Diputusin pas lagi sayang- sayangnya tentu membuat nyesek dan sakit hati. Itulah yang dialami oleh Vina yang di putus oleh Dafa. Putus tanpa kejelasan yang dilakulan Dafa membuat Vina pusing tujuh keliling memikirkan kesalahan yang mungkin diperbuatnya.
Namun, perlakuan Dafa yang sama ketika mereka masih berpacaran menambah pening Vina. Perhatian- perhatian diberikan pada Vina, membuat gadis itu yang belum move on hampir goyah.
Apa sebenarnya alasan Dafa memutuskan hubungan jika masih memberikan perhatian dan harapan? Lalu, apakah Vina dapat bertahan hingga akhir atau malah goyah dan kembali jatuh?
Ikuti kelanjutan hubungan keduanya yang penuh dengan lika- liku dan berbagai emosi yang menguras hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Fujiwara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Remot AC
Selesai sarapan rombongan kembali ke bus masing- masing, mereka memulai perjalanan di Bali ini. Seseorang yang bersama dengan Mas Junaid tadi ternyata salah satu tour guide yang berasal dari Bali yang akan memandu perjalanan mereka nanti. Lia berpindah tempat duduk menjadi di depan hanya untuk bisa melihat tour guide itu dari dekat.
“Selamat pagi semua, perkenalkan nama saya Anak Agung Ngurah Ray Ekada Putra. Adik- adik bisa memanggil saya Bli Putra. Salam kenal dan selamat datang di Bali,” sambut Bli Putra dengan senyum tampan mempesona.
Lia yang duduk paling depan tidak berkedip melihat wajah tampan Bli Putra, sementara Pak Agung mengernyit melihat tingkah salah satu anak didiknya itu.
“Hei, tempat duduk kamu dimana? Sana kembali ke tempat asal kamu,” usir Pak Agung.
“Ya Allah cuma sebentar, Pak.”
“Sana kembali ke asal kamu.”
Wajah Lia dongkol, akhirnya ia pun kembali ke tempat duduknya yang berada di belakang. Candra yang sedang memakan cemilannya heran melihat Lia berwajah dongkol.
“Kenapa lo?”
“Ish, diusir gue sama Pak Agung. Bagi dong,” pinta Lia.
List tempat wisata yang akan SMA 20 kunjungi antara lain adalah Tanah Lot, Puja Mandala, Tanjung Benoa, Danau Bedugul, Istana Kepresidenan Tapak Siring, Pantai Pandawa, dan Pantai Kuta. Bli Putra sedang menjelaskan destinasi wisata mereka beserta dengan sejarahnya.
“Baik sebentar lagi kita akan tiba di Tanah Lot. Mohon untuk patuhi tata tertib dan adat sekitar, terima kasih,” ucap Bli Putra.
Benar, tidak lama kemudian rombongan sampai di Tanah Lot. Mereka mulai turun dari bus dan menikmati pemandangan indah Tanah Lot ini.
“Bli Putra! Lia mau foto bareng dong!” panggil Lia begitu dirinya turun dari bus.
“Boleh, ayo foto bareng. Siapa lagi?”
“Nggak, kita berdua aja. Bara! Fotoin gue!” perintah Lia begitu melihat Bara melintas tepat didepannya.
“Sini, Bli. Kita foto di depan bus,” ajak Lia.
Candra dan Vina menatap datar kelakuan bar- bar Lia. Mereka berdua pun berjalan terlebih dulu memasuki kawasan wisata.
Jujur perjalanan wisata ini tidak terlalu membuat Vina bersemangat. Bagaimana tidak, jauh- jauh hari bahkan sejak dulu Vina sudah merencanakan jika study tour ini bisa menjadi momennya bersama Dafa. Namun nyatanya mereka sudah tidak menjalin hubungan, tidak bisa berjalan bersama bahkan foto bersama.
“Wih, si Erin dapet bule Korea,” pekik Candra heboh melihat layar ponselnya, ternyata Erin foto bersama turis dan langsung mempostingnya di sosial media.
“Ayo cari bule, Vin!” ajak Candra semangat.
Vina memutar bola matanya malas, tapi dirinya pun mengikuti langkah Candra. Mata Vina berbinar melihat pemandangan di depannya. Di sebuah pura yang berada tidak jauh dari sana ada orang- orang yang sedang sembahyang. Vina pun mengeluarkan kamera digitalnya, hasil pinjaman dari Ayah. Hampir saja Vina menemukan angle yang cocok, seseorang tiba- tiba melintas di depan tanpa rasa bersalah. Ia menatap datar layar kameranya.
“Ish, nggak mood foto- foto gue,” gumam Vina dan pergi menyusul Candra yang masih berburu bule.
Sementara seseorang yang tadi berjalan di depan Vina tersenyum samar, melihat kepergian Vina yang menghampiri Candra.
“Ayo, Fa! Kita foto di sana,” ajak Fena.
“Gue nggak suka foto. Gue juga nggak pinter jadi fotografer,” ucap Dafa berjalan meninggalkan Fena yang wajahnya sudah masam.
Candra berhasil menemukan dua turis dari Taiwan dan mau diajak foto bersama. Vina dan Candra pun bergantian foto bersama turis itu. Sementara tidak jauh darisana Dafa menatap datar tingkah Vina yang terlihat berseri bisa foto bersama turis itu. Cowok itu pun melengos pergi dan bergabung bersama teman- teman cowok yang lain.
“Thank you very much,” ucap Candra setelah sesi foto mereka selesai.
“Mau gue posting, ah,” gumam Candra.
