NovelToon NovelToon
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Murni
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Purpledee

Noari Liora, gadis sederhana yang hidup dalam keterbatasan, tiba-tiba ditarik masuk ke dunia mewah keluarga Van Bodden, ketika Riana, sepupu perempuan kaya yang pernah menyakitinya di masa lalu, justru memintanya menjadi istri pengganti untuk suaminya, Landerik.

Di tengah rasa iba, dan desakan keadaan, Noa menerima tawaran itu. Pernikahan yang seharusnya hampa justru menyeretnya ke dalam lingkar emosi yang rumit, cinta, kehilangan, luka dan harapan.

Ketika Riana meninggal karena sakit yang dideritanya, Noa dituduh sebagai penyebabnya dan kehilangan pegangan hidup. Dalam rumah megah yang penuh keheningan, Noa harus belajar menemukan dirinya sendiri di antara dinginnya sikap Landerik, dan kehadiran Louis, lelaki hangat yang tanpa sengaja membuat hatinya goyah.

Akankah Noa bertahan di pernikahan tanpa cinta ini?
Atau justru menemukan dirinya terjebak dalam perasaan yang tidak pernah ia duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purpledee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14. Keluarga baru

Rumah keluarga Van Bodden terasa lebih hidup daripada biasanya di pagi yang cerah itu. Aroma kopi, roti panggang, dan buah-buahan segar memenuhi ruang makan besar yang bergaya klasik. Noa duduk di ujung meja bersama Riana, sementara Landerik berada tak jauh darinya, sesekali membantu Riana mengatur posisi duduknya.

Hening itu pecah ketika suara pintu utama terdengar dibuka dari kejauhan. Suara langkah kaki beberapa orang menyusul, lalu seorang pria matang dengan rambut memutih elegan memasuki ruangan, Ayah Landerik. Sosoknya tinggi, berwibawa, dan membawa aura yang membuat semua orang di ruangan berdiri.

“Akhirnya Ayah pulang,” ujar Landerik sambil menghampiri dan mencium pipi ayahnya. Tak lama, seorang pria lebih muda bermata hijau, ramah, dengan setelan kasual masuk sambil membawa koper kecil. Itu Leo, adik Landerik.

Di belakangnya, berjalan lambat seorang wanita cantik dengan rambut pirang panjang, dan mantel wol putih mahal dan kacamata hitam besar, Isabella, istri Leo. Tatapannya tajam dan penuh penilaian. Begitu mereka melihat Noa dan Riana, semua mata tertuju pada kedua perempuan itu.

Ayah Landerik tersenyum hangat. “Noa van Bodden,” ucapnya sambil mengulurkan tangan seolah ingin menyambut. “Selamat datang di keluarga kami.” Noa langsung berdiri, gugup namun sopan, lalu menyambut jabatan tangannya.

“Terima kasih banyak, Tuan.”

“Ayah saja,” koreksi pria tua itu sambil tertawa kecil. “Kau sekarang bagian dari rumah ini. Aku harap kau tidak merasa asing.” Kata-kata itu membuat Noa hampir terharu. Leo menyusul, mendekat dengan senyum ramah.

“Jadi ini Noa? Pengantin baru yang membuat semua orang heboh itu?” godanya kecil. Noa tersenyum kikuk. Leo tertawa ringan, lalu menepuk bahu Landerik.

“Dia manis sekali, kak.” Landerik hanya menghela napas tipis, tidak menanggapi lebih, sementara Riana tersenyum manis mendengarnya. Namun suasana itu runtuh seketika ketika Isabella melepas kacamatanya perlahan dan memandang Noa dari atas ke bawah. Mendetail, Mengkritik, Menguliti tanpa kata.

“Jadi...” Isabella melangkah maju, tumit sepatunya terdengar tajam di lantai marmer. “Ini dia perempuan… yang Riana pilih untuk menggantikan posisinya?” Nada suaranya halus, tapi dingin dan meremehkan. Noa menunduk sopan. Riana memandang Noa, memberikan tatapan yang berarti duduklah, jangan hiraukan dia.

