NovelToon NovelToon
Menyingkirkan Gundik Suamiku

Menyingkirkan Gundik Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Pelakor jahat
Popularitas:109.2k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik senyumnya yang lembut dan rumah tangga yang terlihat harmonis, Kiandra menyimpan luka yang tak kasat mata. Lima tahun menikah, pengorbanan dan cintanya pada Adam Mahendra, suaminya, seakan tak berarti.

Nadira, wanita manipulatif yang datang dengan sejuta topeng manis dan ambisi untuk merebut apa yang bukan miliknya.

Awalnya Kiandra memilih diam, berharap badai akan berlalu. Namun ketika suaminya mulai berubah, ketika rumah yang dibangunnya dengan cinta hampir runtuh oleh kebohongan, Kiandra sadar diam bukan lagi pilihan.

Dengan hati yang patah namun tekad yang utuh, Kiandra memulai perjuangannya. Bukan hanya melawan Gundik yang licik, tapi juga melawan rasa sakit yang suaminya berikan.

Di tengah air mata dan pengkhianatan, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya. Harga diri, dan cinta yang layak di perjuangkan.

Kiandra kembali membangun karirnya, membuat gundik suaminya semakin tidak setara dalam segala hal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Kiandra terdiam cukup lama. Tatapannya kosong, seolah sedang menatap sesuatu yang jauh, padahal yang ada di depannya hanya meja kerja mamanya yang rapi dan dingin. Kata-kata Galuh terus berputar di kepalanya, saling bertabrakan, membuat dadanya terasa sesak. Bertahan atau melepaskan. Dua pilihan itu sama-sama menyakitkan, hanya bentuk lukanya saja yang berbeda.

Kalau bertahan, hatinya harus siap menerima kenyataan pahit. Senyum palsu, tidur di ranjang yang sama dengan perasaan curiga, dan berpura-pura kuat demi keutuhan rumah tangga. Tapi kalau melepaskan, luka itu juga tidak akan lebih kecil. Dia harus mengikhlaskan Adam bersama wanita lain, merobohkan mimpi tentang keluarga utuh yang selama ini dia bangun dengan penuh harapan.

Kiandra menghembuskan napas berat. Dia merasa lemah. Bukan karena tidak mampu, tapi karena terlalu banyak yang harus dipikirkan. Uang bukan masalah baginya, karena sejak sebelum menikah dengan Adam, hidupnya sudah berkecukupan. Dia tidak takut kehilangan kenyamanan, tidak takut harus hidup sendiri. Yang membuat langkahnya tertahan hanyalah satu hal, yaitu Zayyan.

Bayangan putranya terus muncul di benaknya. Senyum polos itu, tawa kecil setiap pagi, dan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang kadang membuat hatinya nyeri. Kiandra tidak ingin Zayyan tumbuh dengan rasa kehilangan seperti yang dulu pernah dia rasakan. Dia takut salah memilih, takut keputusan ini justru melukai anaknya lebih dalam.

Galuh yang sejak tadi memperhatikan akhirnya angkat bicara. Dia bisa melihat jelas kebingungan di wajah putrinya, raut lelah yang tidak bisa disembunyikan meski Kiandra berusaha terlihat tegar.

“Semua keputusan ada di tanganmu, Kian,” ucap Galuh lembut namun tegas. “Apa pun yang kamu pilih nanti, mama tetap akan mendukungmu.”

Kiandra menoleh, matanya berkaca-kaca. Ada sedikit rasa lega mendengar kalimat itu, tapi juga ada beban besar yang semakin terasa di pundaknya.

“Mama nggak marah sama Adam?” tanyanya pelan, hampir seperti bisikan.

Galuh menghela napas, lalu tersenyum tipis, senyum seorang ibu yang sudah banyak makan asam garam kehidupan. “Bohong kalau mama bilang nggak marah. Orang tua mana sih yang nggak marah kalau tahu anaknya diselingkuhi, dikhianati sama pasangannya sendiri? Hati mama sakit, Kian. Tapi mama juga sadar, mama nggak punya hak buat ngatur rumah tangga kamu. Kamu yang ngejalaninnya, kamu yang tahu rasanya bagaimana" jawab Galuh bijak.

