Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.
Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.
Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.
Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Siapa Menjebak Siapa
Ratih memeriksa lemari bibi Asih. Kemungkinan besar, bibi Erma akan memfitnahh bibi Asih. Seperti caranya dulu, yang membuat Ratih malah mengusir orang-orang kepercayaannya karena begitu percaya pada bibi Erma.
Tak ada apapun yang aneh di lemari. Ratih berpindah ke laci yang ada di samping tempat tidur bibi Asih.
Krekk
Benar saja, satu kotak perhiasan yang seharusnya ada di lemari perhiasan Ratih, yang ada di kamarnya. Berpindah ke laci bibi Asih.
Ratih mendengus pelan. Karena memang bibi Erma ingin menuduh seseorang, maka Ratih akan membantunya. Tapi, pastinya bukan bibi Asih yang akan menjadi tertuduh itu.
Ratih akan lihat, bagaimana nanti bibi Erma dan suami Ratih yang brengsekk itu akan menyelamatkan Sarah dari tuduhan yang direncanakan bibi Erma sendiri.
Ratih bergegas mengambil kotak itu. Lalu keluar dari kamar bibi Asih.
Ratih berjalan ke ruangan laundry, dia mendengar suara mesin di ruangan itu. Dan melihat bibi Erma yang pergi ke halaman belakang belum kembali. Pikirnya, mumpung kedua orang itu sibuk. Dia bisa segera meletakkan perhiasan itu di kamar Sarah.
Ratih bergegas menuju kamar Sarah. Dan dengan cepat meletakkan kotak perhiasan itu di lemari Sarah. Di bawah pakaian tebal yang tidak mungkin digunakan Sarah, untuk beberapa waktu ini.
Setelah itu Ratih keluar dengan cepat dari kamar Sarah itu. Dia mencuci tangannya di dapur dan kembali ke taman menemui Rafa dan bibi Asih.
"Bagaimana bi? apa dia menangis?" tanya Ratih.
"Tidak nyonya, tapi sudah hampir jam 9. Sebaiknya kita bawa tuan muda masuk!" kata bibi Asih.
Ratih mengangguk setuju. Keduanya lantas masuk ke dalam rumah. Ketika Ratih masuk ke dalam bersama bibi Asih. Bibi Erma tampak datang membawa pakaian bersih yang sudah di setrika.
"Nyonya, saya akan masukkan pakaian bersih ke lemari!"
Ratih mengangguk dengan ramah.
"Iya bi, masukkan saja!" sahut Ratih yang kembali menggendong Rafa dan bermain dengan anaknya itu. Sementara bibi Asih sudah kembali ke kamarnya.
Ratih begitu terlihat mencintai Rafa. Semua perhatian Ratih hanya untuk Rafa.
Sampai bibi Erma yang melihat itu menyunggingkan senyuman yang tampak mengejek Ratih tanpa sepengetahuan wanita itu.
'Dasar bodohh! anak yang dia sayang-sayang itu bahkan bukan anak kandungnya. Dia tidak tahu anaknya entah masih hidup atau tidak di jalanan. Baguslah dia sangat menyayangi cucuku. Cucuku bisa hidup enak!' batin bibi Erma.
Bibi Erma tidak menyadari juga, kalau sebenarnya Ratih tengah memperhatikannya dari pantulan kaca di atas meja rias.
'Aku dulu sungguh tak pernah melihat senyuman yang mengerikan darimu seperti itu, Bi. Bagus juga, kalau kamu kira aku bodohh dan menertawakan aku di belakang. Mungkin kamu pikir, yang aku rawat ini adalah cucumu. Teruslah berpikir seperti itu. Karena dengan begitu, cucumu yang asli akan semakin menderitanya di luar sana. Nanti, saat anak itu bertemu dengan kalian pun, dia tidak ajan memaafkan kalian. Itu pun kalau saat itu dia masih hidup' batin Ratih.
Dan tak lama setelah bibi Erma merapikan pakaian Ratih. Dia seperti menyadari sesuatu.
