NovelToon NovelToon
Good Bad Princess

Good Bad Princess

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Keluarga / Fantasi Wanita / Menjadi bayi / Chicklit / Tamat
Popularitas:710.3k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Nilam Sari

Qianlu adalah putri dari sebuah keluarga jenderal terpandang. Namun sayangnya hidupnya tidak bahagia, akibat dia sendiri, datangnya seorang selir dan juga anak nya membuat ibu nya tersingkir dan mengakibatkan sikapnya menjadi arogan.

"Jika seandainya aku bisa memutar waktu kembali, maka aku tidak mau menjadi seperti ini...." ujarnya ditengah ambang kematian.

"Dimana aku...."

"Qian! Lihatlah ayahmu sudah kembali!"

"Aku menjadi kecil?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi Tak Terduga

Sejenak hening tercipta, akibat dari pertanyaan Jun Hui. Bibi sendiri masih terdiam, entah mengetahui sesuatu atau memang tidak. Sedangkan Jun Hui menunggu akan itu. "Bibi, katakanlah....." Ucap Jun Hui.

"Apakah ada konspirasi dari kematian ibuku?"

"Bibi tidak tau. Dulu bibi melayani nyonya Ling Zhi. Sejak dia kesini, dia wanita yang cantik, ramah, cerdas dan memiliki kelebihan di bidang senjata dan siasat. Terlebih, pertemuan mereka bukan karena perjodohan." Jun Hui diam mendengarkan, jujur saja dia ingin tau bagaimana kisah ibunya sendiri. Dia tidak menyangka bahwa wanita yang dia pikir adalah ibu kandungnya nyatanya tidak.

"Dan kecerdasan itu menurun pada mu juga."

"Lalu apakah kamar ibuku....."

"Bukan, itu kamar yang ditempati oleh nyonya Ling Hua bukanlah kamar ibu jenderal. Ini adalah kamar nya, jenderal Hui Ying merenovasi kamar ini dengan dalih menjadi paviliun. Itu dilakukan, karena jenderal Hui Ying tidak mau kamar nyonya Ling Zhi ditempati oleh orang lain. Tidak ada yang tau, bahkan nyonya Ling Hua. Dia berpikir kamar itu sudah dirombak menjadi paviliun."

"Karena kalau tidak..... Sudah, hanya itu saja yang bisa bibi ceritakan."

"Bibi belum menjawab pertanyaan ku. Aku bertanya megenai penyebab kematian ibuku. Terlebih aku lahir sebelum waktunya, di kediaman sebesar ini, tidak mungkin itu terjadi tanpa pengetahuan orang lain."

"Pelaku nya seorang pelayan, dia adalah mata-mata dari salah satu musuh kerajaan yang dendam pada jendral Hui Ying." Jawab bibi.

"Tapi sebentar......" Wanita itu tampak teringat sesuatu dan membuka sebuah lemari mencari sesuatu. Jun Hui memperhatikan dari kejauhan, aroma lemari itu begitu semerbak, seolah apa yang tersimpan didalamnya mengandung aroma tersendiri. Aroma yang lembut, itulah yang dipikirkan Jun Hui.

"Ini adalah beberapa benda yang bibi temukan. Selebihnya tidak tau dimana, tapi yang ini..." Bibi mengambil sebuah gelang dan hiasan rambut bewarna emas dengan hiasan burung Phoenix.

"Bibi rasa nona kecil bisa memakainya, ini adalah peninggalan dari neneknya." Bibi menyerahkan itu pada Jun Hui.

Jun Hui menatap nanar perhiasan itu. Perhiasan peninggalan ibunya. "Dan ini.... Bibi hanya bisa menyelamatkan satu kotak perhiasan ini, sebenarnya banyak. Ini bisa dipakai untuk istri mu jenderal."

"Terimakasih bibi, ini adalah perhiasan yang istimewa."

******************

"Bagus sekali suamiku.... Kau beli ya? Beli dimana? Ini sangat antik." Ucap Yeong ketika melihat sekotak perhiasan yang indah.

"Tidak, itu adalah peninggalan Ibuku." Jawab Jun Hui, hal itu membuat Yeong sedikit aneh.

"Ibu memberikan nya? Untukku? Apa sungguhan?" Tanya Yeong tidak percaya.

"Bukan ibu, tapi ibuku... Ibu kandung ku." Ucapan Jun Hui membuat Yeong semakin bingung.

"Maksudnya suamiku?" Mengalir lah cerita dari Jun Hui dari apa yang didapatkan nya dari bibi sepuh yang bekerja di kediaman keluarga nya.

"Ini sangat indah... Aku yakin ibumu sangat cantik!"

"Iya, ibu wanita yang cantik dan aku juga memiliki istri yang cantik."

"Tapi, kenapa ibu tidak cerita tentang itu? Jika dilihat mengingat kondisi mu saat itu tidak masalah, tapi sekarang?"

