NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:799
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hah huh hah huh

Untuk saat ini Najwa tinggal di apartemen Laluna entah sampai kapan, dia enggan bertemu dengan calon mantan suaminya itu, dia jengah jika bertemu dengannya, emosinya pasti akan menguap, jadi untuk menghindari luka batin serta kesehatan mentalnya dia mengalah untuk sementara, lebih baik menghindar daripada mengumbar emosi!

Sore hari setelah Luna dan Najwa pulang kerja, mereka janjian di tempat makan langganannya, daripada masak lebih simple makan malam di luar saja, selebihnya mereka bisa beristirahat dan nge Drakor bersama sama, itu yang ada di benak mereka, dan merekapun makan malam di hari yang masih sore, jam empat sore, pikiranya jika nanti lapar lagi bisa makan buah atau rebus mie, simple kan?

Makan malam hari ini cukup sederhana, nasi Padang supaya cepat selesai, dua wanita satu gadis dan satu calon janda itu sudah tak sabar sampai dirumah untuk menikmati lanjutan drama Korea yang belum sempat di lihatnya sampai tamat kemarin.

Setelah selesai makan keduanya menuju parkiran,mereka hanya bawa mobil satu karena Najwa tadi jemput Luna di tempatnya bekerja, motor Luna dibawa Dandy untuk menemui Laila di kampusnya, entah ada urusan apa Luna pun tak menanyakan.

"Kamu yang nyetir, aku cape mau tidur sebentar". Kata Najwa sambil melemparkan kunci mobilnya, dan Luna dengan sigap menerimanya.

"Baik ndoro ayu" jawab Luna.

"Apa itu ndoro ayu?" tanya Najwa yang memang bukan keturunan Jawa, apalagi faham tentang istilah kosa kata Jawa.

"Ndoro Ayu itu bahasa Jawa yang artinya tuan putri". Jawab Luna yang di balas dengan jawaban balik dari Najwa dengan kata "O".

mereka pun meluncur berdua untuk pulang ke apartemen Luna, mata elang Luna melihat seperti ada bayangan menyelinap, Luna siaga tapi tak gentar sama sekali takut Najwa terkejut.

Tiga orang mengikutinya dengan mobil Range Rover, Luna tahu persis dengan mata jelinya dia menghitung jumlah penumpang dari mobil yang mengikutinya itu, dua perempuan memakai kemeja kotak² merah dan masker serta topi Koboy, sementara si sopir lelaki tak memakai masker, tapi memakai eye patch terlihat mungkin matanya picek atau entah buat gaya gaya an Luna belum tahu jawabannya.

"Jaman gini masih make baju kotak-kotak, emang Jokowi mau blusukan, udah ganti presiden woe meski masih dalam kebijakan yang sulit di fahami". Gumam Luna, Najwa menoleh kearah wanita yang sudah dianggapnya sebagai adik itu, dokter Najwa adalah juga dokter pribadi Luna selama ini, mengobati dan menyembuhkan ketika Luna habis bertarung jika itu ada yang luka.

"Ada apa Lun?" tanya dokter Najwa mulai curiga

"Ah enggak kayaknya kita gagal menamatkan Drakor kita malam ini". Jawab enteng Luna.

Dokter Najwa mengambil nafas dalam dan panjang, ada saja tadi pagi sudah di labrak dan tuduh yang enggak enggak sama si Kemal, kini harus menghadapi masalah lagi.

Kamu tenang, kita ikuti saja apa maunya, nanti kalau mereka berhasil mencegat kita, kamu tetap di dalam mobil dan kunci pintunya". Perintah Luna.

Najwa hanya mengangguk, sebenarnya sebagai seorang yang suka balapan, Luna bisa saja menghindar dari penguntit itu, tapi Luna adalah gadis yang mempunyai sifat sangat penasaran, penasaran siapa penguntitnya dan apa tujuannya, jika di hindari mereka tetap akan mencari dan membuat rusuh malah masalahnya tak akan cepat selesai.

Luna melajukan mobil Najwa dengan kecepatan sedang, mobil Range Rover itu berjalan ugal ugalan seperti seorang pemilik jalan, Laluna hanya menggelengkan kepala melihat kearoganan sopir mobil tersebut, tiba di suatu daerah sepi di jalan yang lurus jauh dari pemukiman penduduk karena di kanan dan kirinya adalah gudang dari pabrik² besar di ibukota, Range Rover berhasil menyalip Luna dan menghadangnya, di lihat nya dengan jelas setelah dua wanita di hadapannya membuka topi dan maskernya, meski kaca mata hitam masih bertengger di ujung hidungnya, mata jeli Laluna mengenali keduanya.

