NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Menyerah

Biarkan Aku Menyerah

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:12M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pasha Ayu

Dalam rumah tangga, CINTA saja tidak cukup, ... Masih diperlukan kesetiaan untuk membangun kokoh sebuah BIDUK.

Namun, tak dipungkiri TAKDIR ikut andil untuk segala alur yang tercipta di kehidupan FANA.

Seperti, Fasha misalnya; dia menjadi yang KEDUA tanpa adanya sebuah RENCANA. Dia menjadi yang KEDUA, walau suaminya amat sangat MENCINTAI dirinya. Dia menjadi yang KEDUA, meski statusnya ISTRI PERTAMA.

Satu tahun menikah, bukannya menimang bayi mungil hasil dari buah cinta. Fasha justru dihadapkan kepada pernikahan kedua suaminya.

Sebuah kondisi memaksa Samsul Bakhrie untuk menikah lagi. Azahra Khairunnisa adalah wanita titipan kakak Bakhrie yang telah wafat.

Tepatnya sebelum meninggal, almarhum Manaf memberikan wasiat agar Bakhrie menikahi kekasihnya yang telah hamil.

Wasiat terakhir almarhum Manaf, akhirnya disetujui oleh Bakhrie dan keluarganya tanpa melihat ada hati yang remuk menjadi ribuan keping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAM TIGA SATU

"Jangan menikah lagi, Cha! Aku tahu aku pernah amat sangat salah, aku paham aku naif. Tapi orang lain belum tentu lebih baik dariku, Cha! Ingat lagi seberapa lama kita berhubungan, ingat lagi seberapa lama kita menciptakan impian yang bahkan sampai saat ini, impian- impian kita masih banyak yang belum terwujud!"

Pesan terakhir yang Fasha baca dari Bachrie sebelum Fasha duduk di kursi ini. Luruh air mata Fasha bersamaan dengan kata sah yang tergema di rumah utama keluarga Miller.

King memeluk Gantara, lelaki arogan yang kata orang seenaknya itu menitihkan buliran bening di pipi yang ditumbuhi cambang tipis.

King menekankan kembali, bahwa ia menitipkan Fasha bukan untuk disakiti melainkan dibahagiakan, sama seperti dirinya yang selalu ingin membahagiakan Aisha bahkan di usianya yang masih amat muda.

Tak ada dekorasi pelaminan, tak ada apa pun selain acara makan malam yang disiapkan keluarga Miller. Lagi pula, Gantara sudah tak memiliki ayah dan ibu.

Tidak, ... lebih tepatnya Gantara hanya anak sopir yang kini telah wafat. Ibunya telah menikah lagi sedari Gantara baru berumur lima bulan.

Konon, sama seperti Gantara yang menikahi Fasha, dahulu ayah Gantara yang sudah cukup umur pun sempat menikahi Nona mudanya.

Kehamilan Chelsea menghasilkan Gantara yang kemudian dibawa kabur oleh Rahmat setelah Chelsea diketahui selingkuh dengan lelaki lain yang lebih punya segalanya.

Gantara tak pernah melihat bagaimana perwujudan ibunya, bahkan sampai dia menikah di usia 28 tahun, Chelsea tak pernah meliriknya meski tahu di mana dia berada.

Gantara hanya seorang diri ketika menikahi Fasha yang bahkan didampingi banyak sekali kerabat dan pelayan. Insecure? Alah, Gantara pernah menjadi insecure dan itu tidak bisa membuatnya lebih baik.

Wanita yang dia cinta pada akhirnya dinikahi oleh pria yang hanya mengejar kesempurnaan. Yah, ucapan Bachrie kemarin, seolah menyiratkan hal itu.

Seolah- olah, Fasha tidak sempurna dan seakan- akan, Fasha tak layak. Karena sejatinya, hanya Bachrie yang mau terima baik kurang atau pun lebihnya Fasha.

