NovelToon NovelToon
Penantian Sheilla

Penantian Sheilla

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: chocolate_coffee

Tujuh tahun Sheilla mencintai Ardhito dalam diam, sejak masa SMA yang polos hingga dewasa. Namun di tahun kedelapan, takdir justru memberinya luka. Akibat jebakan salah sasaran di sebuah kamar hotel yang dirancang teman-teman Ardhito, keduanya terpaksa menikah demi menutupi skandal.

Pernikahan yang Sheilla dambakan berubah menjadi neraka. Ardhito yang merasa dijebak melampiaskan amarahnya melalui pengabaian dingin dan kekerasan fisik (KDRT). Di tengah sisa-sisa cintanya yang hancur, Sheilla harus memilih: terus bertahan sebagai martir cinta yang tak terbalas, atau mengumpulkan keberanian untuk pergi dan menyembuhkan dirinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chocolate_coffee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan di Bawah Langit Montreal dan Bayangan yang Mencoba Kembali

Montreal pagi ini terasa lebih cerah dari biasanya. Sisa-sisa rindu yang menyesakkan dada Sheilla selama dua minggu terakhir seolah mulai terangkat bersama kabut tipis di atas Sungai Saint Lawrence. Sheilla sedang sibuk menata stok bunga mawar Ranunculus yang baru datang di studionya ketika lonceng pintu berdenting pelan.

"May, tolong bantu angkat kardus yang di depan ya," seru Sheilla tanpa menoleh, tangannya masih sibuk dengan gunting bunga.

"Kardusnya berat, Sheil. Kayaknya butuh tenaga ekstra buat angkatnya."

Suara itu.

Sheilla mematung. Suara berat, hangat, dan sedikit serak yang sudah dia hafal di luar kepala itu bukan suara Maya. Dia perlahan memutar tubuhnya, dan di sana, berdiri Ardhito. Pria itu tampak sedikit lebih kurus, tapi matanya berbinar sehat. Dia mengenakan trench coat cokelat gelap, dan di tangannya, dia tidak membawa dokumen perusahaan melainkan sebuah kotak beludru kecil dan seikat bunga Lily of the Valley, bunga yang melambangkan kembalinya kebahagiaan.

"Dhito?" bisik Sheilla, matanya mulai berkaca-kaca. "Kamu... bukannya jadwal terbangnya lusa?"

Ardhito melangkah mendekat, mengabaikan jarak yang selama ini memisahkan mereka. Dia meletakkan bunganya di meja, lalu menggenggam tangan Sheilla. "Aku nggak bisa nunggu lusa. Jakarta kerasa kayak penjara tanpa kamu. Aku selesaikan semua urusan kantor dalam waktu singkat cuma buat balik ke sini. Ke kamu."

--

Ardhito berlutut di depan Sheilla, di tengah-tengah studio bunga yang harum. Maya, yang ternyata sudah bekerja sama dengan Ardhito, berdiri di pojokan sambil menutup mulutnya karena haru.

"Sheil," suara Ardhito dalam dan mantap. "Dulu aku pernah kasih kamu cincin karena aku merasa memiliki kamu sebagai barang. Aku pernah ikat kamu karena aku takut kehilangan kendali. Tapi hari ini, aku datang sebagai laki-laki yang sudah hancur dan dibangun lagi oleh cinta kamu."

Dia membuka kotak beludru itu. Sebuah cincin dengan desain minimalis namun elegan, dengan permata sapphire biru yang tenang warna yang sama dengan langit Montreal hari itu.

"Aku nggak mau cuma jadi pacar kamu. Aku mau jadi orang yang kamu lihat setiap pagi sampai aku nggak bisa bangun lagi. Sheilla, maukah kamu benar-benar memulai hidup baru bersamaku? Menikahlah denganku, kali ini tanpa paksaan, tanpa kontrak, cuma ada aku dan kamu."

Sheilla merasa jantungnya mau copot. Air matanya jatuh, bukan karena sedih, tapi karena dia merasa perjuangan mereka selama ini akhirnya sampai di titik yang benar. Dia menarik Ardhito untuk berdiri, lalu memeluknya erat.

