NovelToon NovelToon
Teluh Kiriman Tetangga

Teluh Kiriman Tetangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Dendam Kesumat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

"Mulutmu harimaumu"

Demikian lah peribahasa sederhana yang seringkali kita dengar. Dijadikan pengingat agar kita berhati-hati dalam bertutur kata.

Sayangnya itu tak berlaku untuk seseorang di luar sana. Dengan ringan lisannya berucap tanpa peduli imbas negatif yang ditimbulkan.

Malam-malam yang tenang dalam sekejap berubah jadi menegangkan.

Hadirnya sosok tak kasat mata yang selalu mengawasi, tak hanya membawa rasa sakit tapi juga ketakutan.

Lalu siapa yang bisa bertahan sampai akhir, 'dia' atau mereka ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Jengkel ...

Seperti ucapan suami Narti, setelah sholat Zuhur berjamaah selesai, jasad Narti dibawa ke mushola untuk disholati.

Meski tak banyak jemaah yang ikut menyolati jasad Narti, tapi sholat jenazah yang dipimpin oleh ustadz Firman itu berlangsung khidmat.

Usai disholati, jenasah Narti dibawa ke pemakaman.

Tapi saat iringan pembawa jenasah keluar dari mushola, terjadi keributan kecil yang menghambat perjalanan. Rupanya Burhan memaksa ingin mengangkat keranda jenasah Narti.

Tentu saja keinginannya ditolak oleh warga terutama oleh suami Narti. Karena menurut peraturan tak tertulis yang ada di masyarakat, yang boleh mengangkat keranda jenasah hanya keluarga dan kerabat dekat almarhum.

Tapi nampaknya Burhan tak peduli. Dia terus memaksa bahkan memohon agar diijinkan mengangkat keranda jenazah Narti.

"Saya mohon, ijinkan saya memberi penghormatan terakhir untuk Narti," kata Burhan.

"Oh silakan. Tapi hanya mengantar dan bukan mengangkat keranda ya," sahut suami Narti.

"Tolong lah, ini kesempatan terakhir saya. Apa sulitnya ngijinin saya ngangkat keranda. Saya ga bakal melukai Narti kok," kata Burhan gusar.

"Saya sulit ngasih ijin karena kamu bukan siapa-siapa," sahut suami Narti cepat.

Jawaban suami Narti membuat Burhan tersentak. Alih-alih sadar diri dan mundur, Burhan justru mengucapkan sesuatu yang membuat emosi suami Narti memuncak.

"Saya tau saya bukan siapa-siapa di sini. Tapi saya kenal Narti sebagai orang baik. Dia ... "

Ucapan Burhan terputus karena pukulan telak suami Narti lebih dulu mendarat di wajahnya. Semua orang terkejut karena tak menyangka suami Narti yang terkenal kalem itu berani memukul orang.

Burhan yang terjengkang jatuh pun segera bangkit. Merasa malu dan tak terima dengan sikap suami Narti, dia mencoba membalas tapi gagal karena warga lebih dulu menahannya.

Di depan sana warga lainnya juga memegangi lengan suami Narti karena khawatir pria itu kalap dan lupa diri.

"Lepasin, saya ga terima dipukul begini!" kata Burhan lantang.

"Tapi laki-laki ga punya harga diri yang senang mengganggu istri orang kaya kamu ini memang layak dipukul!" sahut suami Narti tak kalah lantang.

"Jangan sembarangan ngomong kalo ga ada buktinya. Saya punya istri, untuk apa saya gangguin istri orang!" kata Burhan.

"Melihat caramu memaksa ingin mengangkat keranda jenazah istri saya tadi adalah bukti kalo kamu punya hubungan ga lazim dengan istri saya," sahut suami Narti.

Jawaban suami Narti membuat warga gempar. Gosip lama yang sempat tenggelam itu kembali mengemuka dan itu membuat Burhan panik.

"Dasar g*la. Cuma gara-gara cemburu ga berdasar, kamu tega memfitnah istrimu yang udah ga bernyawa itu. Dimana hati nuranimu hah?!" tanya Burhan marah.