Baiklah, pertanyaannya satu. Bagaimana seseorang bisa mengatakan kekurangan pasangan dan menjadikan standar itu sebagai dasar cintanya?

Bukankah manusia tiada yang sempurna, termasuk dirinya. Yah, Gantara seorang dosen, dia paham dunia psikologi dari lingkungan pertemanannya juga.

Seseorang mungkin akan melihat kekurangan pasangannya, tapi tidak akan menganggap bilamana kekurangan itu sebuah hal yang perlu dikatakan minus atau cacatnya.

Percakapannya bersama Bachrie kemarin, benar- benar membuat Gantara semakin yakin jika Bachrie memang tak layak menjadi suami Fasha.

Sekarang, malah ia telah merubah statusnya menjadi suami Quilla Fasha Miller sekaligus ayah sambung dari Abrar Malik Givara.

"Selamat Cadel, semoga ini menjadi pernikahan terakhirmu, memiliki sakinah mawadah dan warahmah dalam rumah tangga barumu."

Rayyan, Nabeel, Syahrul memeluk Fasha secara bergantian. Gantara masih menyimak bagaimana derai tangisan berjatuhan di pipi mulus Fasha, tapi semoga lelehan kepedihan ini menjadi yang terakhir yang dia lihat.

Tak ada malam pertama, Gantara benar- benar hanya duduk mengobrol bersama Izzul dan keluarga Fasha terutama Rayyan CS di taman belakang yang biasanya dijadikan tempat nongkrong keluarga mereka.

Sempat juga disindir Izzul, kenapa pengantin baru tidak malam pertama. Namun, bukan Gantara jika terpengaruh omongan pemuda itu.

Pagi setelah shalat subuh berjamaah, Gantara baru bisa turun ke lantai di mana kamar Fasha terletak. Kamar itu tertutup, Gantara sempat berjalan mondar- mandir di depan pintu yang akhirnya terbuka tanpa dia kira.

Gantara mematung menatap Fasha dengan bibir yang sedikit terbuka. Fasha mengolah bibirnya agar terlihat tersenyum meski tidak begitu tulus, yah, mungkin hanya formalitas.

"Bang Tara mau masuk?" Tadinya Fasha ingin keluar, tapi lantas memergoki suaminya.

Yah, Gantara mengangguk lalu mendekati pintu untuk lebih intens. "Kita akan ke Rumah baru kita setelah ini kan?" tanyanya.

"Iya," angguk Fasha. Gantara kemudian masuk ke dalam kamar Fasha untuk yang pertama kalinya dia lakukan.

Kamar yang sudah pasti memiliki kenangan indah bersama Bachrie. Makanya hari ini juga, Gantara yang akan angkut Fasha agar bisa terlepas dari kenangan indah sekaligus pahitnya.

"Barang-barangnya tidak banyak kok, satu koper cukup."

Fasha tak punya gairah untuk pindah rumah, makanya hanya mengemasi satu koper pakaiannya dan satu koper pakaian Abrar.

"Baiklah."

Gantara baru menarik handle koper, ... tangannya lantas ditarik tangan Fasha yang akhirnya melepaskan kembali sesaat setelah Gantara menoleh.

"Abrar langsung ikut kan, Bang?"

Hanya bersentuhan sebentar, benar- benar hanya sekejap, tapi Gantara sudah merasakan getaran di dadanya hingga ia sempat terdiam menatap cemburu jam tangannya sendiri.

"Bang..."

"Tentu saja." Gantara tersenyum lalu mempersilahkan Fasha keluar lebih dulu jika memang sudah siap untuk ikut bersamanya.

Keluarga King Miller tentu saja harus mengantarkan Fasha hingga ke Rumah baru yang akan didiami. Rumahnya di bilangan Jakarta Selatan, dan cukup bagus.

Tidak besar, tidak kecil, tapi yang jelas lumayan mewah. Perabot, taman, bahkan beberapa mobil yang berjajar di garasi bukan sesuatu yang dianggap murahan.