"Yes, Dhito. Aku mau," bisik Sheilla di telinganya.

Hari itu, studio bunga mereka penuh dengan tawa. Ardhito beneran membuktikan janjinya. Dia nggak cuma balik, tapi dia juga membawa akta kepemilikan sebuah rumah kecil di pinggiran Montreal yang sudah dia beli atas nama Sheilla. "Ini rumah kita. Tempat kamu bisa nanem bunga apa aja tanpa takut ada yang ngelarang," kata Ardhito bangga.

--

Kebahagiaan mereka berlangsung damai selama beberapa minggu. Ardhito benar-benar jadi sosok pria idaman. Dia bangun pagi, bikin kopi, bantu Sheilla di toko (meski masih sering salah potong batang), dan malamnya mereka masak bareng. Chemistry mereka semakin dalam, lebih dewasa, dan penuh rasa saling menghargai.

Namun, ketenangan itu terusik ketika suatu sore, seorang wanita cantik dengan gaya sosialita Jakarta tiba-tiba muncul di depan studio. Namanya Clarissa. Dia adalah mantan kekasih Ardhito dari masa "gelap"-nya dulu sosok yang dulu pernah terlibat dalam beberapa skandal bisnis dan asmara bersama Ardhito sebelum Ardhito menikahi Sheilla.

"Ardhito, darling! Nggak nyangka ya ketemu kamu di tempat... mungil begini," suara Clarissa melengking, matanya menatap sinis ke arah Sheilla yang sedang merangkai bunga.

Ardhito yang sedang memindahkan pot besar langsung menegang. Dia meletakkan pot itu, wajahnya berubah dingin sekejap. Dia berjalan menghampiri Clarissa, tapi posisinya sengaja berdiri di depan Sheilla, seolah menjadi perisai.

"Mau apa kamu di sini, Clarissa?" tanya Ardhito datar. Suaranya nggak punya nada hangat sedikit pun. Dingin banget.

"Aku dengar kamu jatuh miskin dan tinggal di Canada buat jadi tukang kebun? Aduh, Dhito, ayolah. Papa aku masih butuh partner buat proyek di Singapore. Kamu balik aja sama aku, kita mulai lagi hidup kita yang dulu. Kamu nggak pantes di sini, sama... perempuan ini," Clarissa melirik Sheilla dengan tatapan meremehkan.

--

Sheilla merasakan hatinya sedikit bergetar. Dia tahu siapa Clarissa. Dia tahu Ardhito dulu sangat liar bersama wanita ini. Ada rasa takut yang mulai menyelinap: Apakah Ardhito rindu kemewahan itu? Apakah dia bosan hidup sederhana di sini?

Tapi Ardhito nggak kasih celah sedikit pun. Dia bahkan nggak menatap wajah Clarissa lama-laki.

"Dengar ya, Clarissa," Ardhito bicara dengan nada rendah yang sangat tegas. "Hidupku yang dulu itu sampah. Dan kamu adalah bagian dari sampah itu. Kalau kamu datang ke sini cuma buat pamer atau ngajak aku balik ke lubang kotor itu, mending kamu pergi sekarang sebelum aku panggil polisi."

"Dhito! Kamu tega? Aku jauh-jauh dari Jakarta "

"Aku nggak minta kamu datang," potong Ardhito cepat. "Tempatku di sini. Sama calon istriku. Perempuan yang kamu hina ini adalah orang yang nyelamatin nyawaku pas aku sekarat. Jadi, kalau kamu berani hina dia lagi, aku nggak akan segan-segan pakai cara lama aku buat bikin kamu nggak bisa balik ke Jakarta dengan tenang."

Clarissa kaget. Dia nggak pernah lihat Ardhito se-acuh ini pada wanita cantik. Biasanya, Ardhito gampang tergoda atau setidaknya meladeni rayuan. Tapi Ardhito yang sekarang benar-benar "dingin" dan mati rasa terhadap masa lalu.

--

Setelah Clarissa pergi dengan perasaan dongkol, suasana studio jadi agak canggung. Ardhito mendekati Sheilla yang terdiam mematung. Dia tahu Sheilla sedang berpikir macam-macam.

