NovelToon NovelToon
Kilatan Waktu

Kilatan Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Hantu / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Ami Greenclover

Bagaimana rasanya kembali ke masa lalu?Mia dan Dania kembali ke masa lalu, namun... cerita mereka sedikit berbeda... Makam kuno yang mereka lihat membawa mereka kembali ke masa kejayaan Dinasti Song. Dinasti yang kala itu berdiri dengan megah yang menjadi tonggak kemajuan zaman.
"Dimana ini?"
Kalimat yang sering Mia dan Dania ucapkan setelah menjadi target "Kilatan Waktu"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ami Greenclover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarjana Gila

Hari sudah mulai sore. Dania sedang beristirahat di kamar yang telah disediakan oleh nyonya Zhang. Sedangkan Mia pergi melihat-lihat taman bunga.

“Bagus sekali tempat ini.”

Mia melihat kolam yang dipenuhi teratai. Dia berjalan di tepi kolam. Saat hendak berjalan ke arah danau kakinya tergelincir.

“Aaa!”

Dia hampir terjatuh untung saja ada yang menangkapnya. Mia mengira dia akan masuk ke dalam kolam itu, ia sampai menutup matanya. Namun, mengetahui ada yang memegangi tubuhnya dia membuka matanya.

“Ka-kau siapa?”

Tanya Mia dengan terbata saat melihat seorang pria menolongnya. Mia dan pria itu saling menatap satu sama lain. Pria itu tak menjawab pertanyaan Mia. Pria itu melepaskan Mia dan langsung pergi tanpa sepatah kata pun.

“Eee? Dia pergi begitu saja?”

Mia heran dengan tingkah pemuda itu. Pemuda itu sangat tampan bahkan ketampanan Zhang Rui kalah olehnya.

Makan malam telah tiba, Mia dan Dania dipanggil oleh nyonya Zhang untuk makan malam bersama. Saat tiba di meja makan, Mia melihat pemuda itu sedang duduk dengan tenang. Ya, itu adalah pemuda yang ia temui di kolam teratai itu. Pemuda itu tak mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang ia baca.

“Zhang Wei… perkenalkan kedua nona ini adalah Xiao Ning dan juga Lan Qiu.”

Nyonya Zhang memperkenalkan mereka berdua, namun Zhang Wei hanya menoleh sebentar dan langsung kembali fokus pada bukunya.

“Maafkan dia, dia memang seperti itu… jadi ku harap kalian tidak tersinggung dengan sikapnya.”

Nyonya Zhang meminta maaf atas ketidaksopanan Zhang Wei.

“Tidak masalah nyonya, kutu buku memang begitu.”

Dania menyindir nya.

“A Lin, dimana kakakmu?”

Nyonya Zhang bertanya pada Zhang Lin.

“Kakak masih di istana, dia tadi dipanggil oleh Menteri Pertahanan untuk membahas perang di perbatasan.”

“Oh, ternyata begitu…”

“Ma, ayah dimana?”

Giliran Zhang Lin bertanya kemana ayahnya pergi.

“Ayahmu masih sibuk di ruang kerjanya. Ada beberapa dokumen yang harus dia selesaikan.”

“Kaisar tak pernah memberikan dia waktu untuk libur padahal seharusnya dia sudah menikmati masa pensiun nya.”

“Ayahmu adalah orang kepercayaan Kaisar jadi wajar saja dia masih sangat sibuk diusianya yang tak lagi muda itu.”

Setelah makan malam Mia dan Dania ingin pergi jalan-jalan ke pasar. Pasar saat ini dipenuhi oleh lentera. Jalanan pasar sangat ramai.

“Mia ayo kita pergi ke jembatan itu!”

Dania menoleh, Mia tak ada.

“Eh, kemana Mia pergi?”

Dania bingung pada akhirnya Dania berjalan sendiri ke atas jembatan itu. Dia melihat cahaya lentera di sepanjang sungai.

“Indah sekali… ternyata begini rasanya tinggal di zaman ini…”

Dania tersenyum. Setelah puas dengan pemandangan yang ia lihat, ia pun memutuskan untuk berjalan ke kerumunan warga. Dia melihat ada orang-orang yang sedang melakukan atraksi barongsai.

Saat tiba di tempat itu Dania melihat Mia yang berada di seberangnya tengah menonton barongsai. Tampak Mia tertawa-tawa melihat atraksi yang dilakukan oleh orang-orang itu. Tampaknya Mia sangat terkesan dengan pertunjukan barongsai itu sampai dia tak melihat Dania berada di seberang jalan. Dania berjalan di kerumunan, dia ingin menghampiri Mia.

“Mia!”

Dania menepuk pundak Mia.

“Apo?!kau dari mana coi?”

Mia bertanya.

“Kau yang darimana? Aku jalan tadi kau tiba-tiba hilang.”

“Hehe, aku ngeliat barongsai… aku belum pernah nonton barongsai. Dulu barongsai ada di Mempawah tapi jauh lah dari rumah.”

Mereka berdua menonton.

Setelah puas menonton mereka kembali ke kediaman Zhang.

“Enak juga tinggal disini.”

