Wajib Follow Sebelum Baca.
" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.
Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.
Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.
Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.
La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.
Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.
Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.
( Bismillah semoga rame 🙏)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2 BAB 13 : Too late to fix
" Cinta yang hilang kepercayaan.. bukan lagi tempat pulang, tapi tempat yang paling menyakitkan. "
...
Langkah Matthew terasa berat.
Ia berdiri di depan rumah Valerie, menatap pintu itu cukup lama.
Tangan sempat terangkat.. lalu turun lagi.
Ragu.
" Kenapa gue jadi kayak gini... ? " gumamnya pelan.
Namun akhirnya ia mengantuk.
Berapa detik kemudian, pintu terbuka.
Valerie berdiri di sana.
Wajahnya tenang. Terlalu tenang.
" Matthew.. " suaranya datar.
Matthew menelan ludah. "Kita bisa ngomong?"
Valerie menatapnya berapa detik, lalu meminggirkan badan. " Masuk. "
Suasana ruang tamu terasa canggung.
" Val.. aku mau minta maaf. "
Valerie tidak langsung menjawab.
Ia hanya menatap ke arah lain.
" Aku salah, " lanjut Matthew suaranya mulai berat. " Aku terlalu percaya sama orang lain..dan malah menyakiti kamu. "
Hening.
Valerie tersenyum tipis. Tapi tidak hangat.
" Baru sadar? "
Matthew menduduk.
" Iya... "
Valerie tertawa kecil.
" Setelah dua minggu? "
Deg
Matthew meangkat wajahnya.
" Aku nggak bermaksud_"
" Tapi kamu lakuin, ' potong Valerie cepat.
Matanya mulai berkaca-kaca.
Matthew diam.
" Kamu lebih percaya orang lain dibanding aku.. " suaranya bergetar. " Padahal aku calon istrimu. "
Kata itu terdengar pahit.
" Val.. "
" Kenapa Matthew? " La menatapnya langsung. " Apa Gue kurang buat Lo? "
Matthew menggeleng cepat.
" Enggak! bukan itu_"
" Terus apa? "
Hening.
Matthew kehabisan kata.
Valerie menghela napas pelan.
" Lo tau yang paling sakit? "
Matthew hanya diam.
" Bukan karena lo percaya dia... "
Ia menelan ludah.
" Tapi karena lo ragu sama gue. "
Kalimat itu membuat Matthew benar-benar terdiam.
" Aku nggak pernah ragu sama kamu.. "lanjut Valerie lirih.
Air matanya jatuh.
" Tapi kamu.. "
Ia menggeleng pelan.
Matthew mendekat satu langkah. " Val, aku benaran nyesel.. "
Valerie mundur satu langkah.
Jarak itu terasa seperti batas.
" Maaf Lo.. telat.
Deg
Matthew menatapnya tidak percaya.
" Val_"
" Aku capek,Matthew.." suaranya pelan tapi jelas. " Capek harus kuat sendirian. "
" Aku masih disini... "
" Tapi waktu aku butuh kamu.. kamu nggak ada. "
Hening.
Tidak ada yang dibantah dari itu.
Matthew mengenggam tangannya sendiri.
" Kasih aku kesempatan.. "
Valerie menggeleng.
" Aku butuh waktu. "
...
Matthew keluar dari rumah itu dengan langkah kosong.
Kata-kata Valerie terus terulang di kepala nya.
" Maaf kamu telat.. "
La mengusap wajahnya frutasi.
" Gue bodoh.. "
...
Di sebuah Kafe, Matthew duduk di depan Lukka.
Lukka terlihat santai, memainkan sendok di gelasnya.
" Lo kenapa? " tanya Lukka datar.
Matthew menghela napas berat. " Gue nyakitin Valerie. "
Lukka meangkat alis.
" Terus? "
" Gue minta maaf.. Tapi dia nolak. "
" Ya wajar. "
Matthew menatapnya kesal.
" Bisa nggak sih lo serius?"
Lukka tersenyum tipis.
"Gue serius.Lo salah, ya lo tanggung. "
Matthew menghela napas kasar.
" Gue Butuh saran, bukan ceramah. "
Lukka bersandar santai. " Lo udah terlalu jauh, Matt. "
" Terus gue gimanaa? "
Lukka menatapnya sebentar, lalu berkata pelan_
" Buktiin. "
Matthew mengernyit. " Maksud Lo? "
" Jangan cuma ngomong maaf, " lanjut Lukka. " Lo buktiin kalau lo percaya dia daripada siapapun. "
Matthew terdiam.
lukka menambahkan_
" Dan satu lagi.. "
Matthew menatapnya.
" Jauhin Thalassa. "
...
Di tempat lain.
Thalassa berdiri di pinggir jalan.
Matanya menatap lurus kedepan.
Mobil-mobil berlalu lalang di depan nya.
Tangannya mengengam sesuatu lebih erat.
Ponselnya.
Di layar, ada foto Matthew.. dan Valerie.
Ia tersenyum tipis.
Tapi senyum itu dingin.
" Maaf ya.. " bisiknya pelan.
Matanya berkilat.
" Tapi gue nggak akan biarin kalian bahagia. "
Langkah kaki terdengar mendekat.
Dari kejauhan...
Valerie berjalan sendirian.
Tidak sadar...
Bahwa seseorang menatapnya.
Menunggu.
menghitung.
Thalassa melangkah maju perlahan.
Matanya tidak lepas dari Valerie.
" Kalau gue nggak bisa punya dia.. "
Ia berbisik pelan.
"... Lo juga nggak akan bisa. "
_TBC_
...----------------...
Happy Reading All !