Ucapan itu membuat dada Kiandra makin sesak. Galuh tidak memaksa, tidak menghakimi, hanya berdiri di sampingnya sebagai tempat bersandar.

“Setiap rumah tangga punya ujiannya masing-masing, Mama cuma bisa ngasih pandangan, ngasih jalan. Tapi yang milih tetap kamu. Dan apa pun pilihanmu nanti, kamu tidak sendirian. Masih ada mama dan Marsha yang akan selalu di sampingmu" ucapnya.

Kiandra kembali terdiam. Air mata akhirnya jatuh tanpa bisa ditahan. Dia tahu, mamanya sudah memberikan semua yang bisa diberikan nasihat, dukungan, dan kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Sekarang, tinggal Kiandra yang harus memberanikan diri menghadapi konsekuensi dari keputusan yang akan dia ambil.

Tak lama ponsel Kiandra berdering, memecah ketegangan di ruangan itu. Sebuah notifikasi pesan masuk muncul di layar.

Kiandra yang sejak tadi sedang mengobrol dengan mamanya langsung tersentak. Entah kenapa dadanya tiba-tiba terasa sesak, firasat buruk langsung menyelinap begitu saja.

Dia mengambil ponselnya, jemarinya sedikit gemetar saat membuka pesan itu.

Baru beberapa detik menatap layar, matanya langsung memerah. Rahangnya mengeras, napasnya tertahan ketika sebuah video terputar di layar ponsel. Video yang dikirim oleh asisten suaminya itu seakan menampar harga dirinya sebagai istri.

Di dalam video itu terlihat jelas seorang perempuan yang selama ini hanya dia dengar namanya, bersikap manja, dan memeluk suaminya. Cara bicaranya, sentuhannya, semuanya membuat darah Kiandra mendidih. Dadanya naik turun menahan emosi yang tiba-tiba memuncak.

Galuh yang sejak tadi memperhatikan putrinya langsung menyadari perubahan itu. Wajah Kiandra pucat, sorot matanya berubah, penuh amarah dan luka yang tertahan.

“Siapa?” tanya Galuh pelan, tapi tegas, saat melihat Kiandra seperti kehilangan kata-kata.

Kiandra tidak menjawab, alu tanpa berkata apa-apa memperlihatkan layar ponselnya ke arah sang mama. Video itu masih berjalan.

Galuh mengambil ponsel itu, menontonnya dengan ekspresi datar, sorot matanya jelas menyimpan kemarahan. Setelah video itu selesai, Galuh menghela napas panjang. Napas orang tua yang sudah kenyang melihat drama hidup, tapi tetap tidak bisa menerima ketidakadilan pada anaknya.

“Jaman sekarang pelakor memang semakin nggak tahu diri, Sikapnya sudah seperti istri sah aja. Padahal jelas-jelas Adam sudah menolaknya, tapi masih aja nekat. Dasar tidak punya malu.” gerutu Galuh.

Kiandra menggigit bibirnya, berusaha menahan air mata yang sudah menggenang. Hatinya campur aduk. Marah, cemburu, kecewa, semuanya jadi satu.

Galuh menoleh ke arah Kiandra. “Kamu cemburu?” tanyanya, menatap lurus ke mata putrinya.

Kiandra mengangguk pelan, suaranya bergetar saat akhirnya bicara. “Tentu aja, Ma. Bagaimanapun juga, sekarang Adam masih suamiku.” Ada penekanan di kata masih, seolah dia sendiri sedang meyakinkan dirinya.

Galuh mendekat, meraih tangan Kiandra dengan lembut. “Kalau begitu, sudahi rasa marahmu itu. Jangan hanya marah dan terluka, tapi singkirkan perempuan itu, dan rebut kembali Adam darinya”

Kiandra menatap mamanya dengan mata berkaca-kaca.

