Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Foto kemesraan
Hana memikirkan ucapan suaminya yang dia rasa benar. dia tak ingin kehilangan anaknya juga. dia pun bangkit dan mencoba mengikhlaskan kepergian sang ayah
Sebulan setelah kepergian pak Rinto. Hana meminta pada mayang untuk kembali tinggal di rumah besar itu. dia tak ingin merasa kesepian
Mau tidak mau, Mayang pun akhirnya setuju dan kembali menempati kamarnya yang dulu
" Kak, apa kak Hana belum berniat menceraikan mas Rangga?" ucapnya tiba-tiba
" Apa maksud kamu?"
" Kak Hana lihat sendiri, kan? saat di rumah sakit. mas Rangga dan Fira sudah tiba lebih dulu"
" Itu mungkin hanya kebetulan. aku rasa sepertinya bukan Fira, mungkin ada orang lain"
" Tapi bukti sudah mengarah ke dia kak. kak Hana juga sudah melihat mereka di hotel yang sama. bahkan saat ulang tahun ayah, aku tak melihat mereka berdua" ucapnya lagi
" Aku akan mencari bukti yang kuat lagi, setelah itu akan aku pikirkan langkah selanjutnya" jawab Hana
" Baiklah kak" ucap Mayang kemudian berlalu meninggalkan hana seorang diri
Hana menghubungi Fira, dia meminta Fira untuk menemuinya di salah satu cafe favorit mereka. tak lama Fira pun datang dan segera menghampiri sahabat serta saudara baginya
" Ada apa? kenapa kau mengajakku bertemu? apa kau merindukan saat kita seperti dulu?" ucapnya tersenyum
" Aku mohon jujur padaku. aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku. apa kau selingkuhan suamiku?" tanya Hana terus terang dan tanpa basa-basi
" Ap_apa maksudmu?" ucap Fira sedikit gugup
" Aku pernah mendapatkan foto suamiku bersama seorang wanita di restoran, apa itu kau?" tanya nya lagi
" Maafkan aku Hana. tapi itu hanya kebetulan saja aku bertemu dengannya. dan saat itu kami sedang membahas soal pekerjaan" jawabnya gugup
" Hah, aku tidak menyangka kau begitu padaku. aku pikir kau tulus denganku. tega sekali kau merebut suamiku" ucap Hana masih tenang
" Apa maksudmu? Jujur saja, aku memang sempat menyukai Rangga, tapi itu dulu" ucapnya
" Percayalah padaku, Hana" ucapnya lagi sembari memohon
" Lalu coba kau jelaskan, saat di rumah sakit, bagaimana kau tau jika ayahku meninggal?"
" Aku mengetahuinya dari Rangga. dia menghubungiku. katanya aku orang pertama yang dia ingat saat itu, karena nomormu tak dapat di hubungi" jawabnya
" Aku sudah tau jawabannya" ucap Hana bangkit dari duduknya dan beranjak pergi
" Hana, tolong dengarkan aku" ucapnya mencoba menahan tangan Hana. tapi Hana segera menepisnya dan melanjutkan langkahnya
" Jelas saja orang yang pertama dia ingat adalah kamu, karena kamu adalah selingkuhannya" bathin Hana
Rangga menerima panggilan telepon dari kekasihnya. dia sedikit kesal lantaran ulah Hana
" Kamu kenapa sayang? suaramu terdengar sangat kesal" ucap rangga
" Aku kesal banget sama istrimu itu"
" Kenapa lagi dengannya?"
" Dia sudah tau bahwa kau selingkuh. tapi kenapa masih diam saja. kapan kau akan menceraikannya? Padahal dia sudah tau bahwa kau punya wanita simpanan"
" Sebaiknya kita tetap jalani hubungan ini secara sembunyi. ini akan seru jika dia mendapati kita langsung" ucap rangga
" Jadi kamu mau dia sendiri yang melihat perselingkuhan kita?"
" Iya sayang. jadi kamu yang sabar ya"
" Tapi aku tidak tenang jika seperti ini"
" Kamu harus tenang, demi harta dan juga asetnya. kamu mau kan?"
" Baiklah, tapi ingat jangan mengingkari janjimu"
" Iya sayang" ucapnya kemudian mengakhiri panggilan kekasihnya
********
Dalam berapa hari ini, Hana mencoba untuk memperbaiki hubungannya dengan sang suami. dia yakin jika suaminya pasti akan berubah jika dia lebih perhatian padanya
Setiap hari dia selalu menyiapkan sarapan untuk suaminya, menyambut dengan senyum saat suaminya pulang kerja, bahkan melayani kebutuhan batin suaminya dengan iklhas
Hari itu, Hana mendapat undangan ulang tahun Fira. tapi dia memilih tak akan menghadiri undangan itu. dia sudah sedikit kecewa pada wanita yang tak tau malu itu, pikirnya
" Kak, aku izin hari ini ya" ucap Mayang pagi itu
" Kamu mau kemana?"
