Ini kisah kehidupan pasangan yang tidak hanya menceritakan tentang keromantisan dalam hubungan, akan tetapi makna hidup, pelajaran hidup dalam berumahtangga juga terkupas dalam cerita yang berjudul True Love ini.
Perlu readers ketahui, disini tidak hanya menceritakan satu pasangan saja, melainkan berbagai pasangan dengan bentuk perjalanan berbeda dalam menuju arti cinta.
Jika merasa bingung dan aneh saat membaca cerita ini, mohon tinggalkan saja dan jangan menghujat seenak jidat anda.
Jadilah pembaca bijak!
Sekian, dari author imut ini.
Salam dari si pembuat halu ╹▽╹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri melati Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belajar tenang
Seperti biasa Zahra selalu mengajak Arka shalat, karna dia sudah bisa melaksanakan shalat. Hari ini Arka tidak bisa mengantar Zahra ke kampus karna dikantornya ada meeting pagi dan itu sangat mendadak hingga membuat Arka marah, kenapa asistennya tidak memberi tahu jika hari ini ada meeting pagi.
Zahra yang melihat Arka seperti itu, langsung menghampiri dan menasihati dirinya agar jangan selalu marah-marah, mungkin saja asistennya juga lupa.
" Mas, kamu kenapa?" tanya Zahra
" Enggak papa kok" jawabnya sambil tersenyum tipis
" Jangan bohong" ucap Zahra
" Haaaah....ini tadi asistenku nelpon jika saat ini ada meeting pagi dan itu sangat dadakan sekali. Emang dia pikir tahu bulat apa digoreng dadakan." jawab Arka sambil manyun
" Hahaha, ternyata dibalik sifat dingin suamiku ternyata ada sifat humorisnya juga''ucap Zahra
" Kok kamu malah ketawa sih, aku lagi emosi loh" ujar Arka
" Hemm...maaf, habis kamu lucu sih, kamu itu lagi marah tapi sempat-sempatnya ngelawak" jawab Zahra
" Masa sih?" tanya Arka
" Ho'oh, oh ya mungkin asisten mas juga lupa atau dia juga baru tau" ucap Zahra
" Biasanya aja gk pernah kek gini, baru kali dia ngasih tau ada meeting dadakan dan aku harus ikut serta tidak bisa di handle
oleh sekretaris ku." jawab Arka
" Namanya juga manusia, tempatnya salah dan dosa, kecuali malaikat yang tak pernah salah. Jadi kamu jangan emosi dulu, dengarkan penjelasan dia biarkan dia menjelaskan sejelas-jelasnya." ucap Zahra
" Baiklah nanti sesudah meeting akan aku tanyakan padanya" jawab Arka
" Nah gitu dong.
Belajarlah menjadi tenang, karna emosi bisa membuat kita kehilangan banyak hal. Apa mas mau karna emosi yang memuncak dan tidak bisa kendalikan mas harus kehilangan
kerjasama dengan perusahaan lain. Serta bawahan mas yang nantinya jadi sasaran amukan?" ujar Zahra
" Subhanallah, sayang kamu bener² istri idaman" ujar Arka sambil geleng-geleng kepala yang tak percaya jika istrinya bisa berpikir hingga sejauh itu dan sebijak yang tak mungkin Arka pikirkan.
" Jadi, aku mau lihat senyuman hangat dari suamiku ini" ucap Zahra
" Baiklah....aku akan tersenyum, tapi ini tidak gratis" ucap Arka
" Maasss....." ujar Zahra sambil sedikit teriak
" Apaaaa....istriku" jawab sambil mencubit pipi Zahra.
" Jangan yang aneh-aneh" ucap Zahra yang sudah paham arah pembicaraan Arka jika sudah bilang tidak gratis.
" Aku minta khusus nanti malam kamu yang masak buat makan malam" jawab Arka
Muka Zahra sudah merah karna malu, ternyata Arka tidak sedang membicarakan tentang jatah malam. Arka yang melihat wajah Zahra merona karna malu dia pun langsung menggodanya.
" Hayoooo, mukanya merah.....
ternyata istriku juga tak kalah mesum dari suaminya" ujar Arka sambil mencubit hidung Zahra
" A...apaan sih, enggak ya" elak Zahra
" Halah....enggak usah bohong deh, udah ketahuan juga, masih ngeles" ujar Arka sambil tertawa.
Ingin rasanya Zahra kabur dari hadapan Arka karna malu yang sudah tidak bisa ditutupi lagi. Wajah Zahra yang putih jika sedang malu ketara sekali rona merahnya. Akhirnya Zahra mengalah dan diam malas meladeni ucapan suaminya itu. Tiba-tiba Arka buka suara.
" Tenang aja sayang, setelah makan malam nanti kita main bola, dan aku pengen nanti kita menghabiskan sampai 5 babak. So
prepare for tonight" ujar Arka
Zahra yang tadinya malu dan menunduk kini mendongak menatap wajah suaminya, ternyata tingkat kemesuman suaminya tidak berkurang sama sekali.
" Mesummmm...." ucapnya sambil mencubit pinggang Arka
" Aakhhhh, ampun sakit" ujar Arka pura-pura
" Rasain, emang enak. huuuh''jawab Zahra
" Tapi....boong, sekarang gantian aku cubit kamu" ucap Arka hendak menarik tangan Zahra.
Zahra yang melihat pun langsung lari menjauhi suaminya. Dan terjadilah aksi kejar-kejaran didalam kamar seperti kucing dan tikus. Dan akhirnya mereka pun sama jatuh diranjang dan tertawa bersama.
To be continued
keren...