“Adam sudah menolak dia, itu artinya masih ada batas. Tapi kalau dia terus-terusan didekati, digoda, dipancing seperti itu…Laki-laki mana yang kuat? Sekuat-kuatnya laki-laki, kalau tiap hari digoda, dirayu, lama-lama bisa goyah juga.” ucap Galuh seraya menggelengkan kepalanya.

Kiandra terdiam. Kata-kata mamanya masuk akal, meski menyakitkan. Selama ini dia terlalu sibuk tenggelam dalam rasa sakitnya sendiri, sampai lupa kalau pernikahannya sedang berada di ujung tanduk.

“Aku nggak bilang kamu harus merendahkan diri, tapi ini soal mempertahankan apa yang masih jadi hakmu. Kalau kamu masih mau bertahan, jangan biarkan orang lain seenaknya merebut.” lanjut Galuh.

Kiandra menghela napas panjang. Dadanya masih terasa sakit, tapi di balik luka itu, ada tekad yang perlahan tumbuh. Dia masih cemburu, masih marah, tapi sekarang dia sadar, diam dan menangis saja tidak akan menyelesaikan apa pun.

1
Yana Phung
wah.. semoga keluarga kecil kiandra bahagia selalu
dijauhkan dari nayla dan nayla2 yg lain 😅😅😅
Yuli Yulianti
seharus nya kamu sadar nay jgn sampai kamu jatuh lebih dalam lg pergi menjauh perbaiki diri mu selagi ad kesempatan
puji hastuti: betul sekali...bertobatlah,hidup di pondok pesantren, misalnya wkwk
total 1 replies
new user
D tunggu next up
Yana Phung
kira-kira pilihan apa yg akan diambil nayla??
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
wkwkw di barter sokorin 🤣
stela aza
si Nayla kurang kerjaan s ,, tinggal melanjutkan hidup j masih ngusik orang lain ,, apalagi yg di usik jauh di atasnya 🤦
Yana Phung
ternyata nayla beneran dijual haris 😅😅😅
falea sezi
karakter laki doyan selangor ya gini bloon
Agus Tina
Pqlingan Nayla "dijual" ...
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah kerja begituan aja kau Nayla ..jadi pelacur cocok untuk mu 🤣
Yana Phung
astaga...
apapun niat nayla semoga gagal
atau haris bakal berubah jd mucikari??😅😅😅
new user
Tks Update nya thor
Yana Phung
wah.. si kakak author updqte terus makasih kak ya
atau cerita ini akan segera tamat??
muthia
salut dg mama Ina betul-betul mertua idaman🙏
Agus Tina
Kiandra wanita luar biasa, dia hebat bisa menerima kèmbali suami yg telah menghianatinya. Buat Adam jangan sia2kan wanita swperti Kiandra tetap bahagia kalian ...
Yana Phung
sepertinya si nayla ini bukan terobsesi dg adam tapi lebih ke kiandra
maunya dia,, diatas segala-galanya dari kiandra
udah.. bikin gila aja kali ya 😅😅😅
new user
D tunggu next up
Yana Phung
aku penasaran dg endingnya
kalo sesuai judul harusnya kiandra dan adam tetap bersama
tapi melihat aksi gilanya nayla dan adam yg tidak melakukan apapun (atau itu cara adam membiarkan istrinya membalut luka),, entahlah...
karena yg memulai adam,, harusnya adam juga yg menegaskan kalo nayla memang tidak berarti apa-apa baginya

btw membaca topik ini di bulan ramadhan itu sesuatu banget ya 😅😅😅
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
orang seperti Nayla ...cara mengatasi nya adalah memberi dia kematian baru selesai kalo dia masih hidup tetap akan jadi benalu 😌
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
Adam terlalu lembek ya jadi laki2 apa karena dah merasakan goyangan Nayla jadi masih teringat 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!