Cewek itu memposting foto tadi di sosial medianya, sementara Vina mengirim foto itu ke grup keluarganya.
Keluarga Cemara Community…
Vina mengirim foto itu dengan caption ‘Nih Vina dapet calon mantu buat Bunda.’
Tentu dalam sekejap grup itu ramai dengan balasan komentar foto yang Vina kirim. Ia mendengus malas membaca komentar- komentar keluarganya itu.
“Hilih, cakepan juga mantan lo,” balas Eky.
“Eky!”
“Ampun, Bund.”
“Ganteng Kak Galang, Kak,” balasan dari Faris juga datang.
“Dia ganteng, Kak. Tapi cari yang se- iman dan se- aamiin, ya?” itu pesan dari Ayah.
“Kalo mau muallaf nggak apa- apa, bisa perbaiki keturunan,” lanjut sang Ayah.
“Hish, nyesel gue kirim fotonya,” gumam Vina dongkol.
Setelah dari Tanah Lot, perjalanan selanjutnya adalah Puja Mandala. Di sana rombongan bisa berwisata sekaligus beribadah. Setelah salat ashar, Vina dan Candra berkeliling Puja Mandala dan berfoto di depan bangunan- bangunan tempat ibadah itu.
“Vin, temenin gue beli air yuk. Air minum gue habis,” ajak Candra.
“Kan, udah gue bilang buat bawa lebih.”
“Gue males bawa, Vin. Berat beban gue.”
“Ya udah ayo. Lo bawa dosa aja nggak berat,” ucap Vina dan mendapat jitakan maut dari Candra.
Vina dan Candra pun menuju minimarket yang berada tidak jauh darisana. Candra melihat- lihat harga air minum, dirinya mencari yang paling murah.
“Hih, kok mahal- mahal sih? Deket rumah gue biasanya dua rebu, ini lima rebu. Nawar boleh nggak ya?”
“Yang paling murah berapa, Can?” tanya Vina.
“Ada nih empatribu sembilanratus sembilanpuluh sembilan rupiah. Lah sama aja lima ribu.”
“Tuh promo beli dua dapet tiga, beli itu aja,” tunjuk Vina pada salah satu merk air minum itu.
Vina dan Candra kembali ke rombongan setelah membeli air minum. Perjalanan selanjutnya adalah menuju resto untuk makan malam dan terakhir ke hotel tempat rombongan menginap.
Candra membanting tubuhnya di kasur empuk kamar hotel. Satu kamar berisi empat anak. Kamar Vina terdiri dari Candra, Vivin, dan Erin. Vina yang mandi terlebih dulu sementara yang lain masih berleha- leha.
“Gue kok laper lagi ya?” gumam Erin.
“Nih gue ada Indicup, mau buat?”
“Ntar buat habis gue mandi ya.”
Setelah selesai mandi mereka berempat pun membuat Indicup dengan teko listrik di sana. Mereka menikmati mie cup- nya dengan menonton film.
“Lho? Kok remot AC- nya nggak bisa?” tanya Candra yang hendak mengecilkan suhu ruangan, dirinya merasa kepanasan.
“Minjem remot tetangga sana,” usul Erin yang matanya masih fokus pada layar televisi.
“Sana lo yang pinjem, Vin.”
Vina menghembuskan nafas sebal, tapi dirinya juga berdiri menuju pintu. Cewek itu melongokkan kepala ke kanan dan kiri untuk melihat situasi. Lorong kamar sepi, Vina pun melangkahkan kaki menuju kamar depan untuk meminjam remot AC. Kamar depan adalah kamar Lia dan teman- temannya yang lain.
“Fa, gue suka sama lo,” ucap seseorang membuat Vina yang mendengar suara itu mengernyitkan dahi.
...🐈🐈🐈...
Ini Bli Anak Agung Ngurah Ray Ekada Putra atau Bli Putra yang membuat Lia mabok
...🐈🐈🐈...
Hayu Mojok...
Sebenarnya Otor ada pengakuan, inspirasi yang di dapat Otor dari bab Sesuatu Di Bali dan Remot AC ini adalah pengalaman Otor 😭😭😭
Dimana Vina yang tidak berakhlak menyelonjorkan kaki itu adalah kelakuan bar- bar Otor maap keun, tidak untuk di tiru ya 🙈🙈🙈
Lalu si Lia yang tidur di bawah itu tingkah absurd teman Otor di jaman jahiliyah dulu...
Termasuk masak mie cup dan meminjam remot AC ini juga pengalaman pribadi, maklum yee hotel murah jadi fasilitas juga kurang oke....
Intinya Otor mengucapkan terima kasih pada kalean teman- teman di jaman jahiliyah yang memberi banyak cerita serta warna yang terlalu cerah.... 🙏🙏🙏 Rindu kalean 💕💕
dah punya gc ayo gunakan para membernya
😂😂😂😂 lagi seru-seru, baca pertarungan mereka....tegang dengan emosinya Juno. Eh kox gambar mas Kardi mendelik 🤣🤣🤣
Si bunda juga iseng banget, sampe nyuruh semua anaknya beli minyak goreng promo
Untung sukses bund 👍👍😂😂
Eh Ekky, kamu kox sepertiku, yang suka maling mangga 🤣🤣 dan selalu sukses juga 😂😂 sumpah deh, nih cerita eh, episode....judulnya Maling Mangga yang Gesrek 🤣🤣🤣
pagi pagi absen dimari
kolom misi tertera karya Author lain 🤦🤦🤦
Omegot NT mah
duh....nostalgila dehh
kalian bikin kepengen 😥😥