NovelToon NovelToon
Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.

Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?

Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.

"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar

Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mampir Kerumah Bu Siti

Bintang yang berada di dalam mobil menghubungi seseorang melalui ponselnya, "Halo, gue Bintang. Bisa ketemu di Cafe La Vie hari ini? Gue mau ajak loe makan siang bareng," ucapnya dengan santai

Seseorang di ujung sana menjawab, "Hari ini? Oke, gue bisa. Jam berapa?" jawabnya, dengan suara yang familiar

Bintang tersenyum, "Kalau bisa sekarang, di meja pojok ruangan VIP. Gue pesan tempat dulu," ucapnya, sambil menutup ponselnya

Seorang gadis yang merupakan dosen muda, dengan rambut panjang dan kacamata yang elegan, bergegas keluar dari kampus tempat mengajarnya, mencari taksi yang bisa membawanya ke Cafe La Vie secepatnya. Dia memeriksa jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan tepat pukul 12.15 Wib, dia harus bergegas jika tidak ingin terlambat bertemu Bintang.

Bintang sudah tiba duluan dan menunggu di cafe yang disebutkan, dia memilih tempat VIP di pojok yang tenang dan memesan milkshake sebagai penanti. Bintang terus memandang ke arah pintu, sambil sesekali memeriksa jam di ponselnya yang menunjukkan tepat pukul 12.25 Wib, dosen muda itu seharusnya sudah tiba.

Dia mulai merasa sedikit gelisah, tapi tetap tenang sambil menikmati milkshakenya. Tiba-tiba, dia melihat sosok yang familiar muncul di balik pintu, dengan rambut panjang dan kacamata yang elegan. Dosen muda itu memandang sekeliling cafe, mencari Bintang.

Bintang langsung berdiri dari tempat duduknya, melambaikan tangan ke arah Shanaya yang masih memandang sekeliling. Shanaya melihat Bintang dan tersenyum, lalu berjalan menuju meja dengan langkah yang percaya diri.

"Hai, sorry gue telat," ucapnya, sambil meletakkan tasnya di kursi

Bintang membalas senyumnya, "Gak papa-papa, gue juga baru aja dateng. Kita pesan makanan dulu, ya?"

Shanaya mengangguk, "Aku mau salad sayur dong, minumnya samaan aja..."

Bintang memanggil waiters dan memesan salad dan milkshake stroberi untuk Shanaya, burger dan mocktail untuk dirinya sendiri. Setelah waitress pergi, Bintang kembali menatap Shanaya dengan senyum.

"Gimana hari mu, hari ini?" tanyanya, sambil meminum milkshake chocolatenya yang sudah hampir habis

Shanaya menjawab dengan santai, "Yah...gitu deh....biasa sibuk sama kelas Sastra dan Sejarah. Loe sendiri? Gimana hari loe? Gue dengar loe lagi sibuk sama proyek baru ya?"

Bintang mengangguk, "Iya, gue lagi fokus sama proyek itu. Tapi seneng bisa break sejenak dan makan siang bareng loe disini..."

Shanaya tersenyum, "Gue juga, gak nyangka aja tiba-tiba loe telpon gue ngajak ketemuan..."

Mereka berdua terus berbincang, menikmati waktu bersama sambil menunggu makanan datang.

Bintang menatap Shanaya dengan rasa penasaran, "Ngomong-ngomong, gue sering lihat story loe sering bareng Kaniya akhir-akhir ini. Gimana sih karakter dia sebenernya?"

Shanaya tersenyum, "Iya, kita sering jalan bareng. Dia itu ya gitu lah kakak gue yang satu itu rada-rada unik gitu terlalu kekanakan karena terlalu dimanja sebelum ada gue. Kenapa loe tanya soal kakak gue, jangan bilang loe ngajak gue ketemu cuma penasaran sama dia?"

Bintang mengangkat alis, "Gak apa-apa, cuma penasaran aja. Gue cuma penasaran aja, kira-kira dia tipikal kakak gue apa bukan dan ya satu lagi dia sebelumnya pernah punya pacar gak sih?"

