NovelToon NovelToon
The Secret Of My Secretary

The Secret Of My Secretary

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan tentang Davidson Mahendra seorang pria dengan sikap dingin dan perfeksionis yang tak sengaja di hadapkan dengan Nindi, gadis biasa yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 : Peringatan sarah

"Saya boleh bicara sebentar?" Seorang dokter mendekati nindi saat gadis itu baru akan masuk ke ruang inap ayahnya

"Dokter? Ada apa?" Tanyanya.

"Nindi kondisi ayah kamu semakin melemah, dia harus segera melakukan operasi" Katanya.

Nindi semakin merasa khawatir mendengar pernyataan dokter ayahnya.

"Apa gak bisa di operasi dulu dok? Saya janji bakalan bayar semuanya, tapi pelan pelan" Katanya.

"Maaf nindi, ini prosedur rumah sakit, kami baru bisa melakukan tindakan jika biaya sudah di lunasi, makanya Saya kasih tau kamu supaya kamu bisa usaha nyari uangnya, maafin Saya ya?"

"Iya dok, terimakasih"

"Yaudah kamu lihat ayah kamu dulu, Saya pergi dulu" Dokter tersebut menepuk pundak nindi singkat sebelum akhirnya pergi.

Nindi terduduk lemas di kursi tunggu, dimana ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu cepat?

"Ayah"

...****************...

"Lemes amat neng?" Mira menyenggol lengan nindi sekilas

"Emang keliatan ya?"

"Iya banget lagi" Mira terkikik geli.

"Yaudah lah gak mungkin orang tiap hari semangat terus, sekali kali loyo gapapa" balasnya.

"Ngomong ngomong lo udah tau belum kalo bentar lagi pak David ulang taun?" Tanyanya.

Nindi ingat, ia bahkan berencana memberi David sesuatu nanti.

"Enggak" Bohongnya.

"Biasanya kalo beliau ultah tuh bakalan ngadain pesta yang uwahh dan bertema, tahun ini temanya pesta topeng, lucu gak?"

"Lucu sih" Jawabnya seadanya.

"Siapa tau kan gue ketemu jodoh di pesta ini" Mira terkikik geli.

Nindi tersenyum samar, ia tiba tiba saja membayangkan baju jenis apa yang akan ia pakai?

"Nin? harus gak sih gue beli baju baru cuma buat ngehadirin pesta ulang taun orang lain, ishh ngarep banget ada yang merhatiin" Keluh Mira.

"Beli aja sih, itung itung self reward" Katanya.

"Iya juga ya"

"Siang ini mau makan apa?" Tanya nindi.

"Mau rawon" Balas Mira.

Nindi jadi teringat David, apakah laki laki itu sudah merasa lebih baik sekarang?

"Ntar gue makan di kantor aja deh" Kata nindi.

"Tumben"

"Pak David kan lagi sakit, jadi sekalian gue mau beliin bubur"

"ihh pencitraan lo ya? biar di lirik direktur!" Goda Mira.

"Gue kan sekertaris nya, daripada dia ngomel gue gak perhatian"

"Iya juga sih, yaudah deh"

...****************...

Nindi berjalan perlahan saat melihat Sarah berdiri di depan ruangan David, ia menyembunyikan sebuah bingkisan plastik di belakang badannya saat wanita itu datang mendekat padanya.

"Mau ngapain kamu?" Tanyanya tak suka.

"Saya cuma lagi mastiin keadaan pak David mbak, takutnya keadaannya belum pulih" Jawab nindi jujur.

"Pantesan ya David belain kamu sampek segitunya, ternyata kamu suka suka cari perhatian gini ya?"

Nindi menggeleng pelan tak setuju, ia hanya berniat tulus tanpa tujuan apapun.

"Kemarin adalah kali pertama dia bentak Saya calon tunangannya demi kamu?" Ucapnya sembari menunjuk nindi.

Nindi diam, ia menunggu apa yang akan di katakan Sarah selanjutnya.

"Saya bertanya tanya kenapa dia sampek sebegitunya ke kamu, ternyata kamu sok sok an baik cari perhatian gini, pantes aja" lanjut Sarah.

"Saya hanya khawatir sama keadaan pak David" Katanya.

"Alah penjilat kaya kamu mana mungkin ngaku!"

"Maaf kalau mbak tersinggung, Saya permisi dulu" Pamit nindi.

"Saya belum selesai!" Sarah mencekal tangan nindi.

Keduanya bertatapan dengan emosi yang berbeda, nindi yang terlihat tenang berbeda dengan Sarah yang terlihat emosi.

"Saya peringatkan kamu buat jauhi calon tunangan Saya, atau Saya janji Saya bakalan keluarin kamu dari perusahaan ini!" Ancamnya.

