NovelToon NovelToon
OVERTHINKING

OVERTHINKING

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Selingkuh / Janda
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

SEKUEL DARI CINTA LAMA BELUM KELAR

Dalam kisah ini didominasi perjalanan cinta antara Sasa dan Sakti, restu orang tua dari Sakti yang belum juga turun, meski pernikahan mereka sudah berjalan kurang lebih 5 tahun, bahkan kedua anak Iswa sudah sekolah, namun hubungan mertua dan menantu ini tak kunjung membaik.

Kedekatan Sakti dan kedua anak mendiang adiknya, Kaisar, Queena dan Athar membuat Sasa overthinking dan menuduh Sakti ada fair dengan Iswa. Setiap hari mereka selalu bertengkar, dan tuduhan selingkuh membuat Sakti capek.

Keduanya memutuskan untuk konsultasi pernikahan pada seorang psikolog yakni teman SMA Sakti, Mutiara,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAKIN PARAH

Sasa sadar setelah hampir dua jam pingsan, mama sudah berada di sampingnya. Begitu ia bergerak, mama Sasa langsung memencet tombol perawat. Segera saja perawat datang dan memeriksa kondisi vital Sasa.

"Nak," panggil mama lembut, namun sayang Sasa malah menangis histeris.

"Pergi, pergi, aku benci mama, aku benci perempuan perusak rumah tangga orang, aku gak mau menjadi anak pelakor, pergi!" teriak Sasa hingga perawat meminta mama Sasa keluar dulu, setelah pintu tertutup barulah Sasa terdiam dan kembali menangis. Dia bisa merasakan sakitnya dikhianati sang suami. Sasa pernah mengalami, meski Sakti hanya sebatas memendam rasa pada Iswa, itu sudah sakit apalagi sampai melihat dengan mata kepala sendiri hubungan intim dengan perempuan lain. Sungguh, Sasa tak memaafkan perbuatan sang mama.

"Sa!" panggil seseorang, dan Sasa sangat hafal dengan suara itu, ternyata sang perawat mengangkat ponsel Sasa yang telah dihubungi oleh dokter Fandy.

Saat memberi tahu kondisi Sasa, petugas medis di rumah sakit ini mengikuti instruksi dokter Fandy sebagai dokter jiwa yang menangani Sasa. Begitu Sasa sadar si perawat menghubungi dokter Fandy.

"Dokter," rengek Sasa tak bisa membendung perasaannya, dia menangis sesenggukan, dia merasa menjadi korban suami menyukai perempuan lain, malah sang mama menjadi pelaku, sungguh Sasa tak bisa menerima kenyataan ini.

Dokter Fandy mendengarkan saja suara tangisan Sasa, hampir 15 menit menangis, akhirnya dokter Fandy memberi nasehat kalau merasa emosi kamu tidak stabil, silahkan balik ke kota. Kembali berobat dengan semestinya. Rencana untuk tinggal di desa dipending dulu, yang penting kesehatan Sasa yang utama.

"Mama gak setuju kalau kamu balik ke kota, kamu nanti akan menjadi gila," ucap mama Sasa yang dipersilahkan masuk oleh perawat karena Sasa yang mengizinkan.

"Setuju tidak setuju, Sasa lebih memilih menyehatkan mental Sasa dulu, Ma."

"Kamu mau berobat lagi dengan biaya yang mahal? Uangmu cukup?" tantang mama seolah uang Sasa habis, beliau tak tahu saja kalau Sakti masih memberi uang jajan tiap bulan, meski tak sebesar transferan saat menjadi istri. Sasa akan menggunakan uang itu untuk berobat.

"Mama peduli uangku atau aku sih, Ma. Aku masih sakit, Ma. Penyakitku makin parah saat mama datang. Aku melihat orang yang aku sayang malah menjadi pelaku selingkuh, aku gak terima, Ma. Aku sakit karena terlalu overthinking pada Sakti, aku gak mau, Ma, kalau harus memikirkan kelakuan mama."

"Kamu bali ke kota, Mama ikut!"

"Boleh, karena aku memilih tinggal di rumah sakit jiwa!"

"Sasa kamu gila, kamu kenapa harus memilih tinggal di sana, pikirkan lagi Sa!"

"Apa aku harus tinggal bersama mama? sebenarnya mama pernah gak sekali saja memikirkan kebahagiaanku. Mama tahu apa yang aku butuhkan sekarang? Enggak kan, yang mama pikir hanya aku punya uang berapa untuk menanggung hidup mama!"

"Kurang ajar kamu, ya! Mau jadi anak durhaka!"