Shanaya tidak menyadari bahwa Bintang tengah menyelidiki latar belakang Kaniya dikarenakan takut apabila Agashtya terjebak dalam kekeliruan atas janin yang dikandung Kaniya. Terlebih Shanaya juga belum tahu tentang hubungan Kaniya dengan Agashtya dan juga bekerja diperusahaan Agashtya (pemuda yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan Kaniya).

Shanaya menjawab dengan santai, "Kak Kaniya itu unik, sih. Dia belum pernah pacaran sama sekali jadi soal siapa first lovenya aja dia gak pernah punya katanya, dan jujur aja, dia gak pernah memikirkan soal cinta. Fokusnya cuma di kerjaan dan hobinya doang..."

Bintang mengangguk, "Hmm, menarik. Mungkin dia belum ketemu orang yang tepat?"

Shanaya tersenyum, "Mungkin, tapi dia bilang gak mau terburu-buru, mau fokus hidup single dulu. Makanya dia selalu kabur dari perjodohan itu..."

Bintang tersenyum balik, karena Shanaya tidak menyadari bahwa Kaniya sebenarnya bekerja di perusahaan pemuda yang dijodohkan dengan Kaniya dan terlibat perasaan dengan pemuda yang sama.

Tak lama kemudian pesanan mereka datang, dan mereka berhenti sejenak untuk menikmati makanan.

Bintang memotong burgernya, "Mmm, ini enak banget..."

Shanaya tersenyum, "Gue tahu, gue pesen salad aja, tapi rasanya juara..."

Mereka berdua makan sambil berbincang santai, suasana semakin akrab.

Setelah beberapa gigitan, Bintang kembali mengangkat topik Kaniya, "Ngomong-ngomong, loe tahu gak, apa Kaniya suka sesuatu yang spesial gitu misalnya warna kesukaannya atau barang favoritnya gitu?"

Shanaya berpikir sejenak, "Hmm, dia suka buku, musik, tarian, dan warna favoritnya biru muda, mungkin itu yang bisa jadi clue..."

Bintang mengangguk, "Ooh, gak salah kalau gitu, gue harus catat itu..."

Shanaya tersenyum, "Loe itu sebenernya mau deketin dia atau gue sih, Bin?"

Bintang langsung tertawa, "Gak gak, gue cuma penasaran aja dan bantu abang gue hahaha..."

...****************...

Agashtya duduk di kursinya, matanya terus memantau layar komputer sambil sesekali melihat ke arah Kaniya yang sedang bekerja di depannya. Dia masih merasa bersalah atas kesalahannya yang tidak ia sengaja secara sadar sebulan yang lalu.

"Kaniya, kamu perlu istirahat, sudah waktunya minum obat..." ucapnya dengan nada lembut, sambil berdiri dan mengambil tasnya

Kaniya menatap Agashtya dengan sedikit heran, "Gak apa-apa, Pak. Saya masih bisa kerja kok..."

Agashtya tersenyum, "Aku tahu, tapi aku yang mau kamu jangan terlalu capek, makan dan istirahat dengan baik. Ayo, minum obatnya dulu..."

Kaniya tidak bisa menolak, dan meminum obat yang telah diberikan oleh Bintang sebelum pergi dari perusahaan kakaknya. Pasalnya Bintang juga tidak ingin Kaniya mengetahui bahwa pemuda yang dijodohkan dengannya tak lain adalah Agashtya sendiri.

Setelah mereka duduk di sofa. Kaniya meminum obat yang diberikan oleh Bintang sebelum pergi, lalu bertanya dengan rasa penasaran.

"Pak, kalau boleh tahu, apa sih penyakit yang sedang saya derita? Kenapa harus minum obat tapi cuma sekali dalam sehari?"

Agashtya tersenyum, tidak ingin membicarakan tentang kehamilan Kaniya, "Oh, gak apa-apa, cuma vitamin aja, Kaniya. Kamu hanya perlu jaga kesehatan, kamu cuma anemia aja yah...kamu anemia sama aslam naik..."

