NovelToon NovelToon
Trapped In Forbidden Desire

Trapped In Forbidden Desire

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Saudara palsu
Popularitas:76.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Axeline tumbuh dengan perasaan yang tidak terelakkan pada kakak sepupunya sendiri, Keynan. Namun, kebersamaan mereka terputus saat Keynan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.

Lima tahun berlalu, tapi tidak membuat perasaan Axeline berubah. Tapi, saat Keynan kembali, ia bukan lagi sosok yang sama. Sikapnya dingin, seolah memberi jarak di antara mereka.

Namun, semua berubah saat sebuah insiden membuat mereka terjebak dalam hubungan yang tidak seharusnya terjadi.

Sikap Keynan membuat Axeline memilih untuk menjauh, dan menjaga jarak dengan Keynan. Terlebih saat tahu, Keynan mempunyai kekasih. Dia ingin melupakan segalanya, tanpa mencari tahu kebenarannya, tanpa menyadari fakta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Ketiganya kini terdiam di dalam mobil Keynan, yang melaju menuju tempat Miss Claire.

Axeline melirik ke arah Keynan, yang masih memasang raut wajah kesal, lalu beralih menatap Nayya, yang terlihat santai memainkan ponselnya seolah tidak ada yang aneh dengan situasi ini.

Setelah beberapa saat, Axeline akhirnya membuka suara, "Em ... Aunty, kenapa aku harus ikut? Maksudku, seharusnya Aunty mengajak Kak Agnes, bukan aku." Axeline terlihat bingung bingung. Atau … mungkinkah Nayya ingin memberi kejutan pada Agnes?

Nayya mendongak dari ponselnya dan tersenyum samar, seolah mencari cara untuk menjelaskan. "Hmm … bagaimana Aunty menjelaskannya, ya? Tapi yang jelas, Aunty ingin kau ikut. Aunty ingin tahu seleramu seperti apa. Biasanya, anak muda mempunyai selera berbeda dengan Aunty yang sudah tua ini."

Axeline merasa alasan itu terdengar janggal. Bukankah lebih baik jika Agnes sendiri yang memilihnya langsung?

Namun, melihat ekspresi santai Nayya dan wajah Keynan yang tetap dingin di belakang kemudi, membuat Axeline memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh. Ia mengalihkan pandangannya ke luar jendela, menyaksikan pemandangan kota yang berlalu begitu saja.

"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" batinnya.

Tidak membutuhkan waktu lama, mereka akhirnya sampai di depan sebuah rumah mewah yang megah dan elegan, yaitu kediaman Miss Claire.

Keynan turun lebih dulu, diikuti oleh Nayya dan Axeline. Seperti biasa, Nayya berjalan lebih dulu dengan anggun. Sementara, Axeline dan Keynan mengikutinya dari belakang.

Begitu tiba di depan pintu, mereka sudah di sambut oleh Miss Claire yang sudah menunggu sejak tadi dengan senyuman ramah.

"Selamat siang, Nyonya Nayya. Lama tidak bertemu," sapanya dengan suara lembut.

Nayya membalas dengan nada santai, "Selamat siang, Miss. Bagaimana kabarmu?"

"Aku baik," jawab Miss Claire, lalu tatapannya beralih pada Keynan dan Axeline, yang berdiri sedikit lebih jauh di belakang Nayya. Sejenak, matanya menyipit, lalu senyumnya semakin lebar.

"Jadi, mereka calon pengantinnya?" tanyanya penuh antusias. "Ayo, silakan masuk!"

Axeline membelalak. Ia ingin segera membantah, namun, sebelum sempat mengeluarkan suaranya, Miss Claire sudah lebih dulu menarik tangan Nayya dan menggiringnya masuk ke ruang tamu.

"Tunggu sebentar, ya!" ujar Miss Claire seraya mengambil sebuah buku catatan dan pena.

Tanpa membuang waktu, ia mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar persiapan pernikahan, konsep acara, desain dekorasi, pilihan menu, lokasi, hingga contoh undangan.

Namun, ada yang aneh. Setiap kali Miss Claire melontarkan pertanyaan, bukannya berdiskusi dengan Keynan, Nayya justru meminta pendapat Axeline, seolah dia lah calon pengantinnya.

"Axeline, menurutmu dekorasi seperti apa yang cocok untuk acara ini?"

