Syakira Aurelia Devi seorang wanita yang berhubungan dengan pria beristri, tak tahu jika kekasihnya memiliki seorang istri. Membuatnya harus berurusan dengan seorang pria kejam dan dingin yang sangat menyayangi adik perempuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPG : Bab 30
Syakira berjalan menyusuri gang sempit, ia langsung membuka sebuah pintu rumah dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Alaric yang baru sampai rumah langsung masuk ke dalam dengan wajah yang bahagia, anak itu segera masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang cukup usang.
"Kamu tidur dulu, Mama akan masak dulu." Ucap Syakira dengan senyuman, Alaric langsung menganggukkan kepalanya dengan pelan.
Tapi saat hendak melangkah keluar dari kamar, Syakira teringat dengan kata-kata Mak Endah yang memintanya untuk membuka sebuah kotak di lemari pakaian Mak Endah. Dengan rasa ragu namun penasaran, Syakira langsung berjalan memasuki kamar Mak Endah yang sudah beberapa lama tidak di tempati karena Mak Endah harus terus berada di rumah sakit.
Tangan Syakira langsung membuka lemari tua di depannya, matanya langsung tertuju pada tumpukan pakaian. Namun di bawah tumpukan pakaian itu, terdapat sebuah kotak yang di katakan oleh Mak Endah.
Syakira langsung mengambil kotak itu, ia melihat kotak itu dari luar. Syakira duduk di atas ranjang, dan secara perlahan membuka kotak tersebut. Matanya menatap isi dari kotak yang di katakan oleh Mak Endah, terdapat sebuah kalung emas dengan liontin yang nampak sangat indah.
Syakira menduga jika kalung emas ini memiliki harga yang tidak terlalu murah, namun perhatian Syakira langsung teralihkan pada sebuah foto yang cukup usang. Ia melihat foto itu dan mengenali sosok perempuan di dalam foto tersebut, itu adalah ibuknya.
Namun ada sosok pria yang berdiri di samping ibunya, mata Syakira menatap sosok pria asing baginya. Saat membelikan foto, Syakira melihat sebuah tulisan nama yang tertera.
"Amelia Yuliana dan Fernando Dirgantara Yudha.." Gumam Syakira saat membaca nama di foto tersebut.
Syakira juga melihat ibunya menggendong seorang bayi perempuan yang masih kecil, dan ada anak laki-laki yang berusia sekitar 5 tahunan di foto tersebut.
"Apa ini ayah ku?" Gumam Syakira dengan nada lembut, tapi meski itu adalah ayahnya Syakira tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Ia langsung menyimpan kembali foto ke dalam kotak itu, namun saat melihat kalung yang hendak di simpan.
Syakira langsung mengurungkan niatnya, ia menyimpan kotak namun tidak dengan kalung nya. Kalung itu nampak sangat indah, dan Syakira lebih memilih untuk memakainya.
Syakira memasak makanan kesukaan Alaric, ia tersenyum tipis saat membayangkan wajah Alaric yang nampak sangat lucu. Syakira tidak menyangka jika putra nya akan memiliki wajah yang sangat lucu seperti itu.
.
.
Adrian duduk dengan wajah yang kesal, ia melihat beberapa dokumen yang berisikan biodata anak-anak serta foto-foto mereka. Hizam menatap bos nya dengan tatapan serius, belakangan ini mood Adrian sedang tidak baik dan Hizam sebagai asisten nya sering kena omel oleh pria itu.
"Apa kau tidak becus bekerja? Semua anak-anak yang kau kirimkan, semua tidak cocok. Tidak ada yang sesuai dengan selera ku." Jelas Adrian seraya melemparkan dokumen yang ada di tangannya ke atas meja.
Kali ini Adrian tengah fokus pada pemasaran pakaian anak, namun ia kesulitan untuk mendapatkan model anak yang sesuai dengan keinginannya. Meski Adrian sebenarnya tidak perlu ambil pusing tentang hal tersebut, namun ia tidak ingin peluncuran produk terbarunya itu tidak sesuai dengan keinginannya. Ia ingin semuanya sempurna dan cocok untuk di pasarkan untuk kalangan atas.
"Aku akan mencari lagi, untuk sementara hanya anak-anak itu yang mencalonkan diri untuk menjadi modul busana kita." Jelas Hizam seraya menghela nafas.
"Cari lagi, cari seorang anak yang lebih bagus dari ini." Jelas Adrian dengan tegas.
Hizam hanya bisa mengelus dada, selera anak yang di inginkan oleh Adrian sangat sulit. Pria itu seakan menginginkan persi dirinya dalam kemasan mini, setelah perbincangan itu Hizam langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan Adrian.
Saat keluar dari ruangan, ia berpapasan dengan Jesslyn. Nampak Hizam tersenyum tipis saat melihat Jesslyn dan begitu juga dengan Jesslyn, wanita itu berjalan melewati Hizam dan segera masuk ke dalam ruangan Adrian.
Saat membuka pintu ruangan Jesslyn melihat Kakaknya tengah duduk dengan raut wajah yang kesal.
"Kak.." Panggil Jesslyn dengan nada sedikit kesal, Adrian yang mendengar suara Jesslyn langsung menoleh.
"Ada apa?" Tanya Adrian seraya menyandarkan punggungnya.
Jesslyn lalu memberikan dokumen yang ada di tangannya pada Adrian, "Aku ingin meminta bantuan mu." Ucap Jesslyn dengan tatapan mata yang serius.
Adrian menatap ke arah Jesslyn, "Bantuan apa lagi?" Tanya Adrian yang sedikit jengkel, ia lalu mengambil dokumen yang di berikan oleh Jesslyn.
Tapi tak beberapa lama tatapan mata Adrian langsung berubah serius, "Kau ingin bercerai?" Tanya Adrian memastikan.
Jesslyn langsung menganggukkan kepalanya tanpa ragu, "Bantu aku." Pinta Jesslyn.
Adrian tersenyum puas saat mendengar permintaan dari Jesslyn, "Aku pasti akan membantumu." jawab Adrian dengan yakin.
Jesslyn langsung memeluk Adrian dan mengucapkan banyak terimakasih untuk pria itu.
semoga Syakira bisa pergi jauh bersama aleric dan ada yg membatu kehidupan Syakira apalagi itu dari rival bisnis Adrian tak apalah demi memberi pelajaran pada keluarga Adrian