Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 30
Akhirnya drama panjang yang di buat oleh Revano dan Anastasia berakhir dengan rasa malu di wajah keduanya juga Danar. Merka semua tak bisa lagi menyalahkan Aruna saat semua bukti-bukti di perlihatkan. Danar bahkan merasa tak memiliki muka di depan mereka semua. Apalagi berita protes keras dari kedua anaknya tersebar luas di seluruh perusahaan. Mereka tak memiliki kemampuan tapi malah ingin mendapatkan jabatan tinggi. Sekarang persaingan di perusahaan Mahardika bahkan sangat ketat, karena aturan yang di buat oleh pemilik perusahaan baru.
"Hari yang melelahkan pastinya ya sayang!" Xavier mengusap dan mengecup kepala istrinya. Mereka saat ini dalam perjalanan pulang.
"Bukan lagi! Bahkan empat kali konsentrasi lku harus buyar gara-gara mereka bertiga bolak balik ke ruanganku untuk protes. Pantas aja Kakek Mahardika tak memberikan Om Danar kesempatan untuk memimpin perusahaan. Karena memang dia tak memiliki kemampuan sebagai pemimpin. Bahkan pekerjaannya banyak yang berantakan! Astaga, aku kira dia sudah berubah setelah aku memberikannya beberapa ilmu di markas. Tapi sepertinya semua itu hanya masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri!" kesal Aruna.
"Sepertinya Om Danar mengira jika kita tak tahu rencana busuk mereka adengan membawa kedua anaknya ke perusahaan Mahardika. Aku tak mengira kalau Om Danar memiliki hati dan pemikiran yang bu-suk seperti itu. Tak ingatkah dia saat kamu dengan lantang meminta Kakek Mahardika memberikan dia bagian saham di perusahaan walau seluruh aset lainnya menjadi milik kamu?" kesal Xavier.
Danar tidak tahu jika cctv di ruang Mahardika terhubung langsung ke Aruna. Bukan hanya cctv tapi dia juga menyimpan alat penyadap suara di beberapa tempat sehingga bisa mendengarkan percakapan apapun yang ada di rumah itu. Sebenarnya Aruna memang memiliki feeling yang entah kenapa merasa tak enak hati dan tak nyaman di rumah Mahardika. Sehingga dia memutuskan untuk mengganti cctv dan menyimpan alat perekam suara di ruang itu.
Ternyata semuanya berguna sekarang. Dia bisa mengetahui rencana bu-suk dari pria yang dia anggap seperti ayah sendiri. Sejujurnya Aruna semalam sangat kecewa kepada Danar. Karena Aruna sudah mengganggap dia seperti ayahnya sendiri. Karena semenjak kejadian itu, dia begitu baik, perhatian dan terlihat tulus menyayangi Aruna. Namun kenapa semenjak kembali bersama adegan keluarganya membuat Dana berubah kembali. Apakah ini sifat aslinya? Entahlah, Aruna sedang berusaha untuk mencari tahu.
Dia menarik napas dalam-dalam mencoba menenangkan perasananya yang masih sangat kecewa. Dulu dia berusaha keras mencari keberadaan Mila dan kedua anaknya. Agar pamannya bisa kembali berkumpul dengan keluarganya. Awalnya mereka terlihat sangat baik, apalagi di temukan dalam keadaan hidup sulit di pengasingan. Namun ternyata setelah mereka memutuskan untuk berobat di luar negri dengan alasan ingin menyembuhkan rasa trauma mereka.
Sifat aslinya mulai terlihat, dan setelah mengecek semua pengeluaran kartu milik Danar, ternyata mereka tak pernah melakukan pengobatan di rumah sakit manapun. Namun yang banyak pengeluaran selama beberapa bulan di rumah sakit adalah untuk ke beberapa tempat wisata, membeli barang-barang branded, perawatan dan juga makan malam di tempat yang mewah.
"Aku hanya berusaha untuk berbuat adil kepada mereka. Entah apa rasa sakit hati yang di derita pria tua itu Sampai dia merasa marah kepada anak lelakinya! Aku akan cari tahu kepada Pak Elan. Dia pasti tahu banyak tentang keluarga itu!" jawab Aruna.
"Jangan terlalu banyak lelah, sayang! Jangan sampai kamu sakit," ucap Xavier mencium punggung tangan istrinya berkali-kali. Aruna hanya mengangguk pelan.
Bagaimanapun perubahan sifat Danar membuatnya bertanya-tanya dan saat Danar mengelola perusahaan sepulang dari luar negri membuat dia geleng kepala. Banyak kesalahan dan kekacauan yang dia buat, belum lagi adanya banyak para korup di beberapa bagian tubuh Perusahaan. Sebelumnya dia sangat percaya jika perusahaan bisa baik-baik saja di pegang oleh Danar. Yang membuat dia sempat merasa aneh adalah Pak Elan yang lebih memilih mundur saat Aruna memilih Danar mengelola perusahaan.
