Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Rangga berjalan ke lobby hotel tempat mereka menginap, karena ingin membeli sesuatu, Kayla memang tidak ikut dengannya, istri kesayangannya itu sedang tidur di dalam kamar.
"Rangga." panggil seseorang yang menghentikan langkah Rangga.
Alisnya menyatukan alisnya, siapa pula yang kenal dirinya di negara itu.
"Haa... Ternyata benaran loe Ngga." kekeh seorang laki laki seumuran Rangga, lalu dia menepuk bahu Rangga sesaat.
"Aldi, loe di sini." pekik Rangga ikut kaget saat tau siapa orang yang memanggilnya itu.
"Hahaha.... Iya, gue lagi ada kerjaan di sini." kekeh Aldi teman saat mereka kuliah dulu.
"Apa kabar loe." tanya Rangga ikut senang bertemu teman lamanya itu.
"Seperti yang loe lihat,, loe kemana aja selama ini, gue nggak pernah dengar kabar loe beberapa tahun belakangan, dan anak anak juga pada nyariin loe." ujar Aldi.
"Gue cari pengalaman di kota S beberapa tahun ini." sahut Rangga.
"Wahhh.... Keren parah loe nggak ngasih tau kamu, loe tau nggak Dinar sampai kelimpungan nyari loe." ujar Aldi, ucapan Aldi itu lansung merubah raut wajah Rangga menjadi kecut.
"Ck, ngapain nyari nyari gue, menyebalkan." ketus Rangga yang memang dari dulu tidak menyukai Dinar yang kelewat agresif itu, dan gara gara dia juga Rangga pergi dari rumah, karena perempuan ganjen itu selalu saja mendatangi rumahnya, dan selalu mendekati orang tuanya, dengan dalih mereka adalah teman masa kecil dan kebetulan papanya dan tuan Ardi berteman baik, membuat sang ibu tidak bisa menolak kehadiran Dinar.
"Loe ini, jangan terlalu cuek lah sama perempuan, dia itu benaran cinta sama loe, udah di terima aja, nanti dia bosan dan menyerah mengejar cinta loe, bisa bisa dia berpaling ke laki laki lain, apa loe nggak nyesal." ujar Aldi menasehati Rangga.
Rangga terkekeh sinis, dia sama sekali tidak tertarik dengan Dinar, justru merasa jijik dan muak.
"Nggak ada yang harus gue sesali, karena gue nggak pernah menyukai wanita itu, dia aja yang kaya lintah ingin selalu menempel sama gue, bikin gue muak saja." sadis Rangga yang memang sengaja berkata seperti itu, tidak masalah baginya klau Aldi mengadu kepada perempuan itu, dan membuat perempuan itu menyerah mengejarnya.
Aldi terkekeh geli mendengar ucapan Rangga, memang begitu lah temannya itu, yang belum juga menyadari perasaannya kepada Dinar, padahal kalau di pikir pikir apa kurangnya Dinar, gadis itu cantik, pintar, dan anak orang kaya pula, sebanding dengan keluarga Rangga, kadang dia merasa iri dengan Rangga yang di cintai ugal ugalan oleh wanita itu.
"Oh iya, bukan depan kita akan mengadakan reuni, gue harap loe datang ya, karena udah beberapa tahun ini loe absen terus." pinta Aldi mengalihkan pembicaraan mereka, dia tau Rangga tidak nyaman dengan pembahasan mereka.
"Ya In syaa Allah, gue datang kalau nggak ada halangan." angguk Rangga, tidak ada salahnya juga dia ikut reuni, dia juga rindu dengan dosennya yang selalu baik kepadanya.
"Gitu dong, anak anak pasti senang mendengar loe ikut di reuni kali ini." ucap Aldi penuh semangat.
Rangga hanya tersenyum tipis, dan menganggukan kepalanya.
"Klau gitu gue keluar dulu ya." pamit Rangga.
"Ah... Iya, silahkan." jawab Aldi yang tidak ada alasan untuk melarang Rangga pergi.
Setelah kepergian Rangga, Aldi buru buru membuka hpnya lalu mengirim pesan di grup alumni kampusnya.
"Haiii... Teman teman semua, ada kamar bahagia nih buat kita semua." ketik Rangga di grup alumni kampusnya.