"Jadi kalian yang menguntit ku, dan kalian saling kenal, pantas saja sama sama pecundang, karena temanmu adalah cerminan siapa dirimu". Ejek Laluna sambil mencibir.

"Kurang ajar, sombong kamu pelakor saja sombongnya selangit, aku sangat yakin kamu tak mampu cari cowok kalau tak merebut cowok orang". Ucap wanita yang bernama Alina dan dia adalah sahabat karib dari Salwa itu, jadi Alina dan Salwa bestian, lalu siapa lelaki yang memakai eye patch lateks berwarna hitam itu, Laluna jadi ingat penjahat di film pirate of the carribean, lelaki dengan mata almond berkulit putih hidung mancung dan rambut keriting ikal di kuncir itu memang tampan, tapi tampan kok jadi penjahat? Jaman sekarang bahkan yang kelihatannya seperti malaikat saja bisa jadi iblis laknat.

"Ya kami adalah besti dan kamu juga punya masalah dengan lelaki di sampingku ini, dia adalah Gibran cowokku yang telah kamu lempar pisau hingga kehilangan sebelah matanya" kata Alina berang karena kadar ketampanan cowoknya saat ini berkurang sekian persen.

"Idih bukan salah gua juga kali, emang orang di serang nggak boleh balik nyerang, sudah salah menuduh lagi dasar sekumpulan pecundang!, dan dari tadi lu ngomong pelokar pelakor emang siapa yang pelakor? Itu asumsi kalian sendiri pastinya". Jengah sekali Luna dari tadi di tuduh pelakor.

"Sudah Lin, serang saja dan bunuh dia aku yang bertanggung jawab, muak sekali aku melihat kesombongan wanita ini, apalagi kemarin sempat meludahi mukaku, jijik banget tahu, sampai aku perawatan hampir habis seratus juta ". Salwa yang emosinya meluap ke ubun ubun, bergidik jijik ketika kemarin Luna sempat meludahi mukanya, Laluna tertawa terbahak bahak.

"Padahal ludahku harum dan sehat bisa membuat muka kamu tambah glowing, ha ha ha". Gelak Luna yang merasa ucapan Salwa itu lucu tapi lebai, hanya karena di ludahi sampai perawatan habis hampir seratus juta? Bukankah itu lebai.

Tanpa banyak bicara, si lelaki bernama Gibran langsung mengeluarkan senjatanya hendak menyerang Luna, Luna yang waspada dan sudah menduga karena dari tadi si Gibran mengintai gerak gerik Luna mencari kelemahannya, Luna menghindar Gibran menyerang dengan pisau nya, rupanya laki laki kekasih Alina ini specialist petarung dengan senjata pisau.

setelah beberapa kali serangan si Gibran belum juga berhasil melukai Luna, dan ketika Luna dapat kesempatan untuk membalas si Gibran, Luna melakukan sleding, mengenai kedua kaki Gibran dan Gibran terjatuh sambil memegangi kedua tulang keringnya.

"Hanya segitu kemampuan bos preman, ayo maju kalau kamu masih berani". Tantang Luna, dan jawaban dari laki laki itu sungguh di luar nalar membuat Luna melongo tak percaya, "hah huh hah huh" jawab laki laki tampan itu sambil memegangi kakinya dan menggerakkan kan tangan seperti memakai bahasa isyarat.

Luna yang tak bisa menahan diri ngakak bukan kepalang membuat dua wanita di sebelahnya makin murka.

"Apanya yang lucu". Gertak Salwa, dan tanpa di sadari Alina yang licik itu diam diam membawa pistol dan mengarahkan ke arah punggung Laluna, tentu saja jika dia berada di depannya maka dengan mudah Laluna akan berkelit, ketika pelatuk itu akan di tarik dan "dooor". Bukannya punggung Luna yang terluka tapi tangan Alina yang tertembak, pistol Alina terlepas kemudian dia memegangi tangannya yang terkena peluru dengan darah yang mengucur deras.

@@&@@

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!