NovelToon NovelToon
Rumah Yang Tenang Untuk Pulang

Rumah Yang Tenang Untuk Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni / Mengubah Takdir
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aizu1211

Hidup Alya sebagai sandwich generation bagi dua orang tua yang sakit, bagi keluarga yang bergantung, dan bagi dirinya sendiri yang jarang diberi ruang untuk lelah. Di usia seperempat abad lebih, ia belajar bertahan tanpa berharap apapun.
Hingga seorang pria datang dan mengubah pola hidupnya, Reyhan. Hanya dengan kehadiran yang tenang dan kesediaan untuk tinggal, bahkan saat hidup Alya terlalu rumit untuk diringkas dengan kata cinta.
Dalam pernikahan yang dewasa dan tidak ideal, Alya perlahan belajar bahwa menjadi kuat tidak berarti harus sendirian. Bahwa bersandar bukan kelemahan. Dan bahwa cinta, kadang, tidak datang untuk menghapus beban, melainkan untuk menopangnya bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aizu1211, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Hari itu tiba, rapat evaluasi dijadwalkan pagi ini, karena kemarin pertemuan kemarin berlangsung hingga sore jadilah hari ini evaluasi itu dilaksanakan.

Peserta rapat internal sebelumnya dikumpulkan di ruang rapat kecil.

Para petinggi sudah mengambil tempatnya, Alya berdiri memaparkan hasil pertemuan kemarin, juga Reyhan yang hari ini kembali hadir.

Alya sedikit meremas rok nya saat Reyhan menatapnya dari kejauhan, tapi sekali lagi ia harus bersikap profesional, ini tempat kerja dan jam kerja.

“Kemarin pertemuan dengan tambahan sesi refleksi berjalan lancar”

Terdengar suara tepuk tangan, tidak keras tapi cukup untuk membuat hati Alya berbunga-bunga.

“Saya sempat ragu, tapi pertemuan kemarin, saya harus akui tambahan sesi itu membuat pertemuan lebih hidup sehingga pengambilan Rencana Tindak Lanjut bisa diambil dengan cepat dan efektif” Alya sedikit menunduk pada Bapak Kepala Bidang yang sudah memberinya kepercayaan untuk mencoba.

“Saya juga setuju Pak, salut untuk PNS muda kita yang satu ini” satu per satu orang yang meragukannya kemarin mengutarakan pendapatnya.

Dari riuhnya ruangan itu, tatapan Alya terpaku pada satu titik. Reyhan yang tersenyum bangga di ujung sana.

Saat ia juga tersenyum Reyhan menggerakkan bibirnya tanpa suara. “Kamu hebat”

Pujian yang langsung membuat Alya sontak menunduk malu.

Tidak ada banyak koreksi, Ide Reyhan dan Alya lulus uji dan akan dipertahankan di pertemuan lainnya.

Pertemuan itu berakhir, seperti biasa, Alya merapikan berkas-berkasnya selagi semua orang keluar ruang rapat.

Dari ujung matanya Alya bisa melihat Reyhan masih disana, dan itu sontak membuat Alya semakin gugup.

Hingga ia membuat gerakan yang membuat heelsnya membuat pijakan yang salah dan..

Hap!

Alya terpaku saat tangan besar Reyhan menggenggam tangannya yang hampir jatuh karena kehilangan keseimbangan.

“Are you ok, Alya?” Alya seketika sadar dan menegakkan badannya, dengan tangan yang masih saling genggam.

“Saya ok, Terimakasih Pak Reyhan”

Reyhan hanya mengangguk, dan pegangan itu seketika terlepas.

“Kamu hebat” ucap Reyhan mengulang perkataannya beberapa waktu lalu.

“Itu juga berkat bapak, kalau bukan Pak Reyhan yang mengusulkan ide itu tidak akan ada hari ini” Reyhan tersenyum.

“Kalau begitu kamu harus traktir saya Alya” mata Alya membelalak kaget.

Reyhan masih diam menunggu respon Alya, “Boleh bapak mau saya traktir dimana?”

“Nanti saya text, akhir pekan kamu free?” Reyhan tersenyum saat Alya mengangguk.

Perlahan Reyhan tidak ingin lagi kehilangan momen ini, dan ia memutuskan untuk mendekat.

Mereka berpisah di koridor lantai dua, Alya harus kembali ke ruangannya juga Reyhan yang harus kembali mengajar.

Alya masih menyimpan senyum di wajah manisnya, hari ini ia akan bekerja lebih santai untuk merayakan keberhasilannya.

Sebelum kembali ke mejanya, Alya memutuskan untuk membuat coklat panas di pantry.

Rasa gembira dan senyuman itu masih awet disana.

“Duh senyum senyum mulu, habis diapain sih sama si dosen itu” Alya mengernyit dan menoleh ke sumber suara.

Raya, PNS seumurannya, bahkan mereka satu angkatan yang sama, satu bidang namun beda seksi.

“Gak ada apa-apa kok mbak Raya” bisa Alya dengar lawan bicaranya berdecak tak percaya.

“Kalian selalu keluar paling akhir dari ruang rapat, apa coba kayak gitu”

Alya menaikkan alisnya tak suka, “Mbak lagi nuduh saya ini ceritanya”

Raya tersenyum meremehkan, ia mengambil gelas yang sudah terisi air, lalu tiba-tiba menyiram Alya dengan air dingin itu.

