Di temukan oleh seseorang di pinggir jalan dengan keadaan sangat kurus dan lemas Senia di bawa pulang dan di rawat dan dibesarkan dengan kasih sayang dan perhatian .
Ketika suatu hari kedua orang tuanya secara paksa membawanya pulang ke rumah dengan berbagai macam alasan membuat Senia merasa bingung antara bertahan bersama keluarga baru atau kembali bersama kedua orang tuanya .
Kejadian demi kejadian kembali teringat dipikirannya dan menyadarkannya akan perbuatan kedua orang tuanya di masa lalu tapi ia mempunyai rencana sendiri .
Ikuti terus kisahnya sampai selesai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 . PERHATIAN YANG BERLEBIHAN
Saat ini Senia sedang bersama para turis di suatu tempat wisata alam . Ia begitu sangat menyukai pekerjaan ini . Baginya menjadi pemandu bukan sekedar jalan-jalan tapi juga pengetahuan .
Setiap daerah mempunyai tempat yang pemandangannya sangat menarik untuk dijelajahi . Dengan kemampuan yang ia miliki mampu mengimbangi alam yang belum pernah ia datangi .
Bukan hanya alam saja tapi juga sikap sopan santun terhadap orang lain juga sangat penting .
Saat menjalani istirahat seseorang menghampiri Senia yang sedang menikmati hidangan kuliner .
"Hai Nona cantik ," sapanya dengan senyum ramah .
Senia tidak mengenal orang itu cuek tetap menikmati hidangannya . Datang lagi orang menghampirinya dan duduk di sebelahnya membuatnya risih .
"Sepertinya segar tuh ," kata orang yang baru saja duduk sambil menunjuk minuman milik Senia .
Orang yang pertama mengambil makanan yng sedang di makan Senia , manggut-manggut merasakan enak dilidahnya .
Orang kedua meminum minumannya sampai setengah gelas . Senia bangkit dan beranjak pergi tanpa menoleh .
Kedua orang itu mengejar Senia dan mensejajarkan posisi jalannya . Senia mendengus kesal melihat sikap dua pria tersebut .
"Kalian bisa gak sih ikutin aku terus , jalan masih lebar tuh pergi sana ," Senia mengusir mereka berdua . Namun tidak ditanggapi oleh keduanya .
Mereka berdua diam dan terus mengawasi Senia membuat Senia semakin kesal dan marah .
"Pergi gak , kalau kalian masih mengikutiku aku akan lompat ," ancam Senia berjalan menepi di pinggir jurang yang dibawahnya sungai yang mengalir deras .
Kedua orang itu merasa takut dan panik dengan ancaman Senia .
"Baiklah kalau begitu kami akan memantau saja dari jarak jauh gimana , setuju gak kalau tidak kami akan mengikutimu dari jarak dekat ," tawar orang itu memberi ide .
" Sama saja itu dengan mengikutiku , tapi okelah tidak apa-apa asal kalian tidak berbuat macam-macam sama aku . Ingat kita bukan mahram , " perintah Senia .
"Siap bos , laksanakan!" sahut kedua orang itu bersamaan .
Senia heran menggelengkan kepalanya melanjutkan perjalanannya . Kedua orang itu terus memantau kemanapun Senia pergi . lalu memberi laporan kepada tuannya melalui ponselnya .
Di sebuah ruangan seseorang tersenyum melihat isi chat dari orang suruhannya kemudian mematikan ponselnya .
" Kenapa kamu senyum-senyum sendiri? " tanya asisten Dafa melihat Angga .
"Ayo kita pergi ," ajak Angga berjalan melangkah keluar ruangan .
Dafa geleng-geleng melihat sikap bosnya yang kadang -kadang aneh , ia nurut saja mengikuti kemana Angga pergi .
Sampai di suatu tempat mereka bertemu dengan klien dan membahas masalah kerjasama . Mereka sangat serius saat makan di hidangkan keduanya langsung menikmatinya .
"Saya harap kerjasama ini bisa terus dan semoga tidak ada halangan suatu apapun ," kata klien .
"Saya juga berpikir begitu tuan , terimakasih atas semuanya ," sahut Angga sambil menjabat tangan klien .
Mereka memutuskan penyelesaian meeting hari ini dan mengakhirinya . Angga masih di tempat bersama Dafa sedangkan kliennya sudah pulang .
"Sepertinya bagus dan kinerjanya cukup lah ," kata asisten Dafa membaca laporan dari klien .
"Kalau begitu kasih kuncinya biar klien kita tidak pergi dan membatalkan kerjasama dengan kita ," perintah Angga kepada Dafa .
