NovelToon NovelToon
Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: chiechie kim

Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangisan Bayi Yang Tak Terlihat

Pada saat yang sama, bayi yang digendong Rini tiba-tiba menangis dengan suara nyaring. Rini segera mengayun-ayunkan tubuhnya dengan lembut, mencoba mendiamkan sang buah hati. "Hush... tenang ya sayang, tidak usah menangis..." bisiknya dengan penuh kasih sayang.

Ade yang sedang berada di pelukan neneknya langsung mengangkat kepalanya dan mendengar suara tangisan bayi itu. "Mama! Nenek! Dede-nya nangis mah!" teriaknya sambil menunjuk tepat ke arah tempat Rini dan bayinya berada.

Suara tangisan bayi itu juga terdengar jelas oleh semua orang di ruangan. Rasti menutup mulutnya dengan tangan, mata membelalak melihat arah yang ditunjuk Ade. Sri mengeratkan pelukan pada Ade, air mata semakin deras mengalir karena merasakan kehadiran anak perempuannya. Rizky merasa dada nya terasa sesak, ia bisa merasakan bahwa sang istri Rini dan anak mereka benar-benar ada di sana bersamanya.

Tanpa berkata apa-apa, Ade perlahan melepas pelukan neneknya dan berjalan dengan langkah kecil menuju arah suara tangisan bayi itu. Semua orang di ruangan hanya bisa menatapnya dengan mata membelalak, tidak berani menghentikannya.

Sampai di depan tempat yang ia tunjukkan tadi, Ade mengangkat tangannya dengan lembut dan mengusap kening bayi yang tidak terlihat oleh orang lain. Ia bahkan berbisik pelan, "Dede tidak usah nangis ya... Ade ada disini." Tindakan kecilnya itu membuat semua yang melihat terdiam membisu, tak berdaya menghadapi momen yang begitu menyentuhkan namun menyakitkan hati.

Rasti yang melihatnya semua merasa dada nya sesak. Ia mendekati ibu nya dan bertanya dengan suara gemetar, "Bu... apa yang dilihat Ade benar-benar Rini dan bayinya?"

Ibu hanya mengedipkan matanya berkali-kali, menahan air mata yang ingin keluar lagi. Ia kemudian memeluk Rasti erat, merasakan kesedihan yang begitu dalam menyelimuti kedua hati mereka. "Aku juga merasakannya nak... dia ada di sini bersama kita," ucapnya pelan di telinga Rasti.

Rizky berdiri dan menghampiri Ade. Ia tidak bisa melihat apa yang dilihat Ade,tapi hati nya merasa yakin bahwa Rini benar-benar ada di sana. Dengan hati yang berat, ia hanya bisa mengelus rambut Ade dengan lembut.

Ade tersenyum tipis. Tak lama kemudian, suara tangisan bayi itu pun perlahan berhenti. Seolah tahu bahwa Ade sedang ada untuknya, bayi itu kini terdiam dan tenang.

Di sisi lain yang tak terlihat, Rini merasa hatinya seperti akan hancur. Ia tidak sanggup melihat Ade yang berada begitu dekat di depannya – anak keponakan yang bisa melihat dirinya dan bayinya. Matanya yang pucat mengalirkan air mata tak kasat mata, sementara tangannya masih menggendong bayinya yang kini sudah tenang. "Aku juga rindu kamu, Ade..." bisiknya dalam hati, berharap bahwa pesannya bisa sampai pada si anak kecil.

Setelah bayinya tenang, Rini perlahan mengulurkan tangannya seolah ingin menyentuh pipi Ade. Meskipun tidak bisa diraba, Ade seolah merasakannya ia menutup mata sebentar dan tersenyum lagi.

Semua orang di ruangan langsung menatap Ade dengan wajah terkejut. Sri mengusap pipi Ade dengan lembut. "Ade dengerin apa sih yang Bibi bilang, nak?" tanyanya dengan suara lembut.

"Bibi bilang dia selalu melihat kita dari jauh, dan dia sangat mencintai semua orang. Bibi juga bilang jangan terlalu sedih, karena dia selalu ada di hati kita," jawab Ade dengan jelas, seperti sedang berbicara dengan seseorang yang ada di depannya.

"Ade gak ngerti mah... Maksud Bibi apa ya?" tanya Ade dengan mata yang penuh rasa ingin tahu, masih berdiri di tempat itu sambil melihat ke arah di mana Rini baru saja menghilang.

Rasti segera mendekati anak perempuannya dan menariknya untuk duduk kembali di sisi dirinya. Ia mengusap-usap rambut Ade dengan lembut sebelum menjawab, "Maksud Bibi ya... Bibi seneng kita bisa kumpul sama-sama kaya gini, jadi kita harus selalu bahagia dan saling mencintai ya nak."

"Ohhh..." jawab Ade dengan wajah yang tampak baru mengerti, lalu segera kembali bermain sambil terkadang menoleh ke arah tempat Rini pernah berada.

Rasti hanya bisa memberikan alasan seperti itu. Di dalam hatinya, ia sendiri masih bingung dan takut untuk memastikan apakah yang dilihat Ade benar-benar Rini dalam bentuk apa. Ia tidak tahu apakah itu arwah sang adik ataukah Rini sebenarnya masih hidup dan hanya dekat dengan mereka dengan cara yang tak bisa dipahami.

Hanya Rini sendiri yang tahu selama ini ia memang selalu berada dekat dengan keluarga, mengawasi setiap langkah mereka dengan penuh cinta. Meskipun tak bisa lagi berada bersama mereka secara fisik, ia akan terus menjaga dan menguatkan mereka dari jauh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!