Ternyata, inilah alasannya. Danar terlalu keras kepala dan ngotot dengan hal yang salah seperti kedua anaknya. Keduanya sama persis dengan ayahnya. Sekarang bahkan mereka berencana untuk mengambil semua milik Aruna. Memangnya Aruna akan diam saja? Tentu saja tidak, karena dia sudah berniat memberikan semua yang di berikan Mahardika padanya untuk Arkha setelah dia cukup untuk mengelola perusahaan. Karena dia sudah memiliki Runa'z, untuknya Runa'z sudah lebih dari cukup untuk dirinya. Apalagi sekarang ada Xavier. Dulu dia kesulitan uang untuk modal dan yang lainnya, sekarang bahkan dia bingung menggunakan semua uangnya untuk apa.
"Bagaiman bisa akhirnya kalian gagal mendapatkan jabatan di perusahaan kakek kalian sendiri? Bagaiman ini mas? Kenapa kamu malah diam saja saat keponakan kamu itu berbuat semena-mena kepada keluarga kita? Bahkan anak-anak kita tak di perbolehkan untuk ikut mengelola perusahaan dan menunjukkan kemampuan mereka! Licik, dia itu benar-benar wanita serakah!" emosi Mila saat mendengar jika kedua anaknya gagal mendapatkan jabatan yang sudah mereka rencanakan.
"Bukan tak di perbolehkan, melainkan mereka tak lolos seleksi dalam perekrutan karyawan. Bahkan Anastasia sama sekali tak lolos untuk menjadi staff administrasi saja! Aruna sedang merombak semua lini di perusahaan. Karena maraknya korupsi yang di lakukan. Bahkan sampai merugikan perusahaan belasan miliar! Aku bukan tak mengusahakan, tapi semua sistem sedang di ubah dan mereka berdua tak memiliki kemampuan apapaun, bahkan mereka juga tak memiliki pengalaman kerja! Salah kamu juga dulu selalu melarang saat aku meminta mereka masuk ke dalam perushaan. Kamu bahkan mengatakan, biarkan mereka menikmati masa muda jangan di Bebani pekerjaan! Dan akhirnya? Mereka bahkan tak tahu apa-apa!"
"Aku bahkan sangat malu saat melihat hasil tes mereka yang asal-asalan! Lalu aku harus memaksa meminta jabatan dengan kemampuan mereka seperti itu, Mila?"
"Apa? Jadi sekarang kamu nyalahin aku karena meminta anak-anak dulu tak ikut terjun dulu ke perusahaan? Aku melakukan hal itu karena tak ingin membuat masa muda mereka tertekan dengan pekerjaan! Lagi pula ada kamu dan keluargamu yang memiliki segalanya, untuk apa mereka harus di paksa lagi bekerja?" emosi Mila.
"Itulah salahnya pemikiran kamu, sehingga di perusahaan dan di rumah ini dulu bahkan di kuasai keluarga Wanda dan juga Om Arman. Padahal aku berulang kali berbicara dan mengingatkan kamu Mila!"
"Kenapa sekarang kamu menyalahkan aku? Maksud kamus emua yang terjadi dalam hidup kita ini adalah salahku? Karena aku kamu jadi di masukkan ke rumah sakit jiwa? Karena aku juga membuat kami hidup dalam pengasingan seperti gembel tanpa uang sepeserpun dari si Sandy? Apa kamu tahu betama susahnya hidup kamu di sana! Untuk makan sehari-hari saja kami susah! sedangkan kamu di rumah sakit jiwa setidaknya bisa makan, tidur dengan enak dan tak perlu memikirkan apapun!" teriak Mila membuat Danar merasa bersalah kepada anak dan istrinya.
Dia tak mengira kalau Sandy melanggar janjinya. Pria itu mengatakan akan memberitakan jatah bulanan untuk keluarganya, namun dia melanggar janjinya dan membuat keluarganya hidup dalam kesusahan lebih dari dua tahun.
"Maaf sayang ... Maafkan aku! Aku akan mencari cara lagi agar Revano dan Anastasia bisa masuk ke perusahaan," ujar Danar memeluk istrinya yang sedang menangis tergugu.
"Kamu selalu ingkar janji mas! Aku tak mau mendengar janjimu tapi buktikan!" jawab Mila.
Danar hanya bisa menganggukkan kepalanya. Perasaan bersalah lebih besar dia rasakan saat ini kepada istri dan kedua anaknya. Sehingga dia memberikan apapun yang mereka inginkan tanpa pikir panjang. Semua itu dia lakukan untuk menebus rasa bersalahnya selama dua tahun lebih terlantar. Rupanya Danar tak tahu kalau Sandy menepati janjinya selama Danar berada di dalam rumah sakit jiwa. istri dan kedua anaknya berhasil membohongi Danar.
hidup apa ada nya tp tenang n nyaman, tanpa tekanan ,,, semangat rexa
babang Xavier kau dmn, bantai habis tuh anggara family, krn mrk udh berani menghina menantu hananta
Xavier kasian rexa, d bantu ya