NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:167.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Inal pingsan

Purnama berjalan perlahan karena dia memang mau mencari keberadaan arwah Arman yang selama ini terus gentayangan ke sana kemari menghantui para teman, hanya Arya yang tidak didatangi oleh Arman karena mungkin dia merasa tidak akan ada guna juga mendatangi Arya yang sama sekali tidak ingin berhubungan dengan hal gaib lagi.

Atau bahkan bisa jadi iblis yang telah menguasai Arman tidak ingin bila Arya atau Purnama akan mengetahui apa yang telah terjadi pada Arman itu sehingga dia tidak membiarkan Arman gentayangan mendekati Arya, sebab kadang iblis juga mengetahui mana yang tepat untuk dihantui dan mana yang tidak karena dia merasa dengan posisi yang terancam.

Bagi para iblis maka sudah pasti mereka mengetahui siapa Purnama bila hanya melihat sekali lewat saja karena Purnama memang bukan murni manusia seperti yang lain, jadi bau iblis sudah pasti ada di dalam diri wanita itu dan dia juga masih kewalahan untuk menekan hawa nafsu yang ada di dalam diri.

Nafsu Purnama tentu saja ingin memakan jeroan para manusia yang ada di sekitar sini karena dia memang sangat haus dengan para jeroan manusia, tapi berusaha untuk dia tekan karena pesan yang di berikan oleh Bu Laras bahwa bila ingin hidup dengan dia maka Purnama harus bisa menahan diri.

Sebab tidak ada manusia yang memakan jeroan manusia lain karena itu hanya di lakukan oleh para iblis saja, jadi memang mau tidak mau maka pernah harus menahan perasaan yang tumbuh di dalam hati ketika dia melihat para manusia berkeliaran di desa ini dan dia hanya bisa menahan hawa nafsu itu.

Ini malah ada tragedi baru tentang kematian Arman yang bunuh diri dan Purnama merasa juga tidak yakin bahwa pemuda itu meninggal karena bunuh diri, jadi dia memang sengaja ingin mencari tahu terlebih dahulu dan dia merasa mungkin saja kasus ini ada sangkut paut dengan berita yang di bawa oleh gadis kemarin.

Ini Purnama masih menunggu kabar yang akan diberikan oleh Bu Kades esok pagi ketika wanita itu akan menyerahkan telur yang sudah Purnama berikan kepada dia, tapi Purnama sama sekali tidak tahu bahwa Bu kades di dalam rumah menghalangi hal yang sangat mengerikan karena iblis itu mengetahui niat mereka.

"Yang di balik pohon pisang itu bukan sih?" Maharani melihat gelagat seseorang.

"Ayo kita dekati, bocah itu terus menghindar bila kita akan menemui dia." ucap Purnama.

"Pasti iblis yang mengekang dia takut kalau ketemu sama kamu makanya dia tidak ingin Arman ketemu." jelas Nilam.

"Lebih tepat nya dia tidak mau kalau urusan ini terganggu, sebab bisa saja iblis itu jauh lebih kuat bila di bandingkan dengan Purnama." jawab Maharani pula.

"Bisa juga sih, tapi emang harus di cari tahu ini." Nilam juga tidak sabar dan mendekati sosok itu.

"Hati hati agar jangan sampai ketahuan karena aku ingin berbicara langsung dengan pemuda itu." pesan Purnama.

Maharani dan Nilam membuat gerakan mengepung agar Arman tidak bisa kabur lagi dari mereka bertiga, sebab kemarin mereka sempat melihat tapi Arman langsung pergi begitu saja karena pasti iblis itu tidak akan pernah mengizinkan Arman bertemu dengan orang yang memiliki kemampuan tentang hal gaib karena dia tidak ingin ada yang mengganggu.

"Nah ketangkap kau!" Maharani langsung menampakan diri karena niat mau menangkap.

"Huaaaaaah setaaaaan!" Inal menjerit keras sampai jatuh terjengkang.

"Loh kok malah dia, Ran." Nilam memperhatikan Inal yang ketakutan.

"Ya enggak tau, aku kira tadi dia adalah Arman tapi ternyata malah orang yang sedang pipis." jawab Maharani lagi.

