mungkin kmu sedikit ceroboh
Putry Chan
maaf gak sengaja kau pikir aku buta 🙄
Putry Chan
semangat Aini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!