NovelToon NovelToon
Scandal Hubungan Rahasia

Scandal Hubungan Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Trauma masa lalu / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:28.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Kesalahan yang terjadi pada dua manusia yang saling mencintai. Hubungan keduanya yang sudah tidak direstui. Mungkin karena tidak memiliki status sosial yang setara. Alina hanya gadis biasa yang duduk di bangku SMA dan menggunakan beasiswa dan sementara Fathan anak seorang pengusaha kaya raya dan juga seorang ibu yang bekerja dalam dunia entertainment.
Fathan dan Alina terjebak dalam hubungan gairah yang akhirnya menjadi skandal dan siapa yang dirugikan dalam hal itu.
Alina harus menerima nasibnya yang masih duduk di bangku SMA dan mengandung akibat kesalahan fatal yang dia lakukan bersama dengan kakak kelasnya yang juga menjadi pacarnya.
Karena hubungan yang tidak direstui itu yang ternyata membawa Fathan pergi dari Alina.
Bagaimana Alina menjalani kehidupannya dengan janin yang ada di dalam kandungannya.
Lalu apakah mereka dipertemukan kembali?
Jangan lupa untuk mengikuti cerita Saya dari awal sampai akhir dan follow akun Instagram saya .
ainunnharahap12.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 Situasi Sulit.

"Gissele kenapa kamu diam? Kamu jawab aku!" ucap Alina sedikit mendesak.

"Pakai nanya lagi, sudah jelas-jelas di script dibuat kamu yang menyutradarai dan memang kamu sutradara dalam film ini bukan, jadi sudah jelas kamu," sahut Giselle.

"Bukankah kita masih ada produksi series dan aku mana mungkin bisa memegang sekali dua dan Bu Monica sendiri ingin syuting filmnya cepat selesai agar langsung launching," ucapnya mengelak.

"Ya ampun Alina, kamu seperti baru bekerja saja, bukankah biasanya juga kamu itu selalu menyutradarai dua bahkan sampai tiga film sekaligus. Aneh kamu..." sahut Giselle dengan geleng-geleng kepala.

Giselle cukup heran dengan sahabatnya itu yang tidak pernah mengeluh tentang masalah pekerjaan yang menumpuk dan dia hanya akan mengeluh jika Monica membuat dia ribet.

"Bagaimana mungkin aku menyutradarai film ini. Jika pemeran utamanya adalah dia," batin Aruna yang memperlihatkan wajah gusar.

Tiba-tiba saja Alina yang menjadi kegelisahan di dalam hati. Dia dan tim sangat bersusah payah untuk mencari pemeran yang cocok dalam film mereka. Mereka sudah memutuskan untuk memakai aktris yang sedang naik daun. Tetapi justru ditolak karena alasan yang kurang masuk akal.

Mereka mencoba untuk bekerja sama dengan artis terkenal yang karirnya tetap saja naik. Tetapi bukannya semangat Alina malah terlihat lemas yang justru tidak ingin menyutradarai film itu tersebut.

**

Setelah melakukan pekerjaan sampai sore Alina yang kembali pulang ke rumah.

"Mama!" suara yang membuat dia semangat yang tak lain adalah putranya yang langsung menghampirinya dan memeluk pinggang Alina.

"Mama sudah pulang?" tanya Keenan.

"Iya sayang. Mama juga sangat capek, boleh tidak Mama minta dipijit," keluh Alina yang terlihat lelah dengan lehernya tampak miring.

"Sini, sini, biar Keenan pijit," Keenan yang dengan semangat menarik tangan Alina dan membawanya ke sofa.

Alina tersenyum yang langsung mendapatkan service dari Keenan yang membuat rasa lelah hilang.

"Mama lain kali harus membawa Keenan ke lokasi syuting agar Keenan bisa memijit Mama kapanpun mama merasa pegal," ucap Keenan.

"Memang boleh Mama merepotkan putra Mama yang tampan ini?" tanya Alina

"Tidak masalah sama sekali," jawab Keenan.

"Baiklah, nanti Mama akan membawa kamu ke lokasi syuting dan pasti Mama tidak akan pernah capek kalau selalu dipijit," sahut Keenan tersenyum.

