NovelToon NovelToon
Penjelajah Naga

Penjelajah Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kultivasi / Wuxia / Xianxia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: RubahPerak77

Hidup Xiao Chen berubah ketika sebuah kejadian misterius membuatnya terlempar ke jaman kerajaan, dengan berbekal sistem beladiri dan rasa ingin tahu ia mulai menjalani kehidupan barunya yang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RubahPerak77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Kedua, Merajut kepercayaan, Menjalin relasi.

Xiao Chen keluar dari aula kesehatan dengan wajah berseri-seri, selain karena ia menemukan pengganti pedangnya yang hancur, juga karena ia mengetahui jika Wu Mei selamat dan telah melewati masa kritis.

Hari masih pagi, Xiao Chen putuskan untuk berkeliling di area penginapan yang memang disediakan untuk para tamu dan juga undangan.

Kompleks kekaisaran begitu luas, bahkan aula kesehatan saja luasnya mengalahkan rumah sakit terbesar di jamannya. Xiao Chen bahkan terpaksa bertanya beberapa kali sebelum akhirnya bisa keluar dari kompleks aula kesehatan dan berjalan menuju ke arah kompleks penginapan para tamu dan undangan.

Di sepanjang jalan menuju kompleks penginapan sering ditemui prajurit yang tengah berjaga, juga bunga dan pohon yang menambah suasana tenang serta sejuk. Di kanan kiri juga banyak kursi yang terbuat dari batuan yang dipahat serta diukir sedemikian rupa.

Udara sejuk di pagi itu seolah membuang segala kenangan pahit yang terjadi selama perjalanan menuju kemari. Satu yang masih jadi pertanyaaan adalah siapa dalang dibalik serangan hari itu.

"Siapapun orangnya, pastilah dia orang yang sangat kaya dan memiliki kuasa hingga sanggup menggerakkan ke sepuluh binatang neraka dan salah satu ketua utama." Gumam Xiao Chen dalam hati.

"Apa kau sudah benar-benar sembuh??"

Sebuah suara yang sangat dikenalnya tiba-tiba saja menyapanya dari belakang.

"Kakak, apakah kau hendak menjemputku..??"

"Jangan bermimpi, aku hanya kebetulan sedang berjalan-jalan disekitar."

"Benarkah?"

"Jangan banyak bicara, ikuti aku.."

"Baiklah.. Baiklah.." Xiao Chen bergegas mengikuti kakaknya dari belakang.

Rupanya Xiao Wu membawa Xiao Chen ke taman belakang, dimana disana telah berkumpul beberapa anggota rombongan pengawal yang selamat dari insiden di telaga darah.

"Ayah, apa yang terjadi dengan lengan ayah??"

Xiao Chen tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika melihat lengan ayahnya telah hilang sebelah.

"Sudahlah, ayah tidak apa-apa.. Kehilangan satu lengan masih mendingan, karena banyak saudara kita yang tidak selamat." Ucap Xiao Feng bijak.

"Kapan kamu siuman? Bagaimana keadaanmu? Apa masih ada yang terasa sakit?" Xiao Feng meraba seluruh tubuh anaknya mulai dari atas kepala.

Xiao Chen hanya menggeleng pelan, meskipun sebenarnya Xiao Feng bukanlah ayahnya dalam arti yang sebenarnya, akan tetapi sikap Xiao Feng selama ini membuat Xiao Chen merasakan kasih sayang seorang ayah.

Sangat sulit rasanya menahan air mata untuk tidak menetes, namun Xiao Chen memilih untuk tegar. Setidaknya ayahnya masih selamat, mengingat banyaknya korban dalam penyerangan di telaga darah.

"Xiao Chen kemarilah, duduk di sebelah ayah."

Xiao Chen mengangguk, pemuda itu mengambil tempat di sisi kiri ayahnya, sedangkan kakaknya Xiao Wu berada di sisi kanan.