Sebenarnya tak heran jika mengingat pekerjaan montir Gantara yang memang berjibaku dengan mobil mewah. Bisa saja mobil- mobil itu memang milik pelanggan yang belum diambil.

King dan Aisha sempat memuji rumahnya, terlihat nyaman, asri, terawat, rapi penataan ruangnya, dan agaknya cukup mirip dengan desain yang disukai Fasha. Fasha pasti akan cepat betah tinggal di sini.

Abrar sudah bersama pengasuh. Gantara memang membiarkan Fasha membawa dua pengasuh Abrar demi memudahkan segala urusan yang menyangkut Abrar.

Keluarga King membantu membereskan barang Fasha. Walau tak banyak tetap harus ditata serapi mungkin, terlebih untuk kamar baru Abrar dan para pengasuhnya.

Sampai sore, keluarga Miller baru berpamitan pulang satu persatu. Para pengasuh Abrar juga beristirahat di kamar bersama bayi asuh mereka.

Gantara masuk ke dalam kamar setelah menyuruh izzul pulang juga. "Nona suka kamarnya?"

Fasha sempat menelusuri detil rumah ini hingga ke atap. "Suka kok."

Gantara bersyukur, setidaknya Fasha tidak akan bosan tinggal di tempat yang tidak jauh beda dengan rumah mertuanya. Yah, walau tidak sebesar keluarga King Miller.

"Mmh, boleh tahu sesuatu?" Fasha kemudian menatap Gantara yang bergumam. "Rumah ini menyewa atau..."

Fasha lekas menyengir tak enak setelah sadar akan pertanyaannya yang mungkin akan membuat Gantara tersinggung.

"Maafkan Acha. Acha bukan maksud mau merendahkan Bang Tara. Acha cuma nggak mau membebani Bang Tara. Acha bisa kok diajak ke tempat yang lebih kecil pun."

Gantara hanya tersenyum. "Tenang, rumah ini sudah lunas. Rumah ini dibangun di tanah dan dikerjakan tukang pilihan sendiri."

"Oh." Fasha cukup lega. Yah, Fasha lupa jika Gantara sudah bukan lagi seorang sopir, tapi sudah menjadi boss bengkel viral.

"Mau makan apa?" Gantara menilik jam tangannya, masih cukup banyak waktu sebelum Maghrib, dia bisa menyiapkan makan malam karena tak memiliki koki.

"Enggak, enggak, harusnya Acha yang tanya mau makan apa!" Fasha lalu menggaruk tengkuk yang tidak gatal. "Tapi Acha nggak bisa masak enak," ucapnya mengaku.

"Gimana kalau kita sama- sama?" Gantara berikan usul yang paling baik. Fasha tidak tersinggung, dia pun bisa lebih dekat dengan istri yang masih kikuk padanya.

"Bang Tara bisa masak?"

Gantara terkekeh. "Selain membuat Nona bahagia, insya Allah, ilmu bertahan hidup, sudah saya kuasai semuanya."

Fasha tertawa, tapi juga malu karena meremehkan Gantara. Benar, Gantara pasti handal di segala bidang karena kehidupannya tidak seperti Bachrie yang seorang Gus kaya.

Fasha mengikuti langkah kaki Gantara yang menunjukan dapurnya. Baru akan membuka lemari es, ponsel Gantara bergetar meminta sebuah sentuhan jarinya.

Bachrie, nama yang terulas, nomor yang baru dia simpan setelah semalaman kemarin terus meneleponnya. "Hmm," jawabnya.

📞 "Kau sudah menikahinya?" Bak tengah disayat sembilu, terdengar gemetar suara itu.

"Hmm." Gantara hanya menjawab pelan sambil tertegun menatap wajah Fasha.

📞 "Kemarin kau berjanji kan, kau akan mundur dari pernikahan ini, setelah gagal membuatnya mencintai mu?"