Landerik mengerutkan alis sedikit, tapi tidak berkata apa-apa. Leo memutar bola matanya, jelas tidak menyukai komentar istrinya. Ayah Landerik menghela napas. “Isabella, Please …”

Namun wanita itu hanya tersenyum tipis, lalu duduk seakan tidak terjadi apa-apa. “Aku hanya ingin memastikan,” sambung Isabella sambil mengaduk kopinya, “bahwa keluarga ini tidak membuat keputusan yang bodoh.”

Tangan Noa mengepal di pangkuan. Ia ingin berbicara, tapi lidahnya kelu. Riana tiba-tiba meraih tangan Noa yang berada di bawah meja, menggenggamnya erat. “Jangan pedulikan dia,” bisik Riana lembut tanpa menoleh.

“Kau di sini karena aku percaya padamu.” Kata-kata itu seperti selimut hangat yang menenangkannya. Sarapan berlanjut, namun ketegangan tipis selalu menggantung, mengikuti setiap tatapan Isabella yang sinis. Landerik sesekali melirik adiknya dan istrinya, jelas tidak puas dengan sikap Isabella. Setelah sarapan selesai dan semua orang mulai beraktivitas masing-masing, Isabella sempat mendekati Noa sambil tersenyum manis, senyum yang tidak tulus.

“Selamat bergabung di keluarga,” katanya pelan namun tajam. “Aku harap kau bisa mengikuti standar keluarga Van Bodden.” Ia berjalan pergi dengan angkuh. Noa hanya terdiam, dada sedikit sesak. Namun ketika ia menoleh, Landerik berdiri tak jauh di belakangnya.

Ia tidak tersenyum, tetapi menatap Isabella dengan pandangan datar dan tajam, pandangan yang hanya dimiliki seseorang yang tidak suka orang menyakiti bagian keluarganya. Landerik lalu mengalihkan tatapannya pada Noa.

“Jangan hiraukan dia. Isabella memang seperti itu pada orang baru.”Suaranya serius tapi tidak kasar.

Dan untuk pertama kalinya, Nada itu terdengar seperti bentuk perlindungan.

...♡...

Taman belakang rumah keluarga Van Bodden sore itu dipenuhi cahaya matahari keemasan. Angin sejuk berhembus lembut, membawa aroma bunga yang baru disiram. Riana duduk di kursi rotan dengan selimut hangat di pangkuannya, sementara Noa dengan telaten menyiapkan teh herbal yang direkomendasikan dokter. Gerakannya lembut, hati-hati seperti seseorang yang merawat benda paling rapuh di dunia.

Riana memandang Noa lama sebelum akhirnya bertanya, “Apa yang ingin kau lakukan untuk mengisi harimu disini? Les menari? Menyanyi?” Ia tersenyum kecil. “Atau mungkin melukis? Kau dulu suka mencoret-coret waktu kecil, kan?”

Noa berhenti menuangkan teh, memandang ke arah taman yang dipenuhi sinar matahari sore. Pertanyaan itu terasa sederhana, tapi juga besar. Untuk pertama kalinya, seseorang menanyakan masa depannya bukan untuk mengatur, tapi untuk memberinya pilihan. Setelah beberapa detik, Noa mengangkat wajahnya.

“Aku ingin mendalami hobiku sekaligus cita-citaku yang belum terwujud untuk menjadi chef.” Ia tampak ragu saat melanjutkan, “Apakah… itu boleh?” Riana terdiam sebentar, bukan karena tak setuju, tetapi karena bangga. Senyum pelan muncul di wajahnya yang pucat. “Itu pilihan yang bagus,” katanya tulus. “Sangat bagus, Noa.” Ia menyentuh punggung tangan Noa pelan. “Bahkan kalau kau mau, kau bisa belajar langsung dari chef keluarga ini, bisa di bilang dia chef terbaik di paris.”

Noa menatapnya, terkejut. “Maksudmu?”