Kaniya tidak terlalu mendesak, tapi Agashtya bisa melihat rasa penasaran di matanya.

Agashtya mendekati Kaniya yang sedang membereskan barang-barangnya, "Kaniya, kamu sudah selesai? Aku antar pulang, kamu kelihatan capek banget..."

Kaniya tersenyum, "Gak apa-apa, Pak. Saya bisa naik angkot..."

Agashtya tidak mau mendengar, "Gak ada tapi-tapian, aku yang antar. Aku juga mau pulang lebih awal ada sesuatu yang perlu aku urus..."

Kaniya tidak bisa menolak, dan mereka berdua keluar dari kantor bersamaan hal itu menjadi pusat perhatian semua karyawan lain yang masih sibuk pada layar monitor masing-masing.

Saat Agashtya mengantar Kaniya, dia hanya tahu alamat rumah Bu Siti, tetangga Kaniya, karena Kaniya setiap kali diantar Agasthya selalu minta diturunkan di rumah Bu Siti yang baik hati. Kaniya panik, karena dia mengaku sebagai orang biasa dihadapan Agashtya.

Setibanya di depan rumah bu Siti dia langsung merangkul bu Siti sembari berbisik meminta tolong Bu Siti untuk berpura-pura menjadi ibunya.

"Bu, tolong saya, di depan atasan saya. Tolong ibu pura-pura jadi ibu saya ya bu?"

Bu Siti yang sudah tahu situasi itu tersenyum, "Iya nak, ibu bantu..."

Bu Siti menyambut dengan senyum ramah, "Aah, Kaniya sayang... Kamu tumben cepat pulang, nak. Oh, ada tamu agung rupanya?"

Kaniya cepat-cepat menjawab, "Ibu, ini Pak Agashtya, atasan aku di kantor..."

Bu Siti berpura-pura menyambut Agashtya, "Oh, Pak Aga apa namanya kok yo angel men to nduk... Silakan masuk, Pak..."

Agashtya tersenyum, "Terima kasih, Bu. Saya kebetulan lagi senggang jadi bisa antar Kaniya pulang sekalian mampir..."

Bu Siti mengangguk, "Baik, Pak. Masuk dulu, mampir-mampir dulu sambil minum kopi..."

Agashtya masuk ke rumah bercat hijau yang tampak sederhana itu, tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun.

Agashtya duduk di sofa, memandang sekeliling rumah yang sederhana, "Rumah ibu kelihatan nyaman, ya?"

Bu Siti tersenyum, "Iya, Pak. Kami sederhana saja..."

Kaniya duduk di sebelah Bu Siti, terlihat sedikit canggung.

Dalam hati, Agashtya berpikir, "Gadis cantik dengan aura mahal seperti Kaniya ternyata memiliki latar belakang yang sederhana. Aku tidak menyangka..."

Kaniya dalam hati merasa geli melihat Agashtya sama sekali tidak menaruh rasa curiga padanya, padahal Kaniya dan Bu Siti sama sekali tidak memiliki wajah yang mirip, bahkan segi agamanya pun berbeda.

"Sedikitpun dia gak sadar?" pikir Kaniya, sambil berusaha menahan tawa

Bu Siti, di sisi lain, tetap tenang dan menyuguhkan minuman kepada Agashtya. Agashtya, masih tidak menyadari apa pun, tersenyum dan mengambil secangkir kopi yang sudah disuguhkan oleh bu Siti, "Terima kasih, Bu. Aroma kopinya enak..."

Tiba-tiba Kaniya kembali mual-mual, mencium aroma semprotan anti nyamuk yang baru saja disemprotkan oleh Bu Siti. Dia merasa aneh, karena tak seperti biasanya dia mual mencium aroma semprotan anti nyamuk.

"Aku kenapa ya, kok aneh banget padahal nyium aroma beginian biasa aja?" pikir Kaniya, sambil memegang perutnya

Agashtya yang melihat Kaniya tiba-tiba berubah ekspresi, langsung berdiri, "Kaniya, kamu gak apa-apa?"

