Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.
Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajani Wuhhgy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perih
Pagi lagi sekali Alexsa sudah berada di dapur menyiapkan sarapan untuk semua orang. Bik Dariyem yang bisa membantu nya hari ini sedang tidak bisa karena dia harus kembali ke kampung nya untuk menghadiri sebuah acara.
Pukul 05.00 pagi Arkhana sudah siap dengan pakaian olahraga nya hari ini pria 38 tahun itu ingin berkeliling komplek dan taman di dekat rumah Wijaya. Tubuh nya yang ideal tentu saja bukan di dapat dengan cara instan.
" Selamat pagi Ale.. " Sapa Arkhana mengejutkan gadis itu yang tengah sibuk menyusun makanan di meja.
" Kak... aku sampek kaget.. " Nampak Alexsa yang mengelus dadanya melihat kedatangan Arkhana yang tiba tiba.
" Maaf... maaf.. " Arkhana terkekeh geli melihat ekspresi terkejut Alexsa kemudian pria itu duduk di meja makan sembari pandangan tak lekat dari gerak gerik Alexsa.
" Mau minum jus atau kopi?. "
" Jus alpukat saja. "
" tunggu aku buatkan dulu yah.. " Alexsa berjalan ke arah dapur untuk membuat kan jus untuk Arkhana. Pria itu mengekor Alexsa dan memeluk nya dari belakang.
" Apa kamu jadi ikut ke Surabaya besok?. " Gumam Arkhana menyandarkan dagunya di bahu Alexsa.
Alexsa yang sudah terbiasa dengan sikap manja pria itu kini sudah tidak terkejut lagi jika Arkhana memeluk nya atau menyadarkan kepalanya di tubuh nya, Alexsa nampak diam dan menyibukkan diri dengan alpukat Arkhana.
" Kenapa diam?. "
" Besok?. Mungkin Alexsa di rumah aja deh kak, besok kan bu Laras mengadakan arisan di rumah dan bik Dariyem juga belum pulang apa tidak kasihan jika ibumu harus menghendel semua sendiri. " Arkhana menganguk mengerti dia pergi ke Surabaya karena ada pertemuan dengan beberapa teman lama nya sembari membicarakan beberapa bisnis baru nya.
" Sudah siap, sebentar lagi semua akan turun sarapan bisa kah kakak menyingkirkan dari ku dan duduk lah di sana.. " Arkhana terkekeh mengambil sebelas jus Alpukat nya dan kembali duduk di meja makan.
Semua keluarga Wijaya sudah berada di meja makan menikmati sarapan yang sudah di siapkan Alexsa.
" Kok susu aku gak ada sih sayang, ke mana gadis itu kenapa susuku tidak di buatkan sih.. " Celetuk Natasya kesal.
" Biar aku saja yang buat, mungkin Alexsa lupa lagian Alexsa kerjakan semua sendiri Natasya. " Ucap Sam namun sebelum pria itu beranjak pergi Natasya menahan tangan nya meminta nya untuk kembali duduk.
" Duduk di sini, aku maunya Alexsa yang buatkan bukan kamu sayang. " Sam menghela nafas pelan entah apa yang sedang di rencana kan Natasya.
" Alexsa.... Alexsa.... " Pekik nya dengan keras membuat Alexsa berlari kecil menghampiri Natasya.
" Iyaa.. "
" Susu ku mana, buatkan sekarang apa kamu mau membuat anakku menunggu dengan lama ha.. " Natasya langsung mendorong tubuh gadis itu hingga hampir terjungkal kebelakang.
Arkhana dan Sam langsung mendekati gadis itu dengan reflek membuat semua orang memandang ke arah mereka, mata Arkhana dan Sam saling beradu seakan bertanya apa yang sedang di lakukan kakaknya sekarang.
" Ehemz.. " Brata berdehem dengan keras membuat kedua putra nya kembali sadar.
" Kamu nggak papa kan?. " Ucap Arkhana dan Sam bersamaan. Semakin membuat semua orang di buat terdiam, Laras menatap kedua anaknya dari pancaran mata mereka Laras tahu jika ada sesuatu diantara kedua putra nya itu dengan Alexsa.
" Kamu ngapain sih nanyain dia, aku mau susu buatkan sekarang.. " Bentak Natasya dan menyuruh Sam untuk kembali duduk di samping nya dan Arkhana yang kembali ke kursi nya.