"Kami sudah memutuskan akan berada di sini untuk sementara waktu, setidaknya sampai seluruh rekan dan saudara kita yang sedang dirawat sembuh semuanya."

"Lagipula, beberapa hari lagi, kaisar akan mengadakan sebuah upacara pemakaman massal untuk para saudara kita yang meninggal."

Xiao Feng mencoba menjelaskan keputusan yang telah diambil oleh beberapa orang perwakilan klan kepada seluruh anggota, termasuk Xiao Chen.

Xiao Chen setuju, karena memang masih banyak saudara klan yang saat ini masih berada di aula kesehatan. Dan lagipula Xiao Chen juga masih ada sebuah janji yang harus dipenuhi.

Beberapa hari kemudian, staf khusus kerajaan mengumumkan bahwasanya prosesi upacara pemakaman massal akan diadakan keesokan hari.

Para pelayan kerajaan juga membagikan pakaian yang akan mereka pakai keesokan harinya saat upacara pemakaman berlangsung.

Dan hari ini rencananya Xiao Chen ingin meminta ijin untuk keluar istana untuk berjalan-jalan di sekitar kota Xiang Yang, setelah membersihkan diri dan berganti pakaian yang baru, ia meninggalkan kamarnya menuju ke gerbang keluar istana yang jaraknya sama dengan jarak satu kota sendiri.

"Ini gila, memangnya seluas apa kompleks istana kekaisaran song?" Gumam Xiao Chen sambil berjalan santai.

"Berhenti, anda mau kemana?" Seorang prajurit penjaga gerbang istana mencoba menghentikan Xiao Chen.

"Aku ingin berkeliling kota Xiang Yang, ini surat ijin yang telah diberikan oleh Jenderal Hao.." Xiao Chen memberikan sepucuk surat yang telah di cap stempel pribadi Jenderal Hao.

"Ahhh, maafkan kami tuan... Kami tidak tahu anda adalah tamu dari Jenderal Hao, kami hanya melaksanakan tugas.." Nampak sekali ketakutan di raut wajah prajurit yang mencoba menghentikan Xiao Chen.

"Sudahlah, tidak apa-apa.." Xiao Chen mengambil kembali surat tersebut lalu beranjak pergi, sementara sang prajurit terdengar masih meminta maaf.

Kota Xiang Yang adalah kota terbesar di Kekaisaran Song, selain menjadi ibukota, Xiang Yang juga menjadi pusat pendidikan, perdagangan dan juga pemerintahan.

Mayoritas warga di kota Xiang Yang menggantungkan hidupnya sebagai buruh kedai, penjual makanan, hiasan rumah dan juga penjaga rumah bordir.

Di Xiang Yang juga ada beberapa kantor cabang sekte besar, diantaranya sekte Lenteng Agung, sekte Tombak Ganda, sekte Seribu Pedang dan juga sekte Lembah Surgawi.

Keempat sekte itu merupakan yang terbesar di kekaisaran Song, dengan cabang yang tersebar di segala penjuru wilayah kekaisaran Song.

Setelah menelusuri jalanan setapak di Xiang Yang, tibalah Xiao Chen di depan sebuah toko senjata terbesar yang ada di kota.

Xiao Chen tersenyum, lalu tanpa keraguan sedikitpun ia mulai memasuki toko senjata dan obat-obatan terbesar yang tak lain adalah toko Lentera Harta.

Dan seolah sedang ditunggu, beberapa karyawan lentera harta segera membawa Xiao Chen naik ke lantai dua begitu pemuda itu datang.

"Tuan muda, silahkan ikuti saya.. Nona Qiao Yu sudah menunggu anda.."

"Baiklah, tunjukkan jalannya.."

Xiao Chen mencoba melihat sekeliling sembari berjalan mengikuti salah seorang pelayan yang membawanya menaiki tangga ke lantai kedua.

