Hari-hari Kimeera di kampus yang bertemu Juan si tengil yang selalu punya seribu macam cara untuk membuat Kimeera merasa kesal dan marah padanya.
Apa akan berunjung cinta atau malah sebaliknya.
ikuti kisah Kimeera disini yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gibran Atharrazka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Suara ketukan pintu membuyarkan fokus Kim dari tab-nya.
"Masuk"ucap Kim.
"Maaf non,mbak masuk ya"kata mbak Ika lantas membuka pintu kamar Kim.
"Ada apa mbak?"tanya Kim kemudian.
"Non di panggil ibu ke bawah"kata mbak Ika pelan.
"Ih tumben mama seperti itu"gumam Kim heran lantas beranjak dari duduknya.
"Eh non"panggil mbak Ika terdengar ragu.
"Ada apa mbak?"tanya Kim menghentikan langkahnya.
"Itu,ibu terlihat serius tidak seperti biasa"kata mbak Ika pelan.
Kim mengeryitkan dahinya,entah kenapa bisa seperti itu.Kim bergegas menuju lantai bawah menemukan sang mama sudah duduk dengan raut serius membuat Kim merasa tidak nyaman.
"Ada apa ma?"tanya Kim seraya duduk di depan sang mama.
"Buat apa kamu mencari dan mendatangi Karim Mahesta,apa kasih sayang dari mama masih kurang untukmu?"tanya Khumaira dengan nada tajam.
Kim terkesiap,dia pikir sang mama tidak akan tahu namun ternyata malah sebaliknya.Satu hal yang ia lupakan adalah sang mama bukan sosok ibu biasa tapi wanita luar biasa.
"Maaf ma,bukan maksud ku untuk berbohong pada mama.Hanya saja aku takut jika aku bertanya pada mama,mama akan sedih lagi"kata Kim sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa?"tanya Khumaira lagi menatap Kim dengan tatapan tajam.
"Aku hanya ingin tahu saja kenapa dia pergi"kata Kim pelan.
"Dan sekarang kamu sudah tahu,lantas kamu mau apa?"ucap Khumaira tegas.
"Lupakan dendammu,hidup kita sudah tenang tanpa ada dia.Jadi berhenti mencari tahu tentang dia"kata Khumaira.
"Aku hanya ingin membuatnya sedikit jantungan ma,itu tidak seberapa dengan luka yang ia torehkan buat kita berdua"jawab Kim.
"Kenapa sayang,jangan buat sesuatu masalah dengan sengaja.Selama ini dia tidak mengusik kita jadi berhenti menggganggu dia ataupun keluarganya"kata Khumaira.
"Masalahnya aku ingin saja ma,aku ingin tahu sampai dimana dia bisa bersabar"kata Kim membuat Khumaira mendesah pelan.
"Mama hanya ingin kita hidup dengan tenang,sudah cukup kita menderita waktu itu jangan cari masalah yang seharusnya tidak ada"kata Khumaira lagi.
"Maaf ma,sudah terlanjur.Lagian aku sudah lumayan dekat sama Aurora jadi maaf ma aku tidak bisa mundur lagi"kata Kim pelan.
"Memangnya apa tujuanmu sayang?kamu sudah tahu kenyataannya jadi apa lagi yang ingin kamu cari?"tanya Khumaira heran.
"Sedikit main-main saja ma,aku janji setelah ini aku akan melupakan mereka"kata Kim dengan nada yakin.
"Mama harap kamu tahu batasan"kata Khumaira lantas berdiri menuju kamarnya.
"Maafkan Kim ma,tapi aku janji tidak akan keterlaluan"kata Kim membuat Khumaira hanya tersenyum tipis.
****
Karim masuk kedalam rumah dengan wajah suram.Anisa dan Aluna yang kebetulan ada dirumah tampak kebingungan.Pasalnya yang mereka tahu Karim dari luar kota untuk kerja sama dengan mitra baru tapi kenapa wajahnya sekusut itu.
"Ayah kenapa?apa ayah sedang tidak sehat?"tanya Aluna mendekati Karim yang duduk diam di atas sofa ruang keluarga.
"Ayah tidak apa-apa hanya sedikit lelah saja"jawab Karim pelan sambil memijit dahinya.
"Baiklah,saya siapkan ayah kopi dulu ya"kata Aluna lantas berlalu menuju dapur.Sementara Anisa datang mendekat dan duduk di samping sang suami.