Nindi ingin membantahnya, namun seperti nya Sarah mampu untuk melakukan apa yang di katakan, hal itu membuat nindi mengangguk tanpa sadar.

Sarah mengisyaratkan nindi untuk pergi kemudian.

...****************...

Mira melirik ke arah meja nindi, temannya itu tampak melamun menatap kosong ke arah komputernya.

Bingkisan berisi bubur yang sempat nindi katakan akan di berikan David tergeletak menganggur di atas meja, terlihat belum tersentuh.

"Nin? katanya buburnya buat pak David" Celetuk Mira.

"Oh" Kaget nindi.

"Iya itu ternyata beliau udah makan siang" Bohongnya.

"Ooh gitu ya?"

Nindi mengangguk membenarkan.

"Nindi?" Panggil David.

Mira dan nindi mendongak kaget saat tiba tiba saja David berdiri di antara mereka.

"Selamat sore Pak" Sapa Mira.

"Sore sore, nin? kamu gak inget sama saya?" Tanyanya.

"Inget Pak" Jawab nindi polos.

"Kamu tau kerjaan kamu apa?"

"Tau Pak"

"Apa?"

"Membantu pekerjaan bapak"

"Terus kenapa kamu gak keruangan saya?"

"Bapak kan gak manggil saya?"

"Jadi kamu gak ada inisiatif nanya tentang kerjaan kamu, cuma duduk di sini menunggu hidayah?" Sarkas nya.

"Maaf Pak"

"Setidaknya kamu tanyain saya udah makan siang belum, kamu inget kemarin saya sakit?"

"ingat Pak"

Mira yang sadari tadi menguping obrolan mereka merasa bingung, padahal tadi nindi mengatakan David sudah makan siang.

"Perlu saya pindah tempat duduk kamu?"

"Pindah ke mana pak?" tanya Mira penasaran.

"Ke genteng!" jawabnya tak santai.

Mira menciut takut, rupanya David benar benar marah sekarang.

"Saya pindah ke ruangan Saya!"

"Jangan pak!" Nindi reflek berdiri.

David menggeram kesal, kenapa nindi setidak mau itu untuk bersamanya, apakah dirinya terlihat sangat buruk?

"Saya pindah kamu ke ruangan Saya! titik!" Tegasnya.

David pergi meninggalkan ruangan staff tanpa menunggu jawaban apapun lagi.

"Aduh" Keluh nindi.

"Kenapa sih nin?"

"Kayanya gue gak bakalan lama deh di sini" Katanya.

"Emangnya kenapa?"

Nindi terduduk lemas, tentu saja ia memikirkan tentang ancaman Sarah, wanita itu mengancamnya untuk tidak mendekati David namun dirinya malah berada satu ruangan dengan sang direktur.

...****************...

"Ya taruh situ aja pak" Perintah David pada 2 orang yang baru saja mempersiapkan meja dan kursi lain di ruangannya.

"Sudah pak?"

David mengangguk tegas, ia tersenyum bangga melihatnya, "Kalian boleh pergi, Terima kasih"

"Baik pak"

Saat kedua petugas itu pergi dalam waktu bersamaan Ivan masuk ke dalam ruangan.

"Dave lo ngapain?" Tanyanya bingung.

"Lagi nyiapin meja buat nindi" Jawabnya tanpa basa basi.

Ivan mengarahkan pandangannya ke arah sebrang meja sang direktur dimana terdapat meja dan kursi lain di sana.

"Nindi bakal kerja di sini?" Tanyanya.

"Kalo perlu gue kunciin dia di sini, makin hari dia makin menjauh dari gue" Ucapnya bersungut-sungut.

"Menjauh gimana? kemaren juga masih bareng" Katanya.

"Dari pagi sampek sore masak dia gak nyamperin gue!" Katanya.

"Emang lo ada manggil dia?"

"Ya enggak sih tapi kan harusnya dia tau kerjaan dia apa"

Ivan menggeleng pelan dengan sikap David yang terlalu kekanakan.

"Kalo masih cinta itu bilang, jangan gini terus" Celetuk Ivan.

"Siapa sih yang bilang gue masih suka" Sangkalnya.

"Lo gak takut dia bakalan marah dan pergi?"

"Coba aja kalo bisa, gue gak peduli"

"Keras kepala lo"

"Lo ngapain sih kesini?"

"Ngurusin pesta ulang tahun lo! bokap lo yang minta" Jawab Ivan jengkel.

Tiba tiba saja David teringat tentang pesta ulang tahunnya yang akan di rayakan 2 hari lagi, mungkin akan lebih menyenangkan Saat mengerjai nindi di hari tersebut.

"Oke oke"

1
Rian Moontero
lanjooot👍😍
Yourbee Lebah
Ayo baca
falea sezi
David keterlaluan sih ini
falea sezi
cinta di tolak. kok dendam. laki cemen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!