Di sekeliling Xiao Chen bisa mencium aroma herbal yang sangat pekat, juga beragam senjata serta pusaka yang di pajang dengan rapi. Tak lupa juga puluhan kultivator baik tua maupun muda yang berdesakan untuk membeli keperluan mereka.

Toko yang ada di kota Xiang Yang jauh lebih besar daripada toko cabang yang ada di kota Tian Xian. Barang-barang yang dijual disini juga jauh lebih lengkap dan beragam.

"Tuan muda, silahkan masuk.. Nona Qiao ada di dalam.. Saya pamit undur diri terlebih dahulu.." Pelayan tersebut menundukkan badannya sebelum pergi meninggalkan Xiao Chen sendirian di depan pintu.

Dengan mata emasnya, Xiao Chen bisa mendeteksi aliran energi nona Qiao, tanpa ragu ia pun mengetuk pintu itu secara perlahan.

"Masuklah.." Terdengar suara lembut seorang wanita dari balik pintu.

Xiao Chen tersenyum tipis sebelum membuka pintu dan mendapati nona Qiao Yu sudah berdiri menantinya dengan senyum manisnya.

"Selamat datang tuan muda Xiao, bagaimana kabarmu.."

"Sangat baik, bagaimana dengan kabar nona Qiao?"

Keduanya bersalaman sebelum akhirnya nona Qiao mempersilahkan Xiao Chen untuk duduk di kursi yang telah disediakan.

"Kabarku juga baik-baik saja tuan Xiao.." Qiao Yu menuangkan teh hijau ke cangkir porselen tipis, gerakannya anggun bak air mengalir.

Xiao Chen memperhatikannya dengan tenang, matanya yang tajam sesekali berpendar, menangkap fluktuasi energi yang stabil dari gadis cantik di depannya ini.

​"Tuan Muda Xiao sepertinya bukan tipe orang yang suka membuang waktu dengan basa-basi tak bermakna..!!! " Ujar Qiao Yu sambil meletakkan cangkir teh.

"Asosiasi Lentera Harta cabang Xiang Yang ini punya standar tinggi. Jadi, kerja sama apa yang membuatmu melangkah jauh-jauh dari kota Tian Xian?"

​Xiao Chen menyesap tehnya, membiarkan kehangatan cairan itu membasahi tenggorokannya sebelum menjawab.

"Aku butuh bahan-bahan langka tingkat bumi, dan aku tahu Asosiasi Lentera Harta punya akses ke sana tanpa banyak tanya. Sebagai imbalannya..."

Xiao Chen berhenti sejenak, mengeluarkan sebuah gulungan kulit tua dari balik jubahnya.

"Aku akan memberikan hak eksklusif bagi Asosiasi Lentera Harta untuk mendistribusikan pil-pil buatanku. Bukan pil biasa, tapi pil dengan kemurnian di atas 95%."

​Mendengar itu, mata Qiao Yu sedikit menyempit. Xiao Chen memang peenah membawakannya beberapa pil dengan kemurnian 100%, tapi sampai saat ini Qiao Yu masih menganggap bahwa Xiao Chen hanyalah seorang kurir, namun jika benar Lentera Harta bisa memonopoli pasokan itu, maka posisi mereka di Xiang Yang tak akan tergoyahkan.

​"Tawaran yang sangat berani," gumam Qiao Yu.

"Jika kau bisa membuktikannya, maka Asosiasi Lentera Harta akan menjadi sekutu setiamu Tuan Muda Xiao. Kami akan menyediakan semua bahan yang kau butuhkan dengan harga teman."

​Keduanya pun saling bertukar senyum, senyum penuh perhitungan khas dua orang yang tahu cara menguasai pasar, perjanjian kerja sama pun resmi terjalin.

​Xiao Chen bangkit dari kursinya, bersiap untuk pergi, namun sebelum tangannya menyentuh gagang pintu, ia merogoh sebuah botol giok kecil dari kantong dimensinya.