"Ada apa ayah?ada masalah?"tanya Anisa pelan.
"Tidak ada bunda,semua baik-baik saja.Hanya sedikit lelah"jawab Karim tanpa membuka matanya.
"Ya sudah lebih baik ayah istirahat di kamar"kata Anisa membuat Karim beranjak mengikuti langkah Anisa menuju kamarnya dengan langkah gontai.
Aluna datang keruang keluarga tapi tak ada siapa-siapa disana.
"Loh kemana ayah?"tanya Aluna bingung tidak mendapati seseorang pun ada di sana.
"Ya sudah lah saya minum saja sendiri"kata Aluna lantas duduk untuk menikmati kopi buatannya sendiri.
Aurora masuk kedalam rumah dengan langkah riang.Mungkin didalam rumah tersebut hanya gadis itu saja yang bersikap riang dan ceria.
"Hai kak Aluna,astaga siang hari begini minum kopi?"ucap Aurora dengan wajah terperangah di buat-buat.
"Ini kopi ayah,tapi mungkin ayah sedang istirahat jadi kopi ini saya minum saja"kata Aluna datar.
"Oh,ya sudah selamat menikmati kopinya"kata Aurora seraya berlalu pergi.
"Apa kalian masih saling berkirim pesan?"tanya Aluna menghentikan langkah kaki Aurora.
"Masih,tapi itu bukan urusan kalian.Karena itu hal tabu dirumah ini jadi jangan di bahas"jawab Aurora acuh.
"Cih!buat apa kamu masih berhubungan dengan dia?!"cibir Aluna sinis.
"Hei kak,aku dan Kim itu bukan sedang menjalin hubungan terlarang,bukan juga dosa jadi please kakakku sayang tidak usah lebay"jawab Aurora sambil memutar bola matanya malas.
"Jangan sampai dia memperalatmu untuk menghancurkan keluarga kita"kata Aluna memperingati.
"Ya,dan saya bukan orang tolol yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang manipulatif"sahut Aurora lalu membuka pintu kamarnya dan masuk kesana.
Aluna mendengus kesal.
"Sebenarnya apa sih mau dia makanya mendekati Aurora?"gumam Aluna curiga.
"Dia pasti berniat untuk balas dendam"sambungnya lagi.
"Ah apa kabar ya si ganteng.Hmm,saya harus rajin-rajin ke kantor biar bisa dekat dengan dia.Tapi bagaimana saya harus menjelaskan pada ayah ya"ucap Aluna lirih sambil membayangkan paras pria pujaan yang sudah mencuri hatinya.
"Tapi masalahnya dia dingin banget jadi orang"ucap Aluna skeptis.
"Tapi apa salahnya saya mencoba.Siapa tahu jodoh"kata Aluna lagi kembali antusias.
Keesok harinya Aluna benar-benar pergi mengunjungi kantor sang ayah dengan dalih mengantar makan siang.
"Tumben datang,biasanya susah sekali di ajak kesini"kata Karim sambil tersenyum lembut.
"Apa sih,kan saya selalu datang mengantar makan siang buat ayah jika ada kesempatan"kata Aluna dengan wajah cemberut.
"Jangan ngambek sayang,ayah hanya bercanda"kata Karim terkekeh geli.
"Ayah siapa karyawan baru itu?"tanya Aluna ketika melihat pria yang di taksirnya lewat di depan ruangan sang ayah.
"Oh Itu namanya Juan,belum lama dia kerja disini.Katanya mau mencari pengalaman di luar zona nyamannya.Dasar anak muda,kenapa?"ucap Karim heran.Tumben saja anaknya seperti itu.
"Tidak ayah,cuma dia terlihat berbeda saja dari yang lain.Menarik ayah"kata Aluna dengan wajah malu-malu.
"Oh,ayah mengerti sekarang.Dia anak rantau dari kota lain.Tapi kalau dari yang ayah lihat dia itu sepertinya anak orang kaya.Alasan kenapa dia bekerja di sini katanya sedang mencari pengalam baru,namun sejauh ini kinerjanya lumayan bagus"kata Karim menatap wajah Aluna yang tampak berbinar senang.
"Hm,menarik sekali ayah"ucap Aluna sambil tersenyum penuh arti.
Sementara Karim tahu,bahwa Aluna mulai merasa jatuh hati pada karyawan yang memang paling tampan di kantornya itu.