Kesal dengan ucapan Burhan, suami Narti kembali menyerangnya. Kali ini tak ada warga yang mencegah. Nampaknya warga juga kesal melihat sikap Burhan yang arogan itu.

Setelah berhasil mendaratkan beberapa pukulan telak di wajah Burhan, suami Narti pun mundur teratur. Rupanya dia malu saat menyadari ustadz Firman berdiri menatapnya di pinggir arena.

"U-ustadz. I ... ni, di-dia ... " suami Narti sengaja menggantung ucapannya karena bingung menjelaskan apa yang terjadi.

Berbeda dengan suami Narti yang berusaha menyembunyikan fakta sebenarnya, Burhan justru merengek di hadapan ustadz Firman.

"Liat Ustadz, dia mukulin saya. Padahal saya punya niat baik mengantar jenazah Narti ke tempat peristirahatan terakhirnya!" seru Burhan hingga membuat suami Narti makin kesal.

Alih-alih merespon, ustadz Firman hanya membisu sambil mengamati wajah Burhan yang lebam itu.

Khawatir ustadz Firman marah, suami Narti segera menghampiri sang ustadz. Tak banyak yang dia ucapkan selain permintaan maaf.

"Maafin saya Ustadz. Saya kelepasan tadi," kata suami Narti tak enak hati.

Ustadz Firman menghela nafas panjang lalu menoleh kearah suami Narti.

"Gapapa. Sudah kan?. Kalo sudah, ayo kita pergi ke area pemakaman sekarang," kata ustadz Firman sambil berlalu.

Suami Narti dan semua orang terkejut melihat reaksi ustadz Firman. Semula mereka mengira sang ustadz akan marah atau menegur suami Narti dan Burhan seperti biasa. Tapi melihat reaksi sang ustadz yang datar itu justru membuat mereka panik dan bergegas melanjutkan perjalanan menuju area pemakaman yang ada di ujung desa.

Meski semua orang mengabaikannya, tapi Burhan tetap nekat mengantar jasad Narti ke peristirahatan terakhirnya.

\=\=\=\=\=

Pemakaman Narti berjalan lancar. Burhan yang hadir di sana terlihat bisa menahan diri dan tak mengganggu proses pemakaman.

Setelah ustadz Firman selesai memimpin pembacaan doa, satu per satu pelayat pun pergi meninggalkan area pemakaman.

Suami Narti nampak berusaha menghibur ketiga anaknya yang tak henti menangis dan menolak diajak pulang. Melihat pria itu kerepotan, ustadz Firman, Danu dan Rama pun turun tangan membantu.

Jika yang lain sibuk menenangkan ketiga anak Narti, Burhan justru mendekati makam Narti lalu berjongkok di sisi makam. Tentu saja apa yang Burhan lakukan makin menguatkan dugaan orang-orang bahwa dia dan Narti telah berselingkuh di belakang pasangan masing-masing.

"Kenapa begini Narti. Andai aku tau semalam adalah pertemuan terakhir kita, aku pasti ga bakal pergi ...," gumam Burhan sambil menitikkan air mata.

Ucapan Burhan menarik perhatian suami Narti dan membuatnya menoleh. Pria itu tak sanggup lagi menahan amarah yang sejak tadi tertahan. Dengan sigap dia mendekati Burhan lalu menendangnya hingga jatuh terjengkang ke tanah.

"Jadi istri saya sama kamu semalam. Pantesan pas pulang dia jadi kaya orang linglung. Pasti kamu melakukan sesuatu yang bikin istri saya shock lalu meninggal. Iya kan?!" hardik suami Narti.

Suara lantang suami Narti tentu saja menarik perhatian para pelayat yang sebagian masih berada di area pemakaman itu. Mereka berhenti melangkah lalu mengamati apa yang akan terjadi.

Sementara itu Burhan yang baru saja bangkit tak lagi menahan diri. Dia balas menyerang suami Narti. Adu jotos pun tak terhindari. Saat Rama dan Danu berniat melerai, ustadz Firman justru lebih dulu maju. Dengan kekuatan penuh, pria sepuh itu memukul Burhan dan suami Narti hingga keduanya jatuh tersungkur ke tanah.