"Nyonya, ada ruang kosong di lemari perhiasan. Nyonya letakkan di mana perhiasanya, biar bibi simpan lagi!" kata bibi Erma.
Karena biasanya memang seperti itu. Perhiasan yang habis di pakai oleh Ratih, akan dirapikan dan dibereskan oleh bibi Erma.
"Aku belum pergi kemana-mana, Bi. Aku tidak pakai perhiasan apapun" sahut Ratih.
Dia harus sangat meyakinkan untuk menemani bibi Erma berakting.
Ratih memperhatikan wajah bibi Erma yang langsung menjadi kaget dan seperti kebingungan. Ratih yang melihat itu sungguh dibuat takjub. Karena memang akting wanita paruh baya itu sangat luar biasa. Kalau Ratih tidak mendapatkan kesempatan kedua untuk terlahir kembali, dia benar-benar akan sangat percaya dengan akting yang begitu meyakinkan dari bibi Erma.
"Nyonya, tapi tempat ini ada yang kosong!" kata bibi Erma yang panik.
Bahkan bibi Erma langsung mendekati Ratih. Memastikan kalau Ratih melihat ruang kosong yang ada di lemari perhiasannya itu.
"Nyonya lihat, bukankah seharusnya di tempat itu harus satu kotak perhiasan yang warna putih itu. Yang kata nyonya harganya sangat mahal itu?" tanya bibi Erma.
Ratih kembali menemani bibi Erma untuk kembali berakting. Ratih meletakkan Rafa di tempat tidurnya, dan bergegas mendekat ke lemari.
"Coba cari lagi bi, apa mungkin jatuh?" tanyanya yang segera melihat ke bagian lain lemari.
Ratih mencari dengan sangat teliti. Meskipun sebenarnya dia sedang berpura-pura, tapi apa yang dia lakukan itu benar-benar meyakinkan.
"Di kolong lemari, coba lihat bi!" kata Ratih yang meminta bibi Erma berlutut dan melihat ke arah lemari.
Dan bibi Erma yang tentu saja ingin aktingnya juga terlihat begitu meyakinkan. Berlutut dengan cepat, mengintip di bawah kolong lemari. Dia melakukannya beberapa kali, supaya terkesan sangat meyakinkan.
"Tidak ada nyonya!" kata bibi Erma yang wajahnya memerah karena berlutut dan mengintip ke bawah lemari dalam waktu yang cukup lama.
Ratih segera menunjukkan ekspresi panik.
"Hah, tidak ada? tapi aku tidak menggunakannya beberapa bulan ini, Bi. Kemana ya?" tanya Ratih.
Bibi Erma langsung melancarkan rencananya.
"Sebelum-sebelumnya kan memang tidak pernah ada kejadian seperti ini, nyonya! sebelum bibi Asih datang!" katanya mencoba untuk memprovokasii Ratih.
Ratih menatap bibi Erma, dengan ekspresi bingung.
"Masa sih, Bi? dia orang yang dibawa oleh ibuku dari yayasan. Rasanya tidak mungkin!" kata Ratih dengan suara pelan.
Ucapan itu, menunjukkan kalau Ratih tidak mau langsung menuduh bibi Asih, tapi juga tidak begitu memihak kepada bibi Asih.
"Bisa saja kan, Nyonya. Yang namanya orang, kalau lihat sesuatu yang berharga, bisa lupa diri!" kata bibi Erma.
Ratih semakin puas dengan apa yang diucapkan bibi Erma. Karena semua ucapannya itu nantinya tidak akan menamparr bibi Asih. Tapi akan menamparr dirinya sendiri.
"Jadi bagaimana, Bi? kita tanya bibi Asih saja dulu ya. Panggil dia kemari, Bi!" kata Ratih.
"Nyonya, mana ada maling mau ngaku. Lebih baik, kita langsung ke kamarnya. Kita geledah. Dengan begitu, dia tidak mungkin lagi bisa mengelak!" kata bibi Erma dengan sangat bersemangat.