" Sayang, tidak bisa kah kamu berbicara lebih lembut dan tidak berbuat kasar seperti itu pada Alexsa. " Gumam Sam pelan.
" Cemburu mungkin. " Celetuk Arkhana membuat Natasya langsung menatap nya tajam. Pria yang dulu begitu dia cintai selamat bertahun-tahun lamanya dan sekarang yang telah menjadi adik iparnya sendiri.
" Arkhana, tolong jangan buat kegaduhan di meja makan. Mami nggak mau kamu membuat Natasya stress dan itu berpengaruh pada janin nya. " Seru Laras yang sebenarnya tidak suka dengan sikap Natasya namun mau bagaimana lagi dari pada wanita stres dan berpengaruh pada kandungan nya calon cucu nya.
Alexsa datang membawa segelas susu hangat untuk Natasya.
" Ini susu nya buk Natasya.. " Alexsa meletakan susu hangat di sebelah tubuh Natasya dan wanita itu segera meminum nya.
" Ah... panas... " Natasya dengan sengaja langsung menyiramkan susu itu ke tubuh Alexsa membuat gadis itu terkejut.
" Kerjaan lo tuh apa sih, semua nya gak becus... " Pekik Natasya dengan keras sedang kan Alexsa merasakan panas di tangan nya.
" Ah... "
Bruk
Arkhana yang kesal memukul meja makan dengan keras membuat semua orang terdiam menatap kemarahan pria itu.
" Urus bini sinting lo tuh. " Sam yang hendak menolong Alexsa sekita di dorong oleh Arkhana untuk menjauh.
Arkhana langsung membawa Alexsa menuju dapur membasuh tangan gadis itu yang sudah memerah, mata gadis itu berkaca kaca saat tangan putih mulus nya di siram dengan sengaja oleh Natasya.
" Apa sakit?. " Gumam Arkhana menoleh ke arah Alexsa. Alexsa hanya mengganguk tanpa mengeluarkan suara.
Di sana Sam menggepalkan tangannya dengan erat dan itu di lihat langsung oleh Laras yang kini semakin yakin jika kedua putra nya memiliki perasaan yang sama dengan Alexsa, Laras langsung menghampiri Alexsa melihat keadaan gadis itu.
Sam hendak mendekat melihat keadaan Alexsa namun Natasya menahan lengannya cepat.
" Perut ku terasa sakit sayang, antar aku ke kamar. " Gumam Natasya menjadi alasan agar Sam tidak mendekati Alexsa.
Sam yang tidak tega dan bingung seketika langsung menggendong tubuh Natasya naik menuju kamar mereka, mata Alexsa melihat bagaimana Sam lebih perhatian pada Natasya dan dia sudah siap akan itu jadi dia sendiri harus terima setiap rasa sakit itu.
Air matanya menetes begitu saja bahkan tetesanya mengenai tangan Arkhana membuat pria itu langsung menatap Alexsa khawatir.
" Apa perlu kerumah sakit, apa benar-benar terasa nyeri katakan padaku?. " Ucap Arkhana panik.
" Enggak kok kak, udah lebih baik. Terima kasih sudah menolong Alexsa.. " Gumam Alexsa mengalihkan pembicaraan. Gadis itu meneteskan air mata bukan karena rasa nyeri di tangannya tapi rasa perih di dada nya.
Laras datang mengelus lembut punggung gadis itu.
" Maafin Natasya sayang, mood ibu hamil memang suka berubah ubah dan ini sebenarnya kelewatan tapi ibu juga tidak bisa berbuat banyak mengingat kandungan Natasya berisiko jika dia merasa sedih dan stes itu bisa langsung berpengaruh di janin nya. " Gumam Laras lembut.
" Mi, ini kelewatan bagaimana bisa mami terlalu memanjakan wanita itu dan kak Sam juga terus terus membela nya. "
" Kak, udah gak papa lagian benar kok kata bu Laras mood ibu hamil itu berubah ubah dan ini kan anak pertama mereka tentu saja kak Sam sangat menjaganya. "
Laras menarap tulus gadis di depannya itu dengan kagum dia sangat setuju saja jika Arkhana benar-benar menyukai nya dan menjadi nya menantunya.