"Pegang saja kata- kata ku."

1
WHATEA SALA
Saya parnah di komeni penulis seperti author bilang,ya kaget aja...padahal komen ku gak membahas author nya "bikin cerita kok gini" cuma kesel sama si peran dalan ceritanya" ...ya sudah aku bilang"klu gak boleh komen ya maaf"gitu aja sih😁😁
WHATEA SALA
Azara sudah terbongkar kedoknya,mungkinkah fasha mau kembali pada bakrie..?? berharap sih enggak
WHATEA SALA
Klu masih cinta kenapa pulang ke indonesia,pake marah nangis kecewa..di nikmati aja apa yang terjadi meskipun sakit yang penting kan cinta..cinta...cinta,makan tu cinta klu sudah sampai muntah2 masih bilang masih cinta kah....!!??
WHATEA SALA
Syukurin kena tuduh...sudah suami di ambil orang e sok2an peduli sama anak nya,tinggal panggil emaknya kasih tau anak nya nangis
WHATEA SALA
Sombong amat anak nya miller tapi sombong mu gak ada guna karna suamimu nikah lagi....masih mau bertahan..??
WHATEA SALA
Preettt....mulai agama jadi sasaran
WHATEA SALA
oalah....fasha plus mu tambah😩😩
WHATEA SALA
Pergi aja fasha...kesannya kok seperti rebutan minta di kelon,pada kurang kerjaan,uuuphs...maaf cuma komen
WHATEA SALA
Andai bakrie dapat wasiat untuk terjun dari gedung mencakar langit kira kira mau gak ya...? ya jelas gak maulah karna tidak menguntungkan dan ada orang tercinta yang akan menangisin nya tapi wasiat ini sangat menguntungkannya walau ada hati tersakiti.keren ya laki laki macam ini
Eli Elieboy Eboy
𝑏𝑖𝑎𝑟 𝑔𝑎𝑘 𝑗𝑑 𝑑𝑢𝑑𝑎 𝑛𝑔𝑒𝑛𝑒𝑠 𝑙𝑜🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑒𝑟𝑒𝑛 𝑔𝑎𝑘 𝑡𝑢ℎ 𝑠𝑚𝑢𝑎 𝑏𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑡𝑎2 𝑑𝑟 𝑔𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑖𝑡𝑢 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑢𝑔𝑎𝑙2𝑎𝑛 𝑡𝑝 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑒𝑔𝑜𝑖𝑠 𝑦𝑔 𝑔𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑢 𝑚𝑎𝑛𝑡𝑎𝑛 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑑𝑖 𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑝𝑟𝑖𝑎 𝑙𝑎𝑖𝑛 😡😡😡
Eli Elieboy Eboy
🤣🤣🤣 𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠 𝑑𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑖𝑔𝑖𝑙
Retno aja
bener nabeel jangan sama ayana
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑤 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑘𝑒𝑏𝑜𝑠𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑢 𝑦𝑔 𝑘𝑤 𝑢𝑐𝑎𝑝 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒 𝑎𝑐ℎ𝑎.... 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑚𝑎𝑚𝑝𝑜𝑠 𝑘𝑤 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒
Sari Nilam
Bahrie...ampun deh gamon ...
fasha udah bahagia ngapain masih ngarepin sesuatu yang sudah kamu buang dan abaikan. Gimana rasaya...nano nanokan
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus banget suka, terimakasih KK author semoga sukses selalu buat karya yg menarik lagi, terimakasih banyak🙏
Sari Nilam
bachrie laki2 gak punya urat malu sama dengan umminya yang angkuh.
acha sudahlah untuk apa masih peduli sana manfan syami dan mertua jahat
Sari Nilam
mantap cha...hiduplah bahagia dengan anakmu yang sempat diragukan oleh suami bodohmu itu. Biarkan bachrie menyesal seumur hidupnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!