"Sasa sejak kecil sudah mama buang, remaja mama mulai mama lirik, begitu Sasa bisa kerja mama makin lupa dengan Sasa. Terus sekarang Sasa harus menanggung hidup mama, padahal Sasa juga lagi sakit. Sumpah, Ma. Sasa mau sembuh!" ucap Sasa sembari menangis, dia tak punya niatan memojokkan mama, tapi sikap mama yang keterlaluan, tak menomor satukan kesehatan Sasa malah takut kekurangan uang.

"Dengarkan Mama, mama yang melahirkan kamu, mama tahu kamu hanya shock melihat tingkah mama, dan mama janji tidak akan mengulangi lagi!"

Sasa tertawa miris, "Janji? Sedangkan orang yang berselingkuh tidak pernah akan sembuh kecuali karena dua hal, mati atau kena penyakit," jawab Sasa tak kalah berani. Sang mama langsung marah, kok berani-beraninya Sasa mengatai seperti itu.

Sang mama langsung menjambak rambut Sasa tak peduli sang anak baru saja stabil, "Ngomong apa kamu? kamu mendoakan mama mati atau kena penyakit? Pantas kamu gila, omongan kamu ngelantur," makin keras saja mama Sasa menjambak Sasa, meski sang putri terus berteriak sakit, Ma. Hingga ia berteriak memanggil perawat.

"Kamu anak tak tahu diri, hidupmu gak berguna. Sudah gila, durhaka lagi," ucap mama Sasa tak memikirkan perasaan sang putri.

Sasa menunduk, menutup telinganya rapat, badannya mulai gemetar dan cemas, sang perawat meminta mama Sasa keluar, namun beliau tak semudah itu menuruti perintah perawat. Mama Sasa terlalu takut gak bisa hidup, makanya dia berusaha memojokkan Sasa agar tetap mau hidup bersamanya.

"Menyesal mama melahirkan kamu, jadi anak gak ada gunanya sama sekali, gila, pelit, pantas diceraikan suami mapan kayak Sakti," makin tajam saja mama Sasa memojokkan perempuan itu.

Entah kekuatan dari mana, Sasa melihat garpu bekas sarapan, badan gemetarnya segera berdiri, dan perawat melihat gerak-geriknya gak mengira akan mengambil garpu itu.

"Bu Sasa, jangan!" ucap perawat ketakutan, sang perawat yang sejak tadi memegang lengan mama Sasa agar tidak menjambak Sasa lagi berniat menghentikan langkah Sasa. Perempuan itu sudah menghunuskan garpu ke arah perawat dan mama secara bergantian.

"Gila kamu, Sa!" masih saja sang mama menghina sang putri meski garpu sudah siap menyentuh kulit sang mama, beruntung perawat merebut garpu itu dan Sasa berdiri dengan tangan gemetar. Mama Sasa langsung ke luar kamar, menuruti saran perawat daripada mati konyol di tangan sang putri.

"Bu Sasa, mari saya bantu!" ujar perawat, tubuh kaku Sasa digiring ke ranjang, dan perawat memberikan minum pada Sasa.

"Sus, saya juga gak mau gila. Saya mau sembuh, saya boleh kan jauh dari mama saya?" tanya Sasa dengan sendu.

"Boleh, Bu Sasa. Bu Sasa boleh menomor satukan kepentingan Bu Sasa untuk sembuh, patuhi saran dokter Fandy, sebentar lagi pihak rumah sakit akan mengantar Bu Sasa ke rumah sakit sana," ujar si perawat baik hati. Sasa mengangguk dan mengusap air matanya.

Setelah beberapa hari hidup dengan sang mama sepertinya Sasa lebih memilih hidup sendiri saja. Belum apa-apa sudah punya kasus perselingkuhan, entah kasus apa lagi yang akan beliau buat nanti, Sasa tak mau makin stress. Biarlah dia dianggap anak durhaka. Bukannya selama ini ia dibiarkan hidup sendiri juga.

Setelah keperluan di rumah sakit beres, Sasa minta diantar ke kontrakannya, hendak mengambil barang-barangnya. Sang mama tidak ada di rumah, biarlah. Motor yang bisa di rumah sana dibiarkan nanti dititipkan ke tetangga saja, kunci akan dititipkan ke pemilik kontrakan. Sasa hanya mengambil berkas penting saja, dan baju. Ia akan kembali ke kota, tak keberatan kehilangan uang yang tak sedikit demi renovasi rumah.

"Mari, Bu!" ucap sang perawat yang bertugas mendampingi Sasa hingga bertemu dokter Fandy. Pemilik kontrakan tentu saja menangis saat Sasa pamit, tak menyangka kalau mama Sasa membuat ulah sehingga Sasa tak mau hidup bersama sang mama lagi.