" Aku mau jengukin ibu di kampung. sepertinya ibu juga belum tau kabar ayah. biar bagaimana pun, ibu juga harus tau kak" ucap Mayang
" Berapa hari kau di sana?"
" Mungkin dua atau tiga hari kak. aku ingin mengurus ibu sebentar. apa kak Hana tidak keberatan?" tanyanya
" Tidak. untuk apa aku keberatan. berangkatlah, agar kau tak kemalaman" ucapnya
" Iya kak" ucap Mayang memeluk Hana
" Kamu tak pake mobil, Mayang?" teriak Hana heran melihat Mayang keluar pagar tanpa mobilnya
" Jalan ke rumah ibu tak bisa di lalui dengan mobil, kak. hanya bisa dengan sepeda motor. makanya aku pilih naik bis agar bisa melanjutkan dengan ojek" jawabnya
" Ohh gitu.. ya sudah hati-hati ya" ucapnya melambaikan tangan
Malam itu Hana kembali menanti sang suami, namun, hingga jam sepuluh suaminya belum juga datang. dia sedikit takut jika suaminya pergi ke acara ulang tahun Fira
Hana meraih ponselnya untuk menghubungi sang suami. namun, baru saja ingin menekan nomor kontak suaminya, tiba tiba sebuah pesan masuk kembali dari nomor tak di kenal itu
Beberapa foto suaminya yang sedang tertidur tanpa mengenakan pakaian. serta foto saat suaminya sedang bersama wanita itu. namun, wajah sang wanita tak di tampakkan. hanya tubuh bagian belakangnya saja yang sengaja di perlihatkan
Satu foto lagi memperlihatkan saat mereka sedang saling berpelukan tanpa mengenakan busana. Hana sangat terkejut melihat foto itu
Dia merasa sangat sedih dan kecewa, apalagi pesan teks yang di kirim wanita itu padanya
{ Malam ini suamimu sedang bersamaku. aku sangat ketagihan dengan Rangga, begitu juga dia sangat menyukai servis ku. makanya dia lebih sering menemaniku daripada bersamamu} isi pesan wanita itu
Hana membuang ponselnya di kasur, dia hanya bisa menangis setelah melihat foto yang sangat menyakitkan baginya itu
" Fira. aku yakin wanita itu adalah fira. aku ingat kimono yang di kenakan, itu adalah kimono yang aku berikan beberapa bulan yang lalu" ucapnya setelah mengingat pakaian yang di kenakan wanita yang ada di dalam foto
" Aku akan menemuinya langsung. jika memang dia mengaku, maka aku akan meminta pada mas Rangga untuk memilih" gumamnya masih dalam isakannya
Tengah malam Rangga baru pulang. dia mengendap-endap masuk ke dalam kamar. mengetahui hal itu, Hana berpura-pura tidur. Rangga segera membasuh tubuhnya dan langsung naik ke tempat tidur
Hana memang merasa akhir-akhir ini sikap suaminya sedikit berbeda. jika dulu sang suami selalu menciumnya saat ingin tidur, sekarang tak pernah lagi. bahkan sang suami enggan mengantarnya ke dokter
Beberapa hari kemudian. Hana menemui Mayang di kamarnya dan meminta Mayang untuk tetap di rumah, lantaran dia ingin pergi ke suatu tempat. tapi itu hanya alasan dan sebenarnya dia ingin memberikan kejutan untuk ulang tahun suaminya hari ini
" Mbok Darmi, tolong pasang kamera ini di kamarku. letakkan dengan sedikit tersembunyi. karena malam ini aku ingin memberikan kejutan untuk suamiku" pintanya sebelum keluar dari rumah
Hana melajukan mobilnya untuk menemui Fira di rumahnya terlebih dulu
" Hana? ayo masuk" ucap Fira
" Ini kamu kan?" tanya Hana melempar beberapa lembar foto di atas meja. Fira hanya melirik sekilas pada foto itu
" Apa maksudmu mengirimkan foto itu padaku?" tanya Hana terlihat marah
" Apa kau punya bukti bahwa itu aku?" tanya Fira
" Kimono itu. bukankah aku yang memberikan itu padamu?"
" Kamu pikir cuma aku yang memiliki kimono itu?" tanyanya
" Gak usah beralasan kamu, Fira. aku kecewa padamu. begini caramu membalasku?"
" Mulai saat ini aku tidak ingin mengenalmu lagi" ucap Hana meninggalkan rumah Fira
" Hana dengarkan aku dulu" ucap Fira tapi Hana sudah melaju
" Dasar keras kepala " ucap Fira menyeringai
________
Siang itu rangga kembali ke rumah, tapi dia tak mendapati Hana dimana pun
" Mbok, dimana istriku?" tanyanya
"Maaf tuan, nona Hana bilang dia ingin ke suatu tempat. Saya juga tak tau dimana, tuan. Dan katanya mungkin besok baru nona akan kembali" jawabnya
" Benarkah? baiklah" ucap Rangga tersenyum dan kembali ke kamarnya dan menghubungi seseorang