"Bagaimana dengan pilihan menu? Kau lebih suka konsep buffet atau fine dining?"

"Kalau gaunnya, kau lebih menyukai model klasik atau modern? Dan, bagaimana dengan undangannya?"

Axeline hanya bisa mengerjapkan mata, semakin bingung dengan situasi ini. Setiap pertanyaan yang diajukan terasa semakin aneh baginya. Kenapa harus pendapatnya? Bukankah ini acara untuk Keynan dan Agnes?

Ia melirik Keynan, berharap pria itu akan menjelaskan sesuatu atau setidaknya menegur Nayya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Keynan hanya duduk santai, memainkan ponselnya seolah tidak peduli dengan percakapan yang sedang berlangsung.

Axeline mendengus dalam hati. "Dasar pria menyebalkan!"

Tapi, semakin lama, semakin jelas bahwa ada sesuatu yang disembunyikan Nayya. Wanita itu sengaja melibatkannya dalam persiapan ini, tapi untuk alasan apa?

"Em ... Ma-maaf, Aunty. Aku tidak paham hal semacam itu. Lagipula, Kak Keynan dan Kak Agnes yang akan bertunangan. Jadi ..." Axeline menghentikan ucapannya saat menangkap ekspresi Miss Claire. Wanita itu jelas terlihat bingung.

Wajar saja, mengingat sejak tadi Nayya terus meminta pendapatnya, bukan pada Keynan dan menanyakan kesukaan Agnes pada pria itu. Miss Claire harus tahu bahwa bukan dia yang akan bertunangan dengan Keynan!

Namun, Nayya hanya tersenyum samar, seolah tidak terpengaruh oleh ucapan Axeline.

"Aunty tahu, sayang. Aunty hanya bertanya padamu saja. Kau tidak keberatan untuk menjawabnya, bukan?" Nada suara Nayya terdengar lembut, tapi ada sesuatu dalam caranya berbicara yang terasa seperti perintah yang halus, dan tidak bisa dibantah.

Axeline menggigit bibirnya pelan. Ia hanya bisa mengangguk, menuruti keinginan wanita itu.

Konsultasi berjalan cukup lama. Miss Claire benar-benar profesional, memberikan berbagai masukan untuk setiap aspek persiapan acara. Axeline mencoba mengikuti, tapi lama-lama, rasa bosan mulai melandanya. Hingga akhirnya, ia memilih bangkit dari duduknya.

Axeline berjalan mengitari ruangan, melihat berbagai koleksi dan contoh dekorasi yang dipajang. Dia berdecak kagum dengan pencapaian Miss Claire. Setiap detail tampak elegan dan berkelas. Pantas saja, wanita ini begitu terkenal sebagai wedding planner terbaik.

Hingga tanpa sadar, langkahnya semakin menjauh dari ruang tamu, tempat Nayya dan Miss Claire masih berbincang. Dan, ia yang tidak menyadari, ada seseorang mengikutinya dalam diam.

Dia adalah Keynan.

Pria itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, mengamati setiap gerakan Axeline dengan tatapan intens. Sejak tadi, ia hanya diam, tapi bukan berarti ia tidak peduli. Dan kali ini, dia tidak akan membiarkan Axeline menjauh darinya.

"Kau menyukainya?"

Suara Keynan yang tiba-tiba terdengar, membuat Axeline tersentak. Ia refleks menoleh dan melihat pria itu berdiri tepat di belakangnya, matanya menatapnya dalam dan tajam.

Axeline langsung memasang ekspresi datar. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanyanya, mencoba bersikap setenang mungkin. Namun, Keynan tidak menjawab. Dia justru melangkah mendekat.

Axeline refleks melangkah mundur. "A-apa yang ingin kau lakukan?" tanya Axeline dengan memasang wajah yang datar.

Namun Keynan terus maju, hingga akhirnya punggung Axeline menabrak dinding. Membuat napasnya tercekat seketika.

Keynan tersenyum tipis. Tatapannya penuh arti saat ia menopang kedua tangannya di sisi kepala Axeline, mengurungnya dalam ruang sempit yang hanya ada dirinya dan Axeline.

"Kau takut?" bisiknya.

Axeline menelan ludah. Kedekatan ini terlalu berbahaya. Ia mencoba mendorong dada Keynan, berusaha membuat pria itu mundur. Namun, tubuh Keynan sama sekali tidak bergeming. Seakan dia memang ingin berada di sini dan menekannya.