“Iya…”

Mereka berdua duduk di teras rumah sambil menatap langit.

“Dulu… aku pernah bermimpi pengen tinggal di zaman kuno karena vibes nya keren.Aku gak nyangka bakalan nginjakin kaki disini. Walaupun kita cuma berada di dalam mimpi… tapi… mimpi ini terasa sangat nyata. Aku bahkan sulit untuk membedakan mana mimpi dan mana hal yang nyata.”

“Iya ya…”

“Dulu aku pernah berdo'a… aku pengen hidup seperti di dalam drama china, pakai hantu, makan tanghulu…aku gak nyangka hari ini aku bakal ngerasain kayak gimana rasa tanghulu itu.”

“Mia… kau sadar gak sih?”

“Apa?”

“Aku ngerasa tempat ini memang ada di dunia nyata.”

“Maksudnya?”

“Kan kita sekarang berada di masa lalu, nah… mimpi kita ini bukan mimpi biasa. Contohnya Zhang Rui dan Zhang Lin, mereka benar-benar ada… aku curiga kita memang benar-benar ada di zaman dahulu bukan hanya sekedar bermimpi.”

Mia langsung menoleh ke arah Dania.

“Iya juga ya,kayaknya kita harus pergi ke tempat-tempat penting deh.”

“Contohnya?”

“Contohnya kaya istana, jadi kita lihat bangunan-bangunan penting disini dan kita juga harus nemuin orang-orang yang berpengaruh supaya kita bisa nyari info tentang ke-validan info yang kita punya.”

“Ide bagus!”

“Jadi, kita akan berpetualang?”

“Ya!Kita akan berpetualang!”

“Tapi…”

“Tapi apa?”

“Berpetualang juga butuh modal, terus kita dapat duit darimana?”

“Lah, iya juga ya…”

“Walaupun ini zaman kuno, kita tetap butuh duit.”

“Kau benar juga.”

“Kita harus mikiran cara untuk ngedapetin duit, gimana?”

“Ya, itu memang harus kita pikirin.”

“Di film yang aku tonton banyak cara ngehasilin duit di zaman kuno.”

“Itu kan film woi, mana bisa disamain sama keadaan kita sekarang. Kita harus bikin sebuah inovasi.”

“Contohnya?”

“Pernah nonton Dr. Stone?”

“Pernah, yang film Ishigami Senku itu ‘kan?”

“Nah! Iya! Kita tiru dia yuk! Kita nyoba bikin sabun.”

“Susah woi! Sabun itu butuh soda api. Lah kita mau nyari soda api kemana?”

“Iya juga ya…”

“Gimana kalau jualan makanan?”

“Disini juga udah ada banyak makanan.”

“Hmm, iya juga…”

“Gimana kalau kita buka les baca ajah?”

“Kau ini lupa ya? Kita kan ada di China, emang bisa kau nulis hanzi?”

“Lah iya, aku gak bisa hehe.”

“Terus gimana?”

“Kita buka kelas kimia, fisika, Astronomi, bisnis, dan lain-lain… gimana?Pasti pendidikan disini belum semaju di zaman kita.”

“Kau benar!”

“Okelah, solusi sudah ditemukan!”

Mereka beranjak dari teras dan akan kembali ke kamar mereka. Namun, saat berjalan di taman belakang mereka melihat jendela salah satu kamar terbuka. Di dekat jendela itu ada Zhang Wei yang tengah membaca buku, cahaya bulan tampak menyinari nya.

“Ganteng ya… mirip sama yang di internet.”

Dania berkomentar ,mereka berdua berdiri dari kejauhan melihat Zhang Wei yang tengah membaca buku itu. Mengetahui ada yang mengawasinya, Zhang Wei menoleh ke arah mereka. Dia kemudian berdiri dan berencana ingin menutup jendela kamarnya.

“Hei! Tunggu!”

Mia mencegahnya, lalu berlari ke arahnya. Zhang Wei mengurungkan niatnya.

“Ada apa?”

Dengan ekspresi dingin Zhang Wei bertanya.

“Buku apa yang kau baca?”

“Buku?”

Zhang Wei melirik ke arah buku itu, lalu memberikannya pada Mia. Mia mengambil buku itu.

“Hmm, cukup sederhana ternyata…”

Mia membaca buku yang diberikan oleh Zhang Wei.

“Buku ini adalah buku terbaik di era ini, dan kau menyebut buku ini sangat sederhana?”

Zhang Wei heran.

“Aku memiliki pengetahuan yang lebih dari ini.”

Zhang Wei tampak tak percaya dengan apa yang Mia katakan.

“Kau meragukanku?”

Zhang Wei enggan berhubungan dengan Mia jadi dia mengambil buku dari tangan Mia dan menutup jendela kamarnya.

“Phei!sarjana stres!”

Mia memaki Zhang Wei namun Zhang Wei tak memberikan responnya.

“Sudahlah, ayo kita kembali…”

Dania mengajaknya untuk kembali ke kamar mereka. Malam itu sangat cerah, bahkan cahaya bulan membuat semuanya tampak jelas. Suara jangkrik terdengar, suara burung hantu saling bersahutan.Malam itu mereka tidur dengan nyenyak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!