Lin Yexue adalah pembunuh terbaik dari zaman modern, karena di khianati oleh wakil pimpinan organisasi dia tewas dan bereinkarnasi ke tubuh seorang gadis yang dipaksa menyamar menjadi pria . Akibatnya dia terkenal sebagai Tuan Muda ke Enam yang Gay karena kegemarannya mengejar pria-pria tampan.
Sayang sekali pria yang dikejarnya malah memukulinya hingga tewas. Ia meminta Lin Yexue dari zaman modern menggantikannya membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widisiera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 28
Berhari - hari telah dilalui Lin Yexue dibantu Pi Hou dan Xuan Tong mencari inti formasi. Saat lapar dan haus Lin Yexue akan memasak di dalam Mutiara Jiwa. Awalnya saat mengantuk Lin Yexue ingin tidur saja di hutan tapi Xuan Tong mengingatkannya bahwa seseorang lebih lemah saat tidur . Dan jika ia kembali tersihir oleh formasi itu mungkin dia tidak akan pernah sadar lagi.
Lin Yexue tidak tahu pasti sudah berapa lama dia dihutan ini karena hutan itu selalu bercahaya remang-remang dengan cahaya hijau samar..Tak pernah gelap maupun terang . Tapi Lin Yexue sudah makan tujuh kali dan tidur sekali , sepertinya dia sudah tiga hari dihutan ini.
" Yexue, kita belum menemukan petunjuk apapun atau sesuatu yang mirip inti formasi itu." Pi Hou merasa frustasi dan menyandarkan kepalanya ke tubuh Lin Yexue
" Kita pasti akan menemukannya ." Lin Yexue menghela nafas berat.
Dihutan ini sejauh mata memandang hanya ada rimbunan pohon bambu dan selama pencarian mereka menemukan dua lagi kerangka manusia.
" Kita tidak akan berhasil jika terus mencari seperti ini. Kita butuh strategi, inti formasi pasti memiliki pola atau ciri khas khusus. Ayo kita amati dengan seksama lebih dulu." ujar Lin Yexue sambil berjalan menuju sebuah batu besar dan duduk diatasnya. Lin Yexue dengan hati-hati mengamati bambu dan dedaunan yang gugur ditanah.
Pi Hou ingin mengatakan sesuatu tapi melihat ekspresi serius Lin Yexue dia mengurungkan niatnya dan kembali menelan kata - katanya. Ia lalu kembali melihat ke sekelilingnya mencari inti formasi.
" Tempat ini sangat aneh, disini tidak ada matahari lalu darimana asal cahaya ini? " tanya Pi Hou bingung sambil mendekati sebuah batang bambu dan memperhatikan cahaya hijau yang terpancar dari batang itu sehingga membuat miang bambu juga berwarna hijau .
Cahaya ?
Mendengar kata-kata Pi Hou tiba-tiba Lin Yexue seolah mendapat pencerahan. Batang-batang bambu itu semua memancarkan cahaya samar berwarna hijau. Jika ada yang tidak bercahaya mungkin itu inti formasinya.
" Pi Hou ayo kita cari bambu yang tidak bercahaya." Lin Yexue berseru dengan penuh semangat . Ia berdiri dari duduknya sambil mengibaskan daun bambu yang menempel di bajunya.
" Kenapa kita mencari bambu yang tidak bercahaya ? " Tanya Pi Hou bingung sambil terbang mendekati Lin Yexue.
" Mungkin itu inti formasinya. Pokoknya kita harus segera mencarinya. " Sahut Lin Yexue tegas.
" Baiklah." Pi Hou langsung setuju.
Mereka berdua kembali menjelajahi hutan, jika beberapa hari ini mereka mencari tanpa kepastian dan tidak tahu seperti apa bentuk yang mereka cari, maka sekarang mereka seolah menemukan tujuan dan tahu apa yang mereka cari.
" Yexue, aku merasakannya." Xuan Tong yang biasanya diam saja tiba - tiba angkat bicara.
" Ada aura batu jiwa disini." Xuan Tong kembali berbicara.
" Batu jiwa ? Apa itu mirip denganmu mutiara jiwa ?" tanya Lin Yexue.
" Bagaimana mungkin batu jiwa itu bisa dibandingkan denganku ? Aku adalah batu jiwa suci satu-satunya didunia yang telah dimurnikan menjadi mutiara jiwa. Mutiara Jiwa bisa menampung seluruh alam semesta sementara sisa-sisa batu jiwa itu mungkin cuma bisa menyehatkan jiwa saja bukan menyehatkan kehidupan ." Ujar Xuan Tong dengan bangga.
" Terus kenapa kau bersemangat?" tanya Lin Yexue heran
" Kau sangat bodoh, ini adalah formasi labirin yang berfungsi mempengaruhi jiwa seseorang, maka inti dari susunan formasi ini harus yang mempengaruhi jiwa sehingga efek dari formasi akan maksimal." Xuan Tong menjelaskan dengan arogan.
" Jadi inti formasi ini kemungkinan adalah batu jiwa? " Lin Yexue langsung bersemangat bahkan ia tak peduli dipanggil bodoh.
" Hmm, Untungnya kau tidak terlalu bodoh." Xuan Tong mendengus jijik.