"Siap bos ," jawab Dafa .
Keduanya pergi dari tempat itu masuk ke dalam mobil menuju perusahannya . Begitu masuk ke dalam ruangan mereka dikejutkan kedatangan Prambudi bersama istrinya .
"Kenapa tidak memberitahuku kalau kalian akan kesini ?" Angga mencium tangan kedua orang tuanya lalu duduk .
"Maaf , kami baru saja pulang dari undangan klien jadi tidak memberitahu kamu lebih dulu ," kata Aira .
"Begini Angga , kami akan mengundang teman papa untuk makan malam di rumah besok , " kata Prambudi .
" Memangnya acara apaan makan malam segala ? " Angga merasa ada sesuatu yang disembunyikan kedua orang tuanya .
"Acara makan malam saja kok ," sahut Aira .
"Terserah Papa sama Mama saja tapi kalau bahas jodoh aku tidak mau . ingat ya Pa jangan memaksa anaknya menentukan pilihannya ," kata Angga kemudian .
Malam harinya dua keluarga berkumpul di ruang makan milik keluarga Prambudi . Mereka menikmati hidangan tanpa suara namun ada sepasang mata saling memperhatikan satu sama lain .
Selesai makan Angga pamit pergi ke kamar , semua orang yang melihat merasa heran . Sedangkan kedua orang tua Angga merasa tidak enak mengajak ke ruang tamu untuk berbincang-bincang.
"Maaf sikap anak kami Angga ," kata Prambudi dengan perasaan kecewa terhadap Angga .
“Tidak apa-apa ,Pak Pram . Wajar anak muda tidak suka berkumpul bersama orang yang lebih tua ," sahut pak Dario Rahardian.
"Bagaimana rencana kita selanjutnya ?" tanya Prambudi membuka topik pembicaraan .
“Kalau keduanya tidak ada ketertarikan maka tidak bisa dilanjutkan , benar begitu kan , Ma ," kata Dario .
"Saya rasa keduanya butuh pengenalan dulu , sebagai orang tua kami tidak ingin memaksa meskipun menurut kita baik tapi kalau dengan paksaan akan tidak baik kedepannya ," jelas Prambudi dengan bijak .
Dario merasa putus asa mendengarnya , ia yang kekeh ingin menjodohkan anaknya dengan anak klien justru mendapat penolakan meskipun tidak secara langsung .
"Bagaimana Tasya , apakah kamu mau menunggu atau kamu ada pilihan lain ?" tanya Dario papanya .
"Tasya kan udah bilang sama Papa dan Mama kalau Tasya tidak mau dijodohkan ,kenapa maksa terus ," kata Tasya dengan wajah kesal .
"Ya sudah kalau begitu ,Maafkan Papa sama Mama . Apapun keputusanmu jika itu baik kami akan mendukungmu , maaf Pak Pram . Kami pamit kita bisa bertemu lain waktu ," kata Dario dengan sungkan .
"Sama-sama, Pak Dario . Kami juga minta maaf dan terimakasih sudah mau berkunjung ke rumah kami ," sahut Prambudi sambil menjabat tangan Dario beserta keluarganya .
"Di kamar Angga merasa sangat bahagia melihat perempuan di layar ponselnya . Matanya melebar sempurna ketika Senia berkumpul bersama para turis pria sambil menunjukkan suatu pemandangan malam hari .
"Apa-apaan ini , kenapa jadi bersama para bule sedangkan sama orangku dia tidak mau . Aku harus buat pengertian padanya ," kata Angga mengepalkan tangannya dengan kuat .
Entah kenapa ia menjadi marah dan cemburu padahal bukan siapa-siapa Senia . Angga menghubungi orang suruhannya .
"Hei kemana saja kalian kenapa diam saja melihat cewekku bersama para pria bule di tempat terbuka lagi , usir mereka semua bikin orang kesal saja ," perintah Angga dengan nada tinggi .
Orang suruhannya merasa heran dengan perintah bosnya lalu saling pandang dan memberi kode .
"Maaf bos , nona kan sedang bekerja mana bisa kami mengusir para turis itu yang ada saya di suruh pergi dan tidak boleh memantau nanti tuan tidak bisa melihat nona gimana ," jelas orang suruhannya .
Angga tidak berpikir sejauh itu , pikirannya hanya tertuju pada rasa marah yang menggebu . Ia tidak rela jika Senia dekat dengan pria asing .
Beberapa menit kemudian ia baru menyadari pekerjaan Senia sebagai pemandu wisata .
semasa hidup aja bian tak pernah kasih uang jajan sm mu tak pernah sayang pada mu 🤭🤣🤣🤣