seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30. Obat kuat Dari Sistem Untuk Tuan Muda Dore
“Euh, permisi para prajurit yang terhormat, aku mau bertemu dengan tuan muda Dore..!”
Para prajurit yang bertugas untuk menjaga tuan muda mereka di kota, langsung menoleh dan tentu saja menolak dengan mentah-mentah. “Menyingkir, tuan muda kami sedang tidak bisa di ganggu.”
Yuda menggeleng pelan, pasti memang sulit tuan muda Dore adalah putra tunggal keluarga terkenal di ibu kota, ia juga yang memilki bisnis yang membuat semua orang segan, selain bisnis yang sangat besar identitas keluarga Javier tidak bisa di ragukan.
“Aku mohon! Aku jamin tuan muda Dore juga ingin menemuiku,” mohon Yuda, sebenarnya Yuda tidak terlalu tertarik melakukan ini, tapi ia sadar sebuah dukungan dari keluarga Javier akan sangat berharga untuk nya.
Melihat Yuda bersikukuh, prajurit itu merasa kesal lalu mencabut pedang yang di soren nya. “Sring..! Kau berani tidak patuh, di kota laskar ini siapa yang tidak kenal keluarga Javier.”
“Tungguu..!”
prajurit itu mematung lantas menurunkan pedang yang sudah di sodorkan siap memenggal kepala Yuda. “Aku penasaran siapa yang kekeh ingin menemui ku, tanpa takut mati.”
Sosok dengan tubuh gemuk tapi berwajah putih. “Halo tuan muda Dore, saya hanya pemuda kecil dari desa Rimba ingin menyapa tuan muda.”
Yuda sedikit lega karena tuan muda itu tidak sesombong kedengaran nya, buktinya pemuda itu turun dari tandu nya saat mendengar keributan, entah karena peduli pada Yuda, atau hanya merasa terganggu.
“Ouh, hanya itu, yasudah kalau gitu! Aku masih banyak urusan,” ucap Tuan muda Dore, dan Yuda bisa melihat jelas di dalam tandu, dua wanita cantik dan seksi menunggu pemuda itu.
Dengan perlahan Yuda mendekati Dore, bermaksud ingin membisikan sesuatu, tapi pengawal lagi-lagi menghalangi nya. “Diam!”
prajurit langsung patuh, tapi tetap bersiaga takut Yuda mencelakai tuan muda mereka. “Aku punya sesuatu yang berharga, penyakit yang saat ini di derita tuan juga, bisa aku sembuhkan.”
Degh!,
Tuan muda Dore langsung melotot ke arah Yuda, seolah menanyakan kalau yang di ucapkan pemuda itu serius, Yuda pun mengangguk mengiyakan dengan yakin, ia bisa melihat dengan mata Emas Sakti nya, kalau Dore mengalami penyakit serius yang membuat pemuda itu tidak perkasa dalam permainan ranjang nya.
“Aku sudah datang ke banyak tabib, dan mereka mengatakan sulit menyembuhkan ini,” ungkap Dore kini mulai bercerita kepada Yuda.
Yuda hanya tersenyum lalu menepuk bahu pemuda itu. “Mereka tidak bisa, belum tentu saja juga tak bisa, saya sudah lama berlatih energi dalam dan juga beberapa kali meracik pil tahan lama,” ujar Yuda mengecilkan suara di akhir kalimat nya.
“Obat kuat ini, serius tidak akan membuat gejala makin parah kan sistem,” tanya Yuda dalam benak nya, sebenarnya yang Yuda sebut menyembuhkan hanya mengandalkan pil yang pernah Yuda dapat kan dari sistem.
“Bisa tuan, obat kuat dari sistem bukan seperti yang di jual di pasaran, tapi ini menggunakan bahan herbal seperti gingseng ribuan tahun,dan bahan herbal yang sangat aman untuk meningkatkan stamina, dan 99% membuat penggunanya akan bisa memuaskan pasangan..!” terang sistem dengan panjang lebar.
“kau benar teman, si-siapa nama mu, maafkan sikap ku, sebelum nya,” ucap Dore sedikit tak enak hati, karena sebelum nya, ia sudah kurang ajar kepada Yuda.
“Ah, tuan muda bisa panggil aku Yuda saja,” jawab Yuda tetap mempertahankan sikap rendah diri nya.