"Sialan, untuk aku belum menampakkan diri di hadapan orang itu sehingga dia tidak mungkin melihat aku ada di sini." Purnama sangat kesal dan bersembunyi di balik pohon pisang.

"Setaaaaan, jangan sakiti aku! pergi kau kuntilanak." Inal histeris karena takut melihat Maharani.

"Eh dia kok takut sekali begitu, dasar manusia!" kesal Maharani.

Buuuuuk.

Inal pingsan karena wajah dia dihantam dengan tinju Maharani yang sangat kuat sehingga pria itu tidak sadarkan diri lagi, Maharani kesal karena malah salah sasaran seperti ini dan dia tidak bisa untuk menemukan Arman yang ada di sekitaran sini karena tadi salah sangkar ketika melihat Inal yang sedang buang air kecil.

"Salah orang ternyata, Pur." Nilam tertawa kecil.

"Maka nya kalian itu lain kali kalau mau menangkap orang harus di teliti terlebih dahulu, Untung saja tadi aku tidak ikut langsung menghadap dia!" kesal Purnama.

"Ya kenapa kalau langsung melihat? kan jadi lumayan kau bisa melihat bagian anu nya dia." ujar Nilam.

"Heh edan! apa kata Inal nanti kalau calon mantu habib malah mengintip dia pipis." kesal Purnama.

"Oh iya aku lupa kalau kau mantu habib, bisa habis kena marah sama Ibu ya." Maharani juga tertawa.

"Gila memang kalian, sudah lah aku mau pulang saja karena kalian tidak beres." kesal Purnama.

Purnama segera pergi karena dia kesal dengan kedua kuntilanak gila itu yang tidak pernah beres bila di suruh melakukan tugas, lihat hati mau mencari keberadaan arwah Arman tapi malah mengintip orang yang sedang buang air kecil di balik pohon pisang itu sehingga sudah pasti orang tersebut merasa sangat kaget.

"Nal, kau kenapa tadi berteriak?" Pak Wandi datang dan langsung kaget.

"Heh tolooooong, tolong ini Inal pingsan." Wandi berteriak memanggil teman yang ada di pos ronda.

"Kenapa dia bisa pingsan begitu, Pak?" kaget Maulana.

"Entah lah, tapi sudah mau sadar kok ini." Wandi berusaha membangunkan Inal.

"KUNTILANAK, ADA KUNTILANAK!" Inal berteriak menatap kesana kemari.

Tapi yang di tatap sekarang adalah Wandi dan bersama dengan Maulana juga sehingga Inal merasa sedikit lega, padahal dia masih takut bila ternyata ada dua kuntilanak yang berdiri di hadapan dia dengan tatapan yang begitu mengerikan dan juga wajah mereka yang sangat menyeramkan sekali.

"Apa yang kau lihat memang nya, Nal?" tanya Wandi penasaran.

"Demi Allah tadi aku habis melihat kuntilanak, dia mendadak saja muncul dengan wajah yang begitu seram." cerita Inal.

"Udah, Ayo cerita di pos aja jangan di kebun pisang seperti ini." Maulana juga merinding.

"Ya Allah jantung ku seolah mau lepas karena kaget ketika melihat kuntilanak berwajah seram seperti itu." ujar Inal dengan tubuh gemetar.

Sebab Inal memang begitu ketakutan dan dia juga tidak menyangka kalau buang air kecil di pohon pisang ini malah bertemu dengan kuntilanak itu, tadi sudah ditakuti bahwa ada arwah Arman tapi ternyata dia justru bertemu dengan para kuntilanak di kebun pisang ini.

Selamat siang besti, up nya ini aja dulu ya karena othor mau persiapan buat nasi liwet, yok sini makan nasi liwet sama Mak NJ.

1
Raffaza Direzky87
bukannya tangan yang di tarik malah sorban,dasar maulana nih,kasian zidan sampai terseret
Cindy
lanjut kak
Dindin Paridudin
malam💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
astaga ngakak bisa2 nya ustad di seret 🤣🤣
Fiyan Ayu
takut si takut tp ya jangan narik sorbannya calon suami mba pur to 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Mereka yang ketakutan tapi aku malah jadinya ngakak 🤣🤣🤣🤣
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!