"Keenan juga senang ikut ke lokasi syuting, Keenan soalnya bosen di rumah sendiri. Nenek selalu saja pergi mengantar pesanan," keluh Keenan m

"Kalau Keenan bosan. Kenapa tidak telepon tante thalia dan nanti Keenan bisa main dengan Moza" ucap Alina menyarankan.

"Moza sangat sulit diajak main. Dia sangat manja dan sangat cengeng. Keenan tidak suka melihatnya yang sebentar-bentar pasti mengadu kepada tante Thalia," keluh Keenan.

"Namanya juga anak cewek. Jadi wajar saja Moza. manja dan mengadu," sahut Alina.

"Tapi Keenan tidak suka," protes Keenan.

Dratttt-dratt dratt

Tiba-tiba ponsel Alina berdering yang melihat panggilan itu yang ternyata dari Monica bosnya.

"Mama angkat telpon sebentar!" ucap Alina. Keenan hanya mengangguk.

"Iya Bu?" Alina langsung mengangkat.

"Alina kamu ke kantor sebentar, ini soalnya ada yang penting!" titah Monica.

"Saya baru saja sampai rumah," sahut Alina

"Iya saya tahu. Tapi ini sangat penting!" tegas Monica.

"Apa tidak bisa besok pagi saja!" kesal Alina yang paling sangat membenci jika jam kerja di naik-naikkan.

"Alina saya mengatakan ini sangat penting dan berarti tidak bisa besok. Cepat buruan kamu datang ke kantor!" tegas Monica.

"Ta___

Tut-tut-tut-tut.

Telpon itu sudah dimatikan secara sepihak.

"Issss apaan sih, main matematika!" kesal Alina dengan penuh emosi.

"Mama mau pergi lagi?" tanya Keenan yang bisa melihat dari ekspresi Alina.

"Benar sayang, wanita yang punya kuasa ini menyuruh Mama untuk balik ke kantor. Mama bener-bener sangat kesal dengan nenek-nenek ini!" oceh Alina dengan wajah cemberutnya.

"Nenek-nenek siapa?" tanya Keenan.

"Siapa lagi kalau bukan Mak Lampir itu," Alina kalau sudah kekal akan mengatai orang dengan sesukanya.

"Mak lampir siapa lagi?" tanya Keenan.

"Itu sangat tidak penting sayang," jawab Alina.

"Lalu Mama akan tetap pergi ke kantor?" tanya Keenan dengan Alina menganggukkan kepala.

"Keenan sendirian lagi dan nenek padahal belum pulang!" protes Keenan dengan wajah cemberut yang pasti tidak ingin ditinggal.

"Ya sudah Keenan ikut saja dengan Mama," ucap Alina.

"Memang boleh?" tanya Keenan.

"Boleh dong," sahut Aruna.

"Horeeeeee!!!!!!!!"

Keenan terlihat begitu bahagia yang membuat Alina tersenyum. Dia juga terkadang kasihan melihat putranya itu yang sering sendirian di rumah. Dia kerja terlalu keras dan terkadang juga pulang malam dan belum lagi mamanya yang sering keluar rumah mengantarkan pesanan kue.

**

Mobil Alina yang sudah berhenti di depan Perusahaan Produksi Picture.

Keenan dan Alina yang sama-sama turun dari mobil dengan tangan mereka bergandengan yang memasuki Perusahaan itu.

Baru sampai lobi Alina sudah bertemu dengan atasannya Monica.

"Kamu bawa anak Alina?" tanya Monica dengan matanya yang langsung persetujuan Keenan.

"Memang ada yang salah?" Alina bertanya kembali dan memang dia sedikit berani dengan atasannya itu. Mungkin karena kesal juga dengan jam kerja yang jadi tambah.

"Alina ini itu kantor dan bukan lokasi syuting. Kamu tidak bisa bekerja membawa anak," ucap Monica dengan tegas.

"Tapi waktu pekerjaan saya sudah selesai dan saya tidak bekerja dan saya datang ke kantor karena dipanggil!" Alina pasti saya selalu saja punya jawaban.