"Apa tuh...? " jawab seseorang.
"Gue ketemu Rangga di Paris! " heboh Aldi.
"What.... kok bisa?!"
"Lagi apa dia? "
"sama siapa dia? "
"Gimana dia sekarang, makin ganteng pastinya."
"Ajak kumpul reuni dong? "
"Wahhh... Klau Rangga ikut reuni makin seru aja nih."
"Asiikkk.... Kudu dandan cantik nih, mana tau Rangga bisa kepincut sama gue."
"Jangan coba coba rayu Rangga, dia cuma milik gue..!! " pekik seseorang yang pasti semua orang sudah tau siapa yang berteriak seperti itu.
"🙄🙄🙄" seseorang mengirim emot jengah, karena wanita itu selalu bereaksi berlebihan, dari dulu selalu di tolak oleh Rangga tapi tidak pernah sadar diri.
"Bagi kontak Rangga dong." pinta seseorang.
"Sorry, nggak bisa ngasih, kalian tau sendiri kan, klau Rangga tidak suka nomornya di sebar orang lain, kecuali kalian minta sendiri sama dia." ketik Aldi.
"Yah.... Anda kurang beruntung."
"Nanti aja pas ketemu minta lansung."
Banyak lagi obrolan mereka di grup itu.
Seorang gadis di sebrang sana, lansung terlihat bahagia, karena pujaan hatinya akan menghadiri reuni kampus mereka bulan depan.
"Akhirnya kita bisa ketemu lagi Rangga, untuk ki ini gue nggak akan melepaskan loe lagi." ucap Dinar tersenyum penuh arti.
"Gue harus bilang ini sama papa, agar papa meminta Rangga menikahi gue." gumam Dinar keluar dari kamar nya, mencari keberadaan sang papa.
Saat Rangga melakukan resepsi pernikahan di kota J, memang keluarga Rangga tidak mengundang Dinar dan keluarganya, karena takut akan membuat huru hara di acara sakral tersebut.
"Pa." panggil Dinar dengan wajah berseri seri.
"Ada apa nih, kelihatan anak papa sangat bahagia." ucap tuan Santoso ikut tersenyum melihat wajah berseri sang putri.
"Pa, aku sudah mendapat kabar tentang Rangga." ucap Dinar to the point.
"Benar kah? " tanya tuan Santoso memang sudah lama tidak mendengar kabar Rangga, dan keluarganya sendiri pun tidak tau anak itu berada di mana, karena pergi tanpa pamit.
"Mmm..." Angguk Dinar penuh semangat. "Karena dia sudah kembali, aku nggak ingin kehilangan dia lagi jadi aku minta sama papa, tolong lamarkan Rangga untuk ku, pa." mohon Dinar dengan wajah penuh harap.
"Baiklah, papa akan mendatangi keluarga itu besok." ucap tuan Santoso mengiyakan permintaan putri semata wayangnya itu.
"Aggkkkk.... Terimakasih pa, papa yang terbaik, papa selalu mendukung apa keinginan ku." sorak Dinar bahagia.
"Tentu saja sayang, apa pun yang membuat kamu bahagia, papa pasti akan penuhi, karena senyum kamu adalah kebahagian papa." ujar tuan Santoso mengusap sayang kepala sang putri.
Sementara mama Dinar hanya diam tanpa suara, karena kasihan kepada sang putri, yang selalu mengejar laki laki yang tidak pernah menyukainya itu, tapi setiap kali dia nasehati, berujung pertengkaran dirinya dan sang putri, tidak hanya sampai di situ, sang suami pun ikut ikutan memarahi dirinya.
"Kapan kami sadar nak, laki laki itu tidak pernah menyukai kamu, dan kamu tetap bermuka tembok mendekatinya dan keluarganya, kau merendahkan harga diri mu sendiri, ini bukan cinta nak, tapi obsesi, karena hanya dia yang selalu menolak kamu, sementara yang lain selalu bisa kamu taklukan, dan papa mu juga salah yang selalu mendukung keinginan kamu yang tanpa sadar juga telah membawa kamu ke jurang kehancuran." gumam nyonya Santoso merasa perih di hatinya.
Bersambung....
nah gt dong damai itu kan indah😍