Malamnya, saat mereka jalan kaki pulang, Ardhito menggandeng tangan Sheilla erat-erat. Dia nggak mau ada rahasia lagi.

"Sheil," panggil Ardhito pelan. "Soal Clarissa tadi... aku minta maaf kamu harus dengar kata-kata dia."

Sheilla menatap Ardhito. "Kamu nggak kangen, Dhito? Hidup mewah, dipuja banyak orang, bisnis di mana-mana? Di sini kamu cuma bantuin aku angkat pot, tangan kamu kotor karena tanah."

Ardhito berhenti berjalan. Dia memutar tubuh Sheilla menghadapnya di bawah lampu jalan yang kekuningan.

"Sheil, lihat aku," kata Ardhito lembut. "Masa lalu itu kayak kabut buat aku sekarang. Gelap dan nggak jelas. Clarissa itu bagian dari masa di mana aku nggak tahu cara jadi manusia. Uang dan kekuasaan dulu emang bikin aku ngerasa jadi raja, tapi aku kesepian setengah mati."

Ardhito mengusap pipi Sheilla. "Di sini, biarpun tangan aku kotor karena tanah, tapi hati aku bersih, Sheil. Aku punya kamu. Aku punya tujuan hidup. Aku lebih milih hidup susah di Montreal sama kamu daripada jadi raja di Jakarta tapi nggak punya kamu. Percaya sama aku, nggak ada satu pun dari masa lalu aku yang bisa narik aku balik. Karena aku sudah nemu 'rumah' aku."

--

Sheilla menatap mata Ardhito. Dia nggak melihat keraguan di sana. Dia melihat perjuangan Ardhito selama di rumah sakit, bagaimana Ardhito membuang egonya buat belajar bisnis dari nol, dan bagaimana Ardhito selalu menomorsatukan perasaannya sekarang.

Logika narasi hidup Sheilla kini sudah matang. Dia tahu manusia bisa berubah kalau mereka bener-bener mau, dan Ardhito sudah membuktikannya bukan cuma dengan kata-kata, tapi dengan darah dan keringatnya selama di Canada.

"Aku percaya, Dhito," jawab Sheilla akhirnya, sambil menyandarkan kepalanya di dada Ardhito. "Aku cuma kaget aja tadi. Tapi denger kamu se-dingin itu sama dia... aku ngerasa aman."

Ardhito mengecup puncak kepala Sheilla. "Dia nggak akan berani ganggu lagi. Aku sudah bilang ke Rio buat blokir semua akses dia ke lingkungan kita. Fokus kita sekarang cuma satu: pernikahan kita bulan depan dan gimana caranya bikin bunga Peony kamu mekar sempurna buat dekorasi nanti."

Mereka tertawa kecil, melangkah pulang di tengah dinginnya malam Montreal dengan hati yang hangat. Masa lalu mungkin mencoba mengetuk pintu, tapi Ardhito sudah menguncinya rapat-rapat dan membuang kuncinya ke dasar sungai. Masa depan mereka, yang penuh dengan warna-warni bunga dan cinta yang sehat, kini terbentang luas di depan mata.

To Be Continue....

-- Hallo terimakasih sudah selalu memberikan support kepada Author, Sehat selalu untuk kalian semua ya. Dukung selalu Author setiap harinya, dan jangan lupa komen selalu agar author makin semangat buat uploadnya hihi --

1
falea sezi
uda end kah
Alif
smoga saja kamu menderita dhito
Siti Chadijah Siregar
sangat mengena sekali bahasanya hatiku tersentuh
Rubiyata Gimba
baru kau tahu
Rubiyata Gimba
sedarlah jangan makan hati sendiri, jangan terlalu mengharap pada orang yang tidak pernah memandang mu
Rubiyata Gimba
siapa suruh nenyintai orang yang tidak mencintainya
Rubiyata Gimba
sialan punya teman2
Lilla Ummaya
Lanjut thor.. ini asa kelanjutannya atau engga
Maira
tolong cpt update nya kakk
Maira
seruuu banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!