"Argggghhh sudahlah terserah kamu saja," Monica yang tampaknya tidak ingin berdebat dengan Alina.

Dia memang akan menjadi lemah jika mengambil masa waktu istirahat Alina karena wajah Alina akan memperlihatkan wajah yang sangat ketus jika jam istirahat dijadikan jam kerja.

"Kalau begitu untuk apa Ibu memanggil saya ke kantor malam-malam seperti ini dan apa tidak bisa dibicarakan ditelepon atau menunggu besok pagi saja?" tanya Alina dengan nada yang sedikit ketus.

"Malam ini kita akan langsung adakan meeting dengan manajer Fathan dan juga Fathan sendiri," jawab Monica.

"Maksud Ibu?" Alina tampak kaget mendengar pernyataan dari Monica sampai mengeluarkan suara yang sedikit keras.

"Tadi saya baru saja dihubungi manajernya dan Fathan mengambil peran ini dan maka dari itu kita langsung saja meeting untuk menandatangani kontrak dan juga persiapan segalanya. Agar syuting berjalan dengan cepat dan filmnya cepat keluar," jelas Monica dengan singkat dan padat.

Jika Monica terlihat sangat excited yang berbahagia menceritakan kabar tersebut kepada Alina dan berbeda dengan Alina yang memperlihatkan wajah masih sangat schok.

"Jadi dia menerima film ini..." batin Alina bengong yang seperti tidak menginginkan hal itu.

"Kamu kenapa jadi melamun. Ayo buruan kita langsung temui mereka. Mereka pasti sudah menunggu dan jangan sampai kita telat!" tegas Monica.

"Bertemu di mana?" tanya Alina.

"Di dekat sini di salah satu Restaurant," jawab Monica.

"Saya sepertinya tidak bisa ikut meeting, Ibu saja yang mengatasi semuanya," ucap Alina mengelak.

"Alina kamu harus ikut meeting, kamu yang membuat script dan kamu juga yang sutradara dalam film itu. Jadi kamu sangat diperlukan untuk meeting kali ini. Kalau tidak diperlukan saya tidak akan menelpon kamu!" tegas Monica.

"Tapi saya bawa anak," sahut Alina yang memberikan alasan dan sangat berharap Monica tidak membawa dirinya untuk meeting. Monica yang langsung melihat ke arah Keenan tadi diam dan tidak mengerti apa-apa.

Bersambung.......

1
mbok Darmi
kok baru sadar kamu fathan selama 8 tahun hidupmu dipermainkan oleh ibumu knp kamu diam saja goblok oon atau gendeng, nikmati saja kesuksesan mu sebagai artis lupakan alina dan keenan betul kata alina itu hanya masa lalu yg tdk perlu dibahas lagi
Gibran Al hadziQ
nama namanya selalu baru apa ya,
kalea rizuky
kadang karina kadang margin kadang rain kadang kenan banyak typo lo Thor perhatiin donk
kalea rizuky
bertele tele
kalea rizuky
kok bs ketipu/Hunger/
kalea rizuky
ya Alina yg pernah lu usir lampir
mbok Darmi
baguslah alina lawan margin sampai titik darah penghabisan jgn biarkan dia mengatur hidup mu cukup kesabaran Bu selama ini lawan dan bongkar kebusukan nya saat minta kamu menggugurkan kandungan mu dulu
Iren Nursathi
good alinaaaaa lawan nenek sihir itu
Neneng
kadang melvin kadang fathan
kadang aruna kadang alina