​"Nona Qiao, anggap saja ini tanda persahabatan awal. Untuk menunjukkan bahwa aku tidak sedang membual soal aliansi..!!!" Ucap Xiao Chen pelan.

​Xiao Chen meletakkan botol itu di atas meja, dan begitu tutupnya dibuka sedikit saja, seisi ruangan langsung dipenuhi suhu yang mendadak hangat.

Aroma wangi yang sangat murni, sama sekali tidak ada bau sisa pembakaran atau ampas herbal menyeruak ke udara.

​Qiao Yu terbelalak, sebagai ahli yang terbiasa melihat barang berharga, jantungnya berdegup kencang, di dalam botol itu ada sebutir Pil 9 Matahari.

​Bukan sekadar pil biasa, tapi pil dengan kondisi sempurna 100%. Tanpa setitik pun noda hitam, permukaannya halus mengkilap seperti kelereng emas yang memancarkan aura suci.

​"Ini... ini mustahil.." Bisik Qiao Yu gemetar.

"Pil tingkat ini... Bahkan alkemis istana pun mustahil bisa membuatnya tanpa cacat."

​"Gunakan dengan bijak nona Qiao, tubuhmu butuh asupan energi yang murni untuk menembus kemacetan kultivasimu saat ini..!!!" Kata Xiao Chen tanpa menoleh lagi, hendak melangkah keluar meninggalkan ruangan dengan santai.

​Qiao Yu hanya bisa terpaku, menggenggam botol giok itu erat-erat. Seolah-olah botol tersebut adalah harta tingkat dewa.

"Tung.. Tunggu Tuan muda Xiao.." Qiao Yu berlari kecil menghampiri Xiao Chen yang sudah diambang pintu.

"Sungguh tidak adil jika anda memberikanku pil seberharga ini, sedangkan aku tidak membalas apapun."

"Ambillah ini, jika anda menunjukkan plakat emas ini di seluruh cabang assosiasi Lentera Harta. Maka anda bisa meminta bantuan apapun. Dan juga anda bisa membeli seluruh barang dengan potongan hingga 30%."

Qiao Yu memberikan sebuah plakat yang terbuat dari emas murni dengan ukiran khas lambang lentera harta, dan juga ukiran kata "Ketua."

"Apakah kau tidak akan menyesal memberikanku plakat ini??"

"Justru aku akan sangat menyesal jika hari ini Tuan muda Xiao keluar dari ruangan ini tanpa membawa apa-apa." Jawab Qiao Yu mantab.

"Baiklah jika memang kau memaksa, aku akan terima plakat ini."

Xiao Chen menyatukan kedua tangannya sebagai lambang terima kasih, dan Qiao Yu pun melakukan hal yang sama.

"Apakah aku masih harus mencari informasi tentang Tuan muda Xiao..??" Ucap pengawal yang sedari tadi bersembunyi di dalam bayangan.

"Tidak perlu, aku tidak berani mengusiknya. Orang seperti Tuan muda Xiao pasti mempunyai sosok yang sangat hebat di belakangnya." Ucap Qiao Yu sambil menatap erat botol giok kecil ditangannya.

"Jaga baik-baik toko, aku akan berlatih selama beberapa pekan. Dan pastikan tidak ada yang menganggu..!!!"

"Baik Nona.."

Qiao Yu bergegas masuk ke ruang rahasianya dan segera menutup diri selama beberapa waktu untuk melakukan meditasi guna melakukan sebuah terobosan dalam tingkatan kultivasinya.

1
y@y@
⭐👍🏾💥👍🏾⭐
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
y@y@
🌟👍🏿💥👍🏿🌟
y@y@
👍🏼💥👍🏿💥👍🏼
y@y@
🌟👍🏾👍🏻👍🏾🌟
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
Ayu Ayunitasari
lanjutkan..😍😍
Ayu Ayunitasari
sungguh kerenn..
Ayu Ayunitasari
kerennn😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!