"Kalian ga punya adab sama sekali!. Di depan jenasah Narti kalian ribut dan adu pukul, sekarang di depan makamnya kalian juga ribut. Apa sih mau kalian?!" tanya ustadz Firman lantang.

"Dia yang mulai Ustadz!" sahut Burhan.

"Tutup mulutmu. Kau yang datang mengacau!" sahut suami Narti.

"Diam ...!" kata ustadz Firman lantang.

Semua orang pun terdiam hingga suasana area pemakaman menjadi hening seketika. Tapi sesaat kemudian suara tangis anak bungsu Narti terdengar memecah keheningan dan membuat semua orang tersentak lalu serempak menoleh kearahnya.

"Liat yang kalian lakukan. Apa kalian ga malu sama mereka?. Anak sekecil itu harus menyaksikan hal yang ga pantas justru di acara pemakaman ibunya. Dimana nurani kalian melakukan ini di depan mereka yang lagi sedih dan butuh dihibur?" tanya ustadz Firman.

Ucapan ustadz Firman menyadarkan semua orang terutama suami Narti. Pria itu bergegas menghampiri ketiga anaknya. Dia meraih si bungsu ke dalam gendongannya lalu memeluk kedua anaknya yang lain dengan erat.

"Maafin Bapak ya anak-anak," bisik suami Narti penuh penyesalan.

Kedua anak Narti yang lain tak kuasa menahan tangis. Seperti si bungsu, mereka akhirnya menangis terisak dalam pelukan sang ayah.

"Sekarang semua bubar. Bawa anak-anak pulang ke rumah!" kata ustadz Firman kemudian.

Suami Narti mengangguk lalu membawa ketiga anaknya pergi meninggalkan area pemakaman.

\=\=\=\=\=

1
Nurr Tika
lanjut thor 💪
any Sulistiani: in syaa Allah siap 👌🏻😊
total 1 replies
Nurr Tika
dikasih suami baik mlh selingkuh
any Sulistiani: yup, begitu lah klo org krg bersyukur.

lanjut lg ya say, mksh 😘
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut
any Sulistiani: Alhamdulillah.., mksh kak 🙏🏻😊
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
ehh nemu bacaan yg baru
bru baca soalnya
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: iya kk tp maaf klo aq blm lanjut baca aoalnya aq ada kenadala kk di quota kadang ada kadang tidak
total 2 replies
Nurr Tika
pantesan ginah benci sma sartika ternya oh ternyata
any Sulistiani: betul. cinta masa lalu yg blm selesai berujung dendam yg ga berkesudahan 😖
total 1 replies
Nurr Tika
waktu hidup ngongnya nyinyir udah jdi pocong ja ngomongnya masih nyinyir ya ginah
any Sulistiani: he he 😄
total 1 replies
Nurr Tika
nyeselkan kamu ginah
Nurr Tika
sabar ya sastro
any Sulistiani: siaaapp 👌🏻
total 1 replies
Nurr Tika
somoga hubunganya langeng ya laras
any Sulistiani: aamiin ... mksh kak 🙏😊
total 1 replies
Nurr Tika
apa ginah kena santet
any Sulistiani: lanjut dulu ya kak ..
total 1 replies
Nurr Tika
kasiankan laras gara" kelakuan ibunya
Nurr Tika
mendinganurusin keluargamu sendiri drpada ngurusin hidup orang lain
any Sulistiani: yup, se7 kak 👍🏻
total 1 replies
Arlena Lena
cepet amat dibuat mati
Arlena Lena
si Ginah mirip si kokop kalo ngomong ta da remmm
any Sulistiani: in syaa Allah siaap KK 😊
total 3 replies
deepey
betul. ini tetangga julid satu ngajak gelud
any Sulistiani: he he ... iya KK 😄
total 1 replies
💎hart👑
dapet notif ada cerita baru dari ummibebs cus langsung baca...
any Sulistiani: Alhamdulillah.. mksh kak 🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!