lieur thor
mbok Darmi
alina juga bodoh knp ngga jujur sama fathan setelah itu putuskan hubungan kalian atau bila perlu laporkan ke polisi ini sdh termasuk ancaman tinggal di rekam tidak semua percakapan kalian, sekali lagi jangan bodoh goblok dan oon alina sebelum semua orang yg kamu sayangi hilang
Lee Mba Young
Kl hancur jng sendirian, mending hancurkan semuanya, misal km upload tu sogok an Dr ibu Fathan biar sekalian hancur.
km mau jd wanita baik jmn sekarang gk akn menang krn yg menang yg punya uang banyak. km punya apa. ternyata sekolah mu pun yg biayai ibu Fathan bukan beasiswa.
Lee Mba Young
ya sih kelihatan kok kl Alina gk bisa move on Dr Fathan, kemarin yg curi curi pandang, trus deketin ngajak ngobrol.
kl Alina teges hrse waktu Fathan ada di rumah kasihkan semua itu biar tau kelakuan ibunya.
trus sekarang mau apa, apa yg bisa km lakukan Alina kl km terusin bkn km yg hancur tp ibumu dan usahanya trus anakmu. krn km gk punya bekingan yg kuat.
sdng Fathan gk bisa di andalkan sm sekali. laki gk punya power
Lee Mba Young
smp ber episode cm gini gini tok, cerita jln di tempat.
penyelidikan kmarin gk ada kabar.
ttg kebakaran saja gk dpt hasil, pa lagi mau mnyelediki soal Alina.
lelaki macam Fathan mn bisa berbuat sesuatu. di tambh anak mami pula.
Lee Mba Young
Ya krn Fathan lelaki lemah, mkne cm bisa jd artis dng modal wajah tampan. bhkan kejadian masa lalu saja gk ingat.
ketemu anak kandung saja getaran hatinya gk ada.
apa dia pria baik tentu saja bukan. krn kl punya hati baik pasti merasakan getaran pas ketemu anaknya.
o iya lupa dia saja anak mami, apa yg mau diandalkan dng lelaki yg cm ngetek ma maminya.
mbok Darmi
baguslah diselidiki biar tau dalangnya siapa ntar kalau sdh ketahuan dan ditangkap baru nangis2 minta maaf sudah basi, pengen segera margin dipenjara saja seorang ibu yg serakah dan egois dan fathan anak yg goblok ngga punya pendirian
Lee Mba Young
Fathan hidup nya di setir ibunya, jd mnding jng nikah ma Fathan nnti krn akn di setir mertua iuhh amit amit.
ibarat kata Fathan itu masih netek ma maknya. masih dewasa kenan drpd Fathan.
Fathan punya apa gk punya apa apa, kekuasaan juga punya mak nya dia cm mokondo lah ibaratnya. mnyelediki hidup Alina dan kebakaran itu saja gk ada hasil kn 🤣🤣🤣🤣🤣
Lee Mba Young
Fathan itu bkn tipe bpk yg baik. bhkan ketemu anak kandung sekedar perasaan bergetar saja tidak ada. walau blm kenal pasti ada perasaan aneh tp ini blas gk ada. jd apa yg mau di harapkan dr artis yg hidup nya masih netek ma mak nya.
bhkan katanya mnyelediki Alina dan kebakaran itu tp mana hsil nya. gk ada kn.
mknya Fathan bukan ayah idaman, lagian kl nikah ma Fathan hidup akan di setir mertua iuhh amit amit bnget.
mbok Darmi
awas Fathan jgn cari kesempatan bisa tak rujak uleg kamu udah dr awal plin plan ngga tegas laki2 kok mau banget diatur ibunya mau jadi kamu kelak, semoga alina berjodoh dgn orang baik selain fathan
Lee Mba Young
Yakin lah Fathan itu gk bisa ngapa ngapain. krn artis itu kebanyakan oon, cm pinter akting tp gk bisa pinter di dunianya nyata.
kl CEO pinter di dunia nyata krn apa otaknya di pake.
mkne artis kl dah gk main film akn miskin. contoh Fathan ini kl gk main film bisa apa dia, hidup juga di setir ibu nya kan.
Lee Mba Young
nah kan Fathan bisa apa, bhkan mnyelediki kasus ini pun paling tak mampu.
Semoga penulis mmberi Alina jodoh yg pinter.
Fathan terlalu bnyak ngempeng ibunya jd nya bloon bhkan kejadian masa lalu pun tak tau. tak ada niatan mnyelediki.
ah sudah lah smp bab ini Alina yg ttp bodoh dan Fathan yg bloon.
wes jd cerita cm jalan di tempat saja. gk ada peningkatan. kurasa pembaca akn bosan krn tiap episode cm gini gini saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!