"Aku akan tanyakan nanti."

"Aku akan pakai ini untuk keberangkatan kita ke kerajaan Xang ya." Jun Hui mengangguk.

"Tapi, aku mau pakai ini besok." Ucap Yeong menatap hiasan rambut Phoenix itu dengan senang.

"Ah ya, berikan ini pada putri kita."

"Baiklah."

********************

"Aku akan melihat kondisi ibu dulu. Pelayan mengatakan dia sudah sembuh." Ucap Yeong sembari membawakan minuman herbal.

"Baiklah, aku akan menyusul nanti."

"Ibu, aku ikut ya!" Ucap Qian yang datang di pagi hari yang indah itu, dan tentunya ingin melihat keadaan neneknya itu.

'Cepat sekali dia sembuh.' batin Qian sembari mengikuti langkah ibunya.

"Ibu, selamat pagi, aku bawakan minuman herbal dari tabib. Ini akan membuat kondisi ibu lebih baik." Terlihat nenek membelakangi mereka sembari menikmati kupasan buah persik dari pelayan.

"Ya, kau bisa....." Ketika wanita tua itu berbalik, matanya langsung tertuju padanya kepala Yeong, dimana hiasan rambut Phoenix itu bertengger. Pandangannya langsung berubah dan begitu juga dengan ekspresi nya.

'Hiasan rambut itu.... Ling Zhi....'

'Kau tidak akan bisa hidup tenang, aku mengutuk mu!'

'Tidak! Dia sudah mati!'

'Hai kakak ku..... Bagaimana kabar mu?'

"Ibu? Aku letakkan ya." Ucap Yeong, sedangkan setiap gerak-gerik Yeong menjadi lain di mata Ling Hua. Dan Qian menyadarinya.

"Ada apa dengan nenek?"

"Ibu, ini minuman nya." Yeong berada di depannya.

'Aku akan menghabisi wanita seperti mu.... Wanita yang tidak tau malu...' seolah Ling Zhi yang mengatakan itu didepannya.

"Aku yang akan menghabisi mu! Wanita si@lan!"

"Ibu!" Kejadian itu begitu cepat dan membuat semuanya terkejut, Ling Hua menusuk Yeong yang membuat wanita itu tersungkur.

"Ku Bun**h kau Ling Zhi! Matil#h kau! Hui Ying hanya milikku!"

"Kembalilah kau ke neraka!" Belum sempat lagi pisau itu melayang, sebuah tangan menahan nya.

"Jun Hui!" Ucapnya yang membuat nya tersadar seketika. Yeong sudah didekati oleh pelayan dan juga Qian.

Bersambung........

jangan lupa like komen dan favorit serta hadiah nya ya terimakasih banyak 🥰🙏

1
Nenie Chusniyah
luar biasa
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
Andriyati
cih licik, tapi kamu tetap akan kalah,,
Andriyati
eh nenek protes gak ada akhlaak sekali anda
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
ending yang mengecewakan /Toasted/kenapa Feng harus metong
Tinta Emas: 🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰
Lilhy Riana: Sebenarnya ceritanya Bagus sih... Feng mati juga gak Masalah,, dripda harus bersaing lgi dgn kakaknya...
cuma kayak kurang Mendetail aja,, Feel nya kayak gak dapat gitu... adegan jatuh cinta sama qian jga kayak berasa dipercepat banget, sayang aja sih... pdahal alur ceritanya Bagus...
total 3 replies
Efa Arfa
suka cerita nya
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
Efa Arfa
suka cerita nya
Nur Lela
luar biasa
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
Helen Nirawan
mesti ny itu di tuker , kucing garong diksi cowo laen sapa keq , tidur ma dia , biar di usir sekalian
Helen Nirawan
nenek2 sinting eiii... sadar diri dah bau tanah , byk2 lah bertobat , heran msh aj gila
Okta
hore selamat ya thor cerita nya selesai
Thank You ceritanya bagus
Pandagabut🐼
❣️❣️❣️
Ririn Santi
qian ke gr an
Ririn Santi
qian ceroboh bgt
Ririn Santi
modelan pangeran tamak gini mah gak level ya qian
Ririn Santi
selir? hoho.... kalian tdk bertanya bgmn perasaan qian mau apa tidak utk dijadikan selir? sorry ye.....
Lala Kusumah
pasti bisa Qian 💪💪💪😍😍👍👍
Ayunda Abdullah
obsesi nih org,setengah gila juga
Ayunda Abdullah
ahh elahhh meleleh abg dekkkkk
Ririn Santi
siapa sih sebenarnya yao ini? rese' bgt
Ayunda Abdullah
jiaakhhhh aku naca judul aja udh deg2an kirain feng yg ditolakk ehh malah pangeran wkwkw aman kau skrg feng,udh ada calon istri hahahah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!