Ratih mengangguk setuju.
"Bibi benar, kalau kita menggeledah kamarnya dan menemukan barang itu di sana. Dia tidak mungkin lagi bisa mengelak. Kalau begitu ayo kita cari ke kamar bibi Asih!" kata Ratih yang berjalan lebih dulu meninggalkan kamarnya.
Bibi Erma tersenyum sangat puas.
'Huhh, apanya yang berubah? Fandi terlalu khawatir, dia saja yang tidak becus merayu Ratih. Buktinya, Ratih masih mudah dipengaruhi seperti dulu. Dia sangat menurut pada semua ucapanku!' batinnya yang merasa dirinya memang lebih baik dalam hal mempengaruhi orang lain terutama Ratih, dibandingkan dengan Fandi.
***
Bersambung...
biar Sarah jadi gila 🤣
Bahwa Rafa dan Ben banyak banget kemiripannya..
Perlu di selikidiki nih fakta kebenarannya..
Kalau perlu, Rafa & Ben melakukan tes DNA..
Untuk mengungkapkan fakta yg sebenarnya..
Bahwa malam kejadian itu, Ben lah yang bersama nya..
Bukan Fandi yg me ngaku² yg menolong nya..
Hingga Ratih terpedaya oleh tipuan Fandi padanya..
Jadi penasaran, bagaimana kisah awal kejadian nya.. 🤔
Tanpa menyadarinya, cinta tumbuh begitu saja di dalam hati 2 insan manusia..
Semisal tadinya hanya menganggap teman biasa saja..
Namun karena selalu bersama, terbiasa ada, dan saling mengenal 1 sama lainnya..
Maka saat itulah muncul rasa ketertarikan di hatinya..
Seseorang menyadari bahwa itu adalah perasaan cinta, ketika mereka berdua mulai ada rasa kehilangan salah satunya..
Dengan status teman di awalnya, justru kita bisa mengenal lebih baik tentang masing² karakter & kepribadiannya..
Berbeda dengan mereka yg langsung status pacaran di awalnya, terkadang justru lebih berpotensi untuk menerima orang yang salah dalam hidupnya..
Kenapa..?
Karena ketika kau menerima seseorang dengan status pacar, maka kau mengira bahwa seolah-olah dialah jodohmu yg sesungguhnya.. 😁
Begitu pula perselingkuhan, yg terbiasa selingkuh gak akan jera sebelum datang nya penyakit mematikan, dan di rajam sampai mati.. 🤭
Jangan kau mencintai karena ketampanan, sebab ketampanan bisa lenyap termakan usia..
Namun cintai lah dia karena akhlaknya, karena dia tak kan mudah tergoda..
Dan cintai lah dia karena karakter & sifatnya, karena kau tak kan punya alasan lagi untuk membencinya..
Karena dia yg setia, tak kan memandang mu sebelah mata...
Dia yg sayang padamu, tak kan tega membuat mu terluka..
Dan dia yg mencintaimu dengan tulus, tak kan pernah membuat mu kecewa..
Assseeekk.. 💃🏻💃🏻🤭
Namun jangan kau kira semua orang baik padamu.. "
Percaya boleh.. Waspada tetap..
Sebab terkadang justru orang terdekat lah yg paling sering & tega membuat mu terluka dan kecewa karenanya..
Bukan lah begitu..? 😊
Kau minta di hargai sebagai suami..
Sedangkan Ratih sebagai istri tak pernah kau hargai..
Kau malah berselingkuh di belakang istri..
Kau berpura-pura baik di depan istri..
Namun kau menginginkan istri mu mati..
Apa suami seperti itu pantas untuk di hargai..
Bahkan kau sendiri adalah tipe lelaki yg gak tau diri dan gak punya hati..
Tidur saja sana kau Fandi, jangan pernah terbangun lagi dari mimpi² hingga kau mati.. 😏😁