“Murahan!!!”

Pekikan itu mengundang perhatian semua orang yang ada di ruangan itu.

“Jangan nuduh sembarangan!!!” balas Alya tak kalah kencang.

Pingkan, Indri dan teman-teman lain segera mendekat ke arah pantry, saat mereka melihat Alya sudah basah kuyup dengan air.

“Alya, kamu kenapa?!”

“Aku siram dia pakai air dingin, karena dia wanita murahan” jawab Raya yang masih marah.

“Jaga mulut kamu ya!!”

Pingkan datang kembali membawa handuk kering, Indri memegang lengan Alya, menenangkannya agar masalah tak semakin besar.

“Aku gak akan bilang begitu kalau kamu gak mendekati Reyhan secara murahan!!!”

“Aku tidak melakukan apapun!!!”

Semua yang ada disana paham kondisinya, dua wanita lajang sedang memperebutkan dosen muda penuh kharisma seperti Reyhan.

Tapi Alya merasa ini seperti tuduhan tak berdasar. Dia tidak melakukan apa-apa dan harus menerima ini semua dengan ikhlas, tidak akan!!

“Raya, kamu gak pantes giniin Alya ya, kamu jangan asal tuduh apalagi pakai siram-siram orang seenaknya kayak gini” bela Indri, Raya menatap sekelilingnya, semua orang tidak ada yang berpihak dengannya.

“Sudah-sudah semua bubar, dan kamu Raya, jangan bawa urusan pribadi ke kantor!” putus Bu lastri salah satu senior di kantor Alya.

Merasa kalah Raya berlalu pergi tanpa pamit, tanpa mengucapkan maaf pada Alya yang kini sedang menahan tangis.

“Sudah ya Alya, kamu ganti baju dulu, biar tidak masuk angin” Alya masih diam di tempatnya, mencerna kejadian tidak mengenakkan tadi.

“Mbak ada kemeja cadangan di loker, kamu pakai itu dulu ya” Pingkan kembali menawarkan bantuan.

Alya masih diam.

Saat semuanya berangsur pergi Alya meneteskan air matanya, Indri menepuk pelan bahu Alya yang terguncang pelang karena tangis.

“Aku gak ngapa-ngapain mbak” Indri mengangguk sesekali ia menyeka air mata Alya.

“Mbak tahu, mbak kenal kamu” tangis Alya semakin tumpah.

“Ini Al, ganti baju kamu dulu biar gak sakit” dibantu Indri dan Pingkan, Alya berjalan ke arah toilet perempuan.

Didalam bilik kamar mandi, kata murahan itu terngiang di telinganya, dan itu kembali membuatnya menangis.

Tok tok tok

“Al, kamu butuh bantuan?” Alya kembali menghapus air matanya, menormalkan nafasnya saat mendengar suara khawatir Pingkan di depan sana.

“Sebentar mbak” jawab Alya dengan suara parau.

Tidak ada suara lagi, Alya perlahan mengganti bajunya dengan kemeja kebesaran milik Pingkan.

Saat ia sudah selesai dan membuka pintu, Indri dan Pingkan langsung menatapnya iba.

“Maaf merepotkan mbak, nanti aku kembalikan kemejanya” alih-alih menjawab, Pingkan dan Indri memeluk tubuh kecil Alya.

Alya yang belum sepenuhnya tenang kembali menangis di pelukan Pingkan dan Indri.

“Mbak tahu kamu gak salah, jangan dengar omongan Raya, dia cuma iri karena kamu yang dapat proyek bareng Reyhan” jelas Pingkan mencoba menenangkan.

Apapun alasannya, apa pantas mengatai seseorang murahan atas apa yang ia tuduhkan tanpa tahu kebenarannya.

Setelah itu haru tetap berjalan, dan bagi Alya sisa hari tidak menyenangkan itu terasa sangat lama.

Setelah satu jam setelah makan siang, Raya masuk ruangan dengan wajah yang masih sama dengan sebelumnya.

Suasana kantor yang awalnya riuh seketika hening setelah semua orang tahu kejadian sebelum makan siang tadi.

Alya masih diam di mejanya, menatap daftar beberapa pekerjaan yang harusnya selesai hari ini, tapi rupanya harus ia jadwalkan selesai esok hari.

Efek pertikaian pagi tadi sangat besar.

“Raya dan Alya, silahkan masuk ruangan kepala bidang sekarang” Pingkan dan Indri langsung merapat ke meja Alya saat kasi mereka mengatakan itu.

Alya memejamkan matanya sebentar, ia sungguh tidak sanggup jika harus ada drama selanjutnya.

TBC

1
Yuni Ngsih
Authooooor ku lg asyik baca dipotong sedih ,karena ceritra ini ada contoh" fakta dlm pek sbg PNS...ok
Elvia Rusdi
Thor. ..Baru Nemu nih karya mu Thor...marathon baca sampui bab trakhir up...baru 4 bab...cerita nya bagus .
Yuni Ngsih
Aùthooor ceritramu kreeeeen banget ,nah itulah seorang PNS yg tanggung jawab terhadap pekerjaan & klwrga hebat peran utamanya Aliya ...mencerminkan anak yg berbakti ,jd bisa menjadi contoh " bg pmbaca kawula muda ....semangat ....& lanjut Thor...ok
Adhiefhaz Fhatim
😍
Adhiefhaz Fhatim
lanjut kk...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!