“Jangan panggil taun muda, cukup panggil nama saja, lagi pula kita seumuran, kalau memang kamu bisa menyembuhkan penyakit yang aku derita! Aku janji akan memberikan bayaran yang tidak akan membuat mu rugi,” ucap tuan muda Dore, sikap nya langsung berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya.
“Baik, karena hari ini saya tidak membawa obat nya, jadi seperti nya! Besok baru saya akan membawa nya, ke kediaman Dore,” ujar Yuda memanggil dengan nama.
“Tidak! Tidak perlu mengantarkan, hari ini saya juga tidak sibuk! Mari kita berangkat bersama Yuda...!”
“Kalian berdua, tunggu aku di rumah dulu! Sebentar lagi aku akan pulang,” Dore menyuruh dua selir nya, turun dari tandu.
Setelah itu Yuda di suruh naik ke tandu, yang langsung di tarik oleh kuda, karena perjalanan cukup jauh jadinya menggunakan kuda agar tidak terlalu lelah cukup sepadan.
“Hahaha, lumayan pulang ku tidak terlalu lelah,” ucap Yuda dalam hati, karena dengan ini ia bisa lebih menghemat energi.
“Yuda, apa kamu memang tahu cara mengobati ku?” tanya tuan muda Dore penasaran, ia adalah tuan muda di keluarga Javier, dan kekuatan yang di miliki nya juga tidak bisa di ragukan, dan selama ini ia berobat ke semua tabib, tidak ada yang bisa menyembuhkan nya.
Selama itu lah Dore pasrah, hanya akan menjadi pemuda memiliki stamina kurang kuat.“ Tentu saja, saya meracik pil untuk menyembuhkan yang saat ini di hadapi Dore, tapi karena bahan-bahan yang terkandung di dalam nya, sangat langka dan mahal, harga nya juga tidak murah.”
“Jangan khawatir tentang bayaran, jika memang pil yang di bicarakan Yuda, bisa membuat saya perkasa, saya pasti akan bayar,” rasa frustasi menjadi pemuda, payah membuat Dore melakukan segala cara.
“Tuan muda Dore memang sangat mengerti! Kalau seperti itu saya juga menjadi lega,” ucap Yuda, kemudian mereka diam dalam pikiran masing masing, karena bagimana pun Dore merasa senang karena merasa Yuda memberikan harapan pada nya.
Sedangkan Yuda sendiri, senang bisa menjalin hubungan baik! Dengan keluarga berkuasa di kota.
Selang beberapa jam, perjalanan dari kota ke desa Rimba hanya memakan waktu satu dua karena memakai kereta kuda.
Baru saja tiba di gerbang desa, banyak para penduduk melihat ke arah kereta kuda, yang sangat jarang mereka lihat.
“Si-siapa orang kaya, yang datang ke desa kita,” Ucap nya, heboh karena orang yang memakai kereta kuda pasti bukan lah orang sembarang.
“Mungkin orang dari kota, lihat ada prajurit yang menuntun kereta kuda itu.”
Tapi saat melihat tirai kereta kuda itu tertutup angin, mereka kembali kaget. “Bu-bukan nya itu Yuda, di dalam kereta kuda.”
“Iya aku juga lihat, oh ini kereta kuda milik keluarga Javier dari kota, aku pernah melihat nya.”
“Hali semua nya, permisi ya..!” karena tidak ingin di cap sombong, Yuda pun menyapa para warga desa walau tidak berhenti.
“Wahh!! Yuda, kamu udah bisa naik kereta kuda, pasti udah jadi orang kaya..!” clutuk bapak-bapak yang baru saja kembali dari berburu.
“Kamu seperti populer ya Yuda,” tanya tuan muda Dore melihat Yuda sangat akrab dengan para warga desa.
“Itu wajar, kami hidup saling mengandalkan, jadi harus harmonis dengan satu desa,” jawab Yuda apa adanya.
Tak lama kereta kuda itu berhenti di pekarangan rumah keluarga Yuda, dan Yuda langsung pamit untuk mengambilkan obat yang maksud nya, padahal obat itu di ruang penyimpanan sistem, tapi ia harus pura-pura mengambil nya ke dalam rumah.
“Mas..! Sudah pulang, siapa di luar kok Leni kayak mendengar suara langkah kuda,” tanya Leni merangkul suami nya.
“Iya sayang, di luar ada tuan muda Dore, aku ada perlu sama beliau makanya dia ke sini,” ucap Yuda.
Degh.!!,