" Lalu bisakah kau merasakan auranya dan menemukan lokasi tepatnya ? " Tanya Lin Yexue penuh harap.
" Jika berada diluar formasi aku bisa langsung menemukannya ,tapi kita sekarang berada didalam formasi aku hanya bisa merasakan bahwa posisinya sudah dekat. Mungkin sekitar lima puluh meter lagi. Kau bisa mencarinya sendiri. " Ujar Xuan Tong lalu terdiam.
Lin Yexue mengangguk lalu kembali melihat sekelilingnya. Bambu disini tidak terlalu lebat dibandingkan tempat lain, bahkan cukup jarang.
" Apa perkiraanku salah ya ? " Lin Yexue mulai meragukan perkiraannya.
" Yexue , mungkin inti formasi tidak berada di batang bambu. " ujar Pi Hou .
" Bukan di batang bambu?" Lin Yexue merasa makin ragu.
" Ya , jika benar inti formasi adalah batu jiwa , maka tentunya bentuknya juga seperti batu.
" Ah benar, ayo kita lihat semua batu disini. ".
Lin Yexue dan Pi Hou kemudian melihat semua batu-batu kecil yang ada disitu tapi sayang mereka tidak menemukan sesuatu yang berbeda. Pandangan Lin Yexue kemudian tertuju pada satu-satunya batu besar yang ada disana.
Lin Yexue berjalan mendekati batu itu , sambil bergumam " Mungkinkah ini ? " .
Lin Yexue mengelilingi batu itu dua kali dan merasa batu itu berbeda dari semua batu yang pernah dilihatnya sebelumnya. Ia mengulurkan tangan mencoba menyentuh batu itu. Batu itu terasa sangat dingin seperti bambu .
" Yexue, apakah ini ? " Pi Hou mendekati Lin Yexue..
" Bukan, Inti formasi seharusnya benda yang nyata tidak sedingin dan setajam bambu ." Sahut Lin Yexue.
" Huffft..." Pi Hou mendesah kecewa.
" Apa kau bisa menendang batu ini? " tanya Lin Yexue.
" Mudah sekali . " Pi Hou melompat kearah batu itu dan menendangnya dengan ringan . Batu besar itu langsung terlempar.
Lin Yexue melihat dibawah batu ada sebuah batu kecil berwarna hitam seukuran kepalan tangan bayi. Lin Yexue mengamati batu itu dengan seksama.
" Mungkinkah ini Inti Formasi? Kalau kita singkirkan apakah akan meledak ? Tapi kita harus mencobanya." Ujar Lin Yexue .
Pi Hou mengangguk setuju. Lin Yexue kemudian melemparkan Pi Hou kedalam mutiara jiwa, sambil menahan nafas Lin Yexue mengambil batu jiwa itu.
" Wusssss......wussssss...."
Desiran angin kencang tiba-tiba menyapu hutan bambu yang tenang. Tanah bergetar hebat seolah gempa.
" Krekkkk..... Krekkkkk."
Terdengar bunyi batang-batang bambu yang patah akibat terpaan angin kencang. Lin Yexue sampai tidak bisa membuka matanya karena terpaan angin yang sangat kencang. Ia melindungi wajahnya dengan tangan yang memegang batu jiwa, tapi tetap tak bisa melindunginya dari terpaan angin kencang.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh hebat dan tanah menjadi retak. Retak itu Dengan cepat menyebar menjadi lubang besar yang menganga dan semua daun bambu yang gugur tenggelam kedalamnya.
Lin Yexue juga tak terelakkan jatuh kedalam lubang retakan itu .
" oh tidak..." Lin Yexue mencengkeram batu jiwa ditangannya dengan kuat karena panik. Akibatnya tangannya terluka dan darahnya meresap kedalam batu itu . Lin Yexue merasakan sakit yang menusuk hebat dari tangannya lalu menyebar ke seluruh tubuhnya membuatnya langsung pingsan seketika.
Sebelum kehilangan kesadarannya, hanya satu dalam pikirannya jika tanah tertutup lagi apakah dia akan hancur menjadi bubur?
Lin Yexue tidak tahu sudah berapa lama dia pingsan. Saat sadar kembali dia mendapati dirinya berada disebuah ngarai , dibawah padang rumput yang lebat .Anehnya pakaiannya bersih , lumpur dan tanah yang menempel di bajunya saat terjatuh kedalam retakan tanah telah lenyap .
Lin Yexue duduk sambil mengusap kepalanya yang sakit. Apakah dia sedang bermimpi?.
Saat mengusap kepalanya Lin Yexue merasakan sakit di telapak tangannya. Ia membuka telapak tangannya dan melihat beberapa luka . Luka itu belum sepenuhnya sembuh dan kembali robek karena gerakannya mengusap kepala tadi.
" Sepertinya aku tidak sedang bermimpi." Lin Yexue bergumam sambil mengeluarkan pisau lalu memotong sedikit bajunya . Ia kemudian membalut lukanya dengan kain dari bajunya dan mengikat simpul dengan mulut dan tangan kirinya.
Setelah selesai, Lin Yexue kemudian berdiri dan mengamati ngarai tempatnya berada.