"Jangan seperti ini, Kak. Bagaimana jika ada yang melihat? Nanti akan timbul kesalahpahaman," ujar Axeline.

Keynan menatapnya tanpa ekspresi, namun sudut bibirnya sedikit terangkat. "Apa kau pikir aku peduli? Biar saja orang lain melihat kita. Lagipula, apa kau tidak sadar jika dari tadi Mommy terus bertanya padamu seolah-olah kau adalah calon istriku?"

Axeline tidak menjawab. Ia bisa merasakan detak jantungnya semakin cepat. Apalagi, saat Keynan mendekat, hingga napas hangatnya nyaris menyentuh wajah Axeline.

Kemudian, dengan gerakan pelan, Keynan mencubit dagu Axeline, memaksanya menatap langsung ke dalam matanya.

"Jadi, kalaupun ada yang melihat kita, mereka tidak akan mempermasalahkannya. Karena mereka berpikir kita memang sepasang kekasih," lanjut Keynan.

Axeline berusaha bersikap tenang. Dia mengepalkan tangannya, menahan diri agar tidak terbuai. Dengan menarik nafas dalam, dia menatap Keynan dengan tajam.

"Egois!" satu kata yang terlontar dari mulut Axeline, berhasil membuat Keynan tertegun.

"Kau, pria egois yang pernah aku kenal. Tidakkah seharusnya kau memikirkan perasaan calon istri mu?" Axeline tersenyum sinis, sebelum melanjutkan, "terima saja pertunangan ini dan hiduplah dengan bahagia. Dan jangan mengganggu ku lagi." Axeline menepis tangan Keynan dan melewatinya begitu saja. Tanpa tahu jika dari tadi ada sepasang mata yang mengawasi mereka.

1
Nar Sih
ahir nya keyra mengatakan semua rahasia tentang axeline ,semoga alin mau menerima kenyataan ini ,dan bisa hidup bersama keynan
Nar Sih
smoga keyra megatakan siapa alin yg sbnr nya pada axel
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Semoga semua terungkap 🥺
total 1 replies
Nar Sih
lanjutt kak👍👍
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Siyap, kak
total 1 replies
+86
penjarain.. perlu matiin aja
+86: kaka gemoy busy2 sekali sepertinya 😶
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Anjayyyy ..... dicabuli 🥲🥲
total 6 replies
THV
makin gk sabar kak buat kelanjutannya 🤩🤩🤩
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Sabar, ya ... orang sabar, pantatnya lebar. Eh, rejeki lancar. Aamiin
total 1 replies
Baper kusut
Lama ya,,, lamban alurnya.. yg baca gk sabar nich
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Hehehe😁😁😁
total 1 replies
axm
ah gak kapok2 jh si nenes/Awkward/
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Belum kapok kalau belum di gaplok 😂
total 1 replies
Nelita Nopitasari
apa yg akan di rencanakan oleh Ahnes yah
jadi penasaran
thor jgn lama2 up nya
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Yang jelas, anu ... bukan hal yang baik🤭
total 1 replies
Nar Sih
sugeng riadin ngeh kak thor ,mugi sedoyo klentu ugi lepat di pun pangapunten wonten dinten niki ,minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin🙏🙏
+86
jalang plok2 pasti 🌚🌚🌚
Enik Dwi Maritanias
👍
THV
lagiii kakk lagiii gak cukup panjang ini masih kurang 😭😭😭
IamEsthe
kata Daddy, Uncle, Mom itu termasuk ke dalam bahasa asing/daerah, kamu ganti font nya ke italic sbg tanda kalo itu bahasa asing/daerah
+86
dari semua karya kaka gemoy.. lu doank kepan yang banyak tingkah, beneran al ga oong 🦖🦖🦖
THV
lagii dong kakk😭😭😭
Esther Alviah Ekawati Ndoen
Apakah Keyra masih belum tau rahasia Alexin kalau ternyata bukan anak kandung nya
Nar Sih
sabarr ya keyra ,tpi bnr kta kakak mu klau kmu mesti jujur dan bilang yg sbnr nya demi kebahagiaan putri mu
CTzue Bai'Hamsya II
Luar biasa
𝓜egi
gimana yaa nasib axeline kalo tau kebenarannya, pasti hancur banget dia😭
Nar Sih
seperti nya yg dtg keyvan dan nayya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!