"Baik-baik di sana, sehat selalu," ucap pemilik kontrakan, orang lain saja masih mendoakan Sasa sehat. Ah memang kadang keluarga yang tak sedarah bisa setulus itu menyayangi Sasa.

1
Oktavia Zuriko
semangat bang sak meluluhkan hati adek iparmu🤭 si ellin emng mulutnya minta ditampol🤣
Oktavia Zuriko: betul kak si ellin tukang kompornya😄
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
perlu sholat malam pak sakti🤭
Lel: boleh2
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ads yg perlu d tabok nih🤭
Lel: memang perlu ditabok si elin
total 1 replies
Septyana Kartika
Ayo Pepet terus bang Sak....
eh kok g enak y manggil nya
Lel: enaknya dipanggil apa dong
total 1 replies
Ray Aza
aigoooo... udah dipasrahin tuh wa. 😍
Ray Aza: ga lah. masa iya kebahagian sakti n iswa tergantung sasa? sdh diksh kesempatah 5 th bknnya memperbaiki diri mlh menggila. sdh saatnya sakti n iswa bahagia. anggap aja 5th kmrn hukuman sakti krn kualat sm ortu
total 2 replies
Ray Aza
kawin kawin kawinnn..! eh salah, nikah ding. 😅😅😅
Ray Aza: biarin aja, sdh bkn tgjwb sakti. msh untujng dibiayain sampe sembuh, msh diksh pekerjaan jg. ga fair bgt krn sasa hidup sakti jd tergadai
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
iya wa terima aja y..tuh udah dapet ijin dari ayang kai🤭
Lel: galau tapi
total 1 replies
Ovha Selvia
Jadi wajar sih sasa overtinking sama sakti dan iswa.. Lihat aja, bagaimana perhatiannya sakti ke iswa.. Apalagi sakti memang mendam perasaan ke iswa.. Semoga sasa cpt sembuh dan jadi pribadi yg lebih baik lagi. Dan move on dari sakti ya sa, semoga kamu juga dpt jodoh yg terbaik.
Lel: aamiin
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
please thor sama sakti aja biar mm pp bhgia
Lel: enaknya gimana ya
total 1 replies
Septyana Kartika
Kan ada mas Duda ,Wa
Lel: hwkwkkw senangnya pendukung sakti
total 1 replies
Heni Fitoria
dah nikah aja sama sakti, wa. lagian kaisar udh ksh lampu hijau....
Lel: hwkwkkw senangnya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
dbikin sikone pas mama papa lagi g ada jd sakti bs menolong iswa🤭 pertama ny y bs nyentuh iswa pun krn darurat..dl pas ngajak kencan iswa buat bkn cemburu kai kyne g d kntk fisik
Lel: iya cuma jalan sama makan es krim
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
org g bener ky mma e sada g dpt musibah apa2 nih. nah itu loh orgtua mcm apa gt yg pnya prinsip memanfaatkan anak merasa itu hak nya dan kwjbn anak membenarkan memaklumi perbuatan orgtuanya..yg pntg dr sndiri seneng duit banyak bhkn g peduli skalipun ibarat kata ngerampok anak sndiri, mau anak mskn kelaparan dsb g pdli yg pntg dia byk duit
Lel: tunggu berita mengejutkan lainnya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jebul penak dadi konco timbang bojo ya🤭
Lel: betul
total 1 replies
Nita Yusnia
mulai dah... sasa tuh dgn laki laki mana pun pasti nethink trus otaknya... dr Fandy yg bkn siapa siapa dia z di cemburuin... siapa jg yg tahan & mau sama kamu Sa klo udh tau karakter otak kamu
Lel: dulu waktu muda juga sering gonta ganti pacar juga sblm sama Sakti
total 1 replies
Ray Aza
serah kamu aja deh sa
Lel: masih keras kepala
total 1 replies
Septyana Kartika
mbk Micin terjebak antara kata Bakti dan kesehatan mentalnya...Melu aku ae mbk
Septyana Kartika: mancing
total 2 replies
Masha 235
error mamanya Sasa ni
Masha 235: ho oh ..bukanya minta maaf, ini malah ..
total 2 replies
Septyana Kartika
Hmmm mungkin mamanya mbk Micin ,sesekali perlu d ajak k pengajian nya Mama Dedeh
Lel: mari buk
total 1 replies
Ovha Selvia
Tinggalkan aja mamamu yg sampah itu sa.. Jgn mau diperbudak lagi, bukannya dia tak pernah benar2 merawatmu? Bahkan tak pernah tulus menyayangimu..
Lel: enaknya kayak gitu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!