NovelToon NovelToon
Lies Of Marriage

Lies Of Marriage

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Selingkuh / Pelakor / Romansa / POV Pelakor / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Liana adalah seorang wanita yang paling berbahagia karena ia bisa menikah dengan lelaki pujaannya, Yudistira. Hidupnya lengkap dengan fasilitas, suami mapan dan sahabat yang selalu ada untuknya, juga orang tua yang selalu mendukung.
Namun, apa yang terjadi kalau pernikahan itu harus terancam bubar saat Liana mengetahui kalau sang suami bermain api dengan sahabat baiknya, Tiara. Lebih menyakitkan lagi dia tahu Tiara ternyata hamil, sama seperti dirinya.
Tapi Yudistira sama sekali tak bergeming dan mengatakan semua adalah kebohongan dan dia lelah berpura-pura mencintai Liana.
Apa yang akan dilakukan oleh Liana ketika terjebak dalam pengkhianatan besar ini?

"Aku gak pernah cinta sama kamu! Orang yang aku cintai adalah Tiara!"

"Kenapa kalian bohong kepadaku?"

"Na, maaf tapi kami takut kamu akan...."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 : Yang terjadi pada Liana

Liana bermain pintar dengan berpura-pura polos untuk membohongi Yudis agar pria itu tidak curiga dengan dirinya, dan diam-diam Liana mulai menyusun rencana yang akan membuat pria itu menyesal seumur hidupnya karena telah berkhianat.

Selama beberapa waktu terakhir Liana memainkan perannya sebagai istri yang baik meskipun Yudis selalu pulang terlambat, tidak pernah lagi berada di dalam satu ruangan kamar, pergi lebih awal, sekalipun pria itu sekarang berada di rumah lebih sering dan mulai lebih perhatian kepada Liana dengan memberikannya beberapa hadiah kecil. Tapi Liana tau semua itu hanya pura-pura, karena nyatanya Yudis masih suka bertemu dengan Tiara di tempat persembunyian itu.

"Kalau kamu gak mau berhenti ketemu sama Tiara, aku yang bakal menghentikan kamu, Mas! Aku dengan tanganku sendiri yang bertindak!" Ucapnya dengan geram saat melihat pria itu pergi sore-sore dengan alasan ada janji dengan rekan dadakan.

.

.

Sebenarnya saat itu Yudis bukan ingin bertemu dengan Tiara. Tapi pria itu pergi ke rumah kediaman orang tua Liana, mereka sudah janjian untuk bertemu hari itu dan hanya Liana yang tidak tau. Mereka sengaja menyembunyikan ini dari gadis itu.

"Jadi kamu tetap sama pendirian kamu, Yudis?" Ibunya Liana memasang ekspresi tegang begitu mendengar kejujuran Yudis untuk tetap memilih meninggalkan Liana.

"Ya, karena Liana bukan tanggung jawab saya. Sekarang saya datang untuk meminta hak yang sudah anda janjikan saat kesepakatan," balas Yudis secara tegas. Kali ini dia tak ragu lagi.

"Setelah semua kemudahan yang kau dapatkan juga fasilitas mewah?" Nada suara wanita itu meninggi beberapa tingkat. Ia melotot tajam.

"Bukankah itu bayaran yang harus saya dapatkan setelah diminta untuk menjaga anak perempuan orang lain selama satu tahun?" Yudis tak mau kalah. Dia justru berbicara dengan nada menyindir. "Saya sudah tak bisa berlama-lama lagi karena Tiara sebentar lagi akan melahirkan. Dia hanya tinggal menghitung hari bulan ini," jelasnya memberitahu kondisi Tiara yang juga menjadi motivasi dirinya.

"Kamu?" Wanita itu menyalak. Dia ingin memaki, meneriaki dan memarahi pria itu, tapi sebagian dari dirinya menyadari, Yudis benar.

"Sekarang katakan saja dengan jujur, kalian akan memberikan kompensasi itu atau tidak?" Yudis menatap lekat pada sepasang suami-istri yang dulu pernah memohon kepadanya untuk berpura-pura menemani, menjadi suami Liana disaat gadis itu sedang tidak stabil. "Kalau tidak, saya akan pergi sekarang. Percuma bicara dengan kalian.." Yudis mendengus dan siap berdiri, namun suami dari wanita itu, Tuan Tri tiba-tiba berbicara.

"Tunggu dulu, Yudis," ucap pria itu dengan nada tegas. "Kamu benar ingin mengakhiri semua ini dengan Liana?" Ucapnya dengan tatapan tajam.

"Ya." Yudis menjawab mantap tanpa bergeming sedikitpun.

"Baiklah kalau begitu, tunggu di sini." Pria itu menghela napas dan tau kalau Yudis sudah tidak dapat dikendalikan lagi dan segera, seluruh topeng sandiwara yang selama ini mereka mainkan di depan Liana akan segera runtuh.

"Pak!" Wanita itu ikut berdiri. Ia berusaha menarik tangan sang suami, mencegahnya agar tidak pergi.

"Sudahlah, Bu. Kita gak bisa menahan Yudis terus, dia juga punya keluarga!" Pria itu tampaknya jauh lebih memahami dan toleran dibanding ibunya Liana sendiri.

"Bapak gak mikirin anak sendiri?" Wanita itu resah dan mulai mempertanyakan kepedulian sang suami sebagai seorang ayah.

"Justru karena saya peduli, makanya ingin ini semua berakhir!" Balas pria itu dengan tegas.

Pria itu akhirnya berjalan pergi menuju ke arah ruangan kamarnya, sementara ibunya Liana hanya bisa menatap sang suami dan Yudis dengan sangat kesal. Namun, tak lama ia pun juga pergi meninggalkan Yudis entah kemana.

Ayahnya Liana kemudian kembali sambil membawa selembar cek tunai di tangan.

"Ini, sesuai perjanjian yang kamu sepakati dengan Istri saya," ujarnya menyerahkan cek senilai 1 milyar itu kepada Yudis.

"Terimakasih, Pak." Yudis berdiri lalu menyalami pria itu yang menurutnya telah bertindak sportif tanpa mencuranginya. "Saya permisi dulu," ujarnya kemudian berpamitan.

.

.

Saat itu ibunya Liana langsung menghubungi sang putri dan menceritakan mengenai kedatangan Yudis juga niatnya saat ke rumah.

Informasi itu jelas membuat Liana di seberang sana meledak. Ia gak menyangka Yudis serius ingin berpisah.

"Aku gak bisa menerima ini!" Ujarnya sambil berteriak di telepon.

"Bu, apa-apaan sih!?" Ayahnya Liana ternyata menangkap basah sang ibu sedang melapor kepada Liana dan dengan cekatan ia merebut ponsel wanita itu dan mematikannya.

"Apanya kenapa? Biar Liana tau!" Balas wanita itu dengan kesal.

"Biar dia tau dan bikin keributan? Ibu tau 'kan watak Liana? Dia bisa membahayakan orang lain! Kalau nanti dia nekad bagaimana, Bu?" Pria itu gelisah, merasa tindakan sang istri melebihi batas.

"Yudis itu harus sadar selama ini kita sudah menolong nya! Harusnya dia bisa balas budi!"

"Justru Liana yang seharusnya sadar kalau selama ini dia yang merebut suami orang lain, bukan sebaliknya! Kenapa Ibu malah menyalahkan Yudis sekarang?"

Ah, kata-kata suaminya itu sangat menusuk di hati. Rasa sakit menjalar dalam dada wanita itu sekalipun yang diucapkan oleh sang suami adalah kebenaran. Dia tak terima dengan cap yang diberikan oleh suaminya untuk putrinya sendiri.

Dia sangat menyayangi Liana, apapun akan ia lakukan, demi anaknya dia rela menjadi buta dan tuli akan fakta. Dia gak peduli meski dianggap sebagai wanita kejam yang telah berani mengambil pria lain dari keluarganya demi kebahagiaan putri kandungnya sendiri.

"Kamu terlalu memanjakan Liana sampai dia bisa sejauh ini," ujar pria itu menghela napas, mencoba mengatur kontrol emosinya. "Liana harus sadar kalau pernikahannya selama ini dengan Yudis hanya kebohongan," tandasnya dengan tegas. "Kamu gak takut kalau anak kita membahayakan orang lain, Bu?" Tanya sang suami mencoba membuat sang istri berpikir lebih matang.

Wanita itu menggigit bibir bawahnya saat mendengar pertanyaan itu. Ya, dia sadar kalau Liana memang berpotensi menyakiti orang lain sejak cintanya tak sampai kepada Yudis yang justru malah menikah dengan Tiara, sahabatnya sendiri dan mengakibatkan Liana harus dirawat di rumah sakit khusus demi kejiwaannya.

Dia masih ingat bagaimana Liana terus mengancam Tiara dan berteriak kalau sahabatnya itu pengkhianat serta berniat untuk mencelakai perempuan itu.

"Maafkan saya, Pak...," ucapnya setelah sadar ia telah melakukan suatu tindakan yang salah dan merugikan bagi Liana sendiri. "Jadi, sekarang Ibu harus bagaimana, Pak? Ibu terlanjur ngasih tau semua ke Liana," ujarnya dengan cemas.

"Saya juga enggak tau, Bu. Berdoa saja semoga Liana tidak bertindak bodoh atau pun nekad, karena kalau tidak..., saya takut urusan ini bisa jadi urusan hukum," jawab sang suami yang juga bingung karena semua terlanjur basah. Istrinya memang terlalu gegabah.

Apa sebenarnya yang terjadi dibalik pernikahan Liana dan Yudis? Apa benar selama ini pernikahan keduanya hanya kebohongan dan rekayasa dari keluarga Liana sendiri?

.

.

Bersambung....

1
sutiasih kasih
jgn lm" hmpaskn para pnghianat....
semakin cpt... semakin baik untuk kewarasan mentalmu liana....
beri mereka hadiah terakhir yg tak akn prnah mereka lupakan.... dan akn mnjadi penyesalan seumur hidup untuk laki" bodoh sprti yudis...
Panda: siapkan jiwa raga kak

makasih sudah mampir
total 1 replies
sutiasih kasih
klo km ngotot cerai.... setidaknya punya lah hrga diri yudis.... srcara sadar keluar dri zona nyamanmu slm ini yg mmberimu ketenaran karir...
dan saat nanti trbukti liana memang hamil.... jgn lgi ada kta mnyesal yg berujung mngusik ketenangan hidup liana dan anknya....🙄🙄
dan untuk liana.... brhenti jdi perempuan bodoh jdi jdi pngemis cinta dri laki" yg g punya hati jga otak...
jgn km sia"kn air matamu untuk mnangisi yudis sialan itu..
sutiasih kasih
knapa km msih mau prtahanin laki" macam yudis....
sdh tau km tak prnah di anggp.... bhkn km matpun yudis g akn sedih liana....
justru klo yudis km buang.... yg bkalan hidup susah itu dia dan gundiknya...
yudis manusia tak tau diri.... g mau lepasin km krna dia butuh materi untuk kelangsungan hidup gundik dan calon anaknya...
jdi... jgn lm" untuk mmbuang kuman pnyakit...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!