Bu Siti juga khawatir, "Aah, nak, kamu kenapa, kamu sakit? Apa perlu kita ke dokter?"

Kaniya mencoba menjawab, "Aku...aku gak tahu, bu. Mual aja tiba-tiba..."

Bu Siti berinisiatif, "Ibu kerokin gimana Kan? Mungkin cuma karena kelelahan atau masuk angin aja kamu..."

Agashtya setuju, "Iya, Bu. Coba dulu bu, saya tunggu disini sambil ngopi..."

Bu Siti langsung mengajak Kaniya ke kamarnya dan mengambil minyak lalu mulai mengerok Kaniya. Kaniya merasa sedikit lega, tapi masih terlihat lemah.

Agashtya mengambil ponselnya dan mengirim pesan WhatsApp pada Bintang, "[Bin, apa aja sih keluhan umum pada ibu hamil?]"

Bintang yang sedang bersama Shanaya di mobilnya menuju kediaman keluarga Prasetya, melihat pesan Agashtya tapi tidak membalasnya, fokus mendengarkan Shanaya yang sedang berbicara tentang rencana pernikahan mereka dimasa depan.

Agashtya semakin penasaran, "Kenapa sih Bintang gak bales? Kemana dia?" pikirnya

Dia pun akhirnya menscroll hasil pencarian, dan beberapa artikel tentang kehamilan muncul.

"Mual, lemas, sakit kepala, sensitif terhadap aroma bau...oh Tuhan, apa mungkin Kaniya memang hamil?"

Agashtya merasa jantungnya berdetak kencang, "Tapi aku bingung gimana aku ngatasi semua ini, disisi lain aku harus urus masalah perjodohanku dengan putri keluarga Prasetya dulu supaya digagalkan..."

Agashtya tampak bingung sendiri bahkan pikirannya melanglang buana entah kemana mencari jawaban yang tak pernah ia temukan sama sekali.

Bersambooo... 🙏🤭🌹

Visualnya Bu Siti ya guys yah...

Visualnya Bintang dan Shanaya versi adiknya Agashtya dan Kaniya ya guys ya... 🙏🤭🌹

1
Yogitha Ratnajyoti ❤
mkin seru nih thor 😍🔥
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih... 🙏😍🌹
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
knp hrs bohong soal identitas dirinya sih greget dehhh
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...😆🙃🤭
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
wah agashtya nya ganteng thor 😍
Yogitha Ratnajyoti ❤: owh...
total 2 replies
Yoyoh Tania
si alex udh plng tau aja yh thor, korban dracin dia mah 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Iya kak, dia suka nonton melolo kali wkwkwk... 😆🙃🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
ngefans nih sm karakter alex gokil orgnya 🤭
Yoyoh Tania
Kaniya unik tapi gesit yh kk thor 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak...🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
izin mampir yh kk thor, cmngutz 💪🔥
Mutiara Wilis 🌹: Monggo, silahkan kak, makasih kak 🙏😍🌹
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih paman 🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mutiara Wilis 🌹: Belum ada ide lagi om 🙏🙃
total 1 replies
fatih faa
visual kaniya mana thor
Mutiara Wilis 🌹: Ada kak di bab bagian hasil casting
total 1 replies
Luvita Sari
Si alex gokil ya thor asal nyelonong aja kayak tronton 🤣🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya 😆🙃
total 1 replies
Ana Maria
seru nih thor lnjt
Mutiara Wilis 🌹: Makasih kak 🙏🤭🌹
total 1 replies
Luvita Sari
hdir thorrr
Luvita Sari: Urwell kak
total 2 replies
Anonymous
rajin banget thor, Shanaya belum tamat, eh ini ada yang baru😍
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih, boleh asal santun 🙏😅
total 3 replies
Desti31
Ciee karya baru nih🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya double biar gak kehilangan ide tengah jalan di selang seling 😆🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!