“Keluarga Van Bodden memiliki restoran mewah klasik di pusat kota Paris,” jelas Riana sambil menegakkan duduknya sedikit. “Restoran itu sudah ada sejak kakek buyut Landerik. Mereka hanya menerima siswa magang yang benar-benar berbakat.” Riana tersenyum bangga, seolah sedang membicarakan sesuatu yang sangat berharga.

“Jika kau mau,” lanjutnya lembut, “aku akan membicarakannya dengan Landerik, dan juga ayah mertua. Mereka pasti senang mendengar keinginanmu.” Noa menggigit bibirnya, menahan emosi yang tiba-tiba memenuhi dadanya. “Riana kenapa kau melakukan ini? dulu kau sangat membenciku” bisiknya lirih. Riana menghela napas, matanya menerawang ke langit sore yang mulai berubah warna.

“Untuk menebus kesalahanku dulu padamu, aku sudah banyak menyakitimu dulu, tapi kau tidak pernah membalasku. Karena itu aku ingin kau memiliki hidup yang bisa membuatmu bahagia, Noa. Aku tidak ingin saat aku pergi nanti, kau merasa terjebak.” Ia menoleh, menatap Noa dengan kekuatan sisa yang ia punya. “Dan karena hal itu, ini pertama kalinya aku melihat kau benar-benar memikirkan masa depanmu sendiri.”

Noa tidak menjawab. Ia hanya memegang tangan Riana lebih erat, merasakan betapa dingin dan ringkihnya jari-jari itu. Riana tersenyum lagi, lebih hangat. “Nanti, kalau kau sudah jadi chef hebat, aku ingin kau membuatkanku dessert favoritku.”

“Dessert apa?” tanya Noa, matanya berkaca-kaca.

Riana terkekeh pelan. “Crème brûlée. Tapi buatkan yang lebih manis, supaya aku bisa mengeluh kalau terlalu manis.”

Noa pun tersenyum di antara air matanya. “Saat kau sembuh, aku akan membuatkannya setiap minggu.” Riana menutup mata sejenak, menikmati bayangan itu.

“Kalau begitu, aku harus tetap bertahan ya?”

“Tentu saja,” jawab Noa cepat—terlalu cepat. Riana membuka mata dan menatapnya. “Terima kasih, Noa.”

Di kejauhan, Landerik yang sejak tadi memperhatikan dari balik jendela hanya menghela napas panjang. Melihat keduanya seperti itu, ia tahu, Riana tidak hanya mempercayakan masa depannya pada Noa, tetapi juga masa depan keluarganya.

To Be Countinue...

1
Kam1la
hati2 Laderick bisa tergoda Mora
Kam1la
💪💪💪 lanjut , Noa
Kam1la
Tidak... Noa!!🤭
Deii Haqil
ow.. no, Noa..🙈💪💪
Miu Nuha.
rasany nyesek ya, harus menahan diri demi mewujudkan keinginan orla 🤧
Miu Nuha.
paham banget kalo mau nentuin kapan meninggoynya 😩😩😩
Deii Haqil
lanjut lagi..hemhemhem🤭
Kam1la
makin seru nnih ....! semangat up. dan jangan lupa mampir di Terlambat Mencintaiku...😍
Deii Haqil
makin seru😊 lanjut kak💪
Afriyeni
setidaknya kamu punya hak untuk itu saat ini noa. sebab landerik juga tidak punya kuasa untuk menekan mu.
Afriyeni
Riana, noa dan landerik adalah orang orang yg tengah bermain di atas luka masing masing
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): ouh suka bnget kata-kata nya kak😭
total 1 replies
Deii Haqil
keren kak, mantap! semagat nulisnya😁
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Kam1la
lanjutkan...
Deii Haqil
jangan lupa ngopi. kak. semangat😁
Kam1la
alur yang bikin nyesek..... semangat berkarya Kak !!
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih kak🤗
total 1 replies
Kam1la
semangat 2.....up😍
Deii Haqil
lanjut baca, kasian juga Riana😭
ss
Kak semangat yahh...
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Kam1la
sedih....
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): wah... makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Miu Nuha.
kekny si ibu gk dpt perlakuan baik dari keluarga Landerik 🤔 ,, jadi nikah gk nih...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!