" Max apakah kau menyesal? " Sebuah suara menggema di telinga Maximilian..
Ditengah ajalnya, Max melihat seorang wanita yang selama ini ia siksa sedang merangkak menuju tempatnya berbaring dengan sekarat.
Wanita cantik namun dengan tubuh penuh luka yang dia buat selama ini.
wanita yang tak pernah ia anggap dan tak pernah dia pedulikan, wanita yang selama ini dia siksa mati matian.
wanita itu kini memeluk tubuhnya yang sekarat, memeluknya dengan erat, membiarkan api membakar tubuh wanita itu lebih dahulu sebelum menyentuh tubuh nya.
dapat ia rasakan api mulai membakar pakaian nya dan pakaian wanita itu.
" tenang saja.. aku akan melindungi mu.. "
kata kata lembut yang selalu ia berikan pada nya, bahkan di detik detik terakhir hidupnya.
Aku... aku sangat menyesal..
bisakah aku mendapatkan kesempatan lagi untuk bersama mu...
.
.
.
.
Jantung Max seketika terhenti ketika ia terbangun di kamar yang ia tempati 5 tahun lalu..
kamar ini... apakah aku kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Budiari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Korupsi?
Madrid, Spanyol.
Mansion Casa De Sel..
.....
" Ada apa kalian berkumpul di depan ruangan Nyonya Andini?! " Tanya Pedro ketika melihat 3 orang pelayan wanita sedang berkumpul di depan kamar utama.
" Astaga tuan! syukurlah anda di sini, tuan tolong kami... " Salah satu pelayan berjalan dengan wajah panik menghampiri Pedro yang masih berdiri di dekat tangga.
" Ada apa? " Tanya Pedro sembari mengalihkan pandangan pada pelayan itu.
" Tuan, tadi saya sudah mengetuk pintu kamar nyonya Andini berkali kali, namun nyonya tak juga membuka pintu tuan. kami sangat khawatir dengan keadaan nyonya, makanya kami berinisiatif untuk mendobrak pintu kamar ini. " jelas pelayan yang pertama tadi.
Pedro yang mendengar penjelasan pelayan tersebut pun seketika mengernyit.
tanpa banyak bicara Pedro segera mendekat ke arah pintu, dua pelayan lain termasuk Sofia segera menyingkir untuk memberi jalan pada pria itu.
TOK! TOK! TOK!
" Nyonya.. anda di dalam? saya Pedro.. bisakah anda mendengar saya? " ucap Pedro dengan nada keras.
hening... tak terdapat jawaban apapun dari balik pintu tersebut.
" Nyonya... jika anda dalam masalah, coba jatuhkan sesuatu atau buat sebuah suara! " Ujar Pedro kembali.
Hening... tak ada balasan apapun dari Andini. hal tersebut sontak menimbulkan tanda tanya di benak Pedro dan pelayan pelayan itu.
BRAAKK! BRAAKK!!
" Nyonya! saya akan mendobrak pintu ini.. saya ijin melakukan hal ini nyonya, jika anda di depan pintu berusaha lah untuk menyingkir atau melindungi tubuh anda! " Ucap Pedro sebelum menggunakan tubuhnya untuk menubruk pintu tersebut.
BRUUKK!! BRUUKK!! BRUUKK!!
Butuh beberapa kali dobrakan sampai akhirnya pintu itu berhasil di bobol oleh Pedro.
Setelah pintu tersebut terbuka, Pedro dan ketiga pelayan itu pun akhirnya memasuki kamar.
Pemandangan yang mereka lihat sebenarnya tidak ada yang aneh sama sekali, Ranjang terlihat masih rapi, dan barang barang yang ada di ruangan itu juga masih terlihat utuh di tempat mereka berada.
pandangan empat orang itu akhirnya tertuju pada Andini yang sedang berbaring di sofa.
Di meja kecil yang ada di depan sofa, terdapat bekas makanan yang sudah habis di makan oleh gadis itu.
Pedro dan tiga pelayan itu pun mendekat, dapat mereka saksikan jika tubuh Andini masih bernafas yang menimbulkan kelegaan di hati orang orang itu.
" Nyonya Andini? nyonya?? nyonya apakah anda tertidur?? " panggil Pedro pada Andini dengan sedikit mencipratkan air di wajah gadis itu.
" Nyonya? " Sofia juga itu membangunkan Andini dengan sedikit menggoyang lengan gadis itu.
namun sayangnya, usaha mereka tidak berhasil untuk menyadarkan gadis tersebut.
Hal tersebut berati, Andini tidak tertidur selama ini melainkan pingsan!
" Tuan cepat telepon dokter! nyonya Andini pingsan! " pinta Sofia dengan wajah panik.
para pelayan itu pun seketika merasakan kepanikan yang sama dengan yang Sofia rasakan.
" Kau suruh penjaga untuk siapkan mobil! kita tidak bisa hanya menunggu pertolongan! kita harus segera membawa nyonya Andini ke rumah sakit. " Ujar Pedro memerintah 2 pelayan itu untuk segera ke bawah memberitahu pada penjaga.
dengan berlari lari, dua pelayan tersebut pun memberitahu penjaga yang berada di lantai bawah.
Sementara Pedro sendiri segera keluar memanggil pelayan lain untuk membantu mengangkat tubuh Andini ke mobil.
Sofia masih berada di tempatnya untuk menjaga Andini, dia meletakan jari nya di ujung hidung gadis itu.
" Nafas nyonya Andini masih normal, rona wajahnya juga masih terlihat... bahkan tangan nya masih terasa hangat, apa yang sebenarnya terjadi pada nyonya Andini? " Batin gadis itu.
pandangannya kemudian tertuju pada bekas makanan yang terlihat sudah hampir habis tersebut.
mata Sofia mengernyit kala melihat bekas makanan ada di meja.
" kenapa ada bekas makanan di sini? bukankah tadi nyonya baru mau di panggil untuk turun makan siang?? lalu ini makanan dari mana? " Batin Sofia dengan alis mengernyit.
Merasa ada yang janggal, entah ide dari mana Sofia malah mengambil sisa bekas makanan yang masih ada di piring dan memasukannya ke sebuah pot yang ada si sekitar sana.
" aku taruh saja di sini dulu, nanti aku akan beritahu tuan max! " ucap Sofia yang kembali meletakan pot itu pada tempat nya.
tak lama dari itu, akhirnya datanglah beberapa penjaga, pelayan, dan Pedro ke ruangan Andini.
mereka akhirnya secara bersama sama membawa Andini ke mobil untuk segera di larikan ke rumah sakit.
.
.
.
Exito Express
....
Di kantor Alis Maximilian Mengernyit kala dirinya membaca laporan keuangan yang kini sedang dia periksa.
para finance dan admin bagian keuangan seketika menunduk dan berkeringat dingin ketika max membaca laporan mereka.
BRAK!!
" kemana uang 100 juta ini perginya? kenapa di sini tertulis lain lain, apa maksudnya lain lain ini??? " Tanya max dengan tajam.
" E-e-e- anu pak.. Itu adalah uang administrasi yang di kenakan oleh masyarakat sekitar cabang toko pak. " Jawab seorang pria dengan wajah gugup.
" Administrasi? maksud mu apa?!! bukankah biaya seperti itu sudah masuk di biaya operasional?!! kau pikir aku bodoh hah!!! " Bentak max dengan nada keras yang membuat semua karyawan yang ada di sana menunduk.
" Lantas ini apa lagi, Ada penundaan pembayaran gaji karyawan pada bulan Februari! maksud kalian apa menunda pembayaran tersebut hah!!! "
BRAK!!!
dengan amarah max menendang kursi yang ada di sampingnya yang membuat kursi itu seketika terbalik.
Melihat max yang mengamuk, para karyawan seketika semakin merasa berkeringat dingin.
Mereka saling melihat dan saling mengkode dengan mata, seolah olah berkata. 'seseorang tolong bicara dan hentikan dia'.
" JAWAB!!! " Bentak Max dengan suara yang menggema di ruangan tersebut.
Dapat di pastikan ruangan yang seharusnya kedap suara itu tak dapat menghentikan suara max untuk keluar.
" Pak Maafkan saya.. tapi.. Pak Manager yang menyuruh kami untuk melakukan semua itu. dia, dia menyuruh kami untuk mentransfer gaji karyawan pada rekening rekening yang sudah dia tentukan. Kami hanya menuruti perintahnya saja... dia juga yang menyuruh kami untuk mentransfer 100 juta tersebut, pada sebuah rekening yang mengatasnamakan kepala daerah yang meminta biaya administrasi tersebut. " jelas seorang gadis muda dengan kaca mata.
" BOHONG!! Pak! saya sungguhan tidak ada melakukan itu semua pak! saya benar benar tidak melakukan apa pun.. itu fitnah pak! saya benar benar jujur dalam bekerja... tolong pak percaya lah dengan saya. " jelas manager keuangan itu.
Max terlihat terdiam di tempatnya, dia tak bereaksi apapun atas penjelasan atau pembelaan yang di lakukan oleh karyawan karyawan nya itu
" Total dana keluar yang tidak jelas tujuannya di bulan Januari sampai Maret mencapai nilai 1 milyar. " Jelas max sembari melemparkan tatapannya ke arah semua karyawan yang ada di tempat itu.
" Aku tidak ingin berbasa basi apapun pada kalian! aku hanya ingin semua orang yang ada di ruangan ini mengembalikan 1 milyar tersebut kembali. " ucap Max final.
hal tersebut sontak memberikan keterkejutan di wajah mereka. tak jarang dari mereka mulai menghitung pembagian dari satu milyar itu jika di bagi rata dengan jumlah orang yang ada di ruangan tersebut.
Namun mau di bagi berapa orang pun, tetap saja jumlah yang harus mereka bayarkan sangat lah besar.
" Pak ini gak adil! saya adalah karyawan jujur, mengapa saya harus mengganti rugi atas tindakan yang tidak saya lakukan! saya bahkan tidak mengambil sepeserpun uang itu! " protes seorang karyawan yang di ikuti karyawan lainnya.
" benar! ini gak adil! masa saya harus di hukum atas tindakan yang tidak saya lakukan! "
" Iya! ini benar benar gak adil! semuanya salah manager! dia yang curang! " sahut yang lain dengan menunjuk sang manager.
keributan pun tak terelakkan, beberapa orang bahkan mulai saling memukul dan melakukan pengeroyokan.
Sementara Max sendiri hanya duduk diam di kursi nya menikmati pemandangan yang ada di depannya.
" Well... jika bisa, cepat selesaikan keributan kalian sebelum polisi tiba ya, mereka akan datang dalam beberapa menit. " ujar Max dengan santai keluar dari ruangan rapat itu.
tidak perlu berdebat, dia tak akan membiarkan perusahaan nya merugi. dia akan mengambil kembali uang itu dengan cara baik baik atau kekerasan.
kebetulan data diri karyawan itu sudah ada di tangannya. bukankah akan terasa mudah?
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...Bersambung...
...Di rumah lagi ada tamu...
Eh, baju tamunya malah basah
Akhirnya kita kembali bertemu
udah beberapa hari kita berpisah.
Jangan lupa Like, Komen, dan Vote ya...
Terimakasih sudah mampir ❤❤❤
ada orang d'siniiii....
Thor.... Otorrrr....
pulank kampung ya jd gak nongol²...
serem byk binatang buas'y..
🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🏃🏃
selamat menunaikan ibadah puasa..
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
buah semangka banyak isinya
Ku tunggu bab selanjutnya
semangat berkarya.../Determined/
wkwkkwkwkwkw
jan smp ada yg sabotase cctv kamar Andini..
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Jumi belajar menyetir mobil
mobil d'bawa pelan sekali
Otor.. Otor teriak'Ku memanggil
tolong up lg satu kali
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🏃🏃🏃🏃
Thor bilang sm tuh Bapak klo nemu berlian lg bagi 2 ma Aku., jd gak bakalan hilang lg🤭🤣🤣
buahahahahahahahahahaaaaa 🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jalan² k' Banjarmasin
jangan lupa mampir k'rmh'Ku
klo Otor berkenan main
akan Ku jamu d'tempatKu
semangat berkarya 💪
semangat up 🥰
dasarrrr maniakkk....
🤦🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sama beli ragi
ayolah thor..
update lagi....
wkwwkk ikut berpantun ya thor..semngtt kaka
Andini olahraga lari
Max pergi k' Jakarta
melihat Andini slalu berseri
membuat Max semakin Cinta
suwiwitttttt😍😍😍
🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🏃
Aku mo ikutan mungut...
🤭🤭🤭🤭🤣🤣✌️✌️✌️✌️✌️✌️
hhmmm....
klo sampai Max tidak memecat ulat bulu...
tinggal kan saja dia Andin...
itu berarti Aku wanita spesial yg istimewa yg memiliki pancaran sinar yg meneduhkan" balas Andini dgn elegan
hidup Andini... hiduppp...
hempas ulat bulu....