Leira Anggara sang pemimpin dunia gelap bawah tanah terpaksa harus menjadi pengantin pengganti adik kembarnya demi menuntut balas pada kekasih pria yang di jodohkan dengannya. Ia terus mengumpulkan bukti kejahatan Flomy yang telah membayar orang untuk memperkosa adik kembarnya yang bernama Leika hingga Leika memilih untuk bunuh diri. Sampai ia mendapatkan bukti, ia menghukum Flomy dan mengirimnya ke penjara.
Namun dalam mencari bukti tersebut, Leira mengalami banyak kesulitan karena Bima Putra sang suami sangat mencintai dan mempercayai Flomy. Apapun yang ia lakukan selalu di tentang oleh suaminya sendiri. Hingga pada akhirnya Leira harus menjauhkan keduanya dengan membuat Bima jatuh cinta padanya.
Bagaimana kehidupan Leira dan Bima setelah itu? Apakah Leira memilih pergi dan melanjutkan kehidupan yang sebenarnya atau ia memilih melanjutkan hidup bersama Bima?
Yuk dukung kisahnya mau sad ending atau happy ending tergantung suport dari readers ya. Terima kasih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGALAH UNTUK MENANG
" Aku tidak mau bercerai darimu."
Deg...
Lagi lagi mereka semua di buat terkejut dengan ucapan Leika.
" Aku tidak peduli, yang jelas aku akan melakukan apapun agar aku bisa menceraikanmu." Ujar Bima.
" Kalau begitu aku akan mengajukan pengaduan tentang penipuan. Aku akan bilang pada polisi kalau selama ini Leira telah menipu kalian dengan memakai identitas palsu. Yaitu identitasku." Ancam Leika.
" Leika kenapa kamu jadi begini nak? Dulu kamu sendiri yang menolak Bima. Kamu yang meminta Ara untuk menggantikanmu, tapi kenapa sekarang kamu berubah nak? Bahkan mama tidak mengenali sifatmu yang dulu lagi." Ujar nyonya Nia.
" Ma, aku mencintai kak Bima. Mama tahu itu. Aku tahu aku salah karena meminta Ara menggantikan aku untuk menikahi kak Bima. Tapi aku sudah menyesali perbuatanku itu ma. Sekarang aku sudah kembali, aku sudah baik baik saja. Aku ingin melanjutkan pernikahan ini dengan kak Bima sebagai diriku sendiri. Seseorang yang di jodohkan dengan kak Bima." Ujar Leika.
" Dari awal Leira yang di jodohkan denganku, bukan kamu." Ucap Bima.
" Tapi Ara menolaknya dengan alasan tidak percaya dengan adanya pernikahan. Lagi pula yang kamu nikahi aku kak, bukan Leira. Jadi sudah semestinya Ara pergi dari sini. Aku akan mengambil alih tempatku kembali." Sahut Leika. Ia menatap Ara, " Bukan begitu Ara? Kamu tidak percaya dengan hubungan pernikahan. Bukan kah seharusnya kamu senang dengan keinginanku? Akhirnya kamu bisa berhenti bersandiwara dan pergi dari sini. Kamu bebas dengan hidupmu sendiri. Terima kasih kamu sudah mengurus kak Bima selama aku tidak ada. Tapi jujur aku kecewa karena kamu tidak mengurus kak Bima dengan baik sampai dia terluka seperti ini. Bahkan dia mengalami kelumpuhan. Jika saja kau bukan saudara kembarku, aku pasti sudah meminta ganti rugi atas hal ini. Kau paham dengan apa yang coba aku katakan padamu kan Ara?"
Leira semakin yakin kalau yang di depannya ini bukan adiknya. Ia harus menyelidiki hal ini, untuk itu ia harus mengalah terlebih dahulu.
" Tidak apa membiarkan musuh merasa menang sebelum dia menangis karena kekalahan." Batin Leira.
" Baiklah aku mengerti." Ucap Leira.
" Apa yang kamu ngerti Lei? Apa kamu mau menuruti keinginan adikmu untuk meninggalkan aku? Aku tidak mau sayang, aku hanya ingin menghabiskan hidup ini denganmu. Bukan dengan orang lain." Ucap Bima khawatir dengan keputusan yang akan di ambil oleh Leira.
" Tapi aku tidak punya pilihan lain mas. Kalau saja waktu itu kamu mau menceraikan Leika, maka saat ini kita masih bisa bersama. Tapi sekarang, Leika sudah kembali. Kau suaminya bukan suamiku, sudah sepantasnya aku pergi. Maafkan aku jika aku belum bisa menjalani peran sebagai istri yang baik. Hiduplah dengan baik mas. Aku pergi dulu."
Setelah mengatakan itu Leira segera meninggalkan ruangan Bima.
" Sayang, tunggu! Sayang!!!"
Leira tidak mempedulikan teriakan Bima. Ia terus berjalan semakin jauh dari ruangan Bima dengan perasaan entah.
" Ya Tuhan, rupanya aku sudah jatuh cinta dengan Bima. Rasanya kaki ini sulit sekali untuk melangkah jauh darinya. Maafkan aku Bima, sebenarnya aku tidak ingin meninggalkanmu tapi ada sesuatu yang harus aku selesaikan. Semoga kita bisa bersatu lagi setelah ini." Ujar Leira dalam hati.
Di dalam ruangan Bima, semua orang nampak diam membuat suasana menjadi sunyi. Melihat hal ini, Leika mendekati Bima.
" Maafkan aku kak kalau aku telah memisahkan kak Bima dari Ara! Aku tidak bisa berbuat apa apa karena aku tidak bisa jauh darimu. Kak Bima tahu aku sangat mencintaimu dari dulu sampai sekarang. Maaf juga karena aku pernah membohongimu dengan mengirim Ara ke sini sebagai diriku. Untuk menebus kesalahan itu, aku akan merawatmu dengan baik kak. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu. Sekali lagi maafkan aku!" Ucap Leika, ia menyentuh lengan Bima namun Bima langsung menepisnya.
" Jangan sentuh aku!" Ketus Bima.
Leika memasang wajah sedihnya. " Aku istrimu, kenapa aku tidak boleh menyentuhmu? Bukan kah kita pasangan halal? Ara saja yang bukan siapa siapa kamu bebas menyentuhmu dimana saja." Ujar Leika.
" Aku jijik sama kamu. Aku benci kamu baik dari dulu maupun sampai sekarang. Aku tidak pernah menginginkanmu Leika karena aku memiliki gadis yang aku cintai sejak kecil, yaitu Leira. Andai saja kamu tidak merebut perjodohan ini, aku pasti sudah hidup bahagia bersama Leira. Kamu yang merebut aku darinya, dan mulai sekarang tidak perlu berlagak sebagai korban lagi."
Leika mengepalkan erat tangannya menahan emosi begitu mendengar ucapan Bima yang begitu menusuk hati.
" Leira menyerahkan perjodohan ini dengan senang hati kak. Aku tidak pernah memaksanya. Jadi kak Bima tidak bisa menyalahkan aku begitu saja." Sahut Leika.
Nyonya Nia dan nyonya Hani saling melempar pandangan.
" Bima, kalau begitu mama dan mama mertua kamu pulang dulu ya. Jaga diri baik baik, semoga kaki kamu cepat sembuh." Ujar nyonya Hani.
" Minta Charlos untuk menjagaku di sini ma. Aku tidak nyaman berasa satu ruangan dengan wanita lain selain istriku." Ucap Bima melirik Leika.
" Aku istrimu kalau kau lupa kak." Sahut Leika.
" Aku tidak pernah menganggapmu sebagai istriku. Istriku cuma satu yaitu Leira, baik sekarang maupun nanti." Ucap Bima dengan tegas.
" Hah terserah kak Bima saja. Kalau butuh bantuan aku ada di sofa." Leika menuju sofa yang ada di sana lalu duduk dengan tenang.
" Pak Arif terima kasih sudah merawatku selama ini. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan bapak selama ini. Sekarang pak Arif sudah boleh pergi, aku akan mentransfer uang untuk jajan anak bapak nanti. Sekali lagi terima kasih pak." Ucap Leika mengusir pak Arif secara halus.
" Iya terima kasih nona. Bapak do'akan semoga nona Leika bahagia. Kalau begitu saya permisi dulu."
Setelah kepergian pak Arif, nyonya Nia dan nyonya Hani menyusul. Kini tinggal Bima dan Leika sendiri.
Ting...
Ponsel Bima berdenting. Ia melihat id pengirim pesan.
" Leira." Gumam Bima lirih. Ia pun segera membukanya.
Awasi gerak gerik Leika, aku curiga dia bukan adik kandungku ~ Leira
Bima melirik Leika sekilas, lalu ia mengetik balasan untuk Leira.
Kita memiliki pemikiran yang sama. Tapi kenapa kamu pergi Yank? Aku takut di sini sendirian sama dia ~ Bima
Manja! ~ Leira
Apa kamu benar benar mau meninggalkan aku ~ Bima
Tergantung ~ Leira
Tergantung apa yank? Jangan baut jantungku copot deh ~ Bima
Tergantung amal dan perbuatan 🤣🤣 ~Leira
Aish kamu malah bercanda ~ Bima
Yang jelas kamu awasi saja dia, aku harus menyelesaikan sesuatu di sini. Kalau semua sudah beres, aku pasti kembali untuk suamiku tersayang. Jangan buat Leika curiga kalau kita masih berhubungan ~ Leira
Siap sayangkuh 🥰 ~ Bima
Ya udah aku sudahi dulu, jaga diri baik baik dan jangan nakal ~ Leira
Siap sayangku ~ Bima
Bima tersenyum senang, " Rupanya Lei tidak benar benar meninggalkan aku."
TBC...