NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dihancurkan

Bangkit Setelah Dihancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Trauma masa lalu / CEO / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: Kumi Kimut

Kehidupan Nana berubah total saat sang ibu tiada. Nana terpaksa tinggal bersama ayah dan ibu tiri yang memiliki dua anak perempuan. Perlakuan saudara tiri dan ibu tiri membuatnya menderita. Bahkan saat dirinya akan menikah, terpaksa gagal karena fitnah sang ibu tiri.

Setelah semua kegetiran itu, Nana memilih untuk bangkit. Dia bersumpah akan membalas semua perbuatan jahat yang dilakukan oleh ibu dan saudara tirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kumi Kimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Aku mau menunggumu

“Aku gak kenapa-kenapa, Na,” ucapnya akhirnya. “Maaf kalau aku bikin kamu khawatir. Aku cuma… kaget. Dan mungkin juga terlalu lega.”

“Lega?” ulang Nana bingung.

“Iya,” Jordan tersenyum kecil meski Nana tak bisa melihatnya. “Karena akhirnya aku dengar suara kamu lagi.”

Nana terdiam. Ada jeda singkat yang dipenuhi suara napas mereka masing-masing.

“Kamu kenapa nyari aku, Dok?” tanya Nana pelan. “Bukannya aku udah keluar dari rumah sakit? Tugasku sebagai pasien juga sudah selesai.”

Jordan menggeleng pelan, lalu menyadari Nana tak bisa melihatnya.

“Justru itu,” katanya. “Sejak kamu keluar… sejak aku datang ke rumah nenekku dan tiba-tiba gak melihat kamu lagi, rasanya aneh. Kosong. Padahal pagi itu aku masih lihat wajah kamu, masih dengar suara kamu. Terus… hilang begitu aja.”

“Aku pikir aku cuma dokter yang terlalu terbiasa sama pasien,” lanjut Jordan jujur. “Tapi ternyata bukan itu. Aku merindukan kamu, Na. Aku baru sadar setelah kamu benar-benar gak ada di sekitarku.”

“Jordan…” suara Nana bergetar. “Kita baru kenal beberapa hari.”

“Aku tahu,” jawab Jordan cepat. “Aku sadar itu terdengar gak masuk akal. Bahkan mungkin terlalu terburu-buru. Tapi perasaan gak pernah nanya soal waktu, kan?”

“Aku gak mau kamu salah paham,” lanjut Jordan. “Aku gak bilang ini cinta besar yang langsung menggebu-gebu. Tapi ada rasa ingin menjaga."

“Kamu terlalu baik, Dok,” Nana tersenyum getir. “Aku ini penuh luka. Masa lalu aku gak sederhana.”

“Aku tahu semua itu,” jawab Jordan mantap. “Aku tahu masa lalu kamu. Aku ketemu Dimas. Aku dengar cerita yang gak semua orang kuat dengarnya. Tapi justru karena itu aku gak mau pergi.”

“Aku takut,” bisiknya. “Takut berharap.”

Jordan terdiam sejenak, lalu berkata dengan nada lembut tapi tegas,

“Aku juga takut, Nana. Tapi aku lebih takut kalau aku gak jujur sama perasaanku sendiri.”

“Terus… apa yang kamu mau sekarang?”

Jordan menarik napas, seolah mengumpulkan keberanian untuk kalimat berikutnya.

“Aku mau lebih mengenal kamu. Bukan sebagai pasien. Bukan sebagai wanita yang terluka. Tapi sebagai Nana. Dan kalau kamu izinkan… aku ingin serius.”

“Serius?"

“Iya,” jawab Jordan tanpa ragu. “Mungkin ini kedengaran gila. Tapi niatku jelas. Aku ingin melamar kamu, Nana.”

“Jordan… kamu yakin?” tanya Nana akhirnya, suaranya gemetar.

“Ya,” jawab Jordan tenang. “Aku gak minta jawaban sekarang. Aku cuma minta satu kesempatan."

“Kamu tahu aku bukan wanita sempurna.”

Jordan tersenyum, hangat.

“Aku juga bukan pria sempurna. Tapi mungkin… kita bisa belajar sama-sama.”

Hening kembali menyelimuti percakapan mereka. Tapi kali ini bukan hening yang canggung, melainkan penuh perasaan yang perlahan menemukan tempatnya.

“Aku… perlu waktu,” ucap Nana akhirnya.

“Aku tunggu. Selama apa pun itu. Yang penting kamu tahu."

"Oke, aku tutup teleponnya."

"Baik, Na."

Klik.

Jordan tersenyum seperti orang gila, bahkan menari diatas ranjang. "Yey! Akhirnya aku dapat istri!" teriaknya tanpa rasa malu.

Klek!

Pintu kamarnya ada yang membuka dari luar. Nenek Rita mengerutkan dahinya saat melihat kelakuan sang cucu." Kamu lagi ngapain Jordan? Udah gede masih loncat-loncat, ha?"

"Astaga! Nenek lihat kah?"

"Ya lihat! Kan nenek punya mata. Kenapa sih? Kamu baru dapat lotre?" tanya Nenek Rita sambil masuk ke dalam kamar sang cucu.

Dia meminta Jordan duduk." Ceritakan pada nenek kenapa kamu bisa sebahagia ini. "

"Nana terima aku Nek... "

" Apa? Sungguh? Kamu